
"Asoka ... ada apa?" tanya kaisar Arkandra pada utusannya.
"Ampun kaisar... saya sedang di vila di mana Mulan berada, hamba siap dihukum karena tidak bisa menjumpai Mulan sebagaimana titah yang mulia kaisar" ucap Asoka.
Kaisar Arkandra mendengkus kurang berkenan dengan laporan Asoka utusannya.
"Hmmmm ... kenapa begitu?" tanya Kaisar kasar.
"Ampun kaisar... hamba terhalang oleh suami Mulan yang tidak mengizinkan hamba untuk berjumpa saudari Mulan" Asoka menunjuk ke ratu Ristie yang berdandan seperti laki laki.
"Oooo iya ... boleh saya bicara dengan sumi Mulan?" tanya Kaisar Arkandra menatap ratu Ristie.
"Iya.... saya suaminya" ucap Ristie.
"Saya dengar kalian datang dari dunia manusia benarkah?" tanya kaisar.
"Benar.. " jawab Ristie ketus.
Kaisar Arkandra tersenyum penuh arti, atau cuma berusaha berlaku ramah, saat melihat sikap Ristie yang kurang bersahabat.
"Saya ucapkan selamat datang di negri bunian" ucap kaisar Arkandra mencoba menyadarkan Ristie kalau mereka merantau dan dialah pemilik negri tempat mereka merantau.
"Orang asing.. saya dengar ada pembantu saya yang salah tangan kebablasan mengganggu saudari Mulan istri saudara, untuk itu saya sangat menyayangkan kejadian ini, Saya mohon maaf atas kejadian ini. Saya akan bertanggung jawab dengan kerugian yang di derita istri saudara sesuai adat kami luka di pampeh dan mati tentu di bangun"
"Sebemunnya boleh kah saya lihat keadaan istri saudara, semoga dengan melihat keadaanya saya dapat membantu pengobatan sakit yang istri saudara derita" ucap Kaisar.
Ristie berpikir kalau kaisar ada benarnya diapun mempersilahkan kaisar untuk melihat keadaan Mulan yang sedang menderita luka dalam serius.
__ADS_1
"Baiklah... mari ikuti saya" ucap Ristie tak keberatan.
Di kamar Mulan terlihat berbaring lemah tak berday, melalui alat yang di bawa Asoka utusannya, kausar Arkandra memperhatikan kondisi Mulan. Sementara itu Asoka utusan kaisar terlihat komat kamit membaca mantra.
"Istri saudara terluka dalam cukup serius dengan kultivasi yang rusak, tapi jangan kuatir saya akan mengirim seorang pelayan dan tabib istana yang akan merawat istri saudara. Saya juga akan menjamin kebutuhan hidup kalian selama di negri bunian bagaimana?" Tanya kaisar.
"Ok lah, kalau kaisar bertanggung jawab itu lebih baik dan saya setuju" ucap Ristie tapi masih curiga.
Saat Asoka selesai membaca mantra Mulan terlihat memperhatikan kaisar Arkandra dengan mata melotot, matanya mulai bersinar penuh semangat ada kepuasan tersendiri dalam menatap bayang bayang kasar Arkandra. Melihat ini Asoka memberi kode pada kaisar Arkandra kalau misinya sudah sukses.
"Asoka ... segera kembali dan kirim pelayan serta tabib istana untuk merawat saudari Mulan, ingatkan mereka untuk memperlakukan Mulan sebagaimana memperlakukan seorang ratu" ucap kaisar Arkandra penuh Arti.
****
Setelah kepergian Asoka dan pangeran Khuludan Ristie duduk di samping Mulan, dengan wajah agak cemas dan masih curiga dengan niat baik kaisar Arkandra. Ristie juga menaruh perhatian yang sangat istimewa terhadap Mulan yang telah dianggapnya menjanda tersebut. Oleh karena itu Riste mencoba mencarikan solusi bagi Mulan karena Ristie akan kembali mendampingi Velon Romir suaminya untuk memulihkan keadaan di Negri Cindaku. Sementara itu Ristie tak mungkin membawa Mulan yang sedang terluka kemedan perang.
"Tidakkah Anda ingin menikah wahai Mulan" tanya ratu Ristie.
Mulan hanya menjawab dengan nada sedih. "Dengan siapa Mulan akan menikah setelah dengan Kak Bara?"
