Berpergian Kedunia Anime Dengan System

Berpergian Kedunia Anime Dengan System
kencan


__ADS_3

Bab 9 : Kencan?


Malam hari, di kediaman Alex, dia saat ini sedang makan malam bersama Koneko. Setelah makan dia meminum teh nya dan berkata kepada Koneko, "Koneko, apakah kamu mau kencan?"


Koneko yang sedang meminum tehnya tiba-tiba menyemburkan tehnya ketika mendengar Alex mengajaknya kencan, "K-Kencan," Koneko tergagap dan memerah.


Alex yang ada didepanya sudah menduga bahwa Koneko akan bereaksi seperti itu. Dia memiringkan kepalanya dan menghindari semburan koneko, "Ya, apakah kamu mau Koneko?" Alex berkata seolah-olah tidak ada yang terjadi.


"T-Tapi kita saudara, Nii-san." Koneko tersipu.


Alex sudah menduga bahwa Koneko akan menjawab seperti itu. Dia berdiri dan mengangkat dagu Koneko dengan lembut menghadap wajahnya, "Kita bukan saudara kandung, jadi tidak apa apa, kan? Koneko..." Alex berkata dengan lembut dan mendekatkan wajahnya.


"Nii-san...." Koneko menutup matanya dan menunggu kakaknya menciumnya, tapi dia tidak merasakan apa apa, dia bingung dan ketika dia membuka matanya, dia melihat kakaknya yang sudah menjauh darinya.


Alex menjauh darinya dan menepuk kepala Koneko, "Tunggu itu saat kita kencan, Koneko." Kata Alex dengan senyum lembut.


Koneko sedikit kecewa, tapi dia senang ketika dia mendengar kencan. "H - Hari apa kita akan kencan, Nii-San," Koneko sedikit malu ketika mengatakanya.


Alex berpikir sebentar dan berkata, "Hmmm... mungkin pagi hari minggu, aku akan menunggumu di distrik perbelanjaan besok lusa."


Alex mengajak berkencan bukan hanya untuk berjalan-jalan dengan Koneko saja, dia juga berencana untuk mengawasi Issei bersama Yuuma atau Raynare.


Koneko mengangguk. Setelah itu mereka membersihkan meja makan dan mencuci piring.


Alex yang sedang mencuci piring tiba tiba teringat sesuatu dan berkata, "Koneko, besok saat kita sekolah, kamu tidak usah menekan kekuatanmu seperti biasanya."


"Kenapa?" Koneko heran.


"Sa.... Kita mungkin akan bertemu sesuatu yang menarik." Alex berkata dengan senyum misterius.


Koneko sedikit bingung, tapi dia mengangguk dan tidak mengatakan apa apa, karena dia selalu percaya pada kakaknya. Setelah itu mereka selesai mencuci piring dan pergi ke kamar masing masing.


Alex membuka pintu kamarnya dan duduk di tepi kasur. Dia membuka sistemnya, 'Sistem gunakan tiket lotre dari hadiah quest pertama.' Alex berkata dalam hati. dia lupa kalau dia punya tiket lotre.


[Menggunakan tiket lotre....]


.


.


.


.


*DING*[Selamat anda mendapatkan Keahlian berpedang Sakata Gintoki!]


Alex mengangkat alisnya ketika mendapatkan ini. Dia tahu karakter ini dari anime Gintama dulu, jika dia tidak salah ingat, gaya berpedang ini menggunakan naluri dan tidak menggunakan teknik, tapi ini sangat kuat dan bahkan bisa melawan para Alien di animenya.


Dia membuka inventarisnya dan mengeluarkan [Imagine Breaker Sword] yang memiliki panjang 1,3 meter tanpa sarung pedang, bilah pedang itu sangat tipis berwarna hitam pekat dan gagangnya memiliki warna hitam dengan corak ungu di tengahnya berbentuk X.


Ketika Alex memegangnya, dia merasa bahwa pedangnya adalah bagian dari tubuhnya sendiri, dia ingin mencoba menganyunkannya, tapi mengurungkan niatnya, karena dia tidak ingin menghancurkan rumahnya.

