
...2 Juli, Pagi Hari...
...(Di Lapangan Umum)...
..._Kaira Putri Ramadhani_...
"Akhirnya!" ucap Kaira sambil mengambil nafas dalam-dalam.
Jam 07.30 di lapangan seperti ini sangat ramai karena banyak orang yang berolahraga.
"Udah seminggu-an Aku gak olahraga akhirnya saat ini tiba!" ucap Kaira antusias.
Kaira datang sendirian ke lapangan karena semua orang dirumah sibuk. Ayah berangkat bekerja,Bunda sibuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga,dan Kakak yang malas sekali untuk diajak berolahraga.Eits, tapi jangan salah paham, Bunda yang menyuruhku berolahraga agar Aku tidak jenuh dirumah selama liburan.
Liburan seperti ini Aku jarang sekali berolahraga kecuali eskul, ah..Batin Kaira sambil melakukan pemanasan.
Meski menggunakan celana training panjang dan T-shirt abu-abu sih tidak masalah bagiku.
Kaira lalu berlari mengelilingi lapangan yang panjangnya 25 meter dan lebarnya 20 meter sebanyak dua kali.
"Hosh,hosh,,,"
Baru segini aja udah ngos-ngossan biasanya kuat empat putaran, kayaknya Aku memang kurang gerak, batin Kaira sambil menahan nafasnya dan lelahnya.
Kaira duduk dan merentangkan kedua kakinya sambil meminum air dari botolnya. Meski ramai, pengunjung tetap toleran untuk saling berbagi tempat berolahraga.
"Eh Kaira!" ucap seseorang lantang tiba-tiba.
"Ini...Evelyn?!"
"Eh, ada Evelyn, hai!" sapaku sambil tersenyum.
Perkenalkan dia adalah Evelyn teman sekelasku dan dia sangat baik apalagi parasnya sangat cantik dan meraih peringkat 4 di sekolah.
"Ternyata kamu disini juga! Sepedaan yuk!" ajak Evelyn.
"Aku gak bawa sepeda..." jawabku sedikit lesu.
"Oke. Kalau gitu kita beli makanan yuk, kayaknya kamu kecapekan ya?" ajak Evelyn.
"Boleh banget!" jawabku.
Kami pun berjalan ke luar lapangan menuju ke warung 'Mbah Minto' yang menjajakan makanan yang sangat beragam.
"Btw, denger gak kalau ada murid baru dikelas kita?" ucap Evelyn memulai topik pembicaraan.
"Iya." balasku singkat.
"Aku udah dapet nomornya nih mau minta,gak? Oh iya ku denger dia ganteng banget loh! Kami juga udah temenan sih!" tawar Evelyn sambil membuka handphonenya.
"Eh gak perlu, Aku udah punya kok." jawabku sambil tersenyum.
Sedikit beruntung sih karena dia yang kontak Aku bukan Aku kontak dia, batin Kaira merasa lega.
"Dapet darimana?" tanya Evelyn penasaran.
"Kepo!" jawabku bermaksud bercanda.
"Keknya agak-agak sih." ucap Evelyn lalu kami tertawa bersama.
"Iya kan pisces hahaha!" tambahku.
lama kami berjalan akhirnya sampai juga.
__ADS_1
"Oi!Oi!" panggil seseorang lagi.
Kaira menoleh dan ternyata Dean yang memanggilnya lalu berlari ke arah Kaira.
"Ngapain disini?" tanyaku.
"Habis dipanggil gak nyaut, ya udah kukejar deh." ucap Dean sambil ngos-ngossan.
"Eh ada Dean? Salam kenal ini Aku Evelyn." ucap Evelyn sambil menyondorkan tangan sebagai salam perkenalan.
"Hehe iya, salken ya." ucap Dean sambil membalas jabat tangan Evelyn.
"Ngomong-ngomong kayaknya kalian udah saling kenal ya? Wah.." ucap Evelyn antusias sambil tersenyum.
"Iya dong!" tiba-tiba Dean merangkulkan tangannya ke leherku,"kami kan teman lama!".
"Heh, bukan muhrim!" protes Kaira lalu,
TEPLAK!
"Iya maaf...."
"Yok kita jajan!" ajakku kepada Evelyn.
"Yahhh, gua boleh ikutan gak?" pinta Dean sinis.
"Boleh banget!" jawab Evelyn dengan cepat dan antusias.
Gara-gara Dean, batin Kaira sambil mengamati tajam Dean.
Lalu Dean melempar pandangan ke arah lain.
Kami masing-masing membeli jajanan dan duduk bersama lalu memakan makanan kami.
"Nasi Teri Mbah Minto memang yang terbaik!" pujiku sambil memakan dengan lahap.
"Nah, kan...keselek, nih minum!" tawar Dean sambil menyondorkan segelas air putih.
"Makasih."
Tak lama setelahnya,,
Kami berjalan bertiga tetapi Aku berada dibelakang Dean dan Evelyn yang sibuk berbincang. Sepertinya Aku menjadi NYAMUK saat ini. Tetapi rasanya hatiku sedikit rasa tidak suka melihat Dean dan Evelyn berbicara dengan akrab, ah Aku gak boleh berpikiran begitu.
Dulu memang Aku menyukai Dean, tetapi kan itu hanya dulu. Aku juga tidak pernah mengungkapkan perasaanku.
