Bersandar

Bersandar
Eps. 3


__ADS_3

...3 Juli, Pagi Hari...


...(Di Halaman Rumah Kaira)...


..._Kaira Putri Ramadhani_...


"Kaira,kamu teruskan sebelah sana,ya,Bunda mau memasak!" ucap Bunda sambil menaruh sapu ijuk.


"Baik Bun!" jawab Kaira dengan lantang.


Kaira menyapu halaman rumahnya yang penuh dengan daun berguguran. Ya,karena saat ini musim kemarau. Dedaunnan di dahan meranggas disaat musim kemarau tiba. Apalagi di halaman Rumah Kaira banyak pohon jati,sudah pasti merepotkan sekali.


Tetapi kemarin hujan bukan?Sepertinya mulai musim hujan yah?Membingungkan,batin Kaira sambil menyapu halaman rumah.


"Mau kubantu?" tanya seseorang.


Eh,ini...


"Dean?Loh kok bisa disini?Pagi loh!" ucap Kaira bingung tak karuan.


"Hei,Aku ini kan temanmu,yah,Bunda yang mengizinkanku hehe." ucap Dean sambil mengusap kepala belakangnya dengan tangan kanannya.


Iyah ya,kenapa bisa lupa sih?Batin Kaira sedikit kesal.


"Wah boleh banget,tolong dong bersihin sebelah sana nanti Aku nyusul deh!" ucapku sambil menunjuk ke arah lain.


"Iya-iya!" ucap Dean sedikit memelas lalu menyapu halaman bagian yang ditunjuk Kaira.


"Oh,iya,Dean kamu gak bantu Bundamu?" tanyaku sambil mencari topik.


"Bundaku pergi ke Amerika malam ini menjenguk Ayah, Ayahku lagi sakit." jelas Dean.


"Eh?Amerika?Aku gak tau Ayahmu ke Amerika?Gimana ceritanya?" tanya Kaira bingung.


Karena yang Kaira ketahui dulu Ayah Dean bekerja sebagai pegawai di pencetakan keuangan negara.


"Hmm,gak usah dibahas." ucap Dean sinis sambil menatap tajam Kaira,apalagi Dean menekankan perkataannya dibagian 'dibahas'.


Lalu Kaira menoleh ke arah lain.


"Oke..." ucap Kaira dengan pelan karena takut.


"Dean..Anu kamu kemarin waktu itu mau bilang sesuatu,kan?Anu,kamu mau bilang apa?" tanya Kaira dengan pelan masih takut kalau Dean marah.


"Enggak jadi." ucap Dean singkat.


"Oke..." ucap Kaira pelan.


"Terus kamu dirumah sama siapa?" tanya Kaira masih takut-takut.


"Sendiri." jawab Dean singkat dan dingin tanpa menoleh ke arah Kaira.

__ADS_1


"Eh?Berani?" ucapku mulai topik.


"Beranilah!" ucap Dean lagi-lagi dengan dingin.


"Oke..." tanggapku takut-takut.


"Dean,Anu,kamu..."


"Kaira!Dean!Masuk!Sarapan dulu!" panggil Bunda keras dari dalam rumah.


"Iya Bun!" jawabku lantang sambil menaruh sapu ijuk.


"Dean Ayo!" ajakku sambil menarik tangannya.


Tetapi saat hendak meraih tangan Dean, Dean malah menghindarinya dan terus berjalan masuk tanpa menoleh ke arah Kaira sedikitpun.


"Dean..."


Apa dia marah sama Aku?Aku buat kesalahan apa coba?Pikir Kaira sambil berjalan menyusul langkah Dean maauk ke rumah.


...3 Juli,08.30 AM...


...(Di Ruang Makan)...


..._Kaira Putri Ramadhani_...


Aku,Dean,dan keluargaku sedang makan bersama di ruang makan ini.


"Baik!" ucap Dean ceria.


Menginap maksudnya?Dirumahku?Ah,senangnya!Batin Kaira senang tak karuan.