__ADS_1


Dia menaruh pedangnya ke inventarisnya lagi dan membuka toko Senjata, dia ingin mencari senjata yang cocok untuknya, selama beberapa menit mencari, akhirnya dia menemukan senjata yang dia cari.


\=\=\=\=\=\=


[Pedang Kayu Danau Toya Rank C]


Efek : Memiliki daya tahan yang luar biasa dan bahkan bisa menyaingi katana asli.


Harga : 5,000 point system.


\=\=\=\=\=\=


Alex membelinya tanpa ragu dan sebuah pedang kayu dengan tulisan 'Danau Toya' muncul di tangan Alex. Ketika dia memegangnya dia merasa pedang ini sangat cocok baginya. Dia berdiri dari kasurnya dan mengayunkannya.


*WOSH!!*


Alex melihat pedangnya memotong udara, dia mengangguk puas dan menaruh pedangnya ke inventaris. Dia berbaring di kasurnya dan tertidur...


***


Alex saat ini memasuki kelasnya dan memperhatikan Issei dengan temannya sedang membicarakan tentang pacar barunya. Dia tidak terlalu mempedulikanya dan duduk di bangku dengan malas seperti biasa.


Issei memperhatikan Anikinya memasuki kelas, dia menuju kearahnya dan menyapa, "Selamat pagi Aniki!" dia berkata dengan bersemangat.


Alex menoleh kearahnya dan menatapnya dengan malas, "Semangat sekali hari ini kau Issei... Ada apa?" Alex bertanya.


Issei tidak memperdulikan sikap Anikinya yang malas dan berkata dengan bangga, "Karena aku mendapat pacar baru kemarin!"


"Namanya Amano Yuuma, aku akan berkencan dengan dia besok!" Issei menjawab.


"Oh.. Begitu..." Alex berkata dengan tidak peduli dan meletakkan kepalanya di bangku dengan malas.


Issei sweatdrop ketika melihat Aniki yang masih tidak peduli, "Kenapa kau masih tidak peduli Aniki" Kata Issei.


Alex menoleh kearahnya dan berkata, "Karena aku yakin, pacar barumu itu pasti menipumu. Mana mungkin ada gadis yang ingin berkencan dengan orang mesum sepertimu."


Issei merasa kata kata Aniki nya menusuk di hatinya, "Kau sangat kejam aniki..." Issei ingin menangis. Setelah itu dia pergi dari Alex dan berkumpul dengan temannya.


***


Sementara itu di ruang klub ORC, ada seorang wanita dengan badan montok memiliki mata biru kehijauan, berambut merah crimson yang panjangnya mencapai pahanya.


Dia sedang meminum teh di sofa dan di belakangnya ada wanita yang memiliki paras yang cantik dengan sosok yang menggairahkan, rambut hitam yang sangat panjang dan mata ungu. Rambutnya diikat ekor kuda yang panjang, menjangkau sampai ke kakinya.


Jika Alex di sini dia pasti tahu bahwa wanita ini adalah Rias Gremory dan Akeno Himejima.


Akeno yang ada di belakang Rias memegang pipinya dengan satu tangan dan berkata, "Ara~ Apakah kamu juga merasakanya Kaichou."


Rias menaruh tehnya di meja dan berkata, "Iya, aku merasakan dua orang baru yang memasuki wilayah kita, satu seorang nekoshou dengan kekuatan yang mengerikan dan yang kedua adalah manusia- tidak, seorang manusia tapi dengan ras yang lebih tinggi, aku tidak yakin apa itu..."


"Apakah kamu ingin aku mengawasinya, Kaichou?" Akeno bertanya.

__ADS_1


Rias menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, aku sudah mengirimkan Kiba untuk mengawasinya." Dia kemudian bangkit dari kursinya dan memandangi luar jendela, tidak, lebih tepanya memandangi Issei dan teman temanya yang ada di luar.


Akeno mengikuti pandanganya, "Ada apa dengan mereka Kaichou?" Dia berkata dengan rasa ingin tau.


Rias memalingkan wajah nya dan duduk di sofa lagi. "Cowok yang itu.." Rias Berkata.


"Maaf?" Akeno bingung


"Maksudku Cowok yang ada di tengah," Kata Rias.


