Bossku Jodohku

Bossku Jodohku
Rencana perjodohan Dante dan Sharma


__ADS_3

Sharma mengeluarkan handphonenya dan membuka galery penyimpanannya. "Buka grup whatshap kalian, jika ingin mengetahui bagaimana tingkah liar, Abel saat di luar kantor," kata Sharma yang sudah mengirimkan sebuah video di grup whatshap khusus karyawan kantor.


Mereka yang sedang berada di pelataran parkir, membuka kembali handphone mereka karena penasaran dengan video apa yang sudah di kirim Sharma di grup.


Abel juga membuka whatshapnya dengan raut wajah penasaran. "Emang video apa yang sudah, Sharma kirimkan di grup?"Abel bertanya dalam hatinya.


"What, Abel benarkah yang di dalam video ini, kamu?" tanya seorang karyawan wanita yang bernama Winda yang begitu dekat dengan Abel.


Abel merasa terkejut melihat video yang berdurasi dua menit itu yang memperlihat dirinya sedang berciuman penuh nafsu di dalam mobil dengan pria yang sudah berumur.


"Sekarang, siapa yang menurut kalian wanita penggoda? Abel atau Sharma?" Nadira mengeluarkan suaranya seraya tersenyum menyeringai.


"Kalian jangan percaya dengan video itu, itu bukan aku! Sharma pasti sudah mengedit video dan merubahnya menjadi wajahku." Abel membela dirinya sendiri.


"Eh, Nenek sihir, bukan pekerjaanku untuk mengedit-ngedit video. Sebenarnya, aku tidak mau membeberkan perbuatanmu ini, tetapi karena kamu yang memulainya terlebih dahulu. Kamu sudah membangunkan singa yang sedang tidur, dan semua tuduhanmu terhadapku berbalik kepadamu," kata Sharma tersenyum penuh kemenangan.


"Selama ini kami berpihak kepadamu, Abel dan kami percaya saat kamu menuduh, Sharma sebagai wanita penggoda. Tetapi kamu sendiri yang menjadi wanita penggoda," timpal Marisa yang pernah terpengaruh dengan hasutan Abel.

__ADS_1


"Sharma, kami minta maaf ya, selama ini sudah berpikiran buruk kepadamu." Marisa menyesali dirinya yang pernah menjelekkan Sharma.


"Sudahlah, Marisa, kalian seperti itu kepadaku karena di hasut Nenek sihir ini, dan pesanku, jangan cepat percaya kepada omongan orang lain jika tidak memiliki buktinya. Aku sudah memaafkan kalian," ujar Sharma.


Hubungan Sharma dan karyawan lainnya sudah membaik, tetapi tidak dengan Abel dan Winda. Abel menganggap Sharma sebagai musuhnya tetapi Sharma tidak pernah memperdulikan itu.


**


Dua hari kemudian, Liliana sedang menyiapkan makan malam yang enak untuk menyambut calon besannya. Malam ini, laki -aki yang akan di jodohkan dengan Sharma akan datang bersama keluarganya.


Sharma tiba di rumahnya, Sharma mencium aroma masakan yang berasal dari dalam rumahnya. Perutnya tiba-tiba merasa lapar, dan dia bergegas masuk ke dalam rumahnya.


"Sharma, kalau kamu lapar ya makan lho, Mama hari ini masak yang banyak, tapi ingat, kamu harus tetap makan sesua porsimu." Liliana mengingatkan Sharma agar tidak terlalu banyak makanan berlemak.


Mengingat tubuh Sharma yang sangat mudah menyerap semua makanan yang masuk ke dalam tubuhnya sehingga memudahkan berat badan Sharma cepat naik, jadi Liliana tidak pernah bosan mengingatkannya agar penampilan putri semata wayangnya itu tetap cantik dan ideal.


"Tumben sekali, Mama masak banyak! Ada acara apa, Ma?" tanyanya seraya memasukkan makanan ke mulutnya.

__ADS_1


"Malam ini, kita akan kedatangan tamu spesial. Jadi, kamu harus berdandan cantik, dan ingat, jangan membuat kekonyolan lagi!" ujar Liliana.


"Tamu spesial? Apa jangan-jangan tamu spesial yang di maksud, Mama adalah laki-laki yang akan di jodohkan denganku? Astaga, bagaimana ini, aku tidak bisa mengelak lagi. Pasti, Mama tidak akan mengijinkaku keluar rumah lagi." Sharma memikirkan cara agar perjodohannya tidak jadi.


"Jangan berpikir mau kabur dari rumah! Jika kamu mencoba melakukannya, Mama benar mengirimmu ke kampung," ancam Liliana.


Sharma tidak berani mengeluarkan suara lagi saat mendengar ancaman dari Mamanya. Sharma masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.


Malam harinya, Liliana menata makanan di atas meja makanan. Arka sedang menonton televisi di ruang tamu, sedangkan Sharma sedang mondar-mandir di kamarnya.


Dante dan Mamanya sedang dalam perjalanan menuju rumah Sharma, sedangkan Papanya Dante tidak bisa ikut dengan mereka karena sedang melakukan perjalan bisnis keluar kota.


Dante tidak tau mau di bawa ke mana oleh Mamanya, dia berpikir Mamanya hanya mengajaknya makan malam biasa di restauran. Dante baru saja tiba di Indonesia sore tadi, setelah menyelesaikan S2-nya di luar negri tepatnya di negara Ingris, Dante langsung terbang ke Indonesia.


Dante mengerutkan keningnya saat mobil yang di kemudikan oleh Mamanya berhenti tepat di sebuah rumah yang tidak terlalu besar.


"Mama, ini rumah siapa?" Dante bertanya karena penasaran.

__ADS_1


"Rumah teman, Mama. Ibu Liliana mengundang kita untuk makan malam di rumahnya, di rumah ini ada wanita cantik juga, lho, kamu pasti tertarik jika melihat putrinya, Liliana," ujar Monica Mamanya Dante.


Dante hanya diam tidak tertarik dengan ucapan Mamanya, Dante mengikuti Mamanya masuk ke dalam rumah itu.


__ADS_2