
"Kaisar lalu di gantikan oleh Hebel Romir adik Velon Romir, tapi bangsa kami banyak yang menantangnya hingga timbul tiga kekuasaan di kerajaan kami, yaitu kelompok yang setia pada Velon Romir sekarang sebagian mereka tunduk di bawah perintah Ristie, seebagian lagi tunduk di bawah perintah pangeran Khuludan, sepupu Velon Romir" lanjut Ristie.
"Itulah sebabnya lima tahun ini Ristie merasa tak ada lagi gairah hidup tanpa Velon Romir, lalu Ristie meninggalkan kerajaan lebih bayak bergaul dengan manusia biasa, terkadang Ristie kepingin hidup di dunia kalian yang aman" keluh Ristie.
Ristie lalu menggengam tangan Mulan.
"Mulan jangan terpisah jauh dari Ristie, kita akan memasuki kerajaan manusia harimau" ucap Ristie.
Benar saja tak jauh mereka berjalan Mulan melihat sebuah goa yang cukup lebar. "Mungkin ini goa harimau" pikir Mulan.
"Ini dia goa harimau" ucap Ristie
Saat mereka telah berdiri di depan goa Ristie meneriakkan kata sandi masuk.
"Ratu Ristie datang" teriak Ristie di depan goa.
"Kraaaaaak" terdengar suara deritan benda berat di lorong goa sebelah kanan, sebuah pintu batu telah terbuka menampakkan sebuah lorong yang agak sempit.
"Ayo masuk lewat sini" ucap Ristie sambil memegang pergelangan tangan Mulan.
Mulan tidak begitu asing dengan pemandangan dalam goa, tapi dia tetap menurut saat Ristie selalu nemeganginya selama menyusuri goa. Berjalan hingga lima menit di depan mereka sudah terlihat sinar terang pertanda mereka sudah hampir sampai di ujung goa.
"Waaaaw indahnya" ucap Mulan saat mereka keluar goa, di depan mereka terbentang hutan bambu yang indah.
Hutan yang berisi tumbuhan bambu yang telah ditata rapi oleh pemerintah manusia harimau.
"Tempat ini sering dijadikan taman wisata oleh pihak istana kerajaan. dengan alam yang sangat asri dan fotogenik, tidak heran banyak keluarga istana mengabadikan momen berliburnya di tengah barisan hutan bambu" ucap Ristie
"Hanya orang tertentu bisa masuk ke tempat ini, kamu tidak perlu membayar untuk masuk kesini selagi bersama Ristie" ucap Ristie.
__ADS_1
"Di sepanjang wisata hutan yang indah ini, kita juga bisa menemukan kuil dan penginapan dan kuliner yang menarik" ucap Ristie.
"Kita mampir dulu di istana Velon Romir di pinggir hutan tak jauh dari sini" ucap Ristie.
"Istana kaisar ada di hutan ini kah?" tanya Mulan.
"Bukan tapi istana khusus milik pribadi Velon Romir, yang di gunakan saat berburu di padang rumput dan semak alami atau tumbuhan perdu yang terletak di pingir hutan ini" jelas Ristie.
Mereka menyusuri jalan setapak yang di tata rapi di kiri dan kanan di pagar pohon pohon bambu yang tumbuh menjulang tinggi. Di sepanjang perjalanan mereka di hibur oleh nyanyian burung burung, dan deritan pohon bambu yang saling bergesekan saat di terpa angin spoi spoi.
Setelah jauh memasuki hutan bambu mereka tiba di sebuah jalan raya yang lebar.
"Wao ada jalan raya di tengah hutan apa ini jalan yang ada di dunia manusia?" tanya Mulan.
"Tidak Mulan, jalan di sini tidak pernah berhubungan dengan jalan manapun di dunia manusia" jelas Ristie.
Tiba tiba dari kejauhan terdengar suara mobil berhenti tak jauh dari mereka, sebuah mobil SUV dengan model tidak asing bagi Mulan tapi dengan merek tak di kenal.
"Yang mulya Ratu silahkan masuk" ucap laki laki tersebut membukakan pintu mobil.
