Berpindah Jiwa

Berpindah Jiwa
EPISODE 3


__ADS_3

"dari mana kau dapat foto ini". kata young joon dengan nada sedikit tinggi.


"aku tidak tahu, orang misterius itu mengirim foto ini" kataku sambil kebingungan. "memangnya kenapa dengan foto ini?".


" Dia adalah tunanganku, kami terpaksa harus menikah karena ayahku berjanji pada ayahnya kim hena". kata young joon dengan nada pelan.


"lalu kenapa kau masih ingin denganku juga?" tanyaku sedih


" karena orang yang aku sukai adalah Seon mi" jawab young joon bersemangat.


" ku mohon jangan seperti ini, apakah kau tau dengan cara begini kau bisa melukai hati tunanganmu dan juga aku, kau harus memilih salah satu di antara aku dan dia." kataku dengan raut muka sedih.


" aku tidak bisa memilih" jawab young joon sedih.


tanpa aku sadari, aku mulai menangis. Entah kenapa rasanya sekarang aku hanya ingin sendiri. aku pun menyuruh young joon keluar dari ruangan.

__ADS_1


Aku membuka handpone dan chat young joon, "Bisakah kamu memberikan jawabannya besok, young joon?" ketiku sambil menangis.


Ke esokan harinya aku keluar dari rumah sakit, dan datang ke sekolah untuk keluar dari sekolah. Saat di sekolah aku menuju kantor kepala sekolah dan memberikan surat untuk keluar dari sekolah, namun saat aku menuju ruang kepala sekolah, Young joon mengikutiku, dan mendengarkan percakapanku dengan kepala sekolah


" Pak aku ingin mengudurkan diri dari sekolah ini" kataku sambil menyodorkan suatu surat.


" Kenapa kamu ingin keluar dari sekolah ini?" kata kepala sekolah, dengan raut wajah kebingungan.


"Aku merasa, aku tidak cocok di sini, dan ingin pindah ke sekolah lain" kataku dengan suara gemetar.


Aku keluar dari ruangan, dan melihat young joon di depan pintu, dengan mata yang sudah berkaca kaca, " Kenapa kamu ingin keluar dari sekolah, kenapaaaa?" kata young joon, sambil menangis.


"Waktu hidupku sudah tak lama lagi, jadi aku ingin menghabiskan waktu dengan bersenag senang" jawabku. " apa jawabanmu" tanyaku dengan manahan air mata.


" maaf seon mi, aku terpaksa harus menikahi dia, karena ayahku berjanji kepada ayah kim hena, bahwa jika ibuku melahirkan anak laki laki, maka akan dinikahi dengan kim hena." jawab young joon sambil sesenggukan.

__ADS_1


"baiklah, terima kasih karena sudah menemaniku sampai saat ini" kataku dengan air mata yang bercucuran.


Aku segera berlari, menuju gerbang sekolah.


"kenapa aku menagis untuk dirinya, padahal dia sudah ingin menikah dengan kim hena, dan aku juga akan segera meninggal, kenapa aku harus menangis untuk diririnya?" kataku dalam hati


Tanpa ku sadari air hujan turun. Aku menangis di tengah- tengah derasnya hujan.


1 minggu kemudian aku ke rumah sakit untuk memeriksa penyakitku kembali. kata dokter


penyakitku sudah sangat parah, bahakan memungkinkan aku akan meninggal 2 minggu lagi, karena penyakitnya terus mengerogoti tubuhku ini. Aku menjadi semakin khwatir dengan perkataan dokter yang seperti itu.


Aku menulis surat untuk young joon.


"young joon, jangan cari aku lagi, masa hidupku tidak akan lama lagi, jadi tolong jangan terus mencariku, meskipun kamu sudah tahu aku tinggal di mana, itu akan sia sia, karena aku mungkin sudah tidak ada lagi di dunia ini" aku menulis surat itu dengan air mata yang bercucuran di wajah.

__ADS_1


.


__ADS_2