
"Bugh," Bantal terbang menghantam kepala Johan. "Ettdahhh, James. Ganggu orang tidur gak sopan banget. Apalagi ganggu tidur orang yang elo tumpangin nginep," Johan melirik kearah James dengan tatapan sedikit kesal.
"Opsh, sorry Johan. Abisnya kalo lou udah tidur kaya kebo sih. Susah banget dibangunin. Padahal lou sendiri yang minta dibangunin siang ini." Imbuh James mengelak agar Johan tidak marah padanya.
"Hahh, gue yang minta diingetin?" "Lou bercanda ah. Emang hari ini hari apa? dan juga ada apa hari ini?" Johan bertanya meski matanya masih setengah mengantuk.
"Senin!!!" "Johanes alvarooo, elo ada remidi kan nanti siang!" jawab James kesal pada Johan yang dari tadi susah dibangunin.
"Aghhhh, siallll gua lupaaa!" Seketika Johan melempar selimutnya dan bergegas menuju kamar mandi.
"Oh ya btw lou remidi berapa mata kuliah sih Johan?. Perasaan menurut gue lo lumayan pinter akh. Bokap lo orang jerman kan. Jadi gak mungkin kalo elo remidi banyak mata kuliah. Benarkan?" tanya james sembari menikmati sarapan roti bakar madu miliknya.
"Ahh, gak banyak kok. Cuma lima aja James," jawab Johan dengan santainya.
"Whatt, lima lou bilang?" "Perasaan gua aja yang bolos terus gak sebanyak itu deh. Gimana bisa coba, seorang Johanes Alvaro mahasiswa terkenal dari kampus ternama di Ibukota remidi?. Apa kata dunia johaness." Oceh James dengan panjang lebar. Sampai membuat telinga Johan gatal dan panas dibuatnya.
"Besisik akh, gua remidi karna gua gak masuk UAS waktu itu. Cuma itu aja, paham kan lo sekarang?" Sambung Johan sambil mengunyah roti isi yang sudah disiapkan James.
"Hoy, itu roti gua Johan, ahh padahal udah cape-cape di olesin toping!. Malah diembat lagi, haah ngoles lagi nih gua."
"Ahhh, berisik lou akh, itu roti di kulkas kan. Jadi jangan protes, gua harus cepet nyampe kampus nih. Dahh, gue berangkat dulu. Kalo keluar jangan lupa bawa kuncinya yak," Johan berangkat menuju kcampus saat itu juga.
Ruang ujian
"Huh, untung tepat waktu. Bisa gawat kalo telat dikit aja," keluh Johan saat memasuki pintu ruangan ujian. Ujian susulan serta perbaikan di adakan selama dua jam sesuai jadwal yang di berikan pihak kampus. Selama masa ujian itu pula Johan sibuk untuk ujiannya. Meski di tengah kesibukan kuliah dan band miliknya, Johan masih bisa menyempatkan memberi kabar melalui pesan singkat kepada Chibi.
Satu minggu telah berlalu. Sabtu ini adalah hari terakhir Johan melakukan ujian perbaikan. Hari yang bersamaan dengan acara Pensi di kampusnya. Dikarenakan kampus tempat Johan meniti ilmu merupakan kampus yang cukup terkenal di daerah Ibukota. Pada acara Pensi kampus hari ini banyak pengunjung yang datang tentunya. Baik itu dari kampus lain atau awak media.
Nyanyian serta hentakan musik di luar ruangan, tak membuat Johan kehilangan konsentrasi untuk mengisi jawaban pada soal perbaikan dirinya. Dia mengerjakan soal satu demi satu. Hingga pukul 11.00 siang akhirnya Johan selesai mengerjakan semua soal remidi miliknya.
James dan kawan-kawan lainnya menunggu Johan di luar ruangan dengan harap-harap cemas.
"Yoh, kalian udah nunggu lama?" sapa Johan dengan senyuman percaya dirinya. Semuanya hanya bisa tertawa dan geleng kepala saat melihat sifat tenang Johan saat itu. Hingga tiba saatnya giliran band mereka menampilkan kebolehan mereka di atas panggung.
__ADS_1
"Lou siap Johan?" tanya James pada Johan.
"Yoi" jawab Johan singkat.
"Semuanya ayo kita mulai beraksi," dengan aba-aba dari James. Semua melakukan tugasnya masing-masing.
1,....2,....3,"Smile In My Love" Lagu pertama mereka yang berjudul Smile In My Love berhasil memukau semua para pengujung yang datang saat itu. Seakan para pengunjung tersihir kedalam alunan nada dan nyanyian mereka kala itu.
Usai penampilan, di kantin kampus.
"Gilaaa, gua deg-degan banget tadi Man," ucap Ramos sembari melihat kedua tangannya yang masih gemetar.
"Tumben loh demam panggung Mos," ungkap Natan.
"Yah, tapi syukurlah lou masih bisa pegang gitar di panggung. Kalo lou demam panggungnya sebelum penampilan kan bisa gawat," sela Ivan.
"Meski demikian, yang buat gue beryukur adalah Johan yang gak kehilangan sentuhannya megang stik drum. Yah walau gak pernah latihan," tambah James.
"Hey James, meski gak latihan sama kalian gue kan udah lama kali main bareng kalian. Mana mungkin gue kehilangan sentuhan main drum. Lagipula gue juga sering latihan sendiri di kost," ucap Johan santai.
Spontan James nyengir tipis mendengar pertanyaan kedua temannya itu. Natan dan Ramos pun penasaran kenapa James nyengir sendiri seperti itu. "James, lou masih waras kan?," ucap Ivan.
