
"Kita harus menjauhi mereka selama musim birahi" ucap Ristie.
"Asal jangan Mulan di bawa kembali kedunia manusia... Mulan akan ikut Ristie" angguk Mulan.
"Ristie sudah tidak bisa menghitung berapa kali musim birahi yang Ristie lalui. Memang suatu yang sangat menyiksa tapi harga kemanusiaan bagi Ristie adalah kesetiaan, itu yang membedakan dari hewan" ucap Ristie.
"Tapi setiap musim birahi Ristie selalu berada di dunia manusia jika kamu keberatan untuk kembali ke dunia manusia bagaimana jika kita pergi ke dunia Bunian" ucap Ristie.
"Dunia Bunian?, tempat apa itu?" tanya Mulan.
"Sama dengan dunia manusia dan dunia manusia-harimau, sebuah dunia gaib di dimensi lain yang di huni makhluk halus yang di kenal dengan manusia bunian" ucap Ristie.
Mulan berpikir sejenak sebelum mengiakan tawaran ratu Ristie.
"Sepertinya itu pilihan yang lebih baik ... Mulan setuju saja" ucap Mulan.
"Hmmm kalau begitu, ayo habiskan makan malam Mulan, kita harus bergegas" ucap Ristie lalu mengenakan topeng yang sama dengan topeng yang Mulan pakai.
"Kita harus keluar malam ini menjauh dari mereka ke suatu tempat, sebelum kaisar dengan balatentaranya menemukan kita dan selama perjalanan Mulan jangan menatap laki laki yang kita temui" ucap resti mengingatkan.
"Baik Ristie" ucap Mulan.
Saat itu sudah terdengar kegaduhan kegaduhan di luar istana, namun terdengar dekat dari tembok istana, bahkan sudah ada beberapa pria yang sudah memasuki lingkungan istana, sepertinya mereka sudah mengendus birahi Mulan dan Ristie.
"Ristie sayang... sudah berapa musim birahi aku menantimu, keluarlah berikan aku kesempatan memilikimu sekalipun cuma satu musim birahi saja" seorang pria sepertinya sudah berada di dalam tembok istana.
__ADS_1
Tidak hanya Mulan tapi Ristie pun terlihat resah saat sekekiling istana sudah di kepung oleh pria pria yang haus bercinta, tentu mereka tidak akan melewatkan kesempatan untuk berlomba mencoba menjadi pasangan ratu Ristie pada musim birahi kali ini.
"Manusia Harimau telah mengepung istana ratu Ristie. Mulan kita harus menghadapi mereka dengan berkelahi, Mulan harus selalu menemani Ratu Ristie" ucap ratu Ristie terus mensugesti Mulan supaya tak jatuh pada perangkap birahi manusia manusia harimau.
Tak tahan sekadar mengepung dan menunggu, akhirnya dua orang laki-laki masuk ke dalam Istana ratu Ristie. Dalam keadaan seperti itu, Mulan melihat keluar dan melepaskan topengnya. Ia berharap para lelaki itu akan lari pontang panting meninggalkan mereka.
Ristie melihat apa yang dilakukan Mulan dan segera menegurnya. "Mulan, tutuplah wajahmu. Demi Allah, lebih mudah bagi mereka mengikat jiwa Mulan setelah melihat wajah asli Mulan" kata Ristie.
Kedua laki-laki itu akhirnya berhasil masuk ke istana ratu Ristie dan sampai di hadapan Ristie dan Mulan. Seorang di antara mereka bukannya terlihat sedang terpesona oleh pesona birahi Ratu Ristie atau Mulan. Dia segera mencabut pedangnnya dan mengayunkan pedangnya kepada Ratu Ristie.
"Aiiih.. " jerit ratu Ristie tak menyangka kejadian seperti itu.
Dengan keberaniannya, Mulan menahan tebasan pedang tersebut dengan jarinya hingga beberapa jari-jarinya yang sangat indah tergores dan berdarah.
"Ahhhh..." Mulan pun tak menyangka kalau kekuatan tenaga dalam manusia harimau sangat hebat, padahal dia telah menyalurkan tenaga dalam penuh ke tangannya sebelum menangkis pedang. Bagi Mulan, keselamatan ratu Ristie menjadi prioritas utama. Ia tak peduli jika harus berkorban nyawa.
