Black Fire Sword Wielder

Black Fire Sword Wielder
1.Permulaan


__ADS_3

Kanto Pov


Setelah aku diterima di rumah ini kakek jozo bilang ada satu syaratnya


"Kau harus menjadi kuat"


Begitulah katanya, aku pun mengangguk mengiyakan ucapan kakek jozo


"Baik lah untuk membuat mu menjadi kuat, kau akan kuajari teknik bela diri menggunakan berbagai senjata yang ada"


"Senjata yang ada?"


Kakek tersenyum kecil.


"Ya seperti yang aku bilang, kau akan menggunakan berbagai senjata"


Aku yang bingung pun lalu bertanya


"Mengapa aku harus latihan bela diri? Bukannya aku harus latihan sihi-"


"Itu karena energi sihir mu lemah, maka dari itu aku akan mengajari mu teknik yang kubilang tadi"


Oke aku mengerti jadi karena aku tidak punya banyak energi sihir, maka aku harus menjadi petarung jarak dekat yang menggunakan pedang atau..... tombak? Keluarga ku adalah salah satu keluarga penyihir terhebat di kerajaan ini, jadi aku tidak terlalu tau tentang pertarungan jarak dekat, tapi mungkin ini adalah kesempatan yang bagus untuk membuat ku menjadi kuat.


"Baiklah jika itu membuat ku menjadi kuat maka akan ku lakukan apapun!"


"Yosh baguslah kalau begitu ikut aku"


Kakek jozo pun pergi kebelakang rumah, aku pun mengikutinya pergi kebelakang rumah, saat itu aku melihat sebuah... gubuk? Tidak, Gudang?, kakek jozo pun masuk kedalam gudang atau gubuk itu.


"Kemarilah kanto"


Aku pun mengikuti kakek jozo dari belakang, ketika aku masuk kedalam gudang itu aku melihat banyak sekali senjata seperti pedang, tombak, golok panah, bahkan ada perisai juga.


"Hebat, dari mana kakek membuat senjata ini?"


"Hahaha aku yang membuat semuanya!"


Aku mengerut kan kedua alisku


"Kakek berbohong itu tidak baik lo"


"Aku tidak berbohong, itu karena aku adalah seorang penempa senjata"


Kakek ini adalah penempa senjata?, yah kalau di lihat dari fisiknya memang dia terlihat masih muda


"Omong omong berapa umur kakek?"


"Umurku mungkin sekitar 50"


Yah tidak terlalu tua sih.


"Jadi kakek akan mengejari ku menggunakan senjata senjata yang tadi kakek bilang?"


"Ya itu benar, ini dibutuh kan untuk berburu dan juga bertahan hidup"


"Baiklah"


Normal pov


.


.


.


.


.


.


.


.


Setelah mengambil beberapa peralatan kanto dan kakek jozo pun pergi keluar dari gudang dan pergi entah kemana


"Sekarang kita mau kemana kek?"


"Tentu saja berlatih bukan?"


Kanto sempat terkejut


"Kakek yang akan melatihku?"


"Tentu saja"


"Baiklah"

__ADS_1


Mereka pun pergi berlatih di dekat gudang karena di sana sepi, cocok untuk berlatih


"Pertama aku akan mengajari mu cara menggunakan pedang"


Lalu kakek jozo memberikan kanto pedang besi yang berukuran sedang.


"Ayunkan lah pedang itu secara terus menerus"


"Ehh sampai kapan aku harus mengayunkannya?"


"Jika sudah aku beritahu, tapi jika belum ku beritahu jangan berhenti oke?"


"B-baik"


Kanto pun terus mengayunkan pedangnya hingga ia merasa terbiasa terhadap pedang itu,


'Aku sepertinya sudah terbiasa dengan pedang ini'


Kakek jozo tersenyum melihat kanto yang sepertinya sudah terbiasa dengan pedang nya


"Baiklah sudah cukup."


Kanto pun menghentikan ayunan pedangnya


"Kau bisa merasakannya?"


"Ya, sepertinya aku sudah sedikit terbiasa mengayunkan pedang seperti itu"


"Ya tapi itu belum cukup"


"Ya aku tau!"


Kakek jozo pun mengambil kembali pedang nya dan menaruhnya kembali di gudang.


"Kali ini kau akan mempelajari cara tombak dan senjata lainnya"


"B-baik!"


Time skip 6 bulan.


.


.


Kanto pov


Ya sudah 6 bulan aku tinggal bersama kakek jozo banyak hal yang kupelajari saat tinggal bersamanya, seperti berburu.


Tapi walau begitu tidak hanya berpedang, aku juga bisa menggunakan senjata senjata lain.


Aku sudah menguasai sihir yang bernama physical strengthening dengan menngunakan sihir itu tubuh ku berasa sangat ringan sehingga aku sendiri bisa sangat lincah ketika menggunakan pedang.


Saat ini aku dan kakek jozo sedang berada dihutan untuk berburu lagi


Aku juga sudah memegang pedang, dengan begini persiapan sudah selesai, dan ketika aku berpikiran begitu ada beruang hitam yang besar nya 2 kali lipat dari beruang lain sedang memakan sebuah rusa.


"Kakek lihat itu"


Kakek melihat nya dan muka nya mulai agak berkeringat


"Kanto kita harus kabur"


Aku yang penasaran pun bertanya kepadanya


"Kenapa kek? Kakek kelihatannya cemas"


"Itu adalah salah satu penguasa hutan ini, dia adalah crow bear"


Crow bear? Ah iya kalau tidak salah aku pernah mendengar kakek menceritakan tentang lima penguasa hutan ini.


Yang kelima adalah silent rabbit, seperti namanya dia adalah seekor kelinci, tapi yang menyeramkan dari kelinci ini adalah saat dia melihat atau mengincar mangsa nya maka tubuh dan hawa keberadaan nya akan menghilang, lalu setelah itu dia akan memakan leher sang korban hingga kepala nya terputus dari tubuhnya, lalu memakan semuanya.


Yang keempat adalah crow bear, dia adalah seekor beruang yang ukurannya 2 kali lipat dari beruang biasa dan juga dia sangat kuat, dikatakan bahwa dia bisa mengangkat 1 rumah.


Yang ketiga adalah Black eagle, black eagle memiliki tubuh manusia dan berkepala elang, dikatakan bahwa dia juga punya kecerdasaan yang tinggi dan bisa berbicara layaknya manusia.


Yang kedua adalah night snake, night snake adalah ular yang berukuran sangat besar, tidak ada yang tahu pasti berapa besarnya, dan dia hanya aktif pada malam hari, memakan makhluk makhluk besar seperti babi hutan bahkan manusia.


Dan yang pertama adalah White dragon lord, dia adalah seekor naga yang menguasai hutan ini, kekuatan tempurnya masih belum jelas, namun dia pernah membumi hangus kan 1 kota dalam waktu beberapa jam.


Dan sekarang kami melihat crow bear salah satu dari penguasa hutan ini, apa yang harus kita lakukan?


"Apa yang harus kita lakukan kek?"


"Kita akan kabur lalu-"


Sebelum kakek jozo menyelesaikan omongan nya tiba tiba crow bear melihat kearah kami dengan tatapan lapar, lalu dia berlari kearah kami dengan sangat cepat.


"KAKEK!"

__ADS_1


Kakek jozo pun terlempar jauh setelah terkena pukulan crow bear, lalu aku pun siap dalam posisi mengambil pedang dan tombakku.


"PHYSICAL STRENGTH!"


Aku memakai sihir ku, lalu mulai menyerang crow bear. Crow bear ini tidak hanya besar dia juga lincah, dia menghindari semua serangan ku tanpa terlihat kesulitan.


Setelah itu dia bersiap menyerang balik, dan saat aku lengah dia memukul ku dengan kuat hingga aku terlempar ke pohon, itu membuat ku muntah darah, ck sial aku tidak bisa bergerak, crow bear terlihat kemari dengan tatapan lapar nya lalu dia bersiap menyerang ku, tapi tiba tiba kakek jozo melindungi ku dan pundak nya terlihat digigit oleh crow bear, setelah itu pandangan ku langsung gelap.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Normal pov


Terlihat kanto sedang tersudut dan hampir dimangsa oleh crow bear kakek jozo yang menyadari itu pun melindunginya dengan mengahadang crow bear tepat pada saat crow bear ingin menggigitnya.


"K-kau tak a-apa k-kanto?"


Terlihat pandangan kanto yang menggelap, lalu 2 tanduk api bewarna hitam mulai muncul dari jidatnya.


crow bear pun menyingkirkan kakek jozo dan hendak menyerang kanto, tapi kanto memegang tangan crow bear dengan satu tangan lalu membantingnya ke belakang.


Kakek jozo yang terlempar pada saat melindungi kanto melihat kanto dengan pandangan kagum


'Jangan jangan kanto adalah...'


Crow bear pun bangun kembali dan menumbuhkan cakarnya menjadi panjang lalu menyerang kanto dengan cakarnya dengan cepat, tapi sayang insting kanto lebih tajam dan dia menghindari nya dengan mudah, lalu saat crow bear itu tepat dihadapannya dia menendang crow bear itu kesamping hingga menabrak pohon pohon. Crow bear tidak bergerak tapi dia masih sadar dan berusaha bergerak.


Kanto mendekati crow bear dengan berjalan santai, ketika dia sudah berada di hadapan crow bear dia mengangkat tangannya lalu...


"Terbakarlah."


"Arghhhh"


Api hitam pun membakar tubuh crow bear dengan ganas hingga crow bear menggeliat dan berteriak kesakitan.


'Sudah ku duga.'


Kanto pun tiba tiba pingsan, kakek jozo yang sudah mengobati lukanya pun mendekat ke kanto dan melihat kearah crow bear


"Api hitam"


Tak lama setelah itu crow bear hangus terbakar lalu api nya padam. Dan kakek jozo mengangkat kanto di punggung nya lalu membawanya pulang.


Di jalan pulang.


"Enghh"


"Kau sudah sadar?"


"Kakek?"


Saat ini kakek jozo mengangkat kanto di pundaknya


"Kau tidak apa? Luka m-"


"Tenang saja aku sudah menyembuhkan nya santai saja!"


Kakek jozo tersenyum sambil mengacungkan jempolnya kearah kanto, kanto pun tersenyum


"Omong omong kakek apa yang terjadi dengan crow bear?"


"Dia sudah kabur entah kemana"


"A-ah begitu"


"Memangnya kenapa?"


"Tidak hanya saja saat kakek melindungiku itu pandanganku gelap dan tiba tiba aku terbangun seperti ini"


"Hahaha mungkin kau terlalu panik dan tiba tiba pingsan pengecut"


"Duh kakek"


mereka berdua pun tiba dirumah kakek jozo, Kanto pun pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


'Tak ku sangka kanto adalah orangnya'


Dan kakek jozo pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


__ADS_2