Blind Girl And Possessive Man

Blind Girl And Possessive Man
#06.


__ADS_3

...Sebuah rumah yang tampak sangat sederhana yang berada sangat jauh dari perkotaan, dimana letak rumah itu berada di tengah-tengah hutan....


...Sebuah mobil hitam terparkir didepan rumah yang terlihat sangat tua , Lidya yang tidak tau apa-apa bahkan tidak tau dirinya dibawah ke mana hanya bisa diam saat di paksa keluar oleh Bryan....


...Kali ini Bryan hanya mendorong Lidya dari belakang , Lidya berusaha melangkahkan kaki nya dengan pelan agar tidak terjatuh, tapi sekali lagi dirinya di dorong oleh Bryan....


...Jika dilihat sekarang Lidya tampak sangat berantakan dan kotor, bukan itu saja sekujur tubuhnya penuh banyak luka dan goresan akibat jatuh dan di seret....


...Lidya terus saja menangis meratapi nasibnya, ingin teriak pun dirinya sudah tidak sanggup lagi. Bryan yang tidak sabaran langsung menarik rambut Lidya dan menyeretnya masuk....


..." lama sekali jalan nya, cepat ikut aku "...


...Teriak Bryan yang masih diliputi oleh kemarahan, kedua tangan Lidya menepuk tangan Bryan yang menarik rambutnya, tapi sia-sia karena Bryan sangat kuat menarik rambut nya....


...Tanpa menunggu lagi Bryan dengan kasar menarik rambut Lidya dan mendorong Lidya hingga jatuh terseret ke lantai, tubuh Lidya tidak sengaja terkena pecahan kaca....


..." kita lihat sampai mana kamu bertahan, aku akan buat kamu mati perlahan-lahan "...


..." to .. Tolong lepaskan aku, aku tidak tau salah aku apa "...


...Lidya berbicara dengan sangat pelan, sementara Bryan hanya tersenyum sambil berdiri melihat Lidya yang hampir tidak berdaya....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Tidak tau mengapa hati Bianca merasa tidak karuan, bahkan pekerjaan nya di rumah sakit terasa berat bagi dirinya. Bianca memutuskan untuk istirahat di ruang pribadinya....


..." mengapa perasaan ku tidak enak , hatiku juga terasa sakit, apa yang terjadi pada diriku, "...


...Bianca mengambil handphone yang ada di saku baju putihnya. Bianca mengotak atik ponsel milik nya , tanpa sadar dirinya melihat foto dirinya dan Lidya....


...Bianca dengan cepat melihat lokasi Lidya di ponsel nya, saat Bianca tau lokasi Lidya dengan cepat Bianca berlari kearah parkiran mobil dan pergi menuju lokasi Lidya dengan kecepatan tinggi....


...Semakin cepat Bianca mengemudi semakin terasa sakit hatinya, tanpa Bianca sadari airmata keluar dengan sendirinya....


..." aku harap kau baik-baik saja, "...


...Bianca mengemudi sambil menghubungi seseorang , dari kejauhan seseorang mengangkat panggilan itu....


...📲" ada apa Bi "...


...📲" kau dimana ? "...

__ADS_1


...📲" ruang operasi "...


...📲" baiklah, setelah selesai datanglah ke tempat ku , kau bisa melacak nya "...


...Panggilan langsung dimatikan oleh Bianca tepat disaat Bianca menemukan tempat lokasi Lidya....


...Disaat bersamaan Henry berdiri ditempat lokasi Lidya , Henry melihat ke sekeliling tempat tersebut....


...Kedua mata Henry tertuju pada satu keranjang yang berada di bawah beserta isinya, Henry berjalan kearah keranjang , lalu mengambil keranjang tersebut, dan ternyata di dekat keranjang ada tongkat besi dan sebuah handphone....


...Tongkat besi itu bertuliskan nama Lidya Veronica. Saat membaca nama itu Henry langsung terdiam....


..." Lidya Veronica ... Lidya Veronica "...


...Ponsel Lidya berdering bertepatan dengan kedatangan Bianca, kedua orang beda genre itu saling berhadapan dan saling melihat satu sama lain nya....


..." mengapa handphone itu pada mu "...


..." ini '...


...Jawab Henry sambil menunjukkan handphone yang sedang di pegang olehnya....


...Jawab Bianca dengan nada tinggi, Bianca berjalan kearah Henry dan merampas handphone milik Lidya....


..." Bianca ... Kau tau saat aku menemukan ini, pikiran ku mengatakan kalau Bryan .. "...


