
(//Bab 2 : Sekolah)
Keesokan harinya aku bangun di pagi hari. Aku bangkit dari kasurku dan menuju ke kamar mandi untuk mandi. Setelah mandi aku kemudian bersiap siap memakai seragam karena hari ini adalah hari pertama memasuki sekolah.
Sejujurnya aku sangat malas bersekolah lagi karena aku dulunya tidak mempunyai teman karena dulu saat sekolah aku selalu tidur dan bermalas malasan.
Setelah mengenakan seragamku, aku pergi turun ke lantai bawah dan pergi ke dapur untuk sarapan. Ketika aku memasuki dapur aku melihat seorang wanita berambut coklat bernama Miki Hyoudou atau yang aku panggil Ibu sekarang. "Selamat pagi sayang. Apakah kamu tidur dengan nyenyak tadi malam?" Ibuku bertanya.
"Selamat pagi juga ibu. Ya, tadi malam aku tidur dengan nyenyak kok." Kataku sambil berjalan menuju ke meja makan dan duduk dikursi. "Ngomong-ngomong yang lain dimana? Apakah mereka belum bangun?" Aku bertanya sambil melihat sekeliling.
"Ah! Aku lupa bahwa mereka masih tidur." Kata Ibuku sambil menepuk dahinya. Dia kemudian menoleh kearahku dan berkata, "Alex-kun bisakah kamu membangunkan Issei dan aku akan membangunkan Ayahmu."
"Baik baik..." Aku menjawab dengan malas. Aku kemudian turun dari meja dan naik keatas menuju kekamar Issei untuk membangunkannya.
Aku sampai di depan pintu kamarnya dan membukanya. Ketika aku memasuki kamarnya aku melihat beberapa poster wanita seksi dan beberapa buku porno yang berserakan di bawah kasur. Aku menoleh ke kasur dan melihat seorang anak berambut coklat sedang tidur dengan senyum di wajahnya sambil menggumamkan 'Oppai' berkali kali. Ketika aku melihatnya alisku berkedut beberapa kali.
Aku berjalan menuju kearahnya dan menendang pantatnya dengan keras. "Bangun! Adik bodoh!"
Issei terkejut ketika merasakan sakit di pantatnya. Dia terbangun dari mimpinya yang indah dan ingin protes kepada seseorang yang membangunkannya tapi dia menghentikan niatnya ketika melihat wajahku yang kesal. Dia terkejut dan langsung turun dari kasurnya keluar dari kamar dengan tergesa gesa karena dia tahu bahwa betapa seramnya ketika aku marah.
Melihatnya begitu, aku hanya menggelengkan kepalaku dan menghela nafas. Aku kemudian mengikutinya turun kedapur dan melihat seorang pria paruh baya dengan rambut warna coklat dan mengenakan kacamata. Pria itu adalah Garou Hyoudou atau yang aku panggil Ayahku sekarang.
Aku melihat Ayahku sedang membaca koran sambil meminum kopi dengan pose keren. Dia kemudian melihat aku turun kedapur dan menyapaku, "Oh? Kau baru bangun ya, Alex."
"Kau itulah yang baru bangun, Ayah!" Aku tidak bisa menahan tsukkomi ketika mendengarnya. Aku kemudian menambahkan, "Dan apa apaan pose kerenmu itu." Aku kemudian menuju ke meja dan duduk di samping Issei yang memakan sarapannya.
"Hahahaha, kau sangat dingin Alex-kun." Ayahku menertawakanku. Dia kemudian menatap Issei dan aku sambil berkata, "Ngomong-ngomong karena hari ini hari pertama kalian masuk sekolah, bagaimana jika aku mengantarkan kalian?"
"Ya! Dan saat aku sekolah nanti aku akan menggoda setiap gadis yang ada di sekolah dan menjadi Raja Harem!!" Issei berkata dengan semangat dan tekad yang membara di matanya.
"Ohhh! Itu baru semangat, anakku!!" Kata Ayahku. Keduanya kemudian mulai berbicara satu sama lain dengan semangat.
Aku yang melihat ini hanya menghela nafas dan makan dengan tenang karena aku tidak ingin terlibat dengan percakapan mesum mereka.
***
__ADS_1
"A-Aniki, Apakah kamu tidak gugup? Kita berada di kelas yang berbeda lho!" Issei berkata dengan gugup karena saat dulu dia selalu melekat padaku dan bergantung padaku sehingga berbeda kelas membuatnya gugup.
"Tidak juga. Lagipula, mimpimu menjadi Raja Harem kan? Mana mungkin ada gadis cantik yang akan suka denganmu jika kau bersikap seperti itu." Kataku berusaha memotivasinya.
Mendengad kata kataku. Issei tidak menjadi gugup lagi dan mulai menguatkan tekadnya untuk menjadi Raja Harem. "Terima kasih! Aniki!!"
