
Sudah satu minggu lamanya sejak pemberitaan mengenai Johan di televisi.
Kira-kira 6 hari yang lalu di rumah Chibi.
Mail from Chibi,
"Johan, selamat!" Aku tadi malam lihat band kampusmu menjadi sorotan loh di televisi. Akhirnya sedikit lagi impianmu bisa tercapai. Semoga kau bisa menjadi drumer ternama impianmu. Semangat terus sayang."
Mail from Johan,
"Benarkah?" "Aku tidak lihat televisi sih tadi malam. Jadi aku tak tau band kami menjadi sorotan media. Thanks ya atas doanya. Meski mimpiku masih jauh di depan. Aku akan berjuang sekuat tenaga. Maaf akhir-akhir ini aku sibuk dengan tugas kuliah. Jadi jarang bisa menghubungimu."
Mail from Chibi,
Doaku selalu bersamamu Johan. Gak apa-apa kok. Aku tau kamu sibuk kuliah. Aku juga sedang persiapan untuk ujian kelas tiga.Β Kau juga harus semangat belajar dan bandmu juga yaa. Jadi, mari kita sama-sama berjuang untuk pendidikan kita.
Smile and keep spirit, baby."
Mail from Johan,
Iya, aku juga akan berjuang. Mari kita berjuang bersama. Thanks, keep the spirit and try always too."
β’β’β’
Keesokan harinya di kediaman Chibi.
Pagi hari sekali chibi berangkat ke sekolah. Chibi memutuskan akan memulai dengan semangat kala itu. Tahun ini tahun terakhirnya sebagai kelas tiga di SMA. Dia ingin memberikan semua yang terbaik di tahun terakhirnya menjadi siswi SMA di tahun ini.
...
"Baiklah, selamat untuk ketua OSIS yang baru. Saya harap di angkatan yang baru ini. Kalian bisa membuat gebrakan baru untuk SMA ASRI ini. Sekali lagi saya ucapkan selamat." Ucap ketua OSIS angkatan lama kepada ketua OSIS baru.
Prok...Prok... prok...
__ADS_1
πππ
Hingar binar tepuk tangan dan ucapan selamat atas pergantian OSIS yang baru. Kini Chibi dan angkatan OSIS lainya sudah terbebas dari tugas OSIS dan harus memfokuskan pada Ujian Nasional yang menanti mereka para siswa kelas tiga SMA ASRI.
Waktu terus berganti Chibi dan Johan menjalani pacaran jarak jauh sudah hampir dua tahun. Di tahun pertama mereka masih banyak cinta yang menggebu. Rasa manis dari hubungan kekasih masihlah kental. Di tahun kedua ini Chibi barulah mulai merasakan beratnya pacaran jarak jauh tersebut.
Kini dengan kesibukan mereka masing-masing, hubungan mereka pun semakin merenggang. Tanpa disadari mereka mulai nyaman dengan kehidupan mereka masing-masing. Hingga pada akhirnya, komunikasi yang mereka biasa lakukan lewat handphone pun menjadi sangat jarang.
Hal tersebut dimulai dengan kesibukan Johan akan karir band miliknya. Karna kecintaanya dengan bandnya tersebut membuat ia sedikit demi sedikit jauh dari Chibi. Ditambah dengan karir bandnya yang membuat ia menjadi terkenal seperti sekarang ini. Kesibukan itulah yang membuatnya lengah sehingga melupakan kekasihnya yang selalu percaya dan menanti kabar darinya.
Disisi lain, Chibi yang selalu percaya pada Johan dan mendukung karir bandnya terlalu percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Namun kepercayaan itu mendatangkan keburukan baginya. Hingga pada akhirnya, mereka benar-benar jauh sekarang.
Tidak terasa waktu sudah berganti lagi. Besok adalah hari Ujian Nasional untuk kelas tiga SMA ASRI. Chibi melihat-lihat ponsel miliknya untuk kesekian kalinya. Dia berharap mendapatkan pesan semangat dari sang kekasih. Namun belum satu pun pesan masuk.
Kampus SATRIA Ibukota Jakarta
Dilain cerita Johan sedang masa pembelajaran kuliah Sastra di kampusnya.
"Baiklah, kuliah hari ini cukup sampai disini. Jangan lupa dengan tugas minggu depan ya."
