
Dante mengusap matanya untuk meyakinkan penglihatannya. "Kau!! Oh shitt, kenapa aku selalu bertemu denganmu, wanita jadi-jadian?"
Saat pandangan mereka bertemu, Sharma sama terkejutnya dengan Dante. "Stop!! Mengataiku wanita jadi-jadian, jika kau mengatakannya lagi, akan ku sumbat mulutmu pakai serbet ini." Sharma meremas sherbet yang di depannya.
Sharma menghunuskan tatapan tajam kepada Dante. Dante tidak mau kalah, Dante memplototi Sharma dengan tatapan tajam.
"Kami tidak mau di jodohkan!!" teriak mereka berdua secara bersamaan. Kemudian memalingkan wajah mereka ke arah yang berbeda.
Liliana, Monica dan Arka saling bertapan karena heran melihat tingkah dua anak manusia yang di depan mereka.
"Kalian sudah saling kenal?" tanya mereka bertiga secara serentak.
"Bukan saling kenal lagi, tapi laki-laki jelek ini adalah orang yang paling ku benci sejagat raya." Sharma menjawab seraya menunjuk ke arah Dante.
"Aku juga membencimu wanita jadi-jadian, sudah jelek, gadel lagi!" ledek Dante tidak mau kalah.
"Dante, jaga sikapmu. Kamu tidak boleh menjelekkan calon istrimu seperti itu, kamu saja yang mengatakan Sharma jelek, sepertinya kamu perlu memakai kaca mata minus agar penglihatanmu tidak salah lagi," tegur Monica.
"Mama, aku tidak mau menikah dengan, Sharma. Titik tidak ada koma!" ucap Danter seraya bersedekap tangan.
"Aku juga tidak mau menikah dengan, Dante!" balas Sharma.
"Kalau begitu, kamu susun pakaianmu sekarang. Papa dan Mama akan mengantarmu ke kampung tinggal bersama Tante Yana," ancam Liliana.
__ADS_1
"Mama, please jangan memberiku pilihan yang sangat sulit. Aku tidak mau tinggal di kampung dan aku juga tidak mau menikah dengan, Dante." Sharma memohon dengan wajah memelas.
"Hanya ada satu pilihan, mau menikah dengan, Dante atau tinggal di kampung bersama Tantemu, hidup bertani?" tegas Liliana.
"Kamu juga, Dante. Mau menikah dengan Sharma atau Mama akan mencabut semua fasilitasmu dan kamu hidup di jalanan?" Monica juga memberi pilihan kepada Dante.
"Mama kok jadi ikut-ikutan sih mengancam, Dante?" tanya Dante dengan wajah kesal.
"Kamu tinggal jawab saja dan pilih antara satu," ucap Monica.
Sharma dan Dante saling memandang, tidak ada pilihan yang membuat mereka terbebas dari perjodohan itu.
"Aku menerima perjodohan ini," jawab Dante.
Para orang tua menarik nafas dengan lega. Usaha mereka tidak sia-sia untuk menjodohkan Dante dengan Sharma.
"Kalau begitu, kita tetapkan tanggal pernikahannya sekarang," saran Arka dengan semangat.
"Dua minggu lagi mereka akan menikah!" jawab Monica dengan cepat.
"What.. Dua minggu lagi? Ini namanya pernikahan buru-buru. Nggak lucu!" seru Dante tidak terima dengan keputusan yang di buat Mamanya.
"Aku juga tidak setuju, kami butuh waktu untuk menyesuaikan diri," sambung Sharma.
__ADS_1
"Tidak ada penolakan!" tegas Monica.
"Pa.." Sharma meminta bantuan kepada Papanya.
Arka mengangkat bahunya dan menyerahkan semua keputusan kepada dua wanita yang di depannya.
Arka juga setuju jika pernikahan anak mereka di percepat karena dia tau cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu.
Arka juga dulu mengalami hal yang sama seperti anaknya dan dia berterima kasih karena istri yang di pilihkan orang tuanya sangat mencintainya.
"Sharma, Dante. Yakinlah, cinta itu akan tumbuh setelah kalian menikah nanti, Papa sangat percaya itu, karena Papa sudah mengalaminya duluan," tutur Arka.
Sharma melemaskan tubuhnya begitu juga dengan Dante. "Aku tidak pernah berpikir menikah dengan orang yang paling ku benci," gumam Sharma.
"Kenapa takdirku seburuk ini? Harus menikahi wanita jelek ini, tidak pernah muncul di benakku untuk menikah dengan Sharma, orang yang sering ku buli di kampus dulu," gumam Dante.
**
Seminggu kemudian, Pak Bambang memperkenalkan Dante sebagai Presdir baru di perusahaan Zingiber grup. Dante dan Pak Bambang datang lebih awal ke kantor. Sharma yang saat itu datang terlambat karena bangun kesiangan.
Dengan langkah tergesa-gesa, Sharma berlari menuju aula tempat para karyawan berkumpul. "Gawat, aku pasti di omeli sama Pak Bambang karena datang terlambat, hari ini kan Pak Bambang akan memperkenalkan anaknya sebagai Presdir baru di perusahaan ini." Sharma merutuki dirinya yang tidak bisa bangun lebih awal.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, koment dan vote ya teman-teman yang paling baik hati, tidak sombong dan rajin menabung, hehehe...