Bersandar

Bersandar
Eps. 1


__ADS_3

...PROLOG...


Aku tidak menyangka ketika teman lamaku Dean Ananta Fathin pindah dan kebetulan dia berada di sekolahku dan rumahnya juga bersebelahan dengan rumahku. Dia adalah teman lamaku, entah kenapa Aku tidak bisa bersikap seperti biasanya.


Aku tidak ingin mengingat hal yang sudah menjadi masa lalu. Tetapi Dean adalah temanku sejak Aku ditempat Nenekku di bangku sekolah dasar. Hingga dia menyatakan perasaannya melalui sebuah kertas yang dibuang, persahabatan kami pun agak berubah setelah Aku pindah tanpa mengatakan kepadanya.


...1 Juli, Sore Hari...


...(Dirumah)...


..._Kaira Putri Ramadhani_...


Entah, sejak 18 Juni kemarin liburan ini sangat membosankan. Hanya terus berbaring dirumah dan membantu pekerjaan orang tua.


Namun, grup chat anak-anak pun ramai. Ternyata setelah kusimak, ada siswa baru disekolah. Lalu nomor baru memasuki grup kami dan otomatis anggota baru itu segera memperkenalkan dirinya.


(Dean: Hai! Perkenalkan semua namaku Dean Ananta Fathin! Umur 14 tahun! Asal Gunungkidul dan semoga kita bisa berteman baik!)


"Namanya seperti nama teman lamaku..." gumam Kaira sambil mengingat-ingat.


"Ah, pasti tidaklah, kan namanya Dean pasti juga banyak toh?" ucap Kaira menghilangkan rasa cemasnya.


Sebenarnya dia hampir melupakan semua tentang hal yang berkaitan di tempat Neneknya. Yang dia ingat hanya teman baiknya yaitu Mia dan Dean adalah teman baiknya. Ada alasan dibalik hal melupakannya, yaitu dia tidak mau teringat hal yang menyakitkan saat disana. Mulai dari penindasan,pemalakan,dan juga pembullyan yang tidak menyenangkan.


"Sudahlah,itu semua tentang hal lama yang tidak sanggup kuingat lagi." batin Kaira sambil mengamati keluar jendela di kamarnya.


Kaira pun menuju ke meja belajarnya dan berkali-kali membolak-balikkan buku pelajarannya di kelas 7. Banyak hal yang terlintas dipikirannya.


Kalau seperti ini Aku tidak bisa fokus belajar, batin Kaira sambil menghela nafas.


Lalu handphonenya bergetar menandakan ada pesan masuk di handphonenya. Ada pesan dari whatsapp dan nomor yang tidak diketahui.


[Unknown]:Hai! Inget gua gak?


[Me]:Hai too, siapa?


[Unknown]:Wah gua dilupakan')


[Me]:Siapa?


[Unknown]:Keyla


Jleb, sepintas sedikit pikirannya tertusuk, bahwa bukankah dia adalah salah satu orang yang menindasnya di tempat Neneknya dulu?


[Me]:Eh,apa kabar?


[Unknown]:fine. And you?


[Me]:Fine too.


[Unknown]:wkwkwk gua Dean temen lamamu. wkwkwk


[Me]:Hhh, ganti nomer lagi yah😁


[Unknown]: Iya wkwkwk, btw gua di Jogja loh dan gua pindah ke sini


[Me]:selamat, btw sekolah dimana?


Eh, jangan-jangan Dean yang murid baru di sekolah kami?Apa?! Batin Kaira kaget.


[Dean]: Di SMP x


[Dean]: btw ternyata kita sekelas wkwkwk


[Me]: Yah...jelas! hahaha


[Me]: Tinggal dimana?


[Dean]: Di Berbahlah


[Me]: hhh,


"Woi!" panggil seorang laki-laki dengan suara lantang dari luar rumah Kaira.

__ADS_1


Mata Kaira tertuju ke luar lewat jendela kamarnya di depan meja belajarnya. Dan disana terlihat seorang laki-laki berdiri di depan rumah Kaira di balik pagar.


"Itu..."


