
"YA MANA MUNGKIN LAH CUY" jawab Kinan sedikit gugup.
"e-mm yang mau gw ceritain itu... tentang temen gw, dia sempet di perlakukan hal Kayak gitu sama salah satu keluarganya sendiri" bohong gadis itu.
"Dia ga pernah cerita sama siapa-siapa selain kek gw" tatapan mata sendu yang dapat membuat suasana makin mencekam.
"serem anjir" timpal Amanda.
"itu kenapa ya, dia ga lapor sama orang tuanya, atau apa gitu?" tanya Amandaka penasaran.
"YA KARENA ITU TAKUT AMA" benar, itu lah yang di rasakan Kinan saat ini, mulut nya memang bisa berbohong, tapi matanya tidak. Dia menatap keatas langit-langit atapnya agar air mata tidak membasahi pipinya.
Sialnya Mira dan Amandaka tidak sebodoh itu, mereka melihat mata Kinan yang berkaca-kaca.
"kalo gw bilang temen itu ada di antara kita, gimana?" timpal Kinan.
"HAH? YANG BENER? SIAPA?" tanya mereka serempak.
"gw ga mau kasih tau orang nya, emang kenapa kok pada kepo?" tanya Kinan.
"Ya kita mah cuman penasaran aja sih, kalo tau pun yaudah" jawab Amandaka yang di setujui oleh semuanya.
"jangan-jangan kelas B ya?" asal tebak Amanda, tentu saja Kinan menggelengkan kepalanya.
"dia berada di kelas kita" lirih Kinan.
"siapa?"
"insial aja insial" tanya yang lain saat sudah terlanjur kepo.
"kalo gw kasih tau nanti langsung ketebak"
"ya kan bisa aja banyak loh" jawab Mira yang di berikan senyuman oleh Kinan.
"jangan-jangan lu lagi, lu kan 'k' sendiri" jawab Amandaka yang membuat mereka semua menatap Kinan, tentu saja, hal itu di bantah mentah-mentah oleh Kinan.
Beberapa menit berlalu, Amanda dan Kamandaka memutuskan pulang lebih dulu. Sebagai pemilik rumah yang baik, Kinan harus mengantarkan mereka sampai kek gerbang rumah nya, sedangkan Kamandaka dan Mira berapa dalam toilet.
"Mir, kayaknya teman yang di bilang Kinan itu...dia sendiri deh, soalnya gw liat mata dia berkaca-kaca Anjir" ucap Amandaka berbisik pada telinga Mira.
"gw juga mikir akan hal yang sama deh, apa jangan-jangan beneran dia ya?" tanya Mira yang juga berbisik.
__ADS_1
Selesainya mereka ketoilet, Kinan menarik tangan Mira menuju halaman, dia lah satu -satunya yang paling bisa di percaya diantara yang lain.
"Lo mau tau ga, siapa temen itu?" bisik Kinan yang disetujui oleh Mira.
"gw" jawab Kinan yang sudah dapat di tebak oleh Mira.
"tuh kan, gw sebenarnya udah nebak sih, pas lu hampir nangis, gw sama Amandaka juga curiga sama lu, kita ngomongin di toilet tadi" jawab Mira jujur. Mereka berdua memutuskan masuk kedalam kamar.
Kinan membuka smart phone nya dan menunjukkan foto paman dan kedua anaknya pada Mira "nih orang nya"
"Anjir mukanya jelek amat, tapi emang keliatan kayak sayang anak sama istri sih" jujur Mira pada Kinan.
Mereka pun segera menyelesaikan tugas kelompok itu.
Perasaan nya memang sedikit lega karena lelah menyembunyikan hal tersebut sejak lama. Namun ia tetap gelisah, bagaimana jika mereka menceritakan hal tersebut pada orang lain, bagaimana semua orang tau, atau mungkin lebih parahnya, dia harus di panggil kek sekolah, hal yang paling Kinan hindari.
Satu kepalanya penuh dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, dia berusaha menutupi nya.
"hai, Kenapa? Kok gelisah?" suara itu lagi.