Ratu Ristie dan Mulan segera masuk, mobil mulai melaju pelan menyusuri hutan bambu yang luas.
"Aristanu kenapa bukan Reveena yang datang?" taya Ristie.
"Reveena tidak bisa keluar kota ratu, saat ini semua rakyat yang masih single harus di suntik hormon gertak birahi, Reveena dan yang lain menolak hingga ratu datang, untuk itu mereka di beri sanksi tidak boleh bepergian hingga dia bisa menunjukkan kartu suntik hormon gertak birahi" ucap Aristanu.
"Memaksa sekali, ini sudah terlalu kasar, apa sih maunya Kaisar!!!. Apa cuma yang single yang di haruskan suntik hormon gertak birahi?" tanya Ristie lagi.
"Tidak yang mulya, bahkan termasuk perempuan yang tidak hamil sebelum perayaan hari birahi Nasional minggu depan" kata Aristanu.
__ADS_1
Selama perjalanan ratu Ristie tidak banyak bicara terlihat jelas ke tidak puasan nya terhadap kebijakan Kaisar, yang memaksakan program serentak birahi pada rakyatnya.
Setelah lama berjalan mereka memasuki lingkungan istana yang sangat megah dengan bangunan bergaya modern.
"Waw Ini bagunan termegah yang pernah Mulan lihat" ucap Mulan saat melihat bangunan istana yang dilengkapi dengan taman yang indah dan pepohonan rindang.
Jaraknya hanya beberapa kilometer ke arah selatan dari hutan bambu yang baru saja mereka lewati. Istana Ristie itulah nama yang tertulis di gerbang masuk komplek, merupakan tempat tinggal resmi keluarga Kaisar Velon Romir.
Memasuki lingkungan istana Mulan makin terperangah dengan kemewahan bangunan, Mulan lupa dengan wajahnya yang menyeramkan, Mulan lupa kalau semua orang memandangnya dengan jijik dan takut.
Bangunan ini terlihat menggabungkan tradisi arsitektur islam dan Melayu. Beberapa bahan yang digunakan dalam dekorasi istana tersebut juga sangat mewah antara lain, marmer, granit, kaca, dan sutra terbaik.
Di balik tembok istana, terhampar pula padang rumput yang luas. Sebuah mata air membentuk telaga tidak jauh dari istana mengalir membentuk sungai kecil yang jernih meliuk-liuk di antara rerumputan. Aliran air menuntun ke sebuah tempat yang oleh warga manusia harimau disebut kota Maduni.
Kesenangan Mulan dengan keindahan dan kenyamanan fasilitas istana, harus terganggu dengan kedatangan pengawal ratu Ristie, yang merasa risih memandang wajah Mulan. Mungkin sudah tugas mereka berjaga jaga saat ratu Ristie sudah kembali. Mulai dari gerbang istana hingga pintu masuk bangunan utama sudah dijaga penuh oleh pasukan manusia harimau dengan senjata lengkap.
Dua ajudan Ristie juga sudah mendampingi ratu Ristie siap melaksanakan setiap perintah kapan saja. Ratu Ristie membawa Mulan ke teras belakang lantai dua istana. Merupakan teras dari bangunan utama yang terhubung degan ruang keluarga. Disini kebiasaan ratu Ristie menghabiskan waktu senggang bercengkrama dengan anggota keluarga atau bersama ajudannya.
"Mulan jika kamu butuh makan atau minum, kamu tingal bilang sama pelayan atau kamu bisa bikin sendiri di sana" ucap Ristie menunjukkan sebuah ruangan di sebelah kiri teras.
Seorang ajudan terlihat mendekati meja di mana Mulan dan ratu Ristie duduk.
"Ini pesanan yang mulya Ratu" ucap ajudan menyerahkan sebuah bungkusan.
"Yang mulya di lobi istana utusan Kaisar Hebel Romir mau menghadap" ucap sang ajudan.
"Hmmmm mau apa lagi mereka, apa mereka akan memaksa kita juga di suntik hormon gertak birahi!" guman Ristie.
Ratu Ristie sepertinya sangat curiga dengan kedatangan utusan Kaisar.
__ADS_1
"Iya ... bawa dia kesini" ucap ratu Ristie.