Kuliah akhirnya selesai di siang itu. Johan keluar dari kelasnya langsung menuju parkiran. Terdengar seseorang memanggil dirinya dari belakang.
"Johan.. Hoy." Johan menengok kearah belakang, dilihatnya James melambaikan tangan.
"Ahh elo, baru gue mau ke studio James!" ucap Johan.
"Beuh, benar-benar ya. Gue telfon gak diangkat-angkat. Gimana sih, latihan libur hari ini. Gue nyoba hubungin lo, eh.. gak kesambung-sambung. Kenapa sih?" tanya James dengan muka betenya.
"Ahaha, sorry.. Hp gua lobet dari kemarin. Dikosan listriknya mati, jadi belum gua cast deh beberapa hari ini. Ohh... Gitu yah, jadi latihan libur toh. Syukurlah gue belom ke studio. Loe emang penyelamat gue dah ahaha." Johan tertawa dengan gembiranya.
"Ahh..payah loh. Kost-an mahal listrik mati lagi hah. Bener-bener dah. Yaudah, kita ke cafe biasa aja sambil ngopi. Sekalian isi batre handpond lu, gimana?"ucap James memberi saran.
"Yah okelah, Ayo kita berangkat." Ucap Johan sembari menyalakan motornya.
__ADS_1
Sesampainya di cafe tersebut, "Wuahh, kayanya mati banget dah James. Harus pake destok ini mah, hemm.. Mana gua gak bawa lagi", ucap johan mengeluh.
"Ahh, Bilang aja elu mau pinjam destok gua. Nih pakailah, bilang aja langsung napa?" jawab James sembari menyodorkan destok yang biasa dia pakai.
"Ahaha, elu emang the best lah baca pikiran orang," seringai Johan.
"Idih... Dibilang the best sama elu mah jadi merinding gua!" balas James dengan candaan.
"Sialan loh, udah elu pesan apa aja biar gua yang teraktir hari ini," ucap Johan sembari melihat menu.
"Serius loh? Yang bener? okelah gua pesen yang ini terus yang ini juga." Ucap James yang tiba-tiba bersemangat kala itu.
Sudah setengah jam berlalu, Johan dan James menghabiskan waktu di cafe tersebut. Setelah dia selesai mengisi baterai handphone miliknya. Dia pun menyalakan handphone-nya tersebut. Dilihatnya pesan dari Chibi yang mengabarkan bahwa esok hari dia akan mengikuti Ujian Akhir Nasional. Ada lebih dari satu pesan Chibi yang belum sempat Johan baca saat itu. Johan pun akhirnya menelfon Chibi untuk sekedar membalas pesannya. Namun panggilannya tidak tersambung karna Chibi terlelap tertidur setelah belajar untuk esok.
Johan yang tadinya kalem dan tenang pun akhirnya mulai gerusukan tak tenang. Dia akhirnya memutuskan untuk memastikan keadaan Chibi secara langsung. Johan bergegas menuju luar dan menyalakan motornya setelah membayar pesanan mereka di kasir. James tetap tinggal di cafe untuk menghabiskan makanan yang sudah terlanjur di pesan.
"Hoy.. Joo, hati-hati dijalan yak. Salam buat cewe lo juga oke. Btw, thanks ya traktirannya." ucap James sebelum Johan berangkat mengendarai motornya.
"Iyaa, gue berangkat dulu." Johan berangkat mengendarai motornya sesegera mungkin.
β’β’β’
Sore hari pukul 15.33 Chibi terbangun dari tidurnya. Ia melihat ke arah handphone-nya yang kebetulan mati karna batrainya habis. Ia pun mencarger handphone miliknya itu sebelum mandi sore.
Setelah selesai mandiΒ ia mengeringkan rambutnya. Lalu ia tiduran kembali di kasurnya sambil termenung.
"Hemhmm, apa Johan sedang sibuk manggung yah?" Ia menengok handpone-nya yang sedang di cast itu.
πποΈποΈ
Johan berkendara dengan kecepatan maksimal kala itu. Tanpa memikirkan keadaan sekeliling dibarengi dengan perasaan cemas dalam hatinya.
"Chibi... Tunggu aku, aku segera datang!"
__ADS_1
ποΈποΈποΈ