Bos Dingin Si Dua Kepribadian

Bos Dingin Si Dua Kepribadian
Perhatian


__ADS_3

Pagi hari di gedung kantor Ruong X, terlihat para karyawan sedang sibuk menyiapkan penyambutan Ceo dari perusahaan Grey F yang akan melakukan kerjasama.


"Permisi pak, rapat akan segera dimulai, dimohon agar segera menuju ruang rapat" ucap seorang karyawan dengan membungkuk hormat.


"Nona Yu, agenda rapat hari ini pastikan semuanya ada dibawah kendali kita" Xiliang terlihat meneliti berkas kerjasamanya dengan perusahaan Grey F dengan serius.


"Baik pak, semuanya sudah siap" jawab Yu xe percaya diri.


"Kuharap kau bisa kuandalkan, ayo brangkat" Xiliang berlalu meninggalkan ruangannya dengan aura kepemimpinan yang menguar dari dirinya.


"Kuharap dia melupakan tingkahku saat awal bertemu, dia yang sekarang terlihat sangat tegas dan keren" Yu xe kemudian berjalan mengikuti Xiliang dari belakang.


Xiliang bersama anggota lainnya masuk kedalam ruang rapat yang sudah diisi dengan para pejabat perusahaan Grey F.


"Selamat pagi tuan Lay hong, kuharap sambutan kami tidak mengecewakanmu" Xiliang dan Lay saling tersenyum dan berjabat tangan erat


"Aku sangat puas" angguknya sambil duduk, kemudian Xiliang segera memberi kode agar rapat segera dimulai.


Setelah beberapa jam kemudian~~~


Setelah rapat selesai, hasilnya Lay hong bersedia bekerja sama dan segera undur diri karena harus segera menyelesaikan beberapa tugas dikantornya.


"Pak Jame, ini sudah jam makan siang. Apa bapak mau bergabung dengan kami?" Yu dengan sopan mengajak wakil presdirnya itu dengan hormat.


"Tentu saja, ayo. Aku ingin makan iga babi panas hari ini, kita makan dimana?" James terlihat sibuk dengan dunianya tanpa menyadari aura kelam disampingnya.


"hmmm, Kafe Luo tidak buruk juga" tawar Yu ringan.


"Apa kau gila, itu kan kafe keluargaku" Luo yang sedang minum teh boba dinginnya tersedak mendengar tawaran Yu yang mendadak itu.


"Ayo cepatlah, aku lapar" Yu segera asal menarik tangan temannya itu dan berlari kecil kearah kafe diseberang jalan.


Setelah sampai di kafe Luo, Yu segera mengambil tempat dipaling sudut kafe itu.


"Hah aku sangat lapar, Yu kau mau ma-huaaaaa" Yu terlonjak kaget saat mennjumpai wajah sang Presdir yang tertekuk masam.


"Lepas" Xiliang menatap tangan Yu tajam, dengan spontan Yu langsung melepaskan genggaman tangannya itu.


"Maaf, presdir. Aku tidak sengaja, kukira itu Luo" Yu membungkuk beberapa kali disertai kata maaf darinya.


"Yu, kau sedang apa?" Luo dan James yang baru tiba segera menghampiri Yu yang sedang menunduk entah kepada siapa.


"eeh, itu tadi?" dengan canggung dia hanya tertawa kecil dan segera duduk diikuti kedua temannya.

__ADS_1


'Dimana dia' batinnya heran.


"Kau darimana saja Ling, kupikir kau tidak akan ikut" James menatap heran presdir sekaligus sahabatnya itu.


"Memesan" jawab Xiliang singkat.


Suasana yang canggung itu segera sirna setelah pelayan tiba membawa menu pesanan mereka.


"Silahkan dinikmati" ucap sang pelayan sopan dan berlalu.


"Wah, aku sangat lelah hari ini. Tapi tak kusangka Tuan Huong secepat itu menjalin kerjasama" James membuka obrolan yang langsung disambut Luo riang dan bersemangat.


"Yu, aku sangat kagum padamu. Bahkan Lay hong saja bisa terpikat kearahmu. Kau tau sedari tadi tatapan si Ceo tampan itu terus menuju kearahmu, awwww aku malu" Luo sahabat Yu xe berceloteh riang tanpa berhenti hingga Xiliang berdesis tajam,


"cih".


"Yu, iga ini sangat pedas. Aku ingin minumanmu sedikit" dengan santai James mengambil minuman yang disodorkan Yu Xe kearahnya.


Mereka tidak memperhatikan tatapan Xiliang yang sudah menajam sedari tadi.


"Aku pikir kafe ini lumayan bagus, mungkin aku akan berlangganan disini" ucap James dan diangguki Yu setuju.