"Ya iyalah Ivan. Lou pikir gua udah gile apa," ucap James sedikit kesal.
"Ya habisnya lou nyengir sendiri, kan kita gak ngomongin yang lucu. Gue kira lou udah saraf gara-gara ditolak sinta, opss," ucap Ramos keceplosan.
"Sialan loh, bawa-bawa Sinta lagi. Gak ada hubungannya kali sama omongan kita. Johan kasi tau gimana lou latihan dirumah," James melemparkan dua buah sendok pada Johan saat itu. Spontan Johan menangkap sendok yang dilemparkan oleh James tersebut.
"Gilaaa, kalo gak ketangkap. Johan bisa benjol tuh kepalanya. Sakti emang bocah satu ini" Ungkap Natan dan yang lainya kagum sekaligus bingung.
Dua buah sendok Johan gantikan sebagai stik drum miliknya dan piring serta gelas jadi pengganti drum. Johan memukul piring serta gelas tersebut dengan kedua sendok yang di pegangnya. Dengan sangat hati-hati dia memukul piring dan gelas di kantin agar tidak pecah. Suara yang dihasilkan dari pukulan sendok tersebut pun bak seperti drum sungguhan meski tak sebesar suara drum aslinya.
Orang-orang yang ada dikantin pun lagi-lagi tersihir oleh permainan drum klasik milik Johan. Satu-persatu orang berdatangan ke kantin untuk melihat permainan drum Johan. Tanpa disadari meja tempat mereka makan sudah dikelilingi banyak orang yang ingin melihat permainan Johan.
__ADS_1
"Hebat, udah kaya bunyi drum sungguhan." Ucap salah satu orang yang melihat permainan Johan.
"Johanes kau tampan sekali," ucap salah satu dari beberapa wanita yang tertarik dengan penampilan Johan.
Setelah beberapa saat Johan selesai dengan permainan drum klasik dari alat kantin. Johan baru sadar dan terkaget dengan banyaknya kerumunan orang tersebut. "Wohh, Ada apa ini? Kenapa banyak orang di sekeliling kita?" tanya Johan kebingungan. "Dasar kau ini, kalo udah pegang stik drum apapun bentuknya pasti konsentrasi penuh. Sampe gak sadar kita diliatin orang banyak. Udah kaya orang kesurupan aja loh," jawab James sembari menoyor kepala Johan yang kebingungan.
"Sudah-sudah ya. Semuanya ini bukan tontonan," ucap Ramos, Natan dan Ivan yang berusaha agar tidak membuat keributan di kantin. Meski kecewa tidak bisa melihat permainan Johan lebih lama. Para kerumunan pun tak bisa berbuat apapun. pihak keamanan kampus bertindak menggubarkan kerumunan satu-persatu dari kantin.
•••
Di tempat lain, chibi yang memulai semester barunya harus banyak meluangkan waktu untuk belajar dan organisasi. Meski hanya berkomunikasi melalui mail atau pesan singkat dengan Johan. Chibi merasa bahagia dalam hatinya.
Sepulang sekolah, diruang tamu.
"Ibu aku pulang." Chibi membuka pintu dan masuk kedalam rumah. Dilihatnya Ibunya sedang asyik menonton televisi. Chibi menghampiri dan mencium tangan Ibunya. Setelah mandi dan berganti baju dia langsung duduk disamping Ibunya.
" lagi nonton apa sih Bu?. Perasaan asik amat liatnya," tanya Chibi sembari menikmati cemilan kecil kesukaanya.
"Biasalah Nak, acara hiburan buat ibu-ibu acara dangdut," jawab Ibunya yang matanya tak berpaling sedikit pun dari layar televisi.
"Hmmm, pantas aja serius banget. Huhh, anak disampingnya aja sampe dianggurin. Hoamph, ngantuk lagi," tanpa sadar Chibi tertidur di sofa disamping Ibunya.
Disaat Chibi yang hampir akan terlelap tidur. Tiba-tiba ibu Chibi teriak histeris membangunkannya.
"Bie, Chibi. Ayo bangun, liat itu Johan bukan?"
Sekilas berita terkini, festival kampus yang rutin diadakan setahun sekali di kampus Universitas Sastra Jakarta (USJ) berlangsung meriah. Tak hanya kalangan mahasiswa, masyarakat umum bahkan artis dan awak media menghadiri festival tersebut. Yang membuat menarik adalah pada festival musik kampus siang tadi. Berlangsung sangat ramai dan meriah. Penampilan salah satu band kampus membuat suasana sedikit tak terkendali. Pasalnya banyak fans berdesakan yang ingin melihat penampilan POCKY BAND idola kampus tersebut. Alunan lagu yang indah dengan suara emas sang Vokalis berhasil menyihir para penonton. Ditambah para personel band yang masih muda dan tampan menambah daya tarik penonton (uraian oleh penyiar berita).
"Ahh, benar mirip Johan," ucap Chibi dengan mata setengah ngelindur.
Yang menjadi sorotan adalah drumer POCKY BAND Johanes yang masih berada di tahun pertamanya sudah menjadi personel utama band kampus tersebut. Dengan wajah tampan dan kemahiran menggunakan alat drum. Johanes berhasil mencuri perhatian para penonton serta media massa yang menyaksikan acara tersebut. Akankah Johanes menjadi bintang terkenal setelah berlangsungnya festival kali ini?. Sekian berita terkini. Saya Lilianita dari OkiTv.
Dengan adanya berita tersebut. Kini band POCKY mendapat banyak tawaran manggung dari beberapa instansi atau media massa. Tentu saja Johan yang menjadi sorotan awak media menjadi topik utama di setiap media massa.
__ADS_1
***