...Henry berbicara sambil menunjukkan keranjang yang di dalam nya ada tiga buah sal, dan satu tangan nya memegang tongkat besi....


...Melihat apa yang di pegang oleh Henry membuat Bianca tambah terkejut dan mundur tiga langkah , saat mundur dirinya hampir saja jatuh jika Henry tidak cepat memegang tangan Bianca....


...Raut wajah Bianca tampak pucat , pikirannya kali ini di penuhi oleh bayangan-bayangan Lidya, senyuman Lidya dan kebersamaan dirinya dan Lidya....


..." dimana Bryan , dimana pria psycho itu , dimana pria gila itu , jawab ... Jawab aku Henry "...


...Teriak Bianca dengan sangat kesal, perasaan nya mulai kacau dan tidak menentu, disaat bersamaan dimana ditempat Bryan membawa Lidya....


...Saat ini kondisi Lidya sangat tragis, sekujur tubuhnya basah kena guyuran air yang di siram padanya, pakaian yang dipakai Lidya sudah penuh dengan noda darah bahkan sudah ada beberapa yang sobek, rambut-rambut Lidya yang berguguran akibat ditarik oleh Bryan , bahkan wajah cantik dan manis Lidya sudah penuh dengan luka memar....


...Lidya yang saat ini terbaring di lantai hanya bisa menahan rasa sakit yang amat sakit, dirinya berharap akan ada seseorang yang mau membantunya lepas dari siksaan ini....


...Bryan masih berdiri dihadapan Lidya dengan tatapan tajam, Bryan tidak habis pikir sebegitu berharganya kan wanita yang dilindungi nya itu , sampai-sampai nyawanya di korban kan, walaupun kenyataan yang sebenarnya Lidya tidak tau sama sekali masalah antara pria yang membawanya dengan wanita yang berbicara dengan dirinya....

__ADS_1


...Lidya masih berusaha untuk sadar, dirinya ingin tau pria itu akan menyiksanya seperti apa lagi, setidaknya pria itu tidak memaksa nya untuk melayani nafsu pria itu....


...Nafas Lidya terasa sangat berat, Bryan hanya tersenyum melihat gadis yang di siksa oleh dirinya....


...Bryan menendang kaki Lidya dan berbicara sedikit kuat ....


..." hey .. Kau masih bungkam juga, katakan dimana kawan mu itu, dan dimana barang itu disimpan "...


...Sekujur tubuh Lidya tampak gemetar saat pria itu bersuara lagi, Lidya tidak tau harus jawab apa, karena apa yang pria itu katakan Lidya benar-benar tidak tau....


...Ditempat Henry , bodyguard Bryan yang mengejar wanita itu, akhirnya kembali dengan membawa hasil, kedua mata Henry dan Bianca menatap tajam kearah wanita yang di bawa paksa....


..." siapa wanita ini "...


..." dia wanita yang dicari oleh Bryan, wanita ini yang membawa kabur uang dan kalung berharga milik Bryan "...


...Bianca menatap tajam kearah wanita yang tampak sangat berantakan , Bianca melihat dari atas sampai bawah , tiba-tiba wanita itu tertawa....


..." sepertinya wanita itu akan mati di tangan sahabat kalian "...


...Mendengar ucapan dari wanita yang diikat oleh bodyguard Bryan membuat Bianca berjalan kearah wanita itu....


..." apa maksud mu ? "...


..." wow .. Wanita buta itu dapat kawan kaya ternyata, tapi sayang nasib nya hanya sampai disini "...


...Bianca yang semakin marah menampar wanita dihadapan nya dengan sangat kuat, bahkan Bianca tidak segan-segan menarik rambut wanita itu....


..." kau .. Jika sesuatu terjadi pada nya , aku akan meletakan tubuh mu di meja operasi ku "...


..." nona muda yang kaya, seharusnya yang kau letakkan di meja operasi mu bukan aku tapi Bryan Dominic , karena saat ini pria itu pasti menyiksanya "...


...Kali ini kemarahan Bianca sudah memuncak, Bianca menatap Henry, pria yang di tatap oleh Bianca paham apa maksud nya, Henry hanya menaikkan dagu nya sedikit membuat Bianca mengeluarkan pisau kecil dari dalam tasnya dan menggores wajah wanita itu dengan sangat kasar....


...Wanita itu berteriak histeris melihat darah yang mengalir dari wajah nya....


...Baru kali ini Henry melihat Bianca semarah itu demi seorang wanita yang baru di kenal....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


^^^🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍^^^

__ADS_1


__ADS_2