Bersandar

Bersandar
Eps.5


__ADS_3

...5 Juli,Pagi Hari...


...(Di Rumah Kaira)...


..._Kaira Putri Ramadhani_...


Kaira pun keluar kamar untuk membereskan dirinya.


"Akhirnya tikus kecil keluar!" teriak Kak Dean keras sampai seisi rumah pun pengang.


"Astaga..." tanggapku sambil duduk di ruang tamu.


Kaira melihat sekitar.


Kenapa sepi sekali,ya?Batin Kaira lesu.


Tunggu!


"Kak Ri,Dean kemana?" tanyaku khawatir.


Mungkin perkataan Kaira keterlaluan, tetapi Kaira sebenarnya ingin meminta maaf. Dean pasti bingung dan heran kenapa tiba-tiba Aku marah bukan?Batin Kaira merasakan sakit di ulu hatinya.


"Hmm,kalian ada masalah apa sih?Dean sampai gak mau keluar kamar juga,katanya 'Gua mau lanjut tidur jangan ganggu'gitu." jelas Kak Rimau galau.


"Kami...Tidak ada apa-apa,Aku cuma,Aku.."


"Kalian pasti bertengkar,kan?Kemarin gak sengaja denger tuh kalian ribut di kamarmu!" ucap Kak Rimau lesu.


"Kalau ada masalah apa-apa selesain baik-baik,hubungan retak gini bisa bahaya lho!" ingatkan Kak Rimau.


"Iya.."Kaira hanya menunduk.


Iya,harusnya Aku gak begitu kemarin sama Dean,Aku harus minta maaf dan minta penjelasan!Batin Kaira dengan semangat.


Kaira langsung mengisi piring yang diambilnya lalu bergegas ke kamar Dean.


"Tok,,,Tok,,,Tok,,Dean makan ya!Aku minta maaf soal kemarin. Aku gak bermaksud buat marah sama kamu, ini semua gara-gara Aku, Maaf ya?" pintaku kepada Dean terus menerus mengetuk pintu.


"Krek..." suara pintu yang terbuka perlahan.


Lalu Dean mengintip dari balik pintu. Matanya terlihat bengkak, mungkin dia menangis. Dan wajahnya kelihatan berantakan mungkin karena tidak nyeyak tidur.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Dean dengan suara lemas.


Melihat keadaan seperti itu membuat Kaira khawatir.


"Dean kamu gakpapa,kan?Kamu kubantu..."


"Gak usah.Nanti Gua bakal ambil makanan sendiri, Seina-chan makan saja, gak perlu khawatirin Hayato."ucap Dean lesu.


"Baiklah,kamu cepetan bereskan dirimu terus kutunggu di ruang makan ya?" pintaku kepada Dean lalu tersenyum.


Mukanya masih tetap lesu dan tatapan matanya sayu.


"Ya." ucap Dean lalu menutup pintu.


...08.30,Di Ruang Makan...


..._Kaira Putri Ramadhani_...


Tak lama Dean datang,wajahnya pun masih nampak sedih. Tinggal Aku dan Dean di ruang makan, sedangkan Kak Rimau pergi bermain dengan teman-temannya.


Tidak ada suara apapun. Hanya ada suara gesekan piring dengan sendok menghiasi suasana hari ini.


"Soal kemarin Aku sangat minta maaf...Kalau itu menyakiti kamu.."


"Gapapa." ucap Dean lalu terlihat fokus melanjutkan makan.


"Ku udah tau kok." ucap Dean lalu memasang senyum dan melanjutkan makan.


Meski Dean hanya sibuk memutar makanannya dengan sendoknya lalu memakan sedikit-sedikit. Dengan wajah lesunya dia terus berekspresi seperti itu.


"Ternyata kamu gak berubah." ucap Dean tiba-tiba.


"Eh?"


"Lupakan." ucap Dean lalu melanjutkan makannya kembali.


"Dean!"panggilku dengan membetak.


Dean kaget hingga sendok dan garpunya terjatuh di atas piring.


"Ah maaf..Aku mau tanya, kamu sama Evelyn benar-benar jadian,ya?" tanyaku kepada Dean dengan pelan.

__ADS_1


"Uhuk!" Dean tiba-tiba langsung tersedak.


Kaira secepatnya meraih air di gelas mengisinya lalu secepatnya memberikannya kepada Dean.


"Dean ini!" ucapku sambil menyerahkan segelas air.


Dean langsung menerimanya dan meminumnya dengan cepat.


Wah gawat, dia tersedak saat makan ikan!


"Dean kamu tersedak..."


Dean secepatnya berdiri berlari menuju dapur dan menuju wastafel dapur lalu dia segera melakukan tindakan penyelamatan duri ikan. Melihat itu Kaira segera mengambil tisu dan sesendok nasi dari piring Dean lalu mendekat ke arah Dean yang baru selesai menghilangakan duri dari kerongkongannya.


"Dean di lap dulu!" pintaku khawatir.


Dean lalu mengelap area bibirnya dan Kaira berbalik lagi mengambil segelas air dan berlari kembali menuju ke arah Dean.


"Dean buka mulutmu!"pintaku cemas.


Lalu Dean membuka mulutnya lebar-lebar kemudian Kaira menyuapinya dengan sesendok nasi dan memberinya minum.


"Makasih."ucap Dean lalu tersenyum.


Wajahnya perlahan tampak senang.


"Sama-sama. Maaf Aku tidak akan teriak-teriak lagi saat kamu sedang makan!" ucapku lalu membungkukkan badan dan memasang pose tangan memohon.


"Iya." ucap Dean dengan nada seperti biasanya dan meraihku bermaksud memintaku tidak membungkukkan badan seperti itu.


Lalu Dean pergi ke ruang makan melanjutkan makannya.


Tiba-tiba ponsel rumah berdering dari ruang tamu. Kaira secepatnya berlari menuju ruang tamu dan mengangkat telepon.


☎ "Halo?" tanya Kaira.


☎ "Kaira!Ini Aku Mia!" suaranya seperti seseorang yang sedang panik.


☎"Eh?"


DEG!

__ADS_1


__ADS_2