
Hari ini cuaca dikota Tinyang sangat dingin, ditambah jalan dan atap rumah tertutup salju karena sudah memasuki musim dingin.
Seorang wanita berparas cantik, body yang bagus dan dengan baju yang sedikit terbuka memasuki sebuah kantor perilisan majalah.
"Lihatlah si Yu xe, penampilan itu bukankah sangat terbuka dicuaca seperti ini?" bisik para wanita kearahnya.
"sudahlah, dia memang seperti itu selama 3 tahun ini. Jadi wajar saja, sebagai sekretaris pribadi direktur memangbharus menawan" jawab yang lainnya menyanggah.
"kalian disini digaji untuk bekerja, bukan bergosip" sindir Yu xe dingin tanpa menoleh dan masuk menuju ruangannya.
"ba-baik" jawab mereka menunduk dan kembali bekerja.
Kantor yang biasanya hening kini terlihat mulai ramai dan riuh setelah kedatangan seseorang disana.
Yu xe yang merasa terganggu pun harus ikut menyaksikan kehebohan itu karena ditarik Lu you, sahabatnya.
"wah bukankah dia sangat tampan"
"siapa dia"
Seseorang yang berdiri di kumpulan itu maju kedepan dan mulai berbicara.
"Selamat pagi semua, perkenalkan saya Jamesh wakil Presdir yang baru. Dan ini adalah Presdir baru kalian, Xiliang Ruo".
"Dimana direktur tua Ruo?" pertanyaan itu sontak membuat mata menghadap sumber suara.
"beraninya kau berkata seperti itu kepada pak Direktur" tegur James marah.
"Lihatlah siapa ini yang brani memarahiku, kau baru saja datang jadi jangan seenaknya berteriak kewajahku"amuk Yu xe garang.
"Yu, jangan seperti itu. Dia atasan baru kita" Luo mencoba memperingatinya dengan pelan.
__ADS_1
"tsk, terserah kau saja nona. Aku tidak ingin ribut dengan wanita sepertimu" angguk James sambil berjalan diikuti yang lainnya dibelakang.
"kau juga, apa yang kau lihat dari tadi hah?" tunjuk Yu xe ke arah Presdir barunya itu sambil melotot.
Pria yang dimaksud pun langsung menegang dan berdiri mematung tak berkutik.
"jangan berteriak didepan tuan muda Ruong, kau keterlaluan. Bawa tuan keruangannya sekarang" ucap James bergegas memapah tuannya panik.
'tuanku yang polos' batin James pundung.
Tidak tahukah kau Yu xe, anak Direktur itu hampir saja mati ketakutan kamu buat😪.
.................................................................................................
"jangan terlalu memanjakannya, sudah saatnya dia berubah" jawab suaminya lelah.
"hah putraku yang polos pasti akan berubah menjadi seperti mafia maniak kerja, aku tak berani memikirkannya" drama wanita itu sambil menatap keluar kamar.
'anak dan ibu sama saja' batin Situa Ruong mengiba sendiri karena bisa jatuh hati dengan wanita super akting ini.
Sedangkan jauh disana sang anak yang baru dibicarakan, sudah tergeletak tak berdaya karena selalu ditekan Yu xe, si sekretaris sexy nan galak.
__ADS_1
"Tuan muda Ruong, anda akan menghadiri rapat pembelian saham Yunjang setelah makan siang nanti" kata Yu xe sambil meletakkan berkas diatas meja Xiliang.
"ja-jame...?" belum sempat dirinya berkomentar Yu xe langsung mengeluarkan kata-kata mutiaranya.
"James, James, slalu saja sipria kacamata itu, kalian sudah seperti pasangan seme uke. Anda direktur baru disini, jangan menunjukkan sisi lemah anda. Bagaimana mungkin anda bisa memimpin jika anda sepengecut ini. Pelajarilah dalam 2 jam ini, masi ada waktu" amuknya sambil berjalan keluar.
'hiks ibu aku ingin pulang' ratap Xiliang terpuruk.
James sebagai wakil direktur hanya bisa menatap iba sang direktur yang sudah seperti anak ayam kehilangan induknya. Jujur saja dia juga terkena tekanan batin dari wanita galak itu.
Setelah rapat selesai, Direktur dan rombongannya pergi kesebuah kafe kecil untuk sekedar melepas penat.
"Kau lumayan juga" goda Yu xe kearah direktur barunya itu.
"trimakasih" angguk Xiliang ringan.
"Tuan muda, jangan melupakan perlakuannya padamu hanya karna dia memujimu " ungkap James terpuruk.
"Dasar mata empat, ajaran sesat apa itu" desis Yu xe galak.
"Dasar tsundere" bisik James kesal.
"aku bisa mendengarmu, dasar mata empat" balasnya sambil meleletkan lidahnya.
Setelah memesan makan dan minuman, mereka mencari tempat duduk disebelah pojok menghadap jalan raya.
"Aku yang traktir, anggap aku memuji hasil kerja Direktur polos kita ini" Yu xe tersenyum lebar seperti mak lampir.
"Dasar penjilat" ejek James berdesis pelan.
"Apa perlu ku cuci saja mata empat mu itu?" ancam Yu xe kembali kemode galaknya.
"Sudah, makanan sudah sampai" relai Xiliang dan mulai mengunyah makanannya.
"baiklah" ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
'Tiba soal makanan baru akur' keluh Xiliang menghela nafas berat.
next