
Suara itu membuatku terbangun dari lamunanku. "I.....i...iya pak, ada apa memanggil nama saya?" Tolong aku Tuhan, aku harus bagaimana ini, aku takut akan di hukum.
"Setelah jam oelajaran selesai ikut bapak ke kantor."
"Baik pak"
Setelah pelajaran selesai, aku mengikuti Pak Daeshim dari belakang dengapa yang terus tertunduduk karena merasa bersalah.
"Silahkan duduk. Jadi begini Bora, kamu kan pandai bermain piano. Bapak ingin kamu menjadi pemain piano di pernikahan keponakan bapak yang 2 bulan lagi akan di selenggarakan. Apa boleh kamu datang?"
What, bapak hanya ingin menanyakan hal ini.
" Boleh pak"
Setelah selesai aku keluar dari kantor Pak Daeshim dan perjalan menuju kelas. " Plakk..."
suara tepulan tangaka tang mendrat di bahuku. Karena aku kaget aku segera melihat ke belakang dan melihat Young Joon.
"SEON MI"
Secara tiba tiba dia langsung memeluku seerat mungkin. "Seon Mi, aku sangat merindukanmu." kata itulah yang terus di ucapkan Young Joon secara terus meneserus.
__ADS_1
"Maaf, mungkin aku bukan Seon Mi yang kamu maksud, mungkin hanya wajah kita saja yang mirip. Namku Seo Bora, bukan Seon Mi." Maaf Young Joon aku belum bisa memberitahumj saat ini bahwa aku adalah Seon Mi.
Aku membawanya ke rooftop untuk menenangkan dirinya." Jadi siapakah gadis yang bernama Seon Mi itu?"
"Dia adalah gadis yabg ceria dan juga pendiama. Hanya dialah gadis yang paling aku cintai." kata Young Joon dengan wajah yang sudah berlinang air mata.
"Apakah kau masih mengingat apa saja yang dia sukai?"
"Dia sangat menyukai duyu, kimchi, chobab, tteokbokki dan dia juga menyukai parfum beraroma bunga tulip."
Young Joon ternyata masih mengingat apa yang aku sukai. Mian Young Joon.
"Kelas akan segera di mulai, jadi aku tinggal ya." Young menarik tanganku dan berkata.
Aku memberika ponselku ke pada Young Joon untuk memsukan nomor Hp nya dan dia juga mencatat nomor Hp ku. Setelah selesai aku meninggalkan Young Joon yang masih duduk di sana.
"Bora, kenap kamj lama sekali, kakiku sampai pegal menunggumu."
"Mian Youra."
"Arrasso"
__ADS_1
"Kringgg..." bel berbunyi, dan jam pelajaran akan segera di mulai. Setelah selesai aku membereska buku ke dalam tas dan pulang."
"Silahkan nona" kata pak supir sambil membukakan pintuk untuku.
"Pak nanti turun di supermarket ya."
"Baik nona"
Sesampainya di sana aku membeli banyak belanjaan untuk kebutuhan ku, seperti sabun cuci muka, alat make up dan lain lain. Setelah selesai aku menuju kasir.
"Semuanya jadi berapa mbak" kataku sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompet.
"Semuanya menjadi ₩70.000" kata mbak kasir dengan menyodorkan barang belanjaan padaku.
Aku meluar dari supermarket dan memasukan belanjaanku ke dalam bagasi mobil dan berangkat menuju rumah.
"Aku pulang, Bibi yao dan Bibi nanti tolong antarkan barang belajaan ku yang berada di mobil ke kamarku ya" katau sambil berjalan menuju tangga.
"Brukk.." aku melempar tubuhku ke kasur. " Hari yang sungguh melelahkan, aku hanya ingin tidur dan tidak ingi di ganggu siapa pun."
Beberapa jam kemudian. "Bora, cepat bangun dan turun ke bawah untuk makan malam nak."
__ADS_1
Aku tak merespon apa pun karena aku masih terlelap dalam tidur dan tidak ingin bangun sama sekali.