Bintangku

Bintangku
Pulih


__ADS_3

Aksana membuka matanya perlahan dan melihat kamarnya kosong, Bintang tidak ada kamarnya.


Aksana segera meraih teleponnya dan menghubungi Gry.


"Halo yang mulia apa ada yang Anda butuhkan?" tanya Gry dari seberang telepon.


"Apa kamu tahu Bintang dimana?" tanya Aksana.


Gry terdiam melihat ke arah Bintang yang ada didepannya sekarang.


"Gry?" Aksana memanggilnya karena tak mendapatkan jawaban langsung.


"Ratu sek...sekarang ada diruang kerja yang mulia" jawab Gry jujur.


"Apa yang sedang dia lakukan disana?"Aksana memicingkan satu matanya karena merasa heran, selama ini Bintang tidak pernah berada diruang kerjanya.


"Ratu hanya ingin membaca beberapa buku yang mulia" jawab Gry kemudian.


"Aku akan segera kesana" Aksana menutup teleponnya dan berjalan keluar dari kamarnya menuju ruang kerjanya.


Cekrek


Pintu ruang kerja terbuka, Aksana melihat Bintang duduk dikursinya sambil membaca sebuah buku sedangkan Gry berdiri didekat pintu untuk menyambut Aksana.


"Kenapa kau juga ada disini Gry?" tanya Aksana.


"I... Itu tadi, saya sedang menyiapkan berkas untuk kunjungan besok yang mulia dan tiba tiba Ratu mengetuk pintu kemudian masuk lalu mengambil sebuah buku dan mulai membacanya."jelas Gry.


" Sudah berapa lama dia disini?" tanya Aksana lagi.


" Sudah sekitar 15 menit yang lalu yang mulia" jawab Gry gugup karena dia tidak pernah berbohong pada Aksana sebelumnya.


"Baiklah kamu bisa menyiapkan berkas berkas nanti saja Gry, dan sekarang kamu bisa beristirahat terlebih dahulu" perintah Aksana.


"Baik yang mulia" Gry menunduk hormat dan berlalu dari ruang kerja.


Ruang kerja Aksana cukup luas sehingga percakapannya dan juga Gry didekat pintu hanya terdengar samar-samar oleh Bintang yang berada di kursi kerja milik Aksana.


"Ratuku sedang membaca apa?" Aksana menghampiri Bintang dan melihat ke arah buku yang sedang dibacanya.


"Kamu membaca sejarah kerajaanmu sendiri. Ini adalah Salah satu buku favoritku" Aksana tersenyum lebar pada Bintang.


Bintang tak bergeming masih Fokus membaca bukunya. Ya terkadang Bintang memang seperti ini jika sudah fokus akan sesuatu dia bisa mengabaikan yang lainnya.


"Aku ingin mengajakku makan malam diluar nanti, ditempat yang bagus. Aku ingin kamu mulai melihat keindahan dunia luar tidak hanya didalam kastil saja. Tapi syaratnya kamu tidak boleh takut melihat atau bertemu dengan orang-orang baru" ajak Aksana tapi Bintang masih fokus pada bukunya.


"Ya sudah kalau tidak mau tidak jadi, kita makan di kastil lagi saja" ucap Aksana melangkah meninggalkan Bintang.


Tanpa diduga Bintang berdiri dan menarik kaos Aksana dari belakang membuat langkahnya terhenti dan kemudian berbalik badan berhadapan dengan Bintang. Bintang menatap Aksana dan menggangguk tanda setuju.


"Baiklah, nanti kita makan malam dengan gaya yang sederhana saja ya" Aksana mengusap rambut Bintang ke belakang.

__ADS_1


Bintang menggangguk beberapa kali menandakan dia sangat setuju.


Jam menunjukkan pukul 19.00 Aksana sudah siap dengan kemeja merah hati dan celana panjang bahan berwarna hitam, memakai flatshoes santai berwarna senada dengan kemejanya. Bintang memakai dress selutut berwarna abu muda dengan stoking kaos kaki berwarna hitam, memakai sepatu santai berwarna senada dengan stokingnya serta slingbag mini berwarna hitam. Seperti biasa rambutnya terurai seatas pinggang dihiasi dengan jepit kecil mutiara berwarna abu abu bertengger di sisi kanan kepalanya.


"Kamu sudah siap Ratuku?" Aksana tersenyum sumringah melihat kecantikan isterinya tersebut. Bintang mengangguk.


"Tunggu sebentar" Aksana beranjak ke ruang pakaian dan kembali beberapa menit kemudian dengan sebuah syal di tangannya.


"Udara di Pluto sedang tidak bagus, apalagi di malam hari. Jadi kamu akan tetap aman memakai ini" Aksana melilitkan syal tersebut dileher Bintang dan menata rambutnya kembali.


