
Di negri Bunian Ristie dan Mulan tinggal di sebuah vila yang mewah yang terletak di pinggir kota Rindu Hati. Vila yang dilengkapi dengan fasilitas yang mewah seperti di dunia manusia. Namun dilubuk hati Mulan dia tidak memperoleh kegembiraan sedikitpun.
Mulan percaya bahwa orang yang akan mampu memhagiakan dirinya hanyalah Albara suaminya, tapi Mulan tak mampu lagi hidup di lingkungan manusia karena cacat wajah yang di deritanya.
Tangis dan pengorbanan yang begitu besar yang telah dirasakan oleh Mulan semenjak berpisah dengan Albara. Di negri bunian Mulan berjalan tanpa suami tanpa sanak saudara, hanya Ristie teman seperantauan sebagai andalan.
Begitulah nasib Mulan saat ini, berjalan kesana kemari tanpa tujuan yang pasti. Hanya Ristie yang selalu memberikan motivasi untuk Mulan dalam membentuk Kesabaran dalam hati agar Mulan bisa menerima keadaan hidup.
Di dunia Bunian keadaan tidak seperti yang Mulan inginkan, tapi itulah yang harus Mulan lalui. Hanya beberapa hari di negri Bunian kecantikan Mulan sudah tersohor ke seluruh negri bahkan sudah sampai pula ke telinga kaisar Akandra penguasa Bunian.
Tak seorang pun dari manusia bunian yang berani mengajukan lamaran kepada kepada Mulan setelah mengetahui Mulan di dampingi suaminya. Akan tetapi tidak berlaku bagi kaisar Akandra tidak peduli dia bersuami asal dia menginginkannya maka wanita itu harus jadi miliknya.
Demikian juga terhadap Mulan kaisar yang terbakar isu akan kecantikan Mulan mulai membuat strategi memisahkan Mulan dari suaminya, lalu membawanya ke istananya.
*****
Suatu pagi Mulan hanya ternenung gejolak birahi tubuhnya mulai berkurang, "menurut Ristie lama birahi hanya akan terjadi selama 10 hari artinya masih ada empat hari lagi yang sangat menyiksa" pikir Mulan.
"Mulan masih ingat tempat belanja kebutuhan dapur kan?" tanya Ristie mengagetkan Mulan.
"Ingat .. emang kenapa Ristie?" tanya Mulan.
"Ristie akan mencari kebutuhan Mulan dan Ristie, jadi kali ini Mulan yang belanja keperluan dapur bagaimana?" tanya Ristie.
"Iya boleh" ucap Mulan.
"Ristie maafkan Mulan ... tidak bisa bantu uang untuk belanja" ucap Mulan saat Ristie memberikan beberapa keping emas untuk berbelanja.
"Jangan pikirkan itu" kata Ristie.
Mulan melangkah dengan gontai menuju tempat seperti pasar tradisional di dunia manusia. Mulan juga mulai membeli beberapa bahan bahan dapur untuk mereka. Saat itu seorang ibu ibu mendekati Mulan memperingatkan dia akan sesuatu.
"Dik hati hati saat ini penguasa Bunian ingin mencari selir ke 80, jangan sampe adek terlihat oleh pembantunya, lebih baik lekas pulang" ucapnya.
__ADS_1
"Bukankah enak jadi selir kaisar hidup di manja di istana" tiba tiba seorang wanita seumuran Mulan yang dari tadi juga belanja di samping Mulan malah ikut nimbrung.
"Apa enaknya jadi selir raja bejat coba bayangkan belum dua tahun berkuasa sudah memiliki selir 79 orang"
"iya sih enak hidup di istana...., tapi jadi selir kaisar Akandra itu beresiko, jika dalam satu tahun tidak mampu memberikan keturunan atau tidak memberikan turunan laki laki, maka dia hanya akan jadi santapan vampir peliharaan Kaisar" kembali si ibu mengingatkan.
"Akhir taun akan ada seleksi dari 79 selir yang akan di pertahankan cuma sepuluh lalu selebihnya akan jadi santapan vampir" ucap ibu tersebut.
"Ih mengerikan" ucap wanita di samping Mulan bergegas pergi.
Mulan hanya memandang ibu tersebut penuh tanda tanya, jika isu itu benar tanpa ada resikopun Mulan tak ada keinginan untuk menjadi selir kaisar.
"Terima kasih telah di ingatkan" ucap Mulan lalu buru buru menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas kembali ke vila mereka di pinggir kota Rindu Hati.
Saat berada di sebuah lorong yang sepi Mulan berpapasan dengan seorang wanita tua bongkok berpakayan serba hitam, berjalan tertatih tatih menggunakan tongkat.
