Bossku Jodohku

Bossku Jodohku
Dasar wanita penggoda


__ADS_3

Sharma melangkahkan kakinya memasuki rumah yang sangat besar sambil bernyanyi.


"Sepertinya kamu sangat bahagia sekali hari ini, sayang. Apa yang membuatmu bahagia, kasih tau, Mami dong," kata wanita yang melahirkan Sharma.


"Mama tau, Sharma mendapat promosi naik jabatan di tempat Sharma bekerja, dan dengar-dengar nih ya, Presdir yang mengantikan Pak Bambang adalah anaknya yang super duper ganteng itu, Sharma pasti lebih semangat bekerja lagi bisa setiap hari bertemu dengan Presdir ganteng," kata Sharma dengan raut wajah bahagia.


"Kamu tuh ya, kalau sudah melihat cogan, matanya langsung berbinar, tapi yang, Mama herankan, kenapa sampai sekarang kamu tidak memiliki pacar? Mama dan Papamu semakin kuat untuk menjodohkanmu dengan anak teman kami," kata Liliana.


"Hahahaha... Emang anak teman, Mama yang mana lagi yang mau, Mama jodohkan dengan Sharma?" Sharma menganggap ucapan Mamanya hanya sebuah lelucon.


"Ada dech, nanti juga kamu akan tau, kamu pasti tidak akan bisa menolaknya. Pria yang mau, Mama dan Papa jodohkan denganmu, adalah pria yang sudah dewasa dan masa depannya juga sudah terjamin," kata Liliana tersenyum.


"Yayaya, kita lihat saja, Sharma akan membuat pria itu tidak tertarik dengan, Sharma, hahahaha..," kata Sharma seraya tertawa.


"Sharma, kamu jangan membuat malu, Papa dan Mamamu, kamu jangan bertingkah konyol lagi. Jika kamu melakukan kekonyolan lagi, Mama akan mengirimmu ke kampung biar kamu tinggal bersama, Tantemu di sana, kamu mau?" Liliana mengancam Sharma.

__ADS_1


Sharma sejenak terdiam, memikirkan ucapan Mamanya yang di anggap ancaman yang sangat mengerikan baginya, Sharma sangat membenci kampung halaman Mamanya.


Di kampung tempat Mamanya di besarkan, menurut Sharma kampung itu sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah. Jalan yang hancur, listrik juga baru masuk, terlebih air juga sangat sulit di dapatkan, sinyal yang tidak ada membuat Sharma tidak pernah betah di kampung itu, Sharma tidak bisa berinteraksi dengan teman-temannya yang ada di kota.


"Kenapa kamu diam? Kamu pasti takutkan jika, Mama mengirimmu ke kampung? Jadi, kamu harus mau di jodohkan," ujar Liliana menunjukkan ketegasannya.


"Sharma tidak mau di jodohkan, Ma. Sharma takut, jika nasib Sharma akan sama seperti nasib teman, Sharma yang menikah karena di jodohkan oleh orang tuanya,"


"Teman Sharma sekarang jadi depresi, Ma, karena suaminya senang membawa perempuan lain ke rumah mereka, dan suaminya juga sering melakukan kekerasan dengannya." Sharma bergidik ngeri membayangkan nasib temannya yang bernama Reni.


"Sharma, laki-laki yang mau kami jodohkan denganmu adalah laki-laki dari keluarga terhormat, bukan sembarang laki-laki," kata Liliana.


Arka sedari tadi mendengarkan perbincangan antara anak dan ibu itu, Arka berdiri di ambang pintu tanpa ada yang melihatnya.


"Papa kapan sampainya? Kenapa kami tidak mendengar ada suara mobil?" tanya Liliana.

__ADS_1


"Bagaimana kalian mau mendengar, kalian sedang asik mengobrol," jawab Arka.


**


Di kantor Zingiber corp, Sharma sedang mengerjakan pekerjaannya dengan serius, Pak Bambang yang merupakan pemilik perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan mimuman yang terbuat dari jahe itu mendatangi meja kerja Sharma.


"Sharma, ke ruangan saya sebentar," kata Pak Bambang.


"Baik, Pak!" Sharma menjawabnya sambil tertunduk tetapi hatinya sangat bahagia, karena dia tau, Pak Bambang memanggilnya untuk membicarakan jabatannya yang baru.


Sharma mengikuti Pak Bambang dari belakang, banyak pasang mata yang memperhatikannya. Sharma yang masih beberapa bulan bekerja di Zingiber corp sebagai administrasi di devisi humas, di promosikan oleh Pak Bambang langsung menjadi asisten pribadi Presdir baru yang akan menggantikannya nanti.


Sebagian karyawan mengatai Sharma telah merayu Pak Bambang demi mendapatkan jabatannya. Sharma tipe wanita yang cuek dan tidak memperdulikan tuduhan orang kepadanya.


Selagi tuduhan itu tidak benar, Sharma tidak akan memperdulikannya. Sekretaris yang bekerja untuk Pak Bambang juga mencibirnya saat melihat Sharma memasuki ruangan Pak Bambang.

__ADS_1


"Dasar wanita penggoda, sudah tua masih juga di embatnya," cibir wanita yang bernama Abel.


Bersambung.


__ADS_2