"Syal ini pemberian Ibuku, jadi kamu harus merasa terhormat bisa memakainya. Sekarang syal ini aku berikan padamu sebagai orang yang aku sayangi dan sebagai generasi ratu setelah Ibuku" ucap Aksana membuat mata Bintang berkaca-kaca.


"Sekarang bukan saatnya menangis, nant diluar sana akan banyak mata yang melihatku jadi kamu harus tetap cantik. Ya meskipun bagaimanapun dirimu kamu tetap cantik di mataku. Hehe" Aksana tekekeh.


Bintang mengangguk dan melingkarkan lengannya pada lengan Aksana. Mereka lalu berjalan keluar kamar dengan beriringan.


Mereka berpapasan dengan Gry yang membawa beberapa berkas dan Grypun menunduk hormat.


"Semua sudah siap yang mulia, beberapa penjaga akan melakukan visi penyamaran berjarak" ucap Gry.


"Baiklah terimakasih Gry, maaf merepotkanmu untuk jadwalku besok" balas Aksana.


"Sama sekali tidak merpotkan saya yang mulia" Gry menunduk tidak enak. Aksana memang jarang sekali melimpahkan pekerjaan sepenuhnya ke orang lain jika dia punya waktu dia pasti selalu turun tangan sendiri untuk mengurusnya.


"Kami pergi dulu Gry" pamit Aksana diikuti anggukan dan kedipan mata dari Bintang membuat Gry teringat akan kejadian sore tadi.


"I...Iya yang mulia dan ratu bersenang-senanglah dan harus tetap berhati-hati" Gry menunduk hormat saat pasangan suami itu melangkah berlalu darinya. Gry menatap mereka dari belakang dengan perasaan dilema setelah kejadian sore tadi.


Gry sedang membolak balik beberapa berkas di sofa panjang depan meja kerja Aksana dan dia mendengar suara ketukan pintu.


"Masuk!" teriak Gry dari dalam.


Ceklek... Pintu terbuka dan Bintang berjalan masuk. Gry yang melihat kedatangannya langsung berdiri dan menunduk hormat.


"Ratu apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya Gry heran karena tak biasanya Bintang masuk ke ruang kerja Aksana. Bintang tak menggubris pertanyaan Gry dan berjalan lurus menuju rak buku besar dengan buku-buku yang tertata rapi disana.


"Apakah Ratu ingin membaca buku? disini hanya ada buku-buku yang sering dibaca oleh Yang Mulia buku-buku yang lainnya ada diperpustakaan kastil" tanya Gry yang mengikuti Bintang dari belakang. Bintang meraih buku bersampul biru tua dengan tulisan Pesona Kerajaan Bintang karya penulis terkenal dari Kerajaan Bintang yang sekarang tak tahu apakah ia selamat atau ikut terbantai.


"Yang mulai sangat suka membaca buku sejarah, yang paling banyak dan yang paling sering dibaca olehnya adalah buku tentang kerajaan Ratu" Ucap Gry masih berdiri sekitar 1 meter dibelakang Bintang.


"Oh tunggu sebentar saya akan merekomendasikan buku yang sudah ratusan kali dibaca oleh Yang mulia" Gry melangkah ke rak buku yang dekat dengan kursi kerja Aksana dan mengambil buku 1000 halaman bersampul hitam yang sudah pudar warnanya lalu menyerahkannya pada Bintang dan kembali berdiri dibelakangnya.


"Buku itu adalah hadiah dari pangeran anak pertama Kerajaan Bintang pada saat Aksana masih berusia 11 tahun dan waktu itu datang ke acara ulang tahun pernikahan Raja dan Ratu kerajaan Bintang. Yang mulia hadir bersama Raja dan Ratu Pluto dan disambut sangat baik disana kemudian Pangeran memberi hadiah sebuah buku ini saat tahu bahwa yang mulia menyukai buku sejarah, sejak saat itulah hingga saat ini sudah dibaca olehnya sekitar 200 kali" jelas Gry.


Bintang bisa melihat siapa pengarangnya dan disana tertulis 3 huruf inisial dengan font latin ADB. Bintang mengenal inisial ini dan tanpa sadar air matanya terjatuh. Namun ia segera mengusapnya dan mulai membuka lembaran- lembarannya. Gry tidak tahu jika Bintang menitikkan air mata karena dia membelakanginya. Bintang kemudian melangkah menuju kursi kerja Aksana dan duduk disana. Gry memutar tubuhnya menghadap ke arah Bintang duduk.


