Between HIM

Between HIM
Episode 5. Liburan Dimulai


__ADS_3

Setelah menempuh perjalan yang cukup jauh. Akhirnya mereka berdua sampai di tempat tujuan.


"Nah ini tempatnya Bie, gimana kamu suka?" tanya Johan pada Chibi.


"Hemm, aku kira kita akan tinggal di kota yang penuh lalu lintas jou. Hehe aku salah perkiraan ternyata. Ini sih tempatnya sejuk banget. Padahal kita ada di Ibukota kan. Aku suka banget Jou, apalagi ada pekarangan bunganya juga. Makasih ya Joo, udah bawa aku ketempat indah ini," sambil memegang tangan Johan sembari tersenyum sumringah.


"Yah tapi disini kita hanya bisa tinggal satu minggu aja Bie. Kebetulan Tante dan Om aku lagi liburan ke Bali. Jadi mereka memperbolehkan kita tinggal disini selama mereka pergi. Jadinya nanti aku akan cari tempat lain buat kita liburan setelah satu minggu berlalu. Gimana, kamu gak keberatan kan?"


"Gak apa kok Jou. Asalkan sama kamu, meski tinggal di gubuk reot sekalipun aku tak masalah."


"Ciyee, boong banget kamu Bie."


"Ih... Masa kamu gak percaya sama aku sih. Beneran, aku gak butuh kemewahan. Yah meski kita gak bisa hidup cuma dengan cinta. Tapi kita bisa beli kemewahan itu dengan kerja keras kita kan. Hehe aku bener dong Jou?" sambil nyengir sok yakin.


"Hahaha, kamu ini emang pacarku yang paling is the best deh. Tenang aja Bie, aku gak akan biarkan kamu hidup menderita kok. Meski aku belum sukses sekarang ini. Tapi aku akan berusaha keras buatmu. Jadi kamu nanti hanya cukup duduk manis aja seperti Ratu di rumah oke."


"Ahhh, udah ah Jou. Kamu ngegombal mulu. Aku jadi malu nih jadinya," dengan muka memerah chibi pun memegang kedua pipinya.


"Ayo kita masuk Bie." Johan membukakan pintu rumah. Mereka berdua pun masuk kedalam rumah dan kini hari liburan yang di nanti pun tiba. Mereka menghabiskan waktu bersama disana.


"Bie ini kamar tamu kamu bisa pilih yang mana yang kamu suka. aku tidur diruang tv jadi kalo ada apa-apa kamu bisa panggil aku di ruang tv yah."


"Hah, kenapa kamu gak di ruang tamu aja. Kan ada 4 kamar untuk tamu. Lagi pula kalo kamu mau nonton tv kamu bisa di ruang tamu kan."


"Hehe, karna aku gak bisa tidur berdekatan sama kamar kamu Bie. Nanti kalo malem-malem aku jadi buas gimana? Hayooo," Johan pun berusaha menakut-nakuti Chibi.


"Alah kamu, aku gak takut kok kamu jadi buas di malam hari Jou. Sekarang aja aku gak masalah meski sore hari. Gimana dong?" Chibi malah terlihat menantang Johan balik. Seketika Johan pun langsung terdiam, bingung harus berkata apa. Kemudian Chibi menarik tangan Johan dan menurunkan badannya sedikit agar mudah dia bertatapan. Disaat muka mereka saling menatap, Chibi memegang pipi Johan dan berkata, "aku gak masalah, karna aku percaya kamu akan selalu jagain aku. Oleh karna itu aku bersedia tinggal dirumah kosong berdua sama kamu meski cuma kita berdua. Jadi kamu gak perlu khawatir. Aku percaya sama kamu kok Johan."


Deg..deg..deg..deg, detak jantung Johan mulai berdebar cepat dan lambat kembali.


Sembari melepaskan tangan chibi, "Ehh.. emh, haah yah udahlah aku kalah deh. Aahaha, yasudah kamu sekarang bisa beresin baju dulu oke. Aku mau ke Mini Market dulu, mau beli bahan makanan. Kamu pasti cape kan, istirahat dulu aja okee. Aku berangkat dulu ya...dahh...."

__ADS_1


"Ehh...tu-tunggu dulu Johan. Hehh, dia main ngelengos aja lagi. Udahlah kalo gitu, hmmm... Aku mau mandi dulu deh baru istirahat."


Syalala........syalala....Hemhemhem...." Chibi pun manggung di kamar mandi.


Sudah hampir satu jam Chibi baru selesai mandi dan beristirahat sejenak. Tak lama kemudian Johan  pulang dari Mini Market dengan membawa bahan makanan. "Chibi, kau ada di kamar?" Panggil Johan dari arah pintu masuk yang tak melihatnya di ruang tengah.


"Aah, Johan sudah kembali rupanya," srett...suara pintu digeser. Chibi segera berjalan menghampiri Johan. "Ahk kamu sudah pulang Jou. Sini aku bawain belanjaannya."


