Bos Dingin Si Dua Kepribadian

Bos Dingin Si Dua Kepribadian
Polos vs dingin


__ADS_3

Hari ini sangat membosankan untuk Yu xe, dimana harusnya dia pergi bekerja terpaksa cuti karena demam menyerangnya.


'Pagi Rui, ini Yu xe meminta ijin cuti sehari sampai demam saya turun. Trimakasih' ketiknya di ponsel dan mengirimnya kepada seseorang.


Suasana kantor yang biasanya sepi dan sunyi terlihat ramai lain dihari sebelumnya.



"Hari ini Presdir akan rapat sampai sore, Nona Yu Xe diminta mendampingi tuan muda. Ini permintaan Direktur lama secara pribadi karena Presdir baru masih belum lama disini" ucap wakil presdir dengan tegas didepan seluruh karyawan.



"Maaf pak wakil Presdir, nona Yu tidak bisa hadir hari ini, cutinya sudah diambil" ucap seorang gadis belia sambil membungkuk hormat.



James hanya terdiam dan melirik kearah Xiliang yang berjalan masuk keruangannya.



"Nona silahkan ikuti aku, semuanya kembali bekerja seperti biasa" Pria blasteran itu berjalan memasuki ruangan Xiliang diikuti gadis belia itu.



Xiliang duduk dikelilingi berkas diatas mejanya, sedangkan James dan gadis tadi terlihat mengobrol dengan seriusnya.



"Apa alasan nona Yu cuti hari ini?" tanya James tegas.


"karena alasan pribadi pak" jawabnya pelan.


"Siapa namamu?" nada dingin itu bukan suara James.


"Rin Hao"senyumnya merona kearah Xiliang yang menatapnya.



'Bahkan presdir baru pun tak bisa menolak pesona seorang Rin, aku pastikan dia akan memilihku sebagai pasangannya' ungkap Rin bahagia.



"Nona Rin, dari data yang ku baca hari ini. Kamu salah satu staff keuangan, mengapa begitu tau tentang nona Yu yang sedang cuti hari ini, bukankah itu urusan staf keanggotaan perusahaan?" tanya Xiliang dingin dan berjalan mendekati Rin.



"Maaf pak, saya mendengarnya dari sahabat nona Yu sendiri" dalihnya masam.



"jangan terlalu banyak mencampuri masalah orang lain, silahkan pergi keruangan mu"usirnya halus dan kembali duduk.



"Baik,pak. Maaf atas kelancangan saya, permisi" bungkuk Rin dan berjalan keluar.



"Carikan alamat Yu, dan pastikan malam ini dia berpasangan denganku, Xiling pasti akan membuat masalah malam ini" desis Xiliang datar.



"Aku sungguh heran dengan kehidupan orang kaya, ahh aku ingin pulang dan bermanja dengan istriku" desah James dan duduk dikursinya.



"oh iya, kapan kau akan menikah, umurmu sudah 28. Bibi pasti akan mengaturkanmu kencan buta kalau kamu masih belum membawa pasanganmu malam ini" tanya James menggoda.



"Otakmu sedikit bermasalah, itulah kenapa aku memintamu membawa nona Yu malam ini" sindir Xiliang tajam.



"Trimakasih tuan Xiliang" angguknya pasrah.


'entah dosa apa yang kulakukan dimasa lalu' batin James menangis.



"ini sudah saatnya rapat, apa kau perlu kutinggal" Xiliang berlalu pergi dengan datarnya menuju ruang rapat.


__ADS_1


"Aku rindu istriku, andai kami masih bersama" James menepuk dadanya perih.



.................................................................................................


Yu yang sedang beristirahat dikamarnya dikejutkan dengan suara ketukan diluar rumah.



"Biarkan aku beristirahat sebentar saja, siapapun itu" batinnya gemas.



Seorang pria berjas hitam, menyodorkan sebuah bingkisan kearahnya.



"Nona Yu xe?" tanya pria itu memastikan.



"iya" angguknya pelan.



"Paket dari pak James, tolong ditandatangani" pria itu menyodorkan kertas dan pena kearahnya.



"T-trimkasih" ucap Yu sambil memberi tanda tangannya.



"Sama-sama nona, saya permisi" bungkuk pria itu sambil berlalu.



Setelah masuk kedalam rumahnya, Yu membuka bingkisan itu dan mendapat sebuah memo kecil.



'Nona Yu malam ini jam 8 saya harap anda datang ke Hotel Lui, maaf mengganggu sebelumnya tapi ini perintah tuan muda, mohon bersiap dan jangan terlambat' isi memo itu.




...............................................................................................


Xiliang terlihat mondar-mandir dengan gelisah seolah menunggu seseorang.



"Mataku sakit, bisakah kau diam sebentar" keluh pria berjas biru kearahnya.



Seolah tak mendengar ucapan si pria, Xiliang terlihat menghubungi seseorang lewat ponsel pintarnya.



"Lima menit lagi dia tak ada, potong gaji 3 bulan" desisnya rendah entah pada siapa.



'krek'



Kedua pria yang berada diruangan itu sontak menoleh secara bersamaan kearah pintu.



"Liang, ibu memanggilmu keluar. Pesta sudah akan dimulai" Seorang wanita dengan gaya elegannya menggandeng tangan Xiliang manja.