"Yang mulia sangat menyukai kerajaan Bintang semenjak pulang dari menghadiri pesta ulang tahun pernikahan dan rasa sukanya bertambah setelah membaca buku ini, yang mulia pernah seharian hanya membaca buku ini tanpa keluar dari kamarnya. Apa Ratu tahu apa alasan yang membuat yang mulia menyukai kerajaan Bintang itu? karena pada saat pesta berlangsung yang mulia melihat foto Ratu yang terpajang di dinding istana dan juga melihat Ratu pada saat perkenalan anggota kerajaan, namun sayangnya Ratu tidak muncul lagi hingga pesta berakhir dan sampai yang mulia kembali ke Pluto. Setelah itu yang mulia terus merengek pada ayahnya untuk dipertemukan denganmu tapi apalah daya planet kecil ini tak kuasa mewujudkan keinginan besar seperti itu. Pada saat usia 13 tahun menuju 14 tahun yang mulia mengajukan hadiah ulang tahun ingin bertemu denganmu tapi ayahnya tak bisa memenuhinya hingga akhirnya yang mulia nekat mengirim surat diam-diam kepada raja Sirius untuk meminta izin ingin bertemu denganmu. Namun tidak ada balasan sama sekali dan juga tidak tahu apakah surat itu sampai di tangan raja Sirius atau tidak. Hingga pada saat yang mulia berusia 15 tahun raja Sirius datang kemari karena ada hal yang harus di diskusikan. Yang mulia sangat senang mendengarnya dan menerobos masuk ke ruangan ayahnya karena dia pikir Ratu ikut bersamanya tapi ternyata Raja Sirius hanya datang bersama ajudannya. Pada saat itu ayahnya sangat malu karena Sikap tidak sopan yang dilakukan oleh yang mulia dan takut raja Sirus akan tersinggung. Tetapi tanpa diduga raja Sirius justru tertawa dan menepuk pundak Yang Mulia seperti menepuk pundak anak laki-lakinya sendiri, lalu raja Sirius berkata bahwa nanti dia akan menjodohkannya dengan putrinya anak ke 7 jika dia berhasil naik tahta menggantikan ayahnya. Tentu saja hal itu membuat yang mulia senang setengah mati. Yang mulia terus belajar dan berusaha dengan sangat keras untuk bisa cepat naik tahta dan benar saja saat usianya yang menginjak 17 tahun yang mulia berhasil dilantik menjadi raja ke 9 planet Pluto. Namun setelah itu perjalanan buruk dimulai. Ayahnya jatuh sakit dan meninggal dunia disusul Ibunya juga. Rupanya itulah alasan kenapa raja Sirius ingin membuatnya cepat naik tahta karena Raja Sirius tahu bahwa usia ayah dan Ibu yang mulia tidak lama lagi. Setelah kedua orang tuanya meninggal ekonomi planet melemah perampokan dan pemberontakan muncul dimana-mana hingga datang juga beberapa planet lain yang ingin menguasai Pluto. Yang mulia yang baru saja dilantik masih sangat bingung dan hampir putus asa menghadapi semuanya. Namun disaat itulah bantuan dari kerajaan Bintang datang yang membuat planet Pluto berangsur angsur membaik hingga pulih sepenuhnya seperti sekarang ini. Pada saat semua kembali pulih raja Sirius mengatakan ingin segera mempertemukan yang mulia dengan Ratu dan segara menikahkan kalian namun belum sempat itu terjadi datang lah berita yang menggemparkan tentang Kerajaan Bintang. Yang mulai ikut membantu tapi akses masuk Kerajaan Bintang sudah dijarah semua. Yang mulia tidak menyerah dan terus mencari cara untuk bisa masuk. Hingga pada hari dimana keluarga Ratu dibantai yang mulia berhasil masuk namun sayangnya dia terlambat dan hanya bisa menyelamatkan Ratu saja. Itupun kondisi Ratu sudah di ambang kematian. Namu yang mulia tetap tidak putus asa dan yakin bahwa Ratu akan baik-baik saja, dan ya seperti ini sekarang hasilnya." Gry berhenti bicara memandang wajah ke arah Bintang yang tidak merespon masih fokus dengan bukunya.


"Maaf Ratu jika saya sudah terlalu banyak bicara, saya akan meninggalkan ruangan ini dan tidak akan mengganggu lagi. Selamat membaca" Pamit Gry yang merasa sudah kelewat banyak bicara. Gry menunduk hormat dan berbalik akan meninggalkan Bintang, namun...


"Gry..." langkah Gry terhenti mendengar namanya dipanggil. Gry langsung membalikkan badannya kembali dan melihat Bintang sedang melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Apa tadi Ratu baru saja memanggil namaku?" Gry bertanya tak percaya.


"Aku ingin minta tolong padamu" ucap Bintang kemudian.


"Ratu sudah bisa berbicara? Sejak kapan? Apa yang mulia sudah tahu?" tanya Gry runtut karena masih terkejut sekaligus senang.