Ristie menjerit, memanggil pembantu laki-lakinya yang bernama Rabah. Lelaki satunya ikut mengayunkan pedangnya ke arah ratu Ristie. Lagi-lagi Mulan menahan tebasan pedang dengan tangannya yang masih utuh.
"tak" kali ini Mulan lebih waspada dia menyentil pergelangan tangan laki laki kedua hingga pedangnya terlepas dan di sambut Mulan.
Jeritan Ratu Ristie tak mampu meluluhkan hati penyerang yang telah dibutakan oleh kebencian. Tindakan Mulan dan darah mulan yang menetes dari jarinya justru membuat mereka bersikap lebih buas dan kejam.
Tiba-tiba kedua orang ini terkejut ketika mendengar suara orang tertawa, juga Mulan dan ratu Ristie berhenti bersilat dan menoleh ke arah sorang kakek berjenggot panjang yang tertawa-tawa dan tahu-tahu telah berada di dekat mereka.
Yang mengejutkan kedua orang manusia harimau itu adalah karena kehadiran kakek ini sama sekali tidak mereka ketahui dan hal ini saja sudah membuktikan bahwa orang tua itu bukan orang sembarangan.
__ADS_1
"Ha-ha-ha, nama Kaisar Habel Romir memang setinggi awan, akan tetapi mengapa para anggotanya hanya sebegini saja?" kata kakek yang mukanya merah sambil menyeringai lebar.
"Ahhh, Macan Merah, tentu saja karena mereka ini hanya orang-orang rendahan utusan kaisar. Betapa pun juga kurasa Kaisar Habel Romir bukan dewa-dewa yang berkepala tiga berlengan enam dan pandai terbang, ha-ha-ha!" ucap ratu Ristie.
Dua utusan Kaisar Habel Romir adalah pemuda-pemuda yang sudah digembleng selain ilmu silat tinggi, mereka juga sudah di suntikkan suatu hormon sehingga mereka seperti terprogram sebagai pembunuh musuh musuh Habel Romir. Mendengar ucapan-ucapan yang nadanya mengejek itu, dua orang di antara mereka tidak dapat menahan kemarahan lagi, meloncat ke depan sang kakek itu sambil berteriak hampir berbareng,
"Orang tua sombong, berani engkau menghina Kaisar Hebel Romir?"
"Kalian semua pemberontak, terimalah seranganku!"
Dua orang muda itu segera menerjang dengan pukulan keras ke arah sang kakek. Akan tetapi sang kakek-kakek yang diserang hanya tersenyum, sama sekali tidak gugup melainkan mengangkat kedua tangan nya dengan gerakan lambat, satu tangan menangkis dan tangan ke dua menampar dari samping.
Biar pun gerakan nya kelihatan lambat, namun aneh sekali, dua orang pemuda utusan kaisar Habel Romir itu tak dapat menghindar lagi.
"Ahhhh .... Ahhhhh" secara berbarengan pula, mereka mengaduh dan terpelanting tanpa dapat bangun kembali.
"Istana ratu Ristie sudah di kepung tentara kaisar Habel Romir, sekarang ratu harus tinggalkan istana" Ucap kakek yang bernama Rabah.
"Terima kasih macan merah" ucap Ristie pada Rabah dengan menyebut julukannya.
Mayat kedua orang pemuda itu di lemparkan macan merah ke luar tembok istana, dengan muka pada bagian pipi terdapat tanda telapak tangan hitam.
"Macan merah keluar kau" teriak balatentara menjadi marah sekali setelah menyadari teman mereka di bunuh macan merah.
Saat ratu Ristie bersama Mulan keluar gerbang istana di kawal macan merah, serta-merta balatentara menerjang mengeroyok sang kakek.
__ADS_1
Sambil tertawa-tawa, macan merah itu bergerak dan terjadilah pertempuran yang seru. Akan tetapi baru beberapa jurus saja, kembali empat orang tentara terpelanting dengan tanda telapak tangan hitam di tubuh mereka dan keempat orang itu langsung mati.