
...Diruang VVIP rumah sakit terbesar milik keluarga Sanders saat ini Lidya sedang di tangani oleh Louis seorang diri, karena Bianca masih tampak shok saat melihat kondisi Lidya....
...Louis yang tidak mau dibantu oleh perawat dengan sangat cepat memeriksa kondisi Lidya. Yang mengganti pakaian Lidya adalah Bianca saat ketiganya tiba di rumah sakit tersebut....
..." siapa nama gadis ini ? "...
..." Lidya .. Lidya Veronica "...
...Jawab Bianca dengan pelan dan tanpa disadari Bianca tertidur di sofa panjang. Louis melihat kearah Bianca , lalu berjalan kearah Bianca sambil mengelus kepala Bianca dengan sangat pelan....
..." istirahatlah "...
...Louis berkata pelan sambil menyelimuti Bianca , Louis berjalan kearah Lidya, untuk kedua kalinya hatinya mulai terasa sakit. Tanpa sadar tangan Louis mengelus wajah Lidya dan mencium kening gadis tersebut....
...dibalik pintu kamar VVIP Lidya , seseorang menatap dengan tatapan iri, sedangkan Louis tidak mengetahui akan hal itu....
...Pipi gadis itu mendadak basah , seperti tetesan airmata yang jatuh, iya itu memang tetesan airmata, tapi bukan airmata Lidya melainkan airmata Louis yang mendadak keluar saat mencium kening Lidya....
...Airmata itu keluar dengan sendirinya tampa Louis sadari. Jika Bianca melihatnya pasti Louis akan menjadi bualan keponakan nya itu. ...
..." siapa kau sebenarnya , mengapa melihat dirimu airmata ku mengalir "...
...Tiba-tiba seseorang masuk dengan membawa beberapa berkas dan melemparkan kearah Louis dengan penuh amarah yang akhirnya membuat Bianca terbangun dari tidurnya....
..." kau masih mencarinya "...
...Louis hanya diam saat melihat kertas-kertas dan beberapa foto berhamburan. Bianca terkejut dan langsung berlari kearah sumber suara teriakan itu....
..." Daddi .. Apa yang Daddy lakukan disini ? "...
..." Bianca , kamu diam saja disitu, ini bukan urusan kamu, "...
...Bianca tampak sangat kesal saat daddi nya berkata seperti itu....
..." Daddi yang seharusnya keluar dan menyeret Louis jika ingin memarahinya "...
...Louis dengan cepat memukul kepala Bianca dengan handphone milik Louis sendiri....
..." dasar bodoh. Kau memanggilnya daddi , sedangkan aku , hanya kau panggil nama, "...
..." jadi aku harus memanggil apa, waktu itu aku memanggil mu dengan sebutan oom kecil kau marah , aku panggil kakak laki-laki kau juga marah , sekarang panggil nama kau juga marah , "...
...Bianca kembali duduk di sofa dengan raut wajah cemberut , saat itu juga Bryan dan Henry baru tau hubungan antara Louis dengan Bianca....
..." siapa gadis itu "...
..." anak ku , keponakan mu "...
...Jawaban Louis membuat suasana menjadi sunyi , Bryan langsung masuk dan berbicara yang membuat suasana tambah sunyi kembali....
..." dia kucing kesayangan ku, calon istri keluarga Dominic "...
__ADS_1
..." seenak nya berbicara , kucing kesayangan kau pikir dia hewan piaraan, dan apa tadi yang kau katakan ,menantu keluarga Dominic , hadapi dulu aku "...
...Louis berkata dengan nada tidak suka, Louis dan Bryan saling menatap tajam , Bianca dan Henry hanya bisa menggelengkan kepala, Bianca sebenarnya tau kalau adik Daddi nya itu sedang mencari alasan agar tidak dimarahi....
...Daddy Bianca sang pemilik rumah sakit berjalan kearah Lidya dan melihat kondisi gadis tersebut. Tiba-tiba tatapan tertuju kearah Louis , saat itu Louis menyadari tatapan sang kakak....
..." bukan aku, tapi putra tunggal keluarga Dominic "...
..." nyawanya hampir habis jika terlambat, beritahu keluarga nya , dan berhentilah berbohong "...
..." akulah keluarga nya , tadi sudah aku katakan siapa gadis ini "...
..." Louis berhentilah bersikap kekanak-kanakan , kabarin keluarga nya sekarang dan berhentilah mencari wanita itu, jika tidak awas kau ."...
...Daddi Bianca berjalan pergi meninggalkan ruangan tersebut, saat daddi Bianca hendak mencapai pintu keluar kamar VVIP , tiba-tiba saja berhenti saat mendengar Louis berbicara pelan....
..." aku mencarinya hanya ingin mengetahui sesuatu bukan untuk kembali padanya , setelah itu aku akan ke paris dan tidak akan kembali lagi kesini "...
...Daddi Bianca berlalu pergi dengan wajah yang sangat serius , Louis berjalan kearah Lidya dan mengelus rambut gadis itu untuk kedua kalinya....
..." adopsi dia saja oom, dan bawa dia ke paris, terus berhentilah mencarinya "...
...Kata-kata Bianca membuat Louis, Bryan dan Henry terkejut dan menoleh kearah Bianca. Sedangkan Bianca hanya bersikap biasa dan kembali duduk di sofa....
..." adopsi ? "...