Bintang menggeleng.


"Kalau begitu aku akan memberitahunya sekarang, yang mulia pasti sangat senang" Gry berhambur meraih telpon yang ada di meja didepan Bintang. Tapi Bintang menahannya.


"Jangan Gry, sekarang belum saatnya. Aku ingin kamu membantuku" ucap Bintang memohon.


Gry terdiam sejenak dan kemudian menghela napasnya.


"Ratu ingin aku membantu apa?" tanya Gry penasaran.


"Tolong bantu aku untuk bisa menghadiri pesta semesta" ucap Bintang kemudian.


"Tapi kenapa Ratu? Itu sangat berbahaya karena Blackhole juga akan ada disana" tanya Gry heran.


"Justru karena blackhole akan ada disana maka dari itu aku ingin bertemu dengannya" jawab Bintang yang membuat Gry semakin heran.


"Yang mulia Ratu..." Gry memanggilnya dengan penuh penekanan agar Bintang tahu resiko apa yang akan dihadapi jika mereka tetap menghadiri undangan.


"Aku melihatnya dari tangan Aksana Gry, kau tahu bahwa ramalan dari kerajaan Bintang tidak pernah ada yang melesat. Karena kami sesungguhnya tidaklah meramal tapi kami benar-benar melihat masa depan seolah itu adalah sebuah masa lalu yang sudah terjadi" ucap Bintang meyakinkan.


"Apa yang Ratu lihat dari masa depan itu?" tanya Gry kemudian.


"Aku tidak bisa menceritakan detailnya Gry, karena kami tidak boleh melakukannya. Kami hanya boleh memberikan saran atau nasehat pada orang orang yang bersangkutan. Yang jelas dengan kehadiran kita disana akan merubah masa depan kita, bukan hanya masa depan planet pluto ataupun Kerajaan Bintang tapi semua semesta ini akan berubah menjadi lebih baik" ucap Bintang serius.


"Lalu apa yang akan terjadi jika kita tidak datang?" tanya Gry mulai terbawa emosi.


"Kita tidak bisa merubah apa yang terjadi dimasa lalu Gry begitupun dimasa depan, bahkan sekarang aku berbicara padamu disini adalah bagian dari masa depan itu. Jadi apapun yang terjadi kita akan tetap datang kesana" tegas Bintang.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Ratu? Aku tahu, selama ini meskipun Ratu diam tapi Ratu tahu segalanya" ucap Gry yang memang tidak pernah meremehkan isteri yang mulianya itu. Bagaimanapun dia adalah keturunan bangsawan, kecerdasan dan martabatnya sudah melekat pada dirinya bahkan sebelum dia dilahirkan.


"Kita ikuti saja alurnya" Bintang bersandar sambil melemparkan pandangannya kesembarang arah.


"Kalu begitu aku tidak perlu melakukan banyak hal karena pasti kita tetap akan hadir kesana, dan apa yang harus aku lakukan untuk membantu Ratu?" tanya Gry lagi.


"Tolong rahasiakan kalau aku sudah kembali, aku sudah bisa berbicara dan bukan orang yang mengalami gangguan jiwa lagi" jawab Bintang.


"Ta...ta...pi yang mulia sudah sangat tersiksa melihat Ratu selama ini, dia berusaha sangat keras agar Ratu cepat pulih" Gry merasa kasihan pada Rajanya.


"Sekarang bukan waktunya Gry, dia akan tahu pada waktu yang tepat dan itu tidak lama lagi"


"kalau begitu beritahu padaku sejak kapan Ratu pulih?" Gry penasaran.


"Sore ini Gry setelah aku melihat masa depan dari tangan Aksana" jawab Bintang yang semakin membuat Gry tidak mengerti tentang kekuatan ataukah sekenario apa yang dibuat oleh Ratunya ini. Ternyata yang dia dengar selama ini benar bahwa  kadang apa yang dilakukan oleh orang-orang dari Kerajaan Bintang sulit untuk dilogika, namun faktanya semua itu benar-benar terjadi.


Gry pamit keluar dari ruang kerja setelah setuju pada apa yang dia sepakati dengan Bintang dimulai dari membohongi Aksana yang juga datang ke ruang kerjanya. Gry bukan hanya seorang ajudan bagi Aksana tapi dia juga seorang penasehat yang tidak bisa diremehkan kepintarannya, tapi entah kenapa kali ini dia percaya pada semua yang Bintang katakan meskipun isi kepalanya seakan dikocok-kocok, apa yang sebenarnya Bintang rencanakan dan bagaimana masa depan yang akan terjadi nanti. Kenapa semua perkataan Bintang tidak ada yang bisa dia cerna.

__ADS_1


__ADS_2