"Aduhhhh" tiba tiba si nenek tersandung batu dan jatuh tepat di depan Mulan.
Mulan yang kaget tiba tiba berseru.
"Tolong nenek..." ucap wanita tua memelas sambil mengulurkan tongkatnnya mencoba berdiri.
Mulan menerima ujung tongkat si nenek dan berusaha membantunya berdiri, tapi tiba tiba dari tongkat si nenek seperti mengalir arus listrik tegangan tinggi.
"Zzzzzzztttttt.... zzzzzzztttttt" tubuh Mulan gemetaran sesaat lalu terbanting dengan keras, sesaat Mulan hilang kendali dan tak ingat apa apa.
"Ohhhhh" Mulan mengeluh saat menyadari tubuhnya terasa lemas hampir tak bertenaga.
"Pok pok pok" si nenek bertepuk tangan lalu dari arah berlawanan muncul tiga pria tegap berkostum serba hitam menghampiri si nenek.
"Hik hik hik apa yang di inginkan kasar sudah kita dapatkan, ayo bawa dia untuk Kaisar jangan ragu kultivasinya sudah di rusak tongkat kutukan setan lembah neraka" si nenek tertawa gembira tubuhnya tidak lagi bongkok dan lemah.
"Dasar penyihir setan..." teriak Mulan penuh kemarahan setelah menyadari dirinya telah tertipu.
__ADS_1
Mulan mencoba menyalurkan semua tenaga dalamnya tapi tidak bisa bahkan dadanya menjadi sesak lalu darah segar muncrat dari hidung dan mulutnya.
"Hik hik hik nona kultivasi mu sudah rusak, tak ada gunanya menyalurkan tenaga dalam hanya membahayakan tubuh mu saja" kembali si nenek tertawa lalu memberi isarat pada tiga pria di sampingnya.
Ketiga pria pembantu dia sudah menyerbu seperti berlomba ingin menangkap Mulan. Tentu saja Mulan tak ingin menyerah begitu saja, dia menggerakkan tangannya, menusuk ke arah ubun-ubun kepala Si Cambang yang lebih dekat, sambil menampar dengan tangan kiri ke arah orang di depannya, sedangkan kakinya menendang ke arah orang di sebelah kanannya.
Namun gerakan Mulan sangat lemah dan lambat, sehingga ketiga orang lawannya juga dapat mengelak dengan mudah, kemudian segera menyerang lagi secara teratur.
"Aiiih" keluh Mulan tadi agaknya dia memandang rendah para pengeroyoknya yang disangkanya pria kasar dan lemah. Namun ternyata mereka mampu mengelak dengan mudah bahkan mampu mendesak Mulan.
Mulan menjadi penasaran dan marah sekali, dia masih belum percaya kalau dirinya sudah kehilangan 80 persen kekuatan nya.
"Mampuslah kalian!" bentaknya.
Mulan makin terkejut saat gerakannya kosong tampa tenaga, sekarang dia hanya bersilat dengan tenaga kasar saja.
Tiba-tiba Si cambang melakukan gerakan cepat, tangan kirinya menyerang mulan bertubi-tubi dengan tamparan-tamparan yang mendatangkan hawa pukulan panas laksana api.
"Menyerah saja tak ada gunanya melawan" ucap si cambang terus melakukan serangan cepat.
Mulan terpaksa mengeluarkan ilmu simpanannya yang selama ini hanya digunakan untuk mengimbangi tokoh tokoh berkepandayan tinggi.
"Aiiih" kembali Mulan mengeluh.
"Dasar nenek sihir... terkutuklah kau" teriak Mulan marah, setelah sadar kalau kultivasinya telah di rusak si nenek sihir.
"Krakk" Mulan terjungkal roboh, saat sebuah pukulan si cambang sudah mengenai bahunya kirinya.
"Menyerah saja nona, jangan membuat kami melukai kulitmu" si cambang membalik, dan sekarang tangannya digerakkan nenotok jalan darah di leher dan bahu Mulan
"Wuuuuttt... trakkkk!"
Si Cambang meloncat ke belakang, tangannya tergetar dan hanya dengan pengerahan tenaga dalam sekuatnya saja membuat dia berhasil mencegah tubuhnya tidak terbanting roboh.
__ADS_1
"Keparat...! Siapakah engkau dan mengapa berani mencampuri urusan kami?" Si cambang menegur seorang lelaki yang tadi menangkis totokannya dan sekarang berdiri dengan tenang di depannya.
Laki-laki itu berpakaian seperti bangsawan, tampak gagah dan berwibawa. Wajahnya tampan, tubuhnya tegak dan padat berisi membayangkan tenaga yang halus dan amat kuat. Usianya kurang lebih dua puluh tujuh tahun.