
Bab 6 : Pov Koneko/Shirone
(Pov Shirone)
Namaku shirone, aku adalah nekomata muda yang merupakan bagian spesies langka di antara nekomata, yang di sebut nekoshou. Aku dilahirkan dari antara ayah manusia dan ibu nekomata, dan aku memiliki seorang saudara perempuan bernama kuroka.
Suatu hari orang tuaku meninggal dalam kecelakaan, tapi aku tidak tahu penyebabnya, saat aku menanyakan pertanyaan ini kepada kuroka nee, dia hanya mengalihkan pembicaraan dan tidak pernah benar benar memberitahuku apa yang terjadi.
Setelah insiden itu, suatu hari ada kelompok iblis klan naberius yang menyerang desa kami dan menangkap kami semua, termasuk aku dan kuroka nee.
Setelah menangkap kami semua, mereka membawa kita ke tengah hutan, dan aku melihat sebuah gedung besar berwarna putih.
Setelah itu kami di suruh berbaris dan salah satu pemimpin mereka memeriksa kami satu persatu dan berhenti di depan kuroka nee, pemimpin itu mengeluarkan 2 bidak catur berbentuk uskup dan memasukanya ke dada kuroka nee. Aku tidak tau apa itu, tapi aku bisa menanyai kuroka nee nanti.
***
Sudah berbulan-bulan sejak aku dan kuroka-nee di tangkap, selama beberapa bulan terakhir aku dan kuroka nee hanya di kurung di sebuah ruangan besar dan kami semua di suruh berlatih. Dan saat ini adalah waktu makan siang, aku duduk sedang menunggu kuroka-nee membawa makanan.
Setelah beberapa menit menunggu aku melihat kuroka nee berjalan kearahku sambil membawa makanan.
Aku menghampirinya dan aku melihat wajah kuroka nee sedikit sedih, "Ada apa, kuroka nee-san?" Aku bertanya dengan khawatir.
Mendengar kataku, koruka nee menjawab, "Tidak ada. Ayo makan nya~" katanya dengan pura pura ceria.
Aku tidak tau apa yang terjadi pada kuroka nee tapi selama aku berada di sisi kuroka nee, aku senang.
"Omong-omong, aku punya hadiah untuk mu shirone nya~" kata kuroka nee sambil mengeluarkan sepasang jepit rambut berbentuk kepala kucing berwarna hitam.
Setelah itu Kuroka nee memakaikan keduanya ke kepalaku.
"Terima kasih, nee san" Aku tersenyum dan memegangi jepit rambut di kepalaku.
***
Setelah beberapa hari sejak itu. tiba tiba kuroka nee menghilang dariku dan membuatku khawatir.
jadi aku memutuskan untuk menyelinap keluar dari ruangan ini. Aku membuka pintu dan melihat lorong panjang terbuat dari logam, aku berjalan lurus dan tiba di sebuah pintu besi.
Aku menempelkan telingaku dan mendengar beberapa suara teriakan, aku menjadi lebih khawatir dan mencoba membuka pintu.
Ketika aku membuka pintu, aku membelalakan mataku, karena yang ada di depanku adalah kuroka nee yang menggunakan bentuk nekomatanya sedang membunuh beberapa iblis klan naberius.
Kuroka nee juga melihatku tapi dia tidak mempedulikanya dan berlari keluar dari gedung ini.
"ARGGHHH!!"
"ARGHH!!!! DIA MABUK KEKUATAN DAN KEHILANGAN KENDALI BENTUK NEKOMATANYA!!!"
"KEJAR DIA!! BUNUH DIA!! DIA MEMBUNUH TUANNYA SENDIRI!!!"
Mereka terus berteriak dan mengejar kuroka.
'Nee san mabuk kekuatan nekomatanya dan kehilangan kendali?'
'Membunuh tuannya sendiri?'
'Kenapa ... ?'
'Kenapa ..... ?'
'Kenapa .... ?'
'Kenapa ... ?'
'Kenapa nee-san ... ?'
__ADS_1
berbagai pertanyaan terus muncul di benakku.
***
Sejak kejadian itu aku memutuskan untuk tidak menggunakan kekuatan nekomata ku lagi, aku takut kehilangan kendali seperti Nee-san.
Setelah itu aku mulai kehilangan sebagian besar emosiku.
Setelah beberapa hari, mereka semua mulai takut padaku dan mulai merencanakan untuk membunuhku, karena mereka takut aku kehilangan kendali seperti Nee-san
Ketika aku mendengar itu, aku mulai takut, aku takut mati, aku tidak ingin mati di sini, aku ingin keluar dari sini.
Setelah itu aku mutuskan untuk menyelinap keluar.
Aku keluar dari pintu dan berlari tanpa menggunakan alas kaki agar tidak mengeluarkan suara, setelah itu aku sampai di sebuah ruanganx ruangan itu seperti kamar almarhum ayahku dulu, ada banyak botol kaca berisi cairan aneh dan lain lain.
Ketika aku berjalan menuju pintu, aku tidak sengaja menyenggol sebuah botol kaca.
*PYAR!*
Aku panik dan bergegas mebuka pintu, tapi aku sudah terlambat karena aku mendengar sebuah suara di belakang.