Akeno mengingat-ingat sebentar dan berkata, "Dia kelas 2-B, Kalau tidak salah, namanya Hyoudou," Akeno menoleh ke Rias dan bertanya, "Ada apa dengan dia Kaichou?"


Rias menyentuh dagunya dan menjawab, "Tidak ada. Mungkin aku cuma salah lihat."


***


(Time Skip hari Minggu)


Di hari minggu pagi hari. Alex saat ini duduk di bangku di dekat distrik perbelanjaan, dia mengenakan jaket merah, kaos putih dan celana hitam panjang. Dia sangat tampan ketika dia berpakaian seperti ini. Banyak gadis yang menatapnya tapi dia tidak peduli. Dia juga merasakan Kiba sedang mengawasinya, tapi dia mengabaikanya karena dia ingin menikmati kencan dengan Koneko.


Di seberang jalan, dia juga melihat Issei yang berpakaian rapi seperti ingin pergi berkencan. Dia melihat Yuuma mendekati Issei dan Alex melihat mereka pergi berkencan.


Setelah menunggu beberapa menit dia melihat Koneko yang sangat cantik mengahampirinya mengenakan baju one piece sebahu berwarna abu abu dengan pinggiranya berwarna hitam. Alex terpesona olehnya beberapa menit sebelum bangkit dan menghampirinya.


(AN : Ughh saya tidak bisa membuat deskripsi tentang baju gadis).


Koneko tersipu ketika melihat Alex terus memperhatikan tubuhnya. Dia sedikit senang ketika Alex melihatnya sebagai wanita.


Alex memegang tanganya dan berkata, "Kalau begitu, ayo kita ke toko baju dulu"


Koneko tersenyum dan mengangguk. Setelah itu mereka berjalan bersama menuju toko baju.


Ketika mereka sampai di toko baju, mereka melihat lihat dan membeli beberapa baju yang menurut mereka bagus. Setelah dari toko baju, mereka memutuskan untuk pergi ke bioskop. Ketika mereka sampai di sana, Mereka menonton film horor, tapi itu tidak terlalu menakutkan bagi mereka.


Setelah menonton Film. Alex menyarankan untuk pergi ke Game Center karena dia ingat dari wiki masa lalunya bahwa Koneko menyukai game. Koneko setuju dengan saran Alex dan mereka menuju Game Center. Ketika mereka sampai di sana, mereka bermain berbagai jenis permainan, Alex dan Koneko sangat senang pada saat itu.


Alex dan Koneko bergandengan tangan sedang berkililing, sampai Alex melihat Koneko yang memperhatikan sebuah boneka kucing berwarna putih di mesin pencapit. "Kamu mau?" Alex bertanya sambil menunjuk ke boneka kucing.


Koneko mengangguk malu malu.


Alex tersenyum, dia mendekati mesin tersebut dan memasukan koin ke dalam mesin. Meskipun dia tidak pernah menggunakan ini di masa lalu, dia sering melihat cara menggunakanya di anime.


Setelah memasukan koin, Alex memegang kontrolernya dan mengarahkan pencapitnya ke boneka yang diinginkan Koneko. Boneka nya terkena pencapitnya dan Alex mengarahkanya ke lubang, dia mengambil bonekanya dan menyerahkanya ke Koneko, "Ini, untukmu Koneko," Alex berkata dengan lembut.


"Terimakasih, Nii-san," Koneko memerah dan memeluk boneka nya dengan erat.


Setelah itu mereka pergi dari Game Center dan menuju ke restoran sushi karena mereka sangat lapar setelah berjalan jalan. Mereka makan sampai sore dan memutuskan untuk jalan jalan di sekitar taman sebentar.


Ketika mereka sampai di dekat taman. Mereka juga melihat Issei dan Yuuma sedang berkencan, tapi tiba tiba Yuuma berbubah bentuknya menjadi malaikat jatuh.


Alex yang melihat mereka mulai menampar dahinya, dia terlalu asyik kencan dengan Koneko sampai dia lupa tentang mengawasi Issei. "Ayo kita lihat mereka sebentar Koneko." Alex berkata kepada Koneko yang ada di sampingnya.

__ADS_1


Koneko menangguk pada kata Alex. Setelah itu Alex dan Koneko mulai bersembunyi dan mengawasi mereka dari jauh.


__ADS_2