..." iya oom, adopsi, jadi om tidak perlu mencari wanita itu "...
...Jawaban Bianca membuat Bryan mengepalkan kedua tangan nya....
..." milik mu, apa kau ingin menyiksanya lagi , kau tau saat ini aku masih marah padamu "...
..." terserah kau saja. Yang penting gadis ini tetap disini "...
...Bianca kembali bangun dari tempat duduk nya dan berjalan kearah Bryan, saat ini ada rasa emosi dalam diri Bianca, tiba-tiba terdengar suara pelan merintih kesakitan yang membuat Bianca berjalan kearah suara tersebut....
..." aww .. Sakit "...
..." Lidya .. Kau sudah sadar "...
...Louis dengan cepat mengecek keadaan Lidya, saat itu kedua mata Lidya terbuka dengan sangat pelan....
...Louis menatap kearah Lidya sedangkan Lidya hanya menatap kearah atas....
..." tidurlah .. Saat ini kondisi mu sangat memprihatinkan "...
..." siapa kau ? "...
..." tenang lah aku adalah oom dari dokter cantik "...
..." dokter cantik maksud nya dokter Bianca "...
__ADS_1
..." iya , dokter Bianca "...
..." aku mengantuk, aku mau tidur , bisakah om menemani ku, karena aku takut jika pria itu datang lagi dan menyeret ku "...
...Louis tanpa sadar mengelus rambut Lidya untuk yang ketiga kalinya, Lidya terasa nyaman saat rambutnya di elus oleh Louis dan tertidur dengan sangat tenang....
...Ucapan Lidya membuat Bryan terdiam , kedua mata Bryan menatap penuh penyesalan kearah gadis yang sama sekali tidak bersalah. Ada rasa iri yang teramat besar dalam diri Bryan saat melihat Louis mengelus rambut Lidya....
...Henry dan Bianca yang menyadari arti tatapan Bryan hanya bisa menarik nafas panjang. Baru kali ini keduanya melihat raut wajah Bryan yang dipenuhi dengan penyesalan....
...Henry berbicara untuk mencairkan suasana yang sangat sunyi....
..." kita harus memberi kabar keluarga nya "...
..." tidak "...
...Jawab Bianca dengan sangat cepat. Jawaban Bianca membuat Henry, Bryan , dan Louis menatap kearah nya. Bianca tau maksud dari tatapan ketiga pria beda usia itu....
..." Lidya tinggal di panti asuhan, tidak boleh ada yang tau tentang apa yang di alami oleh dirinya, ini yang kedua kalinya bahkan kali ini lebih parah dari yang pertama, aku mohon "...
..." kedua kali nya, dan ini yang lebih parah, jangan bilang yang pertama dia juga yang melakukan nya ? "...
..." yang pertama bukan aku, yang ini aku ."...
...Jawab Bryan dengan sangat cepat, agar pria yang sangat dijauhi oleh Bryan tidak mengamuk. ...
..." jadi , bagaimana selanjutnya ? "...
...Louis bertanya sambil memastikan keadaan Lidya yang benar-benar sudah tertidur pulas saat ini, setelah itu Louis berjalan kearah Bianca....
..." aku akan menghubungi kepala panti, dan mengatakan kalau aku yang memaksa Lidya buat ikut aku jalan-jalan, dan saat ini kami ada di luar negri "...
..." mau kau bawa ke negara mana dia "...
...Ucapan Bryan spontan membuat Bianca menatap tajam kearah pria tersebut....
..." bukan urusan mu, kau tau saat ini aku masih marah padamu, jadi bersikap baiklah saat ini dan pikirkan baik-baik untuk meminta maaf pada Lidya "...
...Bianca pergi meninggalkan kamar Lidya , setelah kepergian Bianca, Louis berjalan kearah Bryan dan meninju wajah Bryan dengan sangat kuat membuat Bryan terjatuh kearah tempat tidur Lidya...
..." kau lihat ... Kau lihat wajah gadis ini .. Kau lihat keadaan gadis itu. Dengan tubuh sekecil dan sekurus ini , kau menyiksanya, mana hati nurani mu, kau lihat wajah polos dan jujur nya , dengar rintihan dan memohon nya dia saat kau menyiksanya "...
...Louis berteriak dengan penuh penekanan, saat ini Louis menahan amarahnya karena takut membuat Lidya terganggu , Henry hanya bisa berdiam diri dan menjadi penonton saat ini....
...Bryan menatap penuh rasa bersalah pada Lidya, kali ini dirinya tidak tau mau berkata apa, Bryan hendak memegang wajah manis Lidya, dengan sangat cepat Louis menarik kerah baju Bryan dan mendorong pria itu hingga mengenai sofa tunggal dekat tempat tidur Lidya....
..." menjauh dari nya dan jangan mengusik hidupnya lagi, jika kau berani muncul dihadapan nya , saat itu kau habis di tangan ku , Henry temani Bianca ketempat Lidya "...
...Henry hanya mengangguk kan kepala dan berlari keluar mengejar Bianca yang saat ini masih di lobi rumah sakit. Sedangkan Bryan masih belum beranjak dari tempat dirinya terduduk. Louis kembali duduk di samping Lidya dan menjaga Lidya sampai Bianca datang....
...Bryan tetap pada posisinya , dan tidak mau pergi atau meninggalkan tempat tersebut. ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍...