
Kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lain adalah kemampuan berpikir yang luar biasa.
Sejak zaman purba manusia terus melakukan penemuan baru hingga membawa ke dunia modern berkat kemampuan berpikirnya.
Siapa sangka perkembangan pengetahuan manusia sekarang membawa ke dunia penuh fantasy.
Manusia mulai bermutasi, memiliki kemampuan super berkat ilmu pengetahuan.
Rasa penasaran manusia juga menghasilkan objek ciptaan seperti goblin, giant, naga dan objek dongeng lain menjadi nyata.
Hingga pada titik jumlah objek ciptaan melonjak tajam, banyak dari objek ciptaan itu yang lepas dan beranak pinak di alam bebas. Pemerintah dunia menganggap ini berbahaya dan mulai membasmi objek ciptaan.
Bukan hanya itu, Masyarakat yang dicurigai mempelajari dan melakukan penelitian juga ikut diburu dan dibantai, dengan alasan keamanan tanpa pandang bulu.
Pemerintah sudah memonopoli pengetahuan hanya untuk kalangan atas, Masyarakat biasa hanya diizinkan mempelajari cara kehidupan sehari - hari.
*****
Di suatu runtuhan kota kuno, Kety sedang bersembunyi dari kejaran perajurit pemerintah, dia tanpa sengaja menemukan lemari tua aneh.
"Ngga ada tempat lain gue harus masuk nyampe mereka benar - benar udah pergi!".
Karena sedang mewaspadai keadaan diluar lemari, Kety tidak menyadari disampingnya ada seseorang memakai baju astronot sedang dalam mode hibernasi.
"Kayaknya mereka udah jauh deh".
Kety keluar dengan perlahan - lahan, sambil mengawasi keadaan sekitar.
"Eh... Tunggu dulu, perasaan tadi gue kaya liat sesuatu disamping gue!".
Kety, membuka pintu lemari disebelahnya dan ternyata benar keluarlah seseorang memakai astronot melayang keluar seperti balon.
Yang menahannya hanya seutas selang yang menempel di lemari.
__ADS_1
Kety melepas selang tersebut dan baju astronot itu tiba - tiba menyala.
Dia tidak menyadari telah membangunkan seorang pria dari mode hibernasinya.
"Selamat pagi dunia... Rasanya aku tidur lama sekalii... Oh, Hai gadis kecil sekarang jam berapa ya?".
Pria itu menatap Kety sambil tersenyum.
"Gila... Walaupun didalam baju aneh itu, senyumnya manis bangett!!!".
Gumam Kety dengan suara lirih.
"Ada apa gadis kecil, wajahmu memerah, apa kamu demam? hehe".
Pria itu melayang sambil mendekati wajah kety.
"Diam... Jangan berbicara sambil senyum - senyum begitu!!!" Teriaknya.
"Lagipula sudah jelas kita seumuran jangan panggil gue gadis kecil... Panggil aja kety!" Ujarnya dengan wajah memerah dan terbata-bata.
Kety memalingkan wajah, sambil menggerutu.
"Ngomong - ngomong lepasin selang di tanganmu itu dong... Janji ngga akan pergi kemana - mana kok hehe".
Dalam kondisi normal pria itu hanya melayang diketinggian sekitar dua meter, tetapi dia juga bisa menyesuaikan dengan melayang lebih tinggi atau lebih rendah.
"Terserah... Karena lo melayang kek gitu, gue panggil lo Bubble... Dan lo wajib pake nama itu... Okee!!!".
Kety memiliki kebiasaan menamai orang yang ditemuinya tanpa ingin mengetahui nama asli orang tersebut.
Lebih parah lagi, karena pikirannya sedang kacau. Kety sampai lupa menanyakan asal - usul Bubble dan mengapa dia berada di lemari tua itu.
Didunia ini memang keberadaan orang aneh seperti Bubble bukanlah menjadi hal mengejutkan, mayoritas masyarakat mengalami mutasi efek dari radiasi berbagai percobaan yang dilakukan oleh ilmuan dan terus turun - temurun menjadi hal yang normal.
__ADS_1
Kemampuan Kety sendiri dapat membuat objek dalam imajinasinya menjadi nyata.
"Tapi syukurlah sepertinya perajurit pemerintah sudah jauh...".
"Syukur kenapa Kety???".
"Kyah... Kenapa tiba - tiba kau disini!" Kety lari terbirit-birit sambil memegang selang Bubble.
Kety terkejut, ada satu dari tiga perajurit pemerintah yang mengejarnya tiba - tiba tepat dibelakang mereka.
Dia adalah Cleopatra, si Platinum Blonde.
Wanita berambut panjang itu selalu memakai daster rumahan, dengan mencangklong ransel bayi berisi berbagai senjata yang dikecilkan dan dapat membesar ketika dikeluarkan.
"Tunggu... Jangan lari, aku hanya mau menusukmu saja kok," Ujarnya sambil mengejar dan menodongkan senjatanya.
"Kyaahhh... Siapa juga yang mau ditusuk pakai jarum, segede pedang itu...".
Langkah Kety tertahan, karena naga didepannya.
Naga itu marah, karena kebisingan yang dibuat kelompok itu.
Sebelum naga menyemburkan apinya, Cleopatra melompat tinggi dan menusuk kepala naga itu hingga tewas.
"Kesini nona Kety... Harusnya kau berhutang nyawa kepadaku!" Sambil memancarkan aura membunuh.
"Biar saya yang hadapi dia..."Ucap Bubble.
Bukan hanya julukan saja, Bubble ternyata dapat mengeluarkan gelembung dari celah di bajunya.
"Jangan lo akan kalah, sejak kapan gelembung menang lawan jarum!" Ujar Kety.
"Sayang banget, padahal wajahmu cukup tampan,"
__ADS_1
Ucapnya sambil menatap Kety dan Bubble dari atas mayat naga itu.
Pertarungan pun dimulai...