
Islam Palestina
Nasibmu malang
Malammu tak tenang
Nyawamu terancam melayang
Telan pahit kehidupan
Lelah akan momok tembakan
Seakan kebal dengan tuntutan pengorbanan
Aku bangsamu
Beda nasib, beda tempat
Bersama kekurangan yang menghambat
Nyaliku ingin pula menahan ledakanmu
Nyawaku tak sabar mati sahit bersamamu
Namun sa’at ini hanya do’a yang temani jihatmu
Palestina, islam terancam
Indonesia, islam berang
Yahudi harus di musnahkan
Thank You Allah
Ya Allah . . ,
Atas segala nikmatmu,aku bersyukur kepadaMu . . .
Atas segala rahmatmu,aku berlindung kepadaMu . . .
Kau ajarkan aku tuk bersabar,atas musibah yang menimpa . . .
Ajarkan aku tuk slalu bersyukur atas apa yang ada . . ,
Tanpa merasa kekurangan suatu apapun . . .
Ya Allah . . ,
Kau berikan nikmat hidup ini kepada kami . . .
Begitu banyaknya nikmat yang Kau berikan . . ,
Sehingga,kami tak mampu menghitungnya . . .
Dan kami mendapatkan rahmat dan karunia
Yang tak terhingga yang telah Kau berikan kepada kami . . .
Ya Allah . . ,
Dengan otak,kami bisa berfikir
Dengan mata,kami melihat indahnya dunia . . .
Dengan hidung,kami menghirup udara segar . . .
Dengan mulut,aku bisa berbicara saat ini . . .
Dengan telinga,kami mendengar suara nan merdu . . .
Dengan tangan,kami melakukan banyak hal . . .
Dengan kaki,kami berjalan dan melangkah . . .
Ya Allah . . ,
Sungguh berlipat ganda nikmat yang telah kau berikan pada kami
Terutama,nikmat terbesar yang sejak dahulu ada
Yaitu nikmat Iman dan Islam
Yang dimiliki kaum muslim dan muslimat
Thank You, Allah . . .
Perjuangan Dakwah
Saat ku tersendat di jalan dakwah
Terasa berat mengemban amanah
Serasa pulang dari medan mu'tah
Yang berjuang sampai berdarah - darah
Kurenungi dengan akal sehatku
Inikah jalan yang mereka rindu
Yang Rasulullah bilang mereka sahabatku
Ku meratap luasnya langit
Berharap keluar dari dunia yang sempit
Dari dunia yang fana
Yang selalu tertimpa bencana
Mungkin inilah jalan yang harus kutempuh
Sebuah metafora jalan dakwah
Ku harus terus melakukannya tanpa keluh
Sampai ku berpijak di pelataran jannah
Sebelum Nyawa Terlepas Raga
Ketika tahta menguasai jiwa
Ketika mimpi tak beralas hati nurani
Tak peduli apa kata mereka
Bahkan Tuhan pun dianggap tiada
Saat logika berpikir nafas tak berakhir
Saat jiwa merasa menang tak kan ada lawan
Tak ada rasa takut akan hari kemudian
Karna rasa itu tlah tertutup bisikan syetan
Sadarlah wahai jiwa yang zolim
Kemenangan yang kau rasa sebenarnya adalah kekalahan
Surga yang kau rasa di dunia, sesungguhnya jalanmu ke neraka
Segeralah bersujud mohon ampunaNya
Sebelum nyawa terlepas dari raga
Tidak kah cukup bagimu tertulis berita
Kematian Fir'aun yang melegenda
Wanita Shaleha
Senyumnya..
Bagaikan tanda kelembutan tutur katanya
Dihiasi dengan wajah yang berseri
Bagaikan buktu ketaatan ibadahnya
Rambut yang terbalut indah oleh hijabny
Tangan yang cantik karena pacarnya
Berjalan dengan tertunduk....
Bagaikan wanita yang menjaga martabatnya
Kitab....
Tergenggam erat di tangannya
Bukti wanita cerdas
Yaang mampu memilih keputusan
Dengan baik di sertai senyum
Indah...
Kata yang pantas untuknya
Bukti kebaikan pribadinya
Wanita yang baik akhlaknya
Kelembutan yang membuatnya mempunyai banyak teman
Akhlak yang membuatnya merasa tentram
Hijab yang membuatnya merasa terjaga
Agama yang membuatnya di cintai
Dialah wanita saleha
Tempat Yang Hanya Milik-Mu
Bukan kepalsuan yang ku mau
Bukan kesemuan yang ku butuhkan
Hanya sebuah tempat
Yang bisa terima hinanya aku
Ku temukan itu di Sisi-Mu
Terlihat dalam Agung NamaMu
Tempat terindah yang hanya Milik-Mu
Tempat terindah yang hanya di SisiMu
Tempat yang bisa terima kotornya aku
Yang beri bahagia dalam ketenangan
Sungguh kepalsuan tiada padanya
Kesemuan pun mustahil ada padanya
Wahai Dzat Penggenggam Jiwa
Jiwa-jiwa hidup dan jiwa-jiwa mati
MerinduMu dalam lembar penghambaan
Berharap diterima di tempat yang hanya MilikMu.
Senja Romantis
Aku berjalan
Di tengah padang
Sendiri..
Angin meliuk-liuk
Meniup ilalang
Pasir, bebatuan
Bermain tanpa batas
Di langit indah
Sekawanan burung pulang
Kembali ke sarang
Tempat menanti pasangan
Aku mengaduh
Duhai,
Aku di sini
Berkawan sepi
Langkah kaki
Semakin lelah bernyanyi
Aku masih di sini
Sendiri..
Menanti senja romantis
Mengisi hati…
Senja Dalam Luka
Ini sudah senja yang keseribu sayang
Begitu usang kutanggung sebuah penantian
Diam di sela angin yang bungkam
Alam mematung menadah hujan
Luka ini takkan sembuh sayang
Terlalu dalam kau goreskan di hati kelam
Membisu menatap hari semakin temaram
Jingga bergeser memeluk malam
Aku hanya bisa menuliskan beberapa aksara
Menggumpal dalam kalimat menyapa
Tentang rindu, cinta, dan airmata
Di seberang malam kau akan merasa
Entahlah, hingga kapan saya masih bertahan
__ADS_1
Bayanganmu tak pernah hilang
Menyapaku dalam tenang malam
Lembut, hangat menyatu dalam perasaan
Aku ingin menutup senja di depan jendela
Harapanku pudar dalam penantian sia-sia
Bersama malam yang tiba dalam kerudung hitam
Akhir penantian kuucapkan selamat malam
Senja Romantis
Aku berjalan
Di tengah padang
Sendiri..
Angin meliuk-liuk
Meniup ilalang
Pasir, bebatuan
Bermain tanpa batas
Di langit indah
Sekawanan burung pulang
Kembali ke sarang
Tempat menanti pasangan
Aku mengaduh
Duhai,
Aku di sini
Berkawan sepi
Langkah kaki
Semakin lelah bernyanyi
Aku masih di sini
Sendiri..
Menanti senja romantis
Mengisi hati…
Senja Dalam Luka
Ini sudah senja yang keseribu sayang
Begitu usang kutanggung sebuah penantian
Diam di sela angin yang bungkam
Alam mematung menadah hujan
Luka ini takkan sembuh sayang
Terlalu dalam kau goreskan di hati kelam
Membisu menatap hari semakin temaram
Jingga bergeser memeluk malam
Aku hanya bisa menuliskan beberapa aksara
Menggumpal dalam kalimat menyapa
Tentang rindu, cinta, dan airmata
Di seberang malam kau akan merasa
Entahlah, hingga kapan saya masih bertahan
Bayanganmu tak pernah hilang
Menyapaku dalam tenang malam
Lembut, hangat menyatu dalam perasaan
Aku ingin menutup senja di depan jendela
Harapanku pudar dalam penantian sia-sia
Bersama malam yang tiba dalam kerudung hitam
Akhir penantian kuucapkan selamat malam
Lenteraku
Piringan matahari hampir lenyap di tepi langit
Berganti malam yang dingin merasuk kulit
Kau bagaikan senja
Yang datang sekejap membawa luka
Katanya kau hadir bagai lentera
Penyambung hidupku yang dirundung duka
Melambungkanku di atas mega
Lalu jatuh bersama rintik air mata
Tak sempat aku goreskan tinta
Tuk menuliskan kisah hidupku yang gelita
Kau yang datang lalu hilang entah kemana
Jauh di dasar sukma aku cinta
Cinta yang menenggelamkanku
Menghancurkanku
Di saat detik-detuik berbahagiaku
Kau meningalkanku
Bodohnya aku yang dibutakan oleh rasa
Merelakanmu pergi bersama dia
Di penghujung September ini
Aku rela melepasmu
Mengikhlaskan kepergianmu
Daripada cintaku dimadu.
Senja Romantis
Aku berjalan
Di tengah padang
Sendiri..
Angin meliuk-liuk
Meniup ilalang
Pasir, bebatuan
Bermain tanpa batas
Di langit indah
Sekawanan burung pulang
Kembali ke sarang
Tempat menanti pasangan
Aku mengaduh
Duhai,
Aku di sini
Berkawan sepi
Langkah kaki
Semakin lelah bernyanyi
Aku masih di sini
Sendiri..
Menanti senja romantis
Mengisi hati…
Senja Dalam Luka
Ini sudah senja yang keseribu sayang
Begitu usang kutanggung sebuah penantian
Diam di sela angin yang bungkam
Alam mematung menadah hujan
Luka ini takkan sembuh sayang
Terlalu dalam kau goreskan di hati kelam
Membisu menatap hari semakin temaram
Jingga bergeser memeluk malam
Aku hanya bisa menuliskan beberapa aksara
Menggumpal dalam kalimat menyapa
Tentang rindu, cinta, dan airmata
Di seberang malam kau akan merasa
Entahlah, hingga kapan saya masih bertahan
Bayanganmu tak pernah hilang
Menyapaku dalam tenang malam
Lembut, hangat menyatu dalam perasaan
Aku ingin menutup senja di depan jendela
Harapanku pudar dalam penantian sia-sia
Bersama malam yang tiba dalam kerudung hitam
Akhir penantian kuucapkan selamat malam
Lenteraku
Piringan matahari hampir lenyap di tepi langit
Berganti malam yang dingin merasuk kulit
Kau bagaikan senja
Yang datang sekejap membawa luka
Katanya kau hadir bagai lentera
Penyambung hidupku yang dirundung duka
Melambungkanku di atas mega
Lalu jatuh bersama rintik air mata
Tak sempat aku goreskan tinta
Tuk menuliskan kisah hidupku yang gelita
Kau yang datang lalu hilang entah kemana
Jauh di dasar sukma aku cinta
Cinta yang menenggelamkanku
__ADS_1
Menghancurkanku
Di saat detik-detuik berbahagiaku
Kau meningalkanku
Bodohnya aku yang dibutakan oleh rasa
Merelakanmu pergi bersama dia
Di penghujung September ini
Aku rela melepasmu
Mengikhlaskan kepergianmu
Daripada cintaku dimadu.
Sendu merindu
Pagi ini enggan rasa untuk bangun
Ku buka jendela, masih banyak rintik hujan menetes di tepi teras ku
Aku berharap matahari datang lebih awal
Menyinari genangan hujan yang masih tersisah
Merindu sungguh aku rindu
Hatiku terasa sendu, pilu yang melengggu
Kian memicu aroma tubuh mu di pikiranku
Namun, aku tau itu telah berlalu
Berlalu menyisakan kisah dan luka
Membuat cerita di goresan luka nya dengan imajenasi di kisah nya
Aku rela
Senjaku
Ketika proses mulai menjadi angka
Dan senja pergi meninggalkan mentari
Tak satupun terlihat terang
Begitupula di kejauhan
Keheningan terbias dan menunggumu
Namun senja tak pernah mengingkari
kesepakatan pergi dan selalu kembali esok hari
Tak pernah lari
Selalu tiba sempurna waktu
Menunggu mentari dan pergi bersamannya
Tak kau sadari betapa indah hari itu
Batapa indah ombak berderu
Menyerbu bibir pantai
Seakan membawa rindu yang hanyut bersamamu
Aksara Senja
Bias jingga di ujung cakrawala
Terukir indah dalam remang
Lembayung menata warna
Di garis lurus sang surya senja
Embusan bayu
Membelai pucuk riak
Berkejaran menuju pantai
Menghempas di tepian karang
Pecah berderai menciprak pasir
Camar kepakkan sayap
Terbang edari tiang sampan
Memekik di antara desiran angin
Lalu pergi tinggalkan jejak
Redup lentera bahtera nelayan
Datang menghampiri gelap
Meninggalkan pesisir pantai
Berharap anugerah akan datang
Menjingga Bersamamu
Ada kata yang sulit terucap
Ada bibir yang enggan bicara
Ada rasa yang enggan tuk diam
Ada rindu yang terus menguar
Semua itu karena kamu
Karena kamu yang kurindu
Karena kamu yang kucinta
Karena kamu rasa itu ada
Kau tahu,
Senja itu seperti kamu
Tak pernah bisa tergapai dengan jemariku
Tak bisa teraih oleh jutaan rindu
Terkadang,
Aku ingin seperti angin
Yang membawa puing kenangan
Yang membawa sejuta asa.