Ristie menjawab dengan prihatin."Albara Sepertinya tidak akan mengingat Mulan lagi, tadi Ristie dengar kalau Albara suamimu sudah menikah dengan putri Hena, saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju kota Rindu Hati untuk berjuang melawan kaisar Arkandra"
"Bukankah Mulan juga sudah tak ingin bersamanya lagi, Jika anda ingin, Anda bisa menikah dengan seorang bangsawan manusia harimau dan bisa pula dengan seorang manusia Bunian" usul Ristie.
Mulan menjawab. "Jika dengan seorang manusia harimau, siapakah orang tersebut?"
Ratu Ristie menjawab, "Pangeran Khuludan juga bersedia menjadi suamimu jika Mulan mau"
__ADS_1
"Jika dengan bangsa bunian dengan siapa?" tanya Mulan.
"Itu lebih gampang bangsa bunian percaya kalau Mulan adalah titisan bidadari tercantik yang pernah turun ke bumi, Jangan orang biasa Kaisar Arkandra pun kabarnya memang sedang menginginkan Mulan" jawab Ristie.
Mulan bimbang mendengar usul ratu Ristie, dalam kondisi masih terpengaruh hormon gertak birahi Mulan memang membutuhkan laki laki untuk menyalurkan kebutuhan biologis yang sedang bergejolak, hingga usul ratu Ristie memang layak untuk di pertimbangkan.
Pangeran Khuludan juga tampan kepribadian nya menarik bahkan Mulan mulai merasa berhutang budi padanya, karena pangeran Khuludan sudah berkali kali menyelamatkannya. Mulan masih ingat pertemuan pertamanya dengan pangeran Khuludan saat dia bertempur dengan ratu Ledisya dan Mulan jadi jadian. Tidakpun karena jasanya simpati Mulan sudah tumbuh semenjak itu.
Sedangkan Kaisar Arkandra juga ganteng dia punya kedudukan, semenjak pertemuan melalui vidiocall tadi ada yang terasa aneh bagi Mulan. Wajah kaisar terbayang bayang di matanya ada kepuasan di jiwa Mulan saat menatap kaisar Arkandra. Namun yang lebih aneh lagi seperti ada kekuatan mistis yang membuat Mulan merasa sangat ingin melihat aslinya kaisar Arkandra.
Dalam kebimbangannya Mulan juga merasakan ikatan batin yang sangat erat dengan Albara suaminya. Mulan seperti merasakan betapa rindunya Albara pada dirinya. Mulan merasakan betapa cemasnya Albara memikirkan dirinya.
Mungkin ini yang di maksud sebuah gejala resonansi jiwa dua kekasih yang bhatinya telah terikat satu sama lain. Seperti dua potong besi pagar yang yang di las pada batangan besi, sekalipun mereka berjauhan satu di las di pangkal dan lainya di las di ujung batangan besi, tapi jika potongan besi di ujung di tokok, maka besi yang di pangkal juga akan merasakan getaranya.
"Tidak Ristie ... Mulan belum bercerai dengan suami Mulan. Jika Albara sumi Mulan ada di dunia bunian seperti yang Ristie katakan, rasanya lebih baik Mulan berkumpul dengan suami Mulan, kecuali jika Albara tidak mau menerima Mulan lagi" ucap Mulan masih bisa berpikir dengan waras.
"Baiklah jika begitu keinginan Mulan, tapi maaf jika Ristie tidak bisa membantu mempertemukan Mulan dengan Albara suamimu, karena hari ini Ristie harus kembali kedunia Cindaku untuk membantu kaisar Velon Romir melawan Hebel Romir" ucap Ristie.
"Tidak masalah Ristie.. nanti jika sudah enakan Mulan bisa usahakan sendiri.. uhuk uhuk uhuk" Mulan berusaha bangun tapi dadanya terasa sakit hingga kembali dia terbatuk.
"Mulan jangan bayak gerak dulu, istirahat lah Ristie akan menunggui Mulan hingga tabib dan pelayan yang akan merawat Mulan sampai" ucap Mulan.
"Terimakasih Ristie.... kamu baik sekali" ucap Mulan haru.
"Sepeninggal Ristie kamu hati hati ya, Ristie tidak yakin dengan niat baik kaisar Arkandra, untuk itu Ristie juga minta pangeran Khuludan membawa ajudan Ristie untuk merawat Mulan dan mengawasi mereka" ucap Ristie.
"Sekali lagi terima kasih Ristie" ucap Mulan.
__ADS_1