Berpindah Jiwa

Berpindah Jiwa
EPISODE 8


__ADS_3

"Dari mana saja kau. Jam segini baru pulang. Apakah kedua orang tuamu ini tidak pernah mendidikmu!!" Mendengar kata kata ayah aku segera berlari menuju kamar dan melemparkan diri di kasur dengan air mata yang terus mengalir di pipiku.


"Bora, jangan memasukan kata kata ayahmu ke dalam hati ya. Ayahmu hanya mengkhwatirkanmu" Kata mama sambil mengelus kepalaku.


"Aku tau. Tapi bisakah ayah berbicara dengan ku secara baik baik dan tenang. Aku tak tahan lagi dengan kata kata ayah yang selalu menusuk hatiku. Itu sangat menyakitkan" kataku dengan suara yang tersedu sedu.


Mama meninggalkan ku sendirian di kamar dan mematikan lampu lalu menutup pintu. Aku terus menangis dalam kegelapan.


Brukk... suara seseorang yang sedang di aniyaya. "Kamu ini bukannya mendidik anakmu itu yang tak berguna, malah membelanya. Kau sama sekali tak berguna dengan anakmu itu!!" Aku mendengar kata kata ayah yang terus mengomeli mama. Aku tak tahan dengan perilaku ayah terhadap mama dan aku. Aku berlari menuju lantai bawah dan berusaha untuk menghentikan pertengkaran ayah dan mama. "Ayah ku mohon hentikan jangan lukai mama lagi" kataku sambil menahan tongkat yang di pegang ayah untuk memukul mama.

__ADS_1


3 minggu berlalu. Kini keadaan mama semakin buruk dan terdapat luka memar di seluruh tubuh mama. Luka itu di akibatkan karena ayah selalu menganiyaya mama. " Ma, apakah mama sudah merasa baikan."


"Mama tidak apa apa Bora. Kau harus menjadi anak yang sangat kuat, dan melawan orang yang ingin melukaimu."


Kata kata mama terus menghantui kepalaku. Seakan kata kata yang di lontarkan mama bahwa mama akan segera meninggal.


Ke esokan harinya aku bangun sekitar jam 06:00. " Nona cepat ke kamar nyonya, nyonya mengalami kejang kejang" kata bibi Yao sambil menarik tanganku.


Selang beberapa menit, dokter pun datang. "Nona muda, ke adaan nyonya sekarang makin memburuk. Luka luka memar yang terdapat di dada nyonya terlalu dalam. Takutnya jika kami melakukan operasi, nyonya tak bisa selamat dan akan menghembuskan nafas yer akhir di tengah tengah berjalannya operasi. Saat ini kami tim medis hanya bisa memberi obat obat untuk nyonya minum."

__ADS_1


Aku tak ingin kehilangan orang tuaku untuk kedua kalinya. Aku ingin mamaku selamat dan bisa menjalani hidup bersamaku.


"Baiklah dokter aku akan memberikan obat obatan yang harus di minum mama." Kataku sambil mengambil obat yang berada di tangan dokter."


Jam 08:00 saatnya aku memberukan obat yang di berikan dokter untuk mama. Namun sesuatu yang tak terduga terjadi di kamar mama.


AKHHHH!! suara teriakkan terjadi di kamar mama. Aku berlari secepat mungkin menuju kamar mama. Namun aku terlambat, tepat di depan mataku aku melihat pisau yang tertancap di dada mama. Aku melihat seorang pria yang berada di depan mama dengan memegang pisau yang berada di dada mama.


"Bora, percayalah pada ayahmu ini, aku tak sengaja membunuh mamamu. Aku dan mamamu sedang mengalami pertengkaran yang sangat hebat dan tak sengaja ayah mengambil pisau dan penusuk dada mamamu." Kata ayah sambil memegang pundaku dengan tangan yang sudah berlumuran darah.

__ADS_1


"Aku tak percaya kau sangat sekeji ini. Mulai hari ini aku dan laki laki yang bernama Choi Namgung sudah tak memiliki hubungan darah.


__ADS_2