Bertahan Sebentar Lagi

Bertahan Sebentar Lagi
masuk SMP


__ADS_3

Kinan menjalin hubungan dekat dengan salah satu teman pria di kelasnya, anaknya cukup pintar, itu adalah hal yang wajar bagi seseorang remaja mulai jatuh cinta.


Meski begitu, teman dekatnya yang pernah ia percayakan untuk mengungkapkan perasaan yang sudah tidak bisa ia pendam lagi, kini malah juga menyukai pria yang sama. Namun temannya memilih mundur karena ternyata diam-diam lelaki itu juga mencintai Kinan.


Masa masa akhir sekolah dasar itu menjadi kenangan tak terlupakan bagi Kinan, saat acara kelulusan, Kinan turut bahagia ketika pria yang ia sukai mendapatkan juara umum, namun mereka harus berpisah karena beda sekolah.


Selama liburan Kinan sering menghabiskan waktu dengan pria tersebut, tapi kini dia harus fokus pada pendidikan nya, dia juga tidak boleh kalah dengan pria itu agar bisa bersanding dengannya.


pertama kali Kinan menginjakan kakinya di SMP, awal baru dari semua nya.


Sialnya dia harus sekelas dengan orang yang tidak di sukai saat sekolah dasar.


Namun seiring berjalannya waktu, Kinan mulai menerima semuanya bahkan dia menjadi dekat dengan orang-orang yang sempat dia 'benci'. Mita adalah salah satunya. Gadis itu sampat menjadi sahabat dirinya, namun ketika kelas 6 semuanya berubah. Dia sempat membenci sosok wanita itu. Namun kini mereka menjadi dekat kembali, bukan sebagai sahabat tapi teman yang saling support.


Kinan bukanlah sosok yang pintar, namun entah kenapa ketika bersama teman-temannya di SMP ini, dia menjadi sangat ambisius dengan nilainya.


benar. Hidupnya penuh keceriaan, sedikit demi sedikit dia mulai melupakan kenangan buruk tersebut.


"jadi gimana nih? mau kerjain kapan?besok?" tanya gadis yang berkulit sawo matang dengan rambut cenderung hitam kecoklatan.


"gw les cuyy" Lo semua tau sendiri kan free gw tuh hari Rabu sama Minggu, Sabtu juga sih cuman pas siang doang" Jawab Kinan.


Sampai sekarang Kinan memang harus mengikuti les privatnya. Sebenarnya dia juga sedikit terpaksa dan malas mengikuti pelajaran tersebut, tapi dia 'tidak' berani mengatakan tidak pada mama nya. Diapun tau itu semua dilakukan karena mereka sangat menyayangi gadisnya.


"coba lah lu izin dulu, lu lebih milih les dari pada nilai?" Mira ikut menimpali.


"yaudah iya, entar gw coba tanya kek mama gw" Kinan hanya menjawab dengan malas.


berisik. Satu kata yang menggambarkan kelas bagaikan hutan Amazon itu. Kinan berbalik melihat salah satu temannya Zara Yara sedang menangis. Alasannya 'insecure'.


Kinan hanya menatap dengan malas. 'caper. Paling mau di bilang cantik doang' ucapnya dalam hati.


Kinan lebih memilih pergi keluar bersama Mira daripada mendengarkan drama di dalam kelas.

__ADS_1


Kinan adalah sosok wanita yang pintar dalam bidang sastra. Tulisan yang acak Adul tersebut telah berubah.


sepintas ingatan yang tidak dia ingin ingat kembali menghantuinya. Kinan hanya bersikap biasa. Menunjukkan senyum di wajah nya ataupun bersikap marah pada remaja laki-laki yang menggangu dirinya.


Kehidupan di sekolah kini telah berakhir dan dilanjutkan untuk dia bersantai di rumah nya.


Kamar bercat pink tersebut adalah tempat aman untuk mencurahkan semua itu.


kenangan buruk langsung menghantui dan memenuhi isi kepala Kinan. Tangan gadis itu mulai bergetar. Kinan merebahkan diri kek atas ranjang yang telah menampung ribuan air mata dirinya.


Dia masih mengingat jelas, bagaimana tangan itu menyentuh tubuh nya. Bagaimana ekspresi wajah yang begitu mengerikan. Bagaimana dirinya yang terjebak dalam tindakan itu. rasa takut, cemas, sedih bercampur menjadi satu.


Air mata yang sedari tadi Kinan tahan, kini mulai jatuh pada pipi mulus seperti tomat itu. air mata itu, kini telah membanjiri wajah cantik remaja tersebut.


Kinan terus bertanya-tanya dalam dirinya. Kenapa dia tidak melawan waktu itu. kenapa dia tidak menceritakan kepada kedua orang tuanya? Kenapa harus dia?.


terlihat di kepalanya ketika Kartika memarahi dirinya. "HARUSNYA KAMU TUH KAYAK ZARA, DIA TUH ANAK NYA BAIK ENGGA KAYAK KAMU, JAHAT KAMU MAH" teriak Kartika dengan keras.