"Biru, untung ada Lo, suasana hati gw lagi ga enak nih" keluh Kinan sambil memejamkan matanya.
"karena lo suka makan, mau masak ga? Nanti gw kasih intrusi"
"pancake? Bukan ide yang buruk kan?" ucap Biru.
"e-mm oke deh" Kinan langsung bangkit dari tempat tidur nya, dia berusaha membuat pancake sesuai instruksi dari Biru
"AAAAA JADI" seru Kinan sambil bertepuk tangan, kini wajah nya sudah penuh dengan tepung.
"YA AMPUN INI BERANTAH BANGET, ADUH BISA MATI GW KALO SAMPE DI LIAT MAMA" gadis itu menepuk jidatnya, dia baru saja menyadari bahwa dapurnya kini sudah penuh dengan tepung.
Kinan buru-buru membereskan dapur itu agar sang mama tidak mengetahui hal ini.
Beberapa waktu berlalu, kini dapur sudah tampak jauh lebih bersih dari sebelumnya "huh capek banget, saat nya cobain pancake nya deh" seru Kinan sambil mengambil peralatan makannya.
Dia langsung berlari menuju tempat pancake yang baru saja ia buat "e-mm baunya enak banget" gadis itu memejamkan mata nya, menghirup aroma pancake yang ada pada tangan mungil itu.
Ia menyuapkan satu sendok pancake dan memasukannya pada mulut nya. "gila-gila, gokil ini enak banget" ucap Kinan dengan mata berbinar, kini dia mulai berinteraksi kembali dengan Biru.
"sumpah ya, gw ga nyesel ngebuat karakter Lo yang jago masak, gw akui ini enak banget" Kinan mulai memakan lahap pancake tersebut.
__ADS_1
"pelan-pelan, ga ada yang mau ngambil itu dari Lo kok"
"abis makan jangan lupa bersih-bersih, liat seluruh badan Lo, penuh dengan tepung"
Kinan melirik kearah bawah untuk melihat badan nya, benar. Tubuhnya sudah seperti adonan kue, jika Kartika melihat hal ini, mungkin dia akan ketakutan melihat anaknya putih seperti hantu.
Kinan hanya tersenyum malu, meski dia tidak bisa melihat sosok laki-laki itu, tapi dia bisa merasakannya.
Waktu terus berjalan, Kinan langsung mencuci peralatan makannya, lalu bergegas pergi kek kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai Kinan mandi, dia terus memanggil nama suara itu "kenapa?" Kinan langsung terkejut mendengarnya.
"aduh, ngagetin banget sih" kesal Kinan, sambil menghentakkan kakinya.
"hehehe, iya maaf, kenapa manggil?."
"gapapa sih."
Biru teringat apa yang akan dia katanya kepada gadis itu.
"kin-"
"oiya, gimana dengan 'Dewi' Lo suka ga?" Kinan langsung memotong perkataan Biru.
"suka kok, dia mirip banget sama lo, sama-sama ngeselin"
"dih nyebelin banget"
"tuh kan sifatnya aja sama, ambekan"
"berisik"
"oiya Kin, Lo...ga takut apa mereka ga bakal nyebarin cerita itu?"
"hah?maksud Lo?" Kinan benar-benar tidak mengerti.
"iya, tentang perk*sa itu, Lo percaya sama mereka? gw pikir keknya tindakan Lo salah deh, gw ngerti Lo ngerasa lega akan hal ini, tapi gimana kalo seandainya Lo sama mereka ada masalah dan nyebarin kek semua orang, terutama Mira, dia dah tau semuanya"
Kinan terdiam sejenak, memikirkan semua tindakannya, apa yang di bilang Biru ada benarnya, apa lagi Kinan dan Mira pernah bertengkar beberapa kali.
"menurut lu, apa gw terlalu gegabah ya?" tanya Kinan sambil memikirkan semuanya, kini perasaanya tidak karuan
__ADS_1
"gw ga tau, yang tau semuanya kan isi hati Lo, coba pikirkan baik-baik, gw tinggal ya"
"e-eh bir-"