Apa ini sebuah kebetulan?Aku dan Dean teman lama yang bisa berhubungan baik kembali setelah apa yang terjadi?Pikir Kaira sedikit ragu.


"Kaira,nanti kamu bantu Dean berkemas,ya?" pinta Bunda lalu tersenyum.


Eh?


"Maaf,Aku gak bisa bantu,ada pr di liburan ini,maaf yah Bunda..." melasku.


Sebenarnya Kaira masih merasa tidak enak dengan kejadian tadi pagi. Dan juga pr itu sebenarnya adalah alasan yang bisa dibilang berbohong.


"Tidak apa-apa, Aku bisa sendiri." ucap Dean serius.


"Oke..." jawabku pelan sambil memakan makananku.


...3 Juli, 11.30 AM...


...(Di Rumah Kaira)...


..._Kaira Putri Ramadhani_...

__ADS_1


"Dean Aku minta maaf kalau tadi pagi gak membuatmu senang...Maaf ya.."ucap Kaira lesu sambil menunjukkan arah kamar Dean.


"Ah,gapapa,lagian Aku bukan orang yang mudah marah sama hal kecil. Habis Seina-chan cute banget sih,hehe." goda Dean lalu tertawa.


Lalu disusul tawa Kaira yang begitu riang. Lalu tak lama sampailah ke ruang yang dipilih sebagai kamar Dean.


"Wah,kayaknya kita deket ya kamarnya?" tanya Dean sambil mengamati pintu yang berada didepan kamar Dean.


Disana terdapat gantungan papan panjang dan tepinya dihiasi bunga buatan cantik bewarna merah,lalu papannya bewarna putih brown dan bertuliskan dengan huruf latin 'Kaira' disana.


"Iya." jawab Kaira singkat.


"Ternyata kamu gak berubah sama sekali." ucap Dean lalu masuk ke kamar.


"Eh?"


Saat Kaira hendak bertanya apa maksud perkataannya,Dean menutup pintu.


Ih,nyebelin deh!Batin Kaira kesal.


Lalu Kaira masuk ke kamarnya dan membuka buku catatannya. Lalu Kaira sedikit menoleh ke arah jendela,mencari udara segar. Tidak terasa siang ini begitu panas.


Kaira lalu menghidupkan kipas dikamarnya dan tidak sengaja dia menyenggol sebuah kotak disebelah kipas anginnya. Kotak itu jatuh dan isinya berceceran entah kemana.


Di dalam kotak itu adalah album disaat ditempat Neneknya. Dan disana juga ada foto bersama teman-temannya disekolah. Saat foto itu terlihat oleh Kaira,entah kenapa hatinya ingin kembali lagi kesana.


Padahal hatiku sakit,kok masih ada kemauan buat balik sih,batin Kaira sambil menahan air matanya.


Sebenarnya Kaira lebih merindukan teman lama satunya lagi yaitu Mia, dia teman terbaik.


"Tok,,,tok,,,tok,,," ketuk seseorang di pintu kamar Kaira.


"Iya sebentar!" jawab Kaira lalu menuju ke pintu kamar dan membukanya.


"Eh?"


"Ini,kemarin Aku mau kasih ini." ucap Dean sambil menyondorkan kotak kecil dan menoleh ke arah lain dan keningnya memerah.


Lalu Kaira menerimanya dan membuka isi kotak itu.


"Ini..."


Bukankah ini liontin mahal itu?Yang kuinginkan saat dipasar malam itu kan?Karena harganya mahal Aku tidak jadi beli,batin Kaira.


Liontin ini memiliki gantungan berbentuk bulat kecil dan tengahnya terdapat bunga mawar kecil dua tangkai dan warna liontinnya yang transparan.


"Makasih!" ucap Kaira senang lalu tersenyun kepada Dean.


"Aku gak tau kalau kamu membelikan Aku ini,makasih banget yah!" ucap Kaira sekali lagi.


"Hehe sama-sama." ucap Dean sambil mengusap kepala belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2