Seorang iblis masuk ke ruangan karena mendengar suara pecah. "Apa yan- AHHH! ADA SEORANG NEKOMATA MENCOBA KABUR!!!" Dia berteriak.
*WIU WIU WIU WIU!!*
Mendengar suara alaram aku langsung cepat berlari keluar ruangan menuju hutan.
Iblis di belakangku juga mulai mengejarku, setelah itu mereka mulai menjadi bertambah banyak.
Aku berlari tanpa arah sekuat tenaga, tapi itu sia sia karena mereka terbang kearahku dengan cepat. Iblis itu mulai mengeluarkan lingkaran sihir untuk membunuhku.
'Seseorang tolong aku.. ' Aku menutup mataku menunggu mereka membunuhku tapi tiba tiba sebuah petir berwarna biru menyambar mereka semua.
*JEDER!!!!*
Dia berbalik dan mengulurkan tanganya kearahku, "Apa kau baik baik saja? Kucing kecil."
Aku tidak tau siapa dia, tapi entah kenapa aku merasa aman di sisinya, ini sama seperti perasaan ketika kuroka nee melindungiku.
Aku memeluknya tanpa berpikir dan mulai menangis. "HUAAAAAA ... *HIKS* *HIKS*"
Dia sedikit terkejut dan mulai memelukku juga.
***
(Alex pov)
Flasback.
Halo, aku alex desu.. setelah mencari berjam jam aku tak menemukan koneko dimana pun, aku mulai frustasi dan ingin marah kepada kertas telportasi yang mengirimku ke hutan acak.
*Hah...*
Aku menghela nafas lelah dan duduk di bawah pohon besar. "Sistem, bisakah kamu meneleportasikan aku ke lokasi terdekat koneko?" Aku bertanya.
*DING*[Iya]
Ketika aku mendengar jawabanya aku merasa ingin menghancurkan kepalaku ke pohon, "Kenapa kau tidak memberitahu ku!!?"
*DING*[Host tidak bertanya]
Aku ingin membantah tapi tidak bisa berkata kata, kenapa aku harus mengeluh ke sistem tanpa emosi ini?
*Hah...*
__ADS_1
Aku menghela nafas lagi dan berkata ke sistem "Sistem tolong teleportasikan aku ke tempat koneko. "
*DING*[Teleportasi ke tempat koneko : 1000point]
Melihat harganya aku tidak bisa membantu tapi bertanya, "kenapa harus membayar?"
*DING*[Karena jauh]
*Hah...*
Aku menghela nafas lagi pada sistem ini, sudah berapa kali aku menghela nafas hari ini. "Kalau begitu teleport"
*DING*[Anda akan di teleportasikan ke tempat koneko dalam 3 ... 2 ... 1 ...]
*ZRING!*
Alex diselimuti cahaya putih dan menghilang.
***
Aku membuka mataku dan di depanku aku melihat seorang gadis kecil berambut putih di kejar oleh rombongan iblis.
'hmm... Itu pasti koneko dan iblis klan naberius' pikirku.
Aku berlari ke arah koneko dan menghadap para iblis.
Aku mengangkat tanganku dan sebuah awan hitam muncul di atas hutan.
*JEDER!!*
Petir menyambar para iblis yang terbang, aku membalikan badan ku dan menghadap wajah koneko, aku mengulurkan tanganku kearahnya dan berkata "Apa kau baik baik saja? Kucing kecil."
Tiba tiba koneko memeluku dan mulai menangis keras, "HUAAAAAA ... *HIKS* *HIKS*"
Aku terkejut dan berpikir 'Baik, apa yang terjadi? Kenapa dia memeluku tiba tiba? Apakah dia tidak mencurigaiku sebagai orang jahat?' Aku menggelengkan pikiranku dan memeluknya juga.
***
Setelah beberapa menit aku melihat dia tidur meringkuk dalam pelukanku dan memegang bajuku dengan erat seperti anak kucing yang takut kehilangan ibunya.
Aku menggunakan haki ku lagi untuk memeriksa apakah ada orang lain disekitarku dan aku menemukan satu orang yang mengawasiku, aku tersenyum masam dan mulai menggunakan kertas teleportasi untuk kembali ke kamarku.
*ZRING!*
***
(Pov Ketiga)
Kuroka yang bersembunyi di balik pohon setelah kabur dari kejaran iblis, dia kembali lagi dan mulai mengawasi koneko dari jauh. Dia awalnya ingin menyelamatkan koneko tapi dia melihat koneko diselamatkan oleh anak misterus.
Dia ingin mengambil koneko darinya tapi dia tau bahwa dia bukanlah lawanya, dia hanya bisa menggertakan giginya ketika melihat koneko menangis di pelukanya.
Tapi dia senang bahwa adiknya di selamatkan walaupun dia tidak tau identitas yang menyelamatkan adiknya.
Dia melihat anak itu menghilang dan tiba tiba sebuah sepucuk kertas muncul di depannya, dia membaca kertas itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Halo, aku adalah seorang yang menyelamatkan adikmu, Aku janji aku akan merawatnya seperti keluargaku sendiri dan membuatnya hidup bahagia.
Sampai jumpa 7tahun kedepan, Kuroka.
Dari : Alex Hyoudou.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Setelah membaca nya, dia menggengam kertas itu dengan erat dan meninggalkan tempat itu.