Bertahan Sebentar Lagi

Bertahan Sebentar Lagi
prolog


__ADS_3

gadis kecil berumur 4 tahun yang hidup dengan kedua orang tuanya.hidupnya biasa-biasa saja, apa yang dia minta tentu akan selalu di kabulkan. Dia adalah Kinan prawirja yang selalu ceria. Selalu terukir senyuman di wajahnya. Tak lupa ibu-ibu kenalan orang tuanya selalu mendambakan dirinya menjadi anak mereka, anak manis dengan paras yang cantik.


Dia adalah anak yang selalu di tuntut pintar oleh kedua orang tuanya, dia akan melakukan les privat setiap hari kecuali hari libur, dia menuruti semua permintaan kedua orang tuanya, tapi bila ia tidak bisa atau melakukan kesalahan, mereka tidak akan segan-segan memukul dengan benda yang mereka lihat. tapi papa nya terkecualikan, dia hanya mengomentari, tentu pria itu sangat takut pada istrinya. Bagi istrinya hanya dirinya lah yang berhak memukul anak nya. Katanya bila sosok ayah memukul anaknya maka suatu hari ketika anak perempuan itu menikah, suaminya akan melakukan hal yang sama padanya, begitupun sebaliknya.


Namun tidak ada yang tau, bagaimana kehidupannya, hanya dia, orang itu dan Tuhan yang tau.


Galang Aditama. Sosok paman yang selalu di percaya oleh mama dan papanya, dia memiliki seorang istri, namun sudah lama menikah, belum juga di karuniai buah hati, sayangnya, paman itu tidak sebaik yang mereka kira.


karena sudah lama tidak bermain kek rumah adiknya, orang tua Kinan memutuskan menitipkan Kinan kek rumah Galang dan istrinya, namun mereka harus pergi Karena pekerjaan yang harus di tangani secepatnya.


"Paman, Kinan ingin pergi kek toilet" ucap Kinan dengan muka bantal nya, sedangkan Karla, istri dari Galang sedang tertidur pulas, Kinan tidak tega membangunkannya.

__ADS_1


"ayok, paman temenin" Kinan mengangguk setuju.


Selesai dirinya ketoilet, sedangkan Galang sedang duduk di meja makan "paman, ayok kembali kek kamar". namun bukannya langsung mengajak Kinan kembali kek kamar, dia malah melakukan aksi bejatnya.


dia memegang sesuatu yang harusnya tidak boleh di pegang, memaksa Kinan melakukan sesuatu yang harusnya tidak boleh di lakukan oleh anak berusia 4 Tahun.


author: tanpa aku kasih tau kek kalian, harusnya kalian ngerti kan?


Itu semua terjadi begitu saja, Kinan tidak bisa berbuat sesuatu, karena ia takut untuk melawan, tubuhnya sangat kecil untuk melawan pria dewasa didepannya, ia hanya pasra kepada Tuhan entah apa yang akan terjadi selanjutnya.


"kenapa sih kamu tuh ga mau di cium sama papa? Tapi kalo sama paman Galang kamu mau, udah gituh Sampe di gendong pula, padahal dulu waktu 1-3 tahun kamu mau aja tuh" ucap Rangga pramata dengan iri

__ADS_1


Kinan tidak bisa menjawab pertanyaan papa nya, alasannya karena kumis sang papa menusuk pipi putih dan membuat nya seperti tomat. Itu semua bohong. Dirinya juga tidak tau kenapa dia sangat benci di cium oleh pria, jasmani dirinya selalu melakukan hal yang sama. Namun bila bersama Kartika Laura selaku ibunya, dia bersikap berbeda, bermanja-manja, tak masalah bila di cium dan terang-terangan menunjukkan kasih sayang kepada mama nya.


Dia sadar harusnya ia memperlakukan kedua orang tuanya setara, namun dirinya selalu di kendalikan dengan emosinya, emosi yang selama ini ia pendam, rahasia yang tidak di ketahui oleh siapapun, benar-benar membuatnya muak.


Walaupun begitu, perlakuan keji Galang berhenti saat umurnya 10 tahun, benar Galang tau bahwa gadis kecil ini belum lama lagi akan mengalami usia remaja, jadi dia menahan nafsu akan dirinya. Apalagi dia sudah mendapatkan 2 anak laki-laki, sebenarnya Galang ingin di karuniai anak perempuan, namun Tuhan berkehendak lain.


pada awal COVID-19 Kinan tinggal di rumah Galang dan Karla, saat itu dia masih kelas 4 SD karena kedua orang tuanya yang sedang terkena penyakit mematikan itu. Kinan terus menanti agar orang tuanya segera membawa dirinya pulang dari rumah neraka itu. Tapi itu semua sia-sia. Kedua orang tuanya sudah sembuh dari penyakit tersebut namun enggan menjemput Kinan. Kinan selalu merayu pasangan suami istri itu agar segera menjemputnya.


Kinan hanya menghabiskan waktu luang untuk membaca novel, namun sekali-kali ia berusaha membuat cerita novel seperti imajinasi nya. Walaupun itu sangat berantakan, alurnya kemana-mana, tapi ia terus berusaha berkembang.


tak terasa waktu berlalu, kini dirinya sudah lulus dari kelas 5 SD dan segera naik kek kelas 6, namun sesuatu mengejutkan terjadi, Karla tiba-tiba terkena COVID-19 membuat Rangga dan Kartika terpaksa membawa Kinan kembali kek rumahnya. Ia tak menyangka penantian yang selama ini dia tunggu, terkabulkan oleh Tuhan walaupun dengan cara yang berbeda. Kinan tidak mempermasalahkan tentang itu, dia cukup bersyukur dapat keluar dari rumah bersampul surga namun sebenarnya neraka, meski Galang tidak lagi berbuat hal senonoh kepadanya tentu ia cukup takut bila hal tersebut terulang kembali.

__ADS_1


**bersambung...


Jangan lupa dukung author terus ya, biar semangat lanjutin ceritanya**.


__ADS_2