"Oh iya pak jame, bukannya bapak sudah menikah, kenapa tidak menyuruh istri bapak membuatkan bekal saja"tanya Luo sambil menyumpitkan udang merah kedalam mulutnya.


"Wah maaf pak, aku sungguh tidak tau" Luo menutup mulutnya iba dan segera berbinar melanjutkan perkataannya,


"Yu Xe, kau kandidat yang cocok untuk pak Jame, bukankah umurmu bulan depan genap 23 tahun, kau juga menyukai pria dewasa. Wah Lay Huong pasti akan patah hati setelah ini" Luo memang tak pernah memandang situasi saat berbicara.


Yu Xe tersedak sup pedasnya, Xiliang tak berhenti melotot sedari tadi, dan James terbatuk keras tak percaya dengan perkataan Luo yang kelewat santai.


"Respon kalian bertiga sangat awet, aku menyukainya" Luo memanyunkan bibirnya kesal.


Setelah selesai makan siang, keempat sejoli itu memutuskan berpisah disana dengan suasana yang sedikit akward.


...........................................................................................


Malam ini cuaca sedikit lebih hangat untuk kondisi musim salju seperti biasanya.


Yu xe yang sedang berjalan sendiri disepanjang jalan menuju supermarket tak sengaja bertemu dengan James dan putranya.


Karena merasa sedikit tak enak karna kejadian dikafe, Yu segera memutar tubuh mengurunkan niatnya yang ingin membeli cemilan dari supermarket.


"Nona Yu?" teriak James dari arah belakang.

__ADS_1


'oh tidak, betapa baiknya Tuhan mempertemukan kami setelah tadi siang' batin Yu bergejolak gugup dan segera berbalik tersenyum ramah.


"kupikir aku salah orang, ternyata benar nona Yu" James menggendong putranya dan mendekati Yu yang berdiri tegang.


"hhahhaah, iya. Wah putramu sangat tampan pak Jame" gugup Yu bingung tak nyaman.


"Trimakasih, panggil Jim saja Yu. Ini diluar jam kerja" James tersenyum hangat kerah Yu xe yang berusaha mempertahankan senyumnya.


"iya, Jim. Oh iya aku harus ke supermarket sekarang, kuharap bisa bertemu denganmu lagi pangeran kecil. Permisi" dengan langkah seribu Yu Xe berlari meninggalkan keduanya.


"Bodoh" kekeh James dan berlalu dari sana.


Didalam supermarket tak hentinya Yu xe mengumpat karena ulah Luo, dia merasa sangat canggung bertemu dengan James.


"hahhhh" desahnya berat dan mendorong trolinya tak bersemangat.


"Adikku tidak akan mengeluarkan uang kompensasi jika kau mati karna kehabisan nafas Nona" tegur seseorang dari samping.


Tatapan Yu beralih kearah pria disampingnya.


"kau mengataiku?" tanya Yu pelan.


"mungkin" angguk lelaki itu ramah.


"Dasar gila" umpatnya kesal dan mengayunkan langkah berniat meninggalkan lelaki tinggi berhoodie itu.


"Namaku Xiling, kau sangat menarik perhatianku" ucapan pria itu membuat langkah Yu berhenti dan seketika tersadar, pria ini pasti playboy kelas kakap seperti yang diceritakan Luo akhir-akhir ini.


"Oh benarkah, atas dasar apa kau mengatakannya?" tanya Yu bersemangat.


Menurut Yu mungkin pria ini orang baik, dan ingin berteman dengannya.


"Kau cantik, body mu ok, dan aku hanya tidak tertarik dengan wanita galak. Jika ingin menjadi kekasihku, jadilah wanita imut dan manja" dengan narsisnya Xiling berpose layaknya artis papan atas.


Wajah Yu 180 derajat berubah total setelah mendengar ucapan Xiling.


Dengan gaya superhironya, Yu berjalan mendekat dan segera menendang ************ pria itu keras.


"Rasakan itu, jika kau berpikir aku sama dengan wanita-wanita itu. Kau salah besar, aku paling benci dengan pria bermulut busuk sepertimu. Smoga kau punya wanita kaya yang bisa membawamu kerumah sakit. Permisi" Yu berjalan kearah kasir dan segera membayar belanjaannya lalu segera berlalu pergi.


"Dasar gadis bar-bar, kau memang sangat menarik. Ahkk ini sangat sakit, dia terlalu bersemangat menendang senjata berhargaku" tubuhnya merosot dan segera menghubungi seseorang dari ponsel pintarnya.


"jemput aku"~~~

__ADS_1


next😌


__ADS_2