Bersandar

Bersandar
Eps.4


__ADS_3

...4 Juli,(Pagi Hari)...


...(Di Rumah Kaira)...


..._Kaira Putri Ramadhani_...


Pagi ini hawa terasa dingin meski sudah jam 7 pagi lewat. Langit-langit berwarna keabu-abuan dan angin yang sepoi-sepoi seolah-olah menyelimuti tubuh. Sinar matahari yang tertutupi oleh awan keabu-abuan membuat bumi tampak gelap.


Hari ini Bunda dan Ayah serta Adikku pergi ke kampung untuk membesuk Nenek entah akan pulang kapan. Dirumah hanya ada Aku,Kakakku, dan Dean.


Kami semua juga belum sarapan pagi ini, jadi Kak Rimau(Kakak Kaira) memasak sarapan pagi ini. Kak Rimau memang jago masak, habisnya dia memiliki cita-cita untuk menjadi chef ternama. Masakannya juga enak tak kalah lezat dan memiliki rasa khas.


Aku dan Dean sibuk menonton tv di ruang tamu. Kak Rimau tidak ingin dibantu memasak, apa boleh buat.


"Acara tv-nya gak ada yang bagus, hoammm!" ucap Dean sambil menguap.


"Membosankan." sambung Dean lagi sambil memindah saluran televisi.


Kaira hanya acuh dan mengamati luar rumah lewat dinding kacanya.


"Apa hari ini hujan akan turun?" tanyaku sambil mengamati luar.


"Entah." jawab Dean singkat karena bosan.


Tak lama setelahnya, aroma masakan tercium harum dan nampak lezat.


"Kalian!Cepet cuci tangan terus makan!" pinta Kak Dean sambil menata piring di ruang makan.


"Baik!" jawabku dan Dean bersamaan.


"Wah Kak Rimau masak apa nih?" ucapku sambil memulai topik dan duduk.


"Yap,di meja ini ada sayur asem,kroket,dan juga masakan spesial adalah kari ayam spesial resep sendiri,hehe,gimana bagus gak?" ucap Kak Rimau lalu tersenyum.


"Jelas!Wih,tercium bau kemenangan nih!" sambung Dean lalu kami tertawa bersama.


"Anak-anak sebelum makan mari berdoa!" ingatkan Kak Rimau lalu kami bersama-sama berdoa dan makan.


"Kak Rimau kayak guru, cocok tuh jadi guru wkwkwk!" ucap Dean.


"Weh,iyalah tuh." tanggap Kak Dean lalu tertawa.


Setelah kami selesai makan, kami membantu Kak Rimau membereskan meja makan dan keluar sebentar mencari udara segar. Entah kemana tujuan kami, tetapi Dean yang terus memaksa untuk keluar rumah. Sedangkan Kak Rimau pergi bermain bersama teman-temannya.


"Mau bawa kemana sih?" tanyaku kesal.


"Sttt!" ucap Dean lalu terus melanjutkan langkahnya.


Ternyata dia membawaku ke perempatan Jogja. Memang tempatnya ramai dan sekarang sudah ada beberapa fasilitas. Apalagi ditambah dengan patung seperti singa yang unik itu bewarna silver atau ke abu-abuan. Jalanan cukup padat, sehingga harus berhati-hati saat menyebrang.


Tempat yang bagus untuk selfi sih, yah mendingan ku ajak Dean foto bareng buat perbarui foto lama!Batin Kaira semangat.


"Aku udah pernah kesini tau...Eh, foto bareng yuk!" ajakku kepada Dean.


"Hmm?"


"Foto bareng ayok!" ajakku langsung menyeret Dean ketepi jalan dan berfoto dengan patung itu.


Kaira mengeluarkan ponsel dari tas nya dan lalu menyiapkan posisi kamera dan...


"Dean senyum dong!" ajakku antusias.


"Hah?" ucap Dean kebingungan sedikit tersipu.


"Nanti kalau gak senyum fotonya monoton!" ucapku merengek.


"Iya deh,"


"Oke!1,2,3 cis!"


CEKREK!


"Coba sekali lagi tapi gaya bebas biar asik gitu," usul Dean dengan nada senang.


"Oke!"


"1,2,3 cis!"


CEKREK


Aku memasang foto tiga jari didepan wajahku dan Dean juga begitu. Aku tidak tau apakah sebuah kebetulan, mungkin saja hanya perasaanku.


"Wah sama-sama tiga jari, wkwkwk!" ucap Dean lalu tertawa.


"Nanti fotonya kirim ke gua ya!" pinta Dean kepada Kaira.


"Oh iya,Ira,maksudku Seina-chan ingatkan kalau kita dulu juga pernah foto buat sd dulu kelas 1 sama temen-temen?Dan kebetulan kita sama-sama pasang tiga jari,terus kita janji bakal jadiin kenangan persahabatan kita,inget gak?" jelas Dean lalu tersenyum.


Aku mengingatnya,pikir Kaira.


Karena Aku dulu saat itu memiliki perasaan kepadanya,jadi Aku selalu mengikutinya. Mengikuti semua yang dikatakannya. Yah pokoknya semua itu kulakukan untuk mencari perhatiannya.Ah,tapi semua itu hanya lalu,batin Kaira lalu sedikit memukul-mukul kepalanya sendiri.


"Ira,kamu kenapa?" tanya Dean khawatir sambil mengamatiku memukul kepalaku sendiri.


"Eh?Tidak ada!" ucapku tersadar lalu berhenti memukul kepalaku sendiri.


"Astaga,Ira sudah gila!Hahaha!" ucap Dean dengan riang dan orang-orang disekitar langsung melihatnya.


Haduh,batin Kaira keberatan.


Kaira menyikut Dean sambil berkata,

__ADS_1


"Sttt,jangan berisik!" ingatkan Kaira kepada Dean sambil memasang jari telunjuknya di depan bibirnya.


Meski berlatar belakang banyak orang yang melintas, tidak masalah.


"Wah udah jam 12-san mendingan kita pulang deh!" usulku sambil mengamati jam di handphoneku.


"Iya nih, yaudah yok pulang!" ajak Dean lalu kami melangkah pulang bersama.


Sambil melangkahkan kaki untuk pulang, Aku dan Dean berbincang-bincang agar tidak terasa membosankan.


"Kaira!" panggil seseorang tiba-tiba.


Lalu Kaira menoleh,Evelyn?


"Ev..."


Evelyn lalu mendekat ke arah kami, lalu memberikan sebuah kotak kecil kepada Dean dan Dean menerimanya lalu menyimpannya di saku celananya.


Apa yang dikasih Evelyn?Pikir Kaira sambil mengamati Evelyn dan Dean saling tersenyum.


Apa jangan-jangan mereka,


PACARAN!Pikir Kaira sambil memukul kepalanya.


JLEB!


Hati Kaira serasa tertusuk,rasanya ingin menangis tetapi tidak bisa mengeluarkannya,harus berlari!


"Ah,Aku mau pergi dulu hehe,ada urusan komite sekolah!Ah iya!Oke see you friend!" ucapku tetapi,


"Bukannya gak ada komite sekolah,ya?" ucap Evelyn tiba-tiba menahan lajuku.


"Eh,itu komite les sekolah klub,nah itu!" ucapku mencari alasan untuk menghindari dua sejoli ini.


"Sekolah kita gak ada klub Ira.." ucap Evelyn masih menahan langkahku.


"Ah...Itu komite sekolah lain!" bentakku penuh keringat.


"Hmm,why?Kita kan masih SMP?Dan komite sekolah?" ucap Evelyn berpikir.


Tolong!Batin Kaira kesal tak kunjung lari dari mereka.


Tiba-tiba handphone Kaira berdering,telepon dari Kak Rimau.


Sip!Aku bisa kabur!Batin Kaira.


"Kak Rimau ada apa?" tanyaku sambil menggenggam erat handphoneku dan menghadap ke arah lain.


"Dek!Kunci rumah punyaku hilang!Cepet pulang!" pinta Kak Rimau dengan tegas.


"Huft,oke-oke.Jangan ngegas dong,gendang telingaku bisa pecah.."


"Cepetan!" pinta Kak Rimau ngegas.


"Ada apa?" tanya Dean sambil mengamatiku.


"Ah Aku ada urusan mendadak!Dean kalau mau pulang kuncinya jangan dihilangin!" ucapku mengingatkan Dean agar kunci rumah cadangan milik Kaira tidak hilang lalu mulai berlari.


"Heh!Gua juga mau pulang!" ucap Dean menarik tanganku.


"Bye Evelyn kita duluan,ya!" ucap Dean lalu mengikutiku berlari.


"Tuh,kan mereka punya hubungan bukan sekadar teman.."gumam Kaira sambil berlari.


...4 Juli...


...(Di Rumah Kaira)...


..._Kaira Putri Ramadhani_...


Kaira membuka gerbang dan langsung menuju ke depan pintu.


Eh?Kak Rimau gak ada?Batin Kaira bingung.


Tetapi ada yang aneh. Pintu rumah tidak terkunci.Dengan panik Aku memasuki rumah mencari Kak Rimau,


"Kak Rimau!" panggilku bergantian dengan Dean dan berpencar.


"Woi!Ada disini!" panggil Kak Rimau.


Suaranya terdengar dari halaman rumah belakang?Batin Kaira.


Kaira bergegas ke halaman belakang rumah disusul Dean dan...


Eh?Kak Rimau lagi bakar barberkyu?Batin Kaira heran.


"Kak Rimau!Bohong sama Kaira yah!" ucapku kesal.


"Hehe,yah kalau gak mau gak kubagi dagingnya deh!" ucap Kak Rimau merajuk.


"Mau!" ucapku memelas.


Dean hanya memerhatikan Aku dan Kak Rimau yang sibuk mengobrol.


Hati Kaira yang sedikit hancur kini agak ringan karena Kak Rimau membuatnya kesal.


"Aku mau ke kamar.." ucap Kaira lesu.


"Gak mau ikut bakaran?" tanya Kak Rimau.


"Enggak,kalian aja,Aku gak selera buat makan hari ini..."ucap Kaira lesu lalu memasuki rumah.

__ADS_1


Patah Hati.Mungkin ini yang kurasakan,batin Kaira sambil melangkah.


"Heh,Kaira kenapa?" bisik Kak Rimau dengan Dean.


"Mana Aku tau." jawab Dean sambil mengamati Kaira memasuki rumah.


"Kalian bertengkar?" tanya Kak Rimau menatap tajam Dean.


"Enggak kok!" jawab Dean panik dan menoleh ke arah sekitar.


...****************...


...Malam Hari...


...(Di Rumah Kaira)...


..._Kaira Putri Ramadhani_...


Daritadi Kaira sibuk membolak-balikkan bukunya semenjak dia pulang. Tidak mau keluar dari kamar dan kamarnya terkunci.


"Kaira,makan!Dari siang kamu gak makan!" pinta Kak Rimau sambil mengetuk pintu.


Yang mempedulikanku hanya Kak Rimau,batin Kaira terharu.


Sendari tadi Kak Rimau terus menerus tanpa jeda mengetuk pintu kamar Kaira karena khawatir.Terus-menerus bertanya lalu meminta Kaira untuk makan.


Mungkin Dean sibuk chat dengan Evelyn, mereka memang cocok,sama-sama goodlucking,batin Kaira sedih.


Handphone Kaira yang terus berdering mendapat notifikasi dari apk dan telepon dari siapapun itu diabaikan. Bahkan jari Kaira tidak menyentuh sedikitpun layar handphonenya.


Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dengan pelan.


?!


[Kalau kalian ada masalah selesaikan baik-baik] ucap Kak Rimau kepada Dean saat siang tadi di halaman belakang rumah.


"Hei.." panggil seseorang dengan lesu.


Suara ini...Kaira menoleh dan ternyata Dean.


Tunggu!Kenapa dia bisa masuk?!Batin Kaira bingung dan panik.


Gawat dia pasti bakal menertawakanku,batin Kaira lalu acuh.


"Kamu nangis seharian?" tanya Dean sambil mengusap tangis dari wajah Kaira.


"Oh iya dan ternyata kunci yang kamu kasih berfaedah." sambung Dean.


Eh?Dia masuk dengan kunci cadanganku?Batin Kaira.


Namun Kaira kesal dan,


"Gak usah sentuh!" ucapku marah menyibak tangan Dean yang mengusap tangisku.


"Mendingan kamu keluar!Jaga jarak dari Aku!Kalau bisa gak muncul didepanku!Pergi!" bentak Kaira mendorong Dean hingga ke depan pintu.


"Kalau perlu kita putuskan pertemanan!Lupakan semua tentang yang kita alami bareng!Lupain kalau kita saling kenal!Lebih baik kita gak pernah berkomunikasi lagi sampai selama-lamanya!" ucap Kaira kesal kepada Dean.


Muka Dean terlihat lesu dan sedih.


"Jangan perlihatkan wajah menyedihkan kayak gitu!Aku gak mengasihanimu!" bentak Kaira lalu menutup pintu dengan keras.


Kaira lalu duduk dibalik pintu sambil menangis terisak-isak. Pandangannya tambah kabur dan tidak bisa berpikir apa-apa lagi.


..._Dean Ananta Fathin_...


Dean paham dan dia tertunduk didepan pintu Kaira.


Sakit,batin Dean lesu.


Sebenarnya Dean tau apa yang dimaksud Kaira. Pasti gara-gara Evelyn kasih kotak ke Dean dan mungkin Kaira cemburu dan salah paham.


Tapi kitakan teman?Batin Dean lalu masuk ke kamar.


Kalau begitu,gua ikutin yang kau minta,batin Dean lalu berbaring di kasur dan memejamkan matanya untuk tertidur lelap.


Namun sekali-kali Dean membuka ponselnya,


[Nanti fotonya kirim ke gua ya!]Ira gak kirim fotonya,batin Dean lesu.


Lalu Dean menyetel lagu mendengarkannya dengan earphone yang bertajuk You don't know-Katelyn Tarver.


"Hei Dean!" panggil Kaira semasa itu sambio berlari ke arah Dean yang duduk di halaman sekolah.


"Kan gak boleh bawa hp!" ingatkan Kaira melihat Dean memutar lagu dari handphonenya yang disimpan disakunya karena terlihat dari kabel earphone.


"Coba Aku dengerin!" pinta Kaira dan langsung merebut earphone di telinga kiri Dean.


"Hei!" ucap Dean kesal.


"Aku gak bisa bahasa inggris eh?" melas Kaira saat mendengar lagu itu.


"Ini You don't know yang dinyanyikan Katelyn Tarver, artinya 'You don't know' tuh yah kamu gak tau.." jelaskan Dean lalu tersenyum.


"Oh,tenyata Hayato pintar bahasa inggris!" puji Kaira dengan suara riang dan merasa senang.


"Enggak kok, biasa saja. Aku diajarin Ayahku!" tanggap Dean dan tertawa.


"Astaga!" tangap Kaira lalu ikut tertawa.


Padahal saat itu Dean memutar lagu itu untuk menghibur dirinya dan Kaira tertawa karena dia tidak mengetahui arti dari lagu itu.

__ADS_1


Mungkin sekarang dia gak inget,batin Dean.


Perlahan-lahan Dean pun terlelap untuk tidur.


__ADS_2