"Aku tau nona, tolong lepas tangan saya, ayo Sui" Xiliang berjalan keluar dengan gaya dinginnya.



"maaf" ucap wanita itu terbata.

__ADS_1



"Hohoho putri Pemilik hotel Lui ditolak, betapa mencengangkannya" ucap Sui berlalu sambil terkekeh mengejek.



'Sialan' desis wanita itu marah.



Suasana dikediaman Ruong terlihat ramai dipenuhi oleh orang-orang berpakaian mewah dan elegan.


"baiklah hari ini saya mewakili Direktur San Ruong ingin memberitahukan bahwa hari ini calon Presdir baru kita Xiliang Ruong disahkan menjadi presdir berikutnya memegang kendali atas perusahaan" Ucap MC tegas disambut riuh tepuk tangan dari orang-orang disana.


Para tamu kemudian dipersilahkan menikmati pesta itu dengan bebas.


"Selamat Presdir Liang" ucap seorang pria paruh baya diikuti dua orang wanita disampingnya.


"Selamat Liang, saya berharap kamu bisa memimpin dengan baik kedepannya" lanjut wanita yang baru saja tiba bersama rombongannya.


"Terimakasih Tuan dan Nyonya Lui, itu juga berkat dukungan anda" Xiliang membungkuk hormat, berjabat tangan dan bersulang dengan beberapa orang disana.


"Xiliang kami kesini juga ingin membicarakan putri kami, Perkenalkan dia Mei Lui, dia baru saja lulus dari luar negeri dengan nilai yang sangat luar biasa"ucap wanita itu memperkenalkan putri semata wayang mereka.


"Senang berkenalan dengan anda Tuan Ruong, mari akrab kedepannya" wanita yang sedari tadi menatap kagum kearah Xiliang terlihat merona saat Xiliang menatapnya.


"Baik" angguk Xiliang tersenyum kecil.


"Tuan Lui, saya undur diri sebentar, silahkan dinikmati sajian kami, jangan sungkan" Pamit Xiliang dan lanjut menyapa kolega bisnisnya yg lain.


"Mei, jangan membuang kesempatan. Ayah dan ibu akan pergi menyapa Tuan dan Nyonya Ruong, dekati dia" suruh nyonya Lui tersenyum manis kearah putrinya.


"Baik, bu" Mei berlalu dan mendekati Xiliang yang terlihat duduk sendiri disebuah meja kosong.


"Lian? bisa aku panggil begitu" sapa Mei tersenyum kecil.


"terserah" ucapnya malas.


Bagi Xiliang wanita seperti nona Lui tidaklah sulit untuk didapatkan, semua wanita terlalu haus akan harta dan popularitas.


"Hei Liang, aku sudah tiba" James berjalan mendekat kearah dua sejoli itu.


"bukankah ini Mei Lui?" teliti James datar dan dingin.


"Halo kak James, lama tidak bertemu" Mei tersenyum manis kearah James dan seseorang yang ada dibelakangnya....


"Dan juga, gadis manis ini pasti pacarmu kan?" lanjutnya berbasa-basi.


"Oh Tuan Liang, berikan bonus gajiku bulan ini. Susah payah aku mengajak sibebek kecil ini agar mau datang kesini" keluh James mengingat betapa frustasi dirinya saat mengajak gadis yang dimaksud Mei.


"ok" angguk Xiliang setuju dan mendekati gadis yang sedari tadi hanya menatap takjub suasana pesta itu.


"Yu Xe kupikir kau tidak akan datang hari ini" senyum Xiliang lembut.


"Wah lihat siapa ini, dimana Presdir lemot yang kemarin kukenal" sindir Yu sambil terkekeh.


"Jangan membahasnya lagi" kesal Xiliang dan mencubit pipi Yu lembut.


"Halo nona, perkenalkan aku Mei Lui putri pemilik hotel ini, dan juga tunangan Xiliang" Mei langsung memeluk lengan Xiliang manja.


"o-oh benarkah? aku Yu Xe sekretaris Tuan Xiliang, salam kenal" Yu Xe tersenyum kecil dan duduk tenang di meja Xiliang tadi.


"Mohon jaga ucapan anda nona, aku tidak ingin ada kesalahpahaman disini" wajah Xiliang menggelap dan berlalu meninggalkan Mei menuju meja Yu xe.


"apa bagusnya wanita miskin itu sih?" bisik Mei kesal karena diabaikan.


"Saatnya pesta dansa, silahkan para pasangan muda temukan pasanganmu" MC itu berkata dengan lantangnya.


"Yu, berpasanganlah denganku"ulur Xiliang lembut kearah Yu xe yang merona.


"Tentu, selama tunangan anda tidak keberatan"goda Yu imut.


"abaikan perkataannya tadi" Xiliang dan Yu terlihat menikmati dansa itu, tak menyadari kalau bintang pesta itu malam ini menjadi milik mereka berdua.


Sedangkan Mei yang ingin mengganggu pun dihalangi James.


"apa yang ingin kau lakukan?" James menekan tangan Mei kuat hingga tak bisa pergi.


"Lepaskan aku sialan" geramnya sambil menarik tangannya namun nihil.


"melepas dan kau akan mencari masalah kesana, mimpi saja" James berjalan cepat menarik Mei menjauhi kerumunan.


nextttt😍

__ADS_1


__ADS_2