Aku hanya tersenyum dan mendorong punggungnya. "Tunggu apa lagi? Cepat masuk ke kelas!"
"Iya!!" Issei berkata dan berlari menuju ke kelasnya sendiri dengan semangat.
Ayahku yang ada dibelakangku melihat ini tersenyum dan menepuk punggungku, "Sangat jarang melihatmu memotivasi untuk menjadi Raja Harem Alex-kun."
Aku hanya tersenyum kepada Ayahku dan tidak mengatakan apa apa. Alasanku sebenarnya adalah untuk menjauhkan Issei dariku karena dia akan terus bergantung pada diriku jika dia terus bersamaku.
***
Aku memasuki kelasku dan melihat sangat rusuh karena beberapa anak menangis tidak mau kesekolah. Aku juga melihat beberapa Ibu Ibu yang menatapku dengan tatapan panas karena wajahku yang tampan. Aku bertanya tanya apakah aku akan diculik dan dijadikan oleh mainan **** oleh para tante ini.
Aku bergidik dan menyingkirkan pikiranku. Aku kemudian mencari bangku yang cocok denganku dan melihat bangku dipojok belakang di sebelah jendela. Aku langsung menuju bangku itu dan duduk di sana karena aku merasa bahwa bangku ini yang paling cocok untukku.
*KRINGGG!!!*
Saat pelajaran dimulai aku sangat bosan karena aku sudah tahu semua pelajaran disini. Karena tidak ada yang bisa kulakukan, aku memutuskan untuk memeriksa toko Sistem. Selain itu, aku belum pernah membuka toko sejak reinkarnasi.
'Sistem buka toko'
[Toko]
POIN : 10675
| SKILL |
| SENJATA |
| ALAT |
__ADS_1
| DLL |
Aku melihat banyak barang/kemampuan yang tersedia di toko untuk di jual. Aku ingin membeli semuanya tapi aku tidak bisa karena Point Sistemku tidak cukup. Setelah melihat beberapa kemampuan, aku melihat satu yang menarik perhatianku. Aku menutup sistem ku dan memutuskan untuk membelinya nanti.
***
*KRINGGG!!!*
Setelah beberapa jam pelajaran membosankan, akhirnya bel pertanda istirahat makan siang terdengar di telingaku. Aku kemudian membuka tasku dan mengeluarkan bento untuk makan siang tapi tiba tiba aku melihat Issei memasuki kelasku. "Aniki! Aku punya teman baru! Biar aku perkenalkan kalian!" Kata Issei.
Aku ingin menjawab 'tidak' tapi sudah terlambat karena dia sudah menyeretku duluan keluar dari kelas.
Issei terus menyeretku sampai kita berhenti di taman. Issei kemudian melihat sekeliling dan menemukan orang yang di carinya kemudian menyeretku lagi menuju anak itu.
Ketika kami sudah berada di depan anak itu, Issei mulai memperkenalkan kami, "Aniki, temui teman saya. dia bernama Shidou Irina. Irina, temui kakak saya, ddia bernama Alex Hyoudou!"
Irina memiliki rambut coklat dikepang dengan mata ungu indah. Irina kemudian berdiri dan mengulurkan tanganya kearahku. "Senang bertemu denganmu! Alex-kun!" Irina berkata sambil tersenyum.
Aku kemudian tersenyum juga dan mengulurkan tanganku. "Senang bertemu denganmu juga, Irina."
Setelah perkenalan kami yang sederhana. Kami bertiga mulai makan siang bersama sebelum bel pelajaran kedua berbunyi. Setelah itu kami berpisah dan menuju kelas masing-masing.
(Pov Ketiga)
Ketika jam pelajaran terakhir selesai, Alex keluar kelas dan berdiri menunggu Issei untuk pulang bersama.
Setelah beberapa menit, Alex melihat Issei keluar dari kelasnya bersama Irina. Awalnya Alex ingin pulang berdua dengan Issei tapi Irina menolaknya dan ingin pulang bersama karena rumah mereka dekat.
Setelah sampai di rumah, Alex dan Issei mulai mandi dan berganti pakaian kemudian menuju rumah Irina untuk bermain bersama karena mereka sudah berjanji untuk bermain tadi.
Ketika keduanya sampai dirumah Irina, mereka di sambut oleh kedua orang tua Irina dengan hangat karena mereka senang bahwa anak mereka mendapatkan teman saat baru pindah dari luar negri.
Ketika hari sudah malam, Issei dan Alex memutuskan untuk pulang. Mereka berdua kemudian berpamitan dengan orang tua Irina dan berlari menuju rumah mereka sendiri.
Setelah sampai di rumah, Alex langsung mandi dengan cepat dan masuk ke kamarnya. Dia kemudian membuka antarmuka Sistemnya dan memasuki dungeon untuk berlatih.
__ADS_1