Kaira lalu menyetel musik dari handphonenya. Kaira memutar musik Faded-Alan Walker di handphone. Sambil berjalan mendengar musik dari earphonenya.
Tak lama kami sampai ke pertigaan lalu Aku dan Evelyn berpisah, namun Aku masih sibuk mendengarkan musik dari earphoneku tanpa melepaskannya, memang kulakukan secara sengaja. Tetapi Aku tau dia mengucapkan kata dari gerakan bibirnya dia mengucapkan "Sayang sekali kita harus berpisah disini, kalau gitu sampai jumpa!" disusul dengan lambaian tangannya.Lalu Aku dan Dean membalas lambaiannya.
Karena Aku dan Dean rumahnya berdekatan,jadi mau tidak mau kami harus berjalan bersama untuk pulang.
Tiba-tiba salah satu earphoneku terlepas, ternyata Dean yang melepaskannya.Lalu Dean memasangnya di telinga sebelah kanannya.
"Oh,dengerin ini yah,hmmm...Lagunya tetep nge tren meski dah lama." gumam Dean.
"Btw kabelnya ternyata panjang juga." sambung Dean lalu sibuk mendengarkan musik dari earphone sambil mengamatiku.
"Ya.." tanggapku lalu fokus ke jalanan.
"Btw inget gak dulu kalau kita pulang sekolah bareng. Kadang kamu yang nungguin kadang Aku ya kan karena kita dulu gak sekelas. Tapi habis itu sayangnya kita malah harus 'Bye!' di pertigaan." jelas Dean.
"Iya sih,Aku inget kok." ucapku lalu fokus ke jalanan.
__ADS_1
Iya, hampir setiap hari semenjak pertama masuk sekolah. Nenek kami juga dekat karena mereka rekan satu tim untuk mencari pakan dan masih banyak hal lainnya.Bahkan dulu Aku sering sekali main ke rumah Dean karena PR. Neneknya juga sangat baik dan perhatian, kadang juga memberiku uang angpau.
"Huft.." desah Kaira menghela nafas.
Tiba-tiba hujan turun dan kami harus berteduh di pinggir jalan dibawah bangunan tua.
"Yah hujan..." keluhku lalu melepas earphoneku.
"Iya." tanggap Dean singkat dan mengembalikan earphoneku yang sebelah.
"Kayaknya udah musim hujan,ya?" ucap Dean sambil memerhatikan rintikan hujan yang turun.
"Iya...Padahal Aku berharap hujan gak turun hari ini." ucapku sambil duduk di kursi kayu yang berada di depan bangunan itu.
"Oh." lalu Dean berdiri dan berpangku dengan dinding dibelakangnya.
Dia juga menggunakan sweater dan celana training tapi semuanya warna hitam, dia memang suka sekali warna gelap. Gara-gara wajah dan pakaiannya yang keren terlihat sekali tampannya. Ah, apa sih yang kupikirkan.
"Btw, kamu tadi cemburukah? Kok tadi daritadi diem?" tanya Dean sambil mengamatiku.
Apa, apaan sih, batin Kaira sedikit keberatan.
"Enggak,lagian apa untungnya buat Aku. Yah kalian memang cocok sih sama-sama good lucking, kalau jadian jangan lupa pajaknya!" jawabku agak dingin.
"Keliatan." gumam Dean sambil berdehem dan melempar pandangan ke arah lain.
"Apanya?" tanyaku bingung.
"Yang marah." jawab Dean.
"Marah tentang apa?" tanyaku.
"Yang cemburu tuh!" ucap Dean lalu tertawa terbahak-bahak.
"Terserah." jawabku sedikit kesal.
Mungkin Aku cemburu, tapi cemburu pertemanan kok, bukan hal yang begituan, dan satu hal Aku gak menyukai dan Dean juga tidak menyukaiku, kan Aku gak goodlovking, batin Kaira memarahi dirinya sendiri.
Tetapi sebenarnya dia membohongi dirinya sendiri.
"Oh iya inget janji gak?" tanya Dean dengan nada senang.
"Janji apa?" tanyaku.
"Waktu pertama kita chat, kamu janji kan bakal kembali lagi dan sekolah disana, ternyata udah kutungguin 2 tahun lebih gak dateng."
"Jadi Aku menyusulmu kemari. Kalau hal satu gak bisa tepati janjinya maka hal yang lainnya akan menepati janjinya." sambung Dean.
[Kita janji gini aja!Kalau kamu gak nepati janji, Aku yang bakal nepatin janji, nah kan jadi gak ingkar!Janji?]Ini...
"Maaf, Aku gak bisa pindah kesana karena Ayahku enggak mengizinkan dan Bunda yang enggak setuju sama hal itu. Jadi, Aku minta maaf.."
"Gapapa yang penting gua merasa lega." tanggap Dean.
"Lega kenapa?" tanyaku bingung sambil mengamati wajah Dean yang sedikit muram.
"Lega udah ketemu Seina-chan." ucap Dean sambil tersenyum.
"Seina..Eh?" ucap Kaira bingung.
Ah kuingat!Pikir Kaira.
"Iya Hayato-kun!" ucapku lalu tersenyum.
__ADS_1
"Wah masih inget yah?" tanya Dean.
"Iya dong, Aku kan temanmu!" jawabku lalu kami tertawa bersama.