"Akh gak usah biar aku aja, kamu kan Dewiku sekarang. Jadi gak usah kerjain apapun oke."


"Haah males ah, aku bosen diem terus. Sini biar aku bantu bawa yang ringan. Lagi pula Dewimu ini cukup kuat. Lihat lenganku, kuat kuat kan," sembari memamerkan lengannya.


"Aah, kuat apanya, Kau ini. Yaudah kalo kamu memang maksa banget. Bawain buah apel aja yah yang ringan. Hehe gak apa kan?"


"Hump, malesin banget deh akh. Yaudah kalo gitu, aku masukin ke kulkas langsung ya Jou."


"Okee, cantik. Makasih bantuannya. Kamu mau makan apa malam ini?. Khusus buat kamu aku akan masak paaaaling enak."


"Wah serius kamu Jou?. Emang kamu bisa masak?" tanya Chibi.


"Wahhh, aku jadi gak sabar. Kalo begitu, boleh aku jadi asistant kokinya yah Chef Johan?, hehe..."


"Okeee, boleh aja. Kamu bisa bantu potong sayuran?"


"Siapp laksanakan Chef," sembari mencuci sayur.


"Akh kau ini buat aku malu aja hhhe." Johan tersenyum malu dibuatnya. Wajahnya kini berubah kalem dengan pipi yang sedikit merah.


...


Mereka berdua membuat masakan untuk makan malam bersama di dapur. Dengan sangat terampil Chibi mulai memotong sayuran satu-persatu. Seakan Chibi tak mau kalah dari Johan. Sementara Johan yang memasak dan membuat olahan makanan lainya. Suasana di dapur pun seakan menjadi panggung saksi cinta mereka berdua. Mereka saling membantu membuat makan malam bersama bak pasangan yang baru menikah.

__ADS_1


"Nyammy.....emmm......woahhh, masakan buatan Johan enak banget loh. Ahh aku gak tau kamu pandai memasak Jou. Hem, kalau begitu aku jadi malu nih kalo kalah masak dari kamu, huhu."


"Hemm, jangan cemberut gitu kali, kamu gak akan kalah masak kok. Karna masakan kamu pasti paling enak sejagat raya. Kamu percaya deh, aku akan merasa senang makan masakan kamu. Karna masakan kamu dibuat dengan cinta, benar?" sembari tersenyum Johan pun melanjutkan makannya.


"Huh kamu ini, bisaaa aja kalo ngerayunya yah," Sambil senyum-senyum. Kalo gitu mulai besok aku yang akan masakin kamu yah, okee."


"Okeee deh Chef Chibi." Johan mengangkat sendok miliknya keatas pertanda persetujuannya.


"Ahhaha kau ini Joo bisaaaa aja, ayo lanjutin makannya."


.....


Setelah sekesai makan mereka mulai membereskan meja makan serta dapur yang tadi terlihat berantakan menjadi bersih kembali. Mereka pun beristirahat di ruang tamu sambil menonton acara televisi.


Malam semakin larut, Johan yang masih terjaga dikala itu tak tega melihat Chibi yang tertidur di sofa. Kemudian Johan mencoba membangunkan Chibi yang tertidur di sofa ruang tamu.


"Hey Bie," "Bangun sayang, jangan tidur disini, nanti masuk angin." Dengan lembut Johan berbisik di telinga Chibi untuk membangunkannya.


"Emhhhh, Aghhhh aku males pindah ke kamar. Aku udah keburu ngantuk, capeek jalannya juga aah hooh hem," Chibi pun melanjutkan tidurnya sambil mengigau gak karuan.


"Hihii" Johan tertawa kecil. "Tidurnya lucu juga, aku jadi gak tega banguninnya. Huhhh, apa boleh buat. Terpaksa aku harus menggendongnya sampai kamar."


...


Kemudian Johan pun berusaha menggendong Chibi ke kamarnya disaat ia sedang tertidur.


"Baiklah, satu....dua..ephhmm....aghhh, aku kurang olahraga kayanya nih. Hmm, coba lagi, 1,2,3 sippp." Johan berhasil mengangkat tubuh Chibi dan menggendongnya. "Huhh, tapi ternyata dia gak terlalu berat. Hehe, Baiklah." Johan menggendong chibi sampai kekamarnya. Dibaringkanlah Chibi di kasurnya.


"Selamat tidur sayang. Mimpi indah yaa, Mmwuahh," dengan ciuman di dahi Johan memberi ucapan selamat tidur pada Chibi yang disaat itu sedang tertidur. Johan menutup kamar Chibi dan kembali keruang tamu untuk menonton acara televisi.


.....

__ADS_1


Di malam yang disinari lampu jalan yang menyala ala kadarnya. Dengan sinar rembulan yang bersinar, malam pertama liburan sekolah Chibi pun dia habiskan dengan tidur yang nyenyak dan bahagia. Seakan diiringi musik ninak bobo yang merdu Chibi tertidur dengan senyuman di wajahnya.


***


__ADS_2