Kaira mengucek berkali-kali matanya. Tak disangka yang dilihatnya adalah...Benar-benar Dean?!Batin Kaira kaget.


"Hei!" balasku.


"Woi kau gak berubah sama sekali,ya!" teriak Dean.


Lalu Kaira menuju ke luar menghampiri Dean,


"Bun, Aku keluar sebentar,ya!" pamit Kaira.


"Mau kemana?!" tanya Bunda khawatir.


"Sebentar kok!" balas Kaira berlari tergesa-gesa.


Akhirnya yang kutulis di buku Diary-ku terkabul juga! Batin Kaira senang tak ketulungan.


Tapi...Langkah Kaira semakin melambat lalu semakin mendekati Dean dan wajahnya pun pucat karena gugup. Gugup tidak tau harus mengatakan apa.


Sebenarnya di chat padahal Aku berani chat kok, tapi kenapa ketemu bisa gugup begini?Batin Kaira.


"Hai!" sapaku.


"Dahlah jangan terlalu formal, memang yah kamu gak berubah sama sekali." ucap Dean santai sambil mengamatiku.


"...."


"Dulu kan kamu gendut tuh, sekarang malah kurus tapi sayangnya mukamu sama kek dulu bwahahahaha!" ucap Dean tertawa terbahak-bahak.


"Ish..." desah Kaira kesal.


"Tapi,Aku lupa dulu Aku panggil kamu apa dan Aku juga lupa semua tentang hal. Jadi tolong bantu ingatkan Aku,ya,plese!" ucap Kaira sambil membungkukkan badannya.


"Astaga, kamu cute banget!" ucap Dean lalu disusul tertawanya.


"Eh, Nak Kaira!" panggil seseorang.


"Bagaimana kabarmu?Wah senang sekali bertemu, Bundamu tidak mengatakan padamu yah, kalau kami pindah!" ucap Bunda Dean antusias tak karuan.


Iya sih, sebenarnya Bundaku dan Bunda Dean sangat dekat karena kami adalah teman.


Tetapi Bunda gak mengatakannya sama sekali, batin Kaira.


"Mungkin Bunda sudah mengatakannya, tetapi Aku tidak memerhatikannya, maaf!" ucapku dengan nada rendah dan sopan.


"Ayo masuk, Bunda sudah buatkan makanan yang enak untuk kalian!" tawar Bunda Dean antusias.


"Terimakasih atas tawarannya, tetapi saya sudah..."


"Tidak perlu sungkan, kalian ini kan teman, mari masuk dan makan." ucap Bunda Dean antusias.


"Oh iya, Bunda sudah buatkan ayam bakar, tapi Kaira sudah mau pergi,ya?" melas Bunda Dean kepada Kaira.


Yah, kalau ayam bakar sih makanan favoritku astaga, mau aja deh, pikir Kaira.


"Saya mau kok!Nanti perginya bisa ditunda!" ucap Kaira antusias.


"Heee.." desah Dean lalu disusul tawanya yang ceria.


"Mari!"


...(Di Rumah Dean, Petang hari)...


..._Kaira Putri Ramadhani_...


Di meja makan tertata rapi hidangan yang tampak lezat. Ada ayam bakar,sup ayam,jus mangga, dan nasi tentunya.


"Mari makan yang banyak, tidak perlu sungkan!" tawar Bunda Dean yang sangat antusias.


"Hei, gua gak mau ayam bakarnya nih, buat lu aja ya!" bisik Dean memelas sambil menaruhkan ayam bakar miliknya dipiring Kaira.

__ADS_1


"Eh?Oke,makasih!" bisikku balas dengan Dean antusias.


Tumben sekali, biasanya dia yang malah meminta ayam bakarku, tapi itu dulu sih, mungkin Dean agak berbeda yah? Pikir Kaira sambil memakan makanannya.


Makan bersama keluarga Dean agak berbeda malam ini, mereka juga sudah menghubungi Bundaku kalau Aku berada disini.


Apalagi kursiku dengan Dean juga dekat lalu keluarga Dean yang sangat baik, entah kenapa hatiku terasa begitu perih namun bahagia.