Aku ingin menjadi sejuta cahaya
Yang bisa membiaskan keindahanmu
Yang menjingga di langit sore
Yang bersinar layaknya senja
Tentu saja tak bisa
Aku hanyalah aku
Yang hanya punya kenangan biasa
Yang kebetulan ada kamu di dalamnya.
Senjakala
Satu dua kata yang kuganti
Tuk memanggil kembali
Bait-bait kenang dalam simfoni langgam hati
Bukan puisi,Tetapi rangkaian ujar berima sunyi
Senandung elegi
Satu dua ingatan pergi
Bersama pupus ribuan denah mimpi
Bukan puisi,
Hanya dongeng angan yang begitu teringini
Tak mungkin kembali
Lantunan soliteri
Dari bayang pantul bias asa
Kupincing di antara sela,
Celah cahaya di kiasan rona selaksa jingga
Lembayung senja
Puisi yang hasilnya pun merindu kata
Dalam satu dua senyawa warna
Di bait-bait cinta
✕
TUTUP
PANTUN CINTAPANTUN NASEHATPANTUN JENAKAPANTUN TEKA TEKI
BERANDA / PUISI CINTA
#131 Puisi Cinta Dalam Diam Syahdu, Tenang, Dan Sedih
Ads by optAd360
Puisi cinta dalam diam adalah puisi yang mengungkapkan isi hati seseorang yang sedang jatuh cinta, namun ia tak sanggup menyatakannya.
Sehingga cintanya hanya tersimpan di dalam hati. Tidak diketahui kecuali oleh dirinya sendiri.
img:pixabay.comBerikut sebagian dari puisi-puisi cintayang begitu sedih karena tak terungkapkan.
Ads by optAd360
Jatuh Cinta
Dhuhur, 3 Ramadhan 1440 H
Saat kutatap wajahmu,
Tiba-tiba terbit perasaan
Yang tak pernah kurasa sebelumnya.
Antara bahagia, suka, juga
Sedikit rasa cemas.
Setiap kupandangi wajahmu,
Tiba-tiba hatiku tersenyum.
Dan mengalir pula rasa bahagia.
Entah karena apa?
Mungkinkah aku sedang jatuh cinta?
Ataukah sekedar rasa kagum saja.
Ads by optAd360
Ah,
Biarlah. Kusimpan rapi-rapi perasaan ini.
Saat Jatuh Cinta, Kutulis Puisi Nan Indah
Segalanya tentangmu...
...adalah keindahan.
Senyumanmu,
Binar bola matamu,
Bibir merahmu,
Pipi putih,
Bahkan sekedar cara dudukmu:
Uh, indah. Hanya indah.
Aku ingin menatapmu dari jauh. Menyaksikan segala yang terbaik darimu.
Ingin kuperhatikan bagaimana tangan-tangan kebahagiaan, mengulurkan persembahan untuk hidupmu.
Aku jatuh cinta padamu. Ya, sekali lagi aku katakan, aku jatuh cinta padamu
__ADS_1
Tapi aku tak mau mengganggu diriku dengan segala rasa ini.