Kinan mulai tersenyum. Dirinya memang jahat. Zara baik, Kinan jahat. Kini gadis itu mulai tertawa terbahak-bahak "gw jahat, gw kan iblis" ucapnya dengan di selingi tawa yang mengerikan.


"Dunia, adil sebentar aja sama gw, ga bisa apa?" kinan melihat atap berwana putih tersebut.


"Oiya gimana mau adil, gw kan iblis" jawab Kinan dengan senyuman manis.


Kinan mulai mengunakan dirinya, mengusap air mata yang sedari tadi terus membanjiri pipi mulus itu.


"Kinan cantik, dari pada kamu kayak gini, lebih baik kerjain tugas kamu" Kinan mulai berbicara sendiri.


Dia bergegas mengambil buku yang berisikan tugas dari guru tersebut. saat dia ingin membuka kakulator, tanpa sadar tangan itu mengarah pada aplikasi chat dan membuat status teman Kinan.


Zara terkenal sebagai sad girl di kelasnya. Setiap status yang dia posting pasti tentang cowok ataupun keluarga. Dia memang selalu merasa bahwa dirinyalah yang memiliki kehidupan buruk diantara yang lain.


Kinan tidak masalah jika seandainya Zara ingin bertukar kehidupan dengan dirinya, dia juga sudah malas dihantui perasaan tidak menyenangkan tersebut.

__ADS_1


Sepintas kenangan itu muncul lagi, Kinan meremas Smartphone di genggamannya, mulai membanting smartphone tersebut kek atas kasus dan menjabat rambut cantik itu.


"PERGI SIALAN! GW BILANG PERGI! GW GA MAU INGET ITU LAGI, JADI PLIS STOP GANGGU HIDUP GW, MASIH BELOM PUAS JUGA NGERUSAK MASA KECIL GW? KINI MASA REMAJA GW JUGA MAU LO AMBIL? PERGI LO!" teriak gadis itu frustasi. Tangannya mulai gemetar. Badannya tak kuasa menahan beban itu semua.


Siapa orang yang bisa dia percaya? Siapa orang yang bisa membantu untuk menyembuhkan lukanya? Apakah jika dia katakan itu semua pada pasangan suami istri itu akan percaya?


Dia hanya bisa menopang semua itu sendiri. Benar hanya dia yang bisa diandalkan.


Keesokan harinya di sekolah.


"Kinan kok lu ga pernah insecure sih?" tanya Alya salah satu teman Kinan.


"gw? Insecure? Gila kali Lo, emang dasarnya gw cantik" pede Kinan sambil mengibaskan rambut panjangnya.


"pede banget Lo" Alya tertawa melihat tingkah temannya, Kinan pun ikut tertawa.


Kinan bukanlah anak nakal yang akan berpacaran, merokok ataupun melukai tangannya. berbeda dengan Zara.


Kehidupan sekolah berjalan dengan normal. Kinan pun sangat bahagia dengan masa SMP ini.


tapi kini dia kembali kek rumah itu. Rumah bagaikan neraka baginya. Galang dan keluarga. Galang memegang sudah tidak pernah melakukan itu, tapi saat kelas 5. Galang sering sekali mengintip Kinan sedang mandi. Jujur Kinan sangatlah takut akan hal itu.


Dia berharap kejadian serupa tidak lah terjadi lagi. walaupun hanya beberapa jam di sana, Kinan benar-benar tidak nyaman, dia dapat menutupnya, dia bersikap seperti biasa saat menginjakkan kaki di sana.


Rumah yang mengandung ribuan kenangan buruk. Engan sekali dia harus melihat lelaki bejat itu yang telah menghancurkan hidup anak kecil berusia 4 tahun.


Galang sangat pandai menutupi hal tersebut. Kinan menaruh dendam pada pria yang berada di hadapannya. pantesan Tuhan tidak memberikan anak perempuan untuk pria itu, jika benar anak perempuan yang lahir, entah apa yang akan di lakukan bajingan tersebut.


Meski begitu anaknya tidaklah salah, ayah mereka yang salah, mereka masih kecil dan tidak mengerti semua hal itu. Kinan pun sangat menyayangi kedua anak tersebut. Meski sedikit kesal karena mereka adalah anak yang sangat ringan tangan, tapi tingkah mereka mampu mencairkan suasana.


**Bersambung...


Nahhh guys gimana ceritanya? Jujur ini pertama kalinya author bikin cerita angst yang kayak gini, sebenernya author takut juga tapi ya gimana. Untung Kinan itu bukan author hehehe.

__ADS_1


oke guys nantiin episode selanjutnya ya. Author karya author dapan menghibur dan tersampaikan pada kalian semua hehehe, terima kasih dan jangan lupa dukung terus karya ini. Berikan like dan komen juga ya**


__ADS_2