Setelah makan usai, Aku pun membantu Bunda Dean membereskan hidangan. Sambil berbincang-bincang hingga membuatku dan Bunda Dean tidak berhenti saling bercerita dan tertawa.


"Oh iya, Dean sering sekali menceritakan tentang Nak Kaira,ternyata benar yah yang dikatakan Dean." ucap Bunda Dean sambil tersenyum.


"Iya." jawabku dengan sedikit linglung.


Yah, karena Aku tidak tau apa yang dikatakan Dean tentangku, mungkin baik,ah tidak usah kupikirkan,arghhh,batin Kaira kesal.


"Bun! Aku pinjam Kaira sebentar ya!" ucap Dean tiba-tiba dan langsung menarik tanganku yang masih berbusa karena sabun.


"Kalian, baiklah, hati-hati, ya!" ucap Bunda Dean sambil sibuk mencuci piring.


Dean membawaku ke belakang rumahnya sambil menunjukkan halamannya yang luas dan indah karena banyak sekali bunga yang tertata rapi.


"Wah..."


"Bagus,kan?Kalau sedikit saja ada perbaikan mungkin lebih baik." gumam Dean.


"Iya sih, Bunda kan suka bunga, jadi gak heran kalau ada banyak bunga!" ucapku senang.


"Memang kau gak suka bunga yah?" tanya Dean sambil memandangi langit-langit.


"Aku.."


Saat menoleh ke arah Dean yang menatapi bulan bersinar, cahaya bulan yang menerangi wajahnya, terlihat sangat memesona. Matanya yang tajam seolah berkilau,rambut hitam legamnya yang terkena angin, dan hidungnya yang mancung serta dagunya yang tirus, pokoknya tampan sekali lah!


Memang sih, dia ganteng, tingginya juga melebihiku, rajin ibadah pula, eh mikirin apa sih Aku!Batin Kaira memarahi dirinya sendiri.


"Aku suka kok. Emmm, Aku lebih suka bunga mawar sih eh atau melati ya? Ah Aku gak taulah!" jawab Kaira sambil tampak berpikir.


"Yah kamu kan gak suka bunga,kan? Karena waktu itu kamu disengat lebah lewat pas mau metik bunga mawar di taman sekolah." jelas Dean sinis lalu tersenyum padaku.


"Eh.."


"Lihat deh mawarnya cantik banget loh!" ucap Kaira antusias.


"Tapi gak boleh metik bunga di taman sekolah!" ingatkan Dean.


Karena Kaira tidak mendengar kata yang diucapkan Dean, justru nekat mau memetiknya, dan kebetulan ada lebah lewat diatas bunga itu.


Aucushhh!


"Huwaaa!" jerit Kaira disusul tangisnya.


"Kaira kubantu!" lalu Dean membawaku ke uks sekolah.


"Eh iya...Aku baru inget, pas waktu itu kayaknya Aku cengeng,ya?" ucapku lalu melempar pandangan ke arah yang berlawanan.


"Hehe, tapi kalau nangis suaranya kayak TOA di masjid ya bwahaha!" ucap Dean dan tertawa.


"Kamu gak inget pas kamu di bully yah? Atau dipalak? gua masih khawatir tentang hal itu, takut kalo kamu..."


"Ah lupakan, itukan masa lalu, Aku juga udah melupakan kok, jadi tenang aja ya,kan?" ucapku ceria sambil tersenyum berusaha meyakinkan Dean yang khawatir.


"Iyalah tu, gua mau..."


"Kaira!" panggil seseorang dengan nada tinggi dan tampak seperti siap memakan apapun.


Lalu Kaira menoleh dan..Bunda!


"Kaira pulang! Ini sudah malam! Besok lagi mainnya!" marah Bunda sambil menyeret tanganku.


Ku hanya bisa pasrah, batin Karin.


Dean melambaikan tangannya kepadaku sambil mengatakan "Bye,," dan segera masuk ke rumahnya.

__ADS_1


Dean mau bilang apa yah? Gara-gara dipanggil,batin Kaira penasaran


__ADS_2