Bubble Friend

Bubble Friend
BAB 3 MENCARI TUJUAN


__ADS_3

Bubble dan Kety akhirnya berhasil kabur dari reruntuhan kota kuno, berkat bantuan Cleopatra yang menjauhkan mereka dari saudaranya.


"Bubble lo rencana mau pergi kemana?" Tanya Kety sambil berpegangan dipunggung Flappy yang terbang di udara.


"Entahlah, saya ngga ingat apapun setelah terbangun,"


"Tapi firasat saya, seperti harus mencari sesuatu," Bubble menjelaskan.


"Kalau kamu Kety, kenapa kamu di kejar sama perajurit pemerintah?" Tanyanya.


"Itu belum bisa gue jelasin sekarang," Kety menjawabnya dengan muka sedih.


"Gue rasa kita bisa istirahat di bukit itu!" Lanjutnya sambil menunjuk.


Kety menyuruh burungnya untuk turun ke bukit, Bubble juga mengikuti turun disampingnya.


"Gue jadi inget kata Ibu RT, dia bilang dunia ini indah dan pengen semua orang berdamai dan hidup normal,"


"Gue ngga paham sama sekali, dunia yang kacau seperti ini dimana keindahannya?"


"Maksud gue gini, kalo gue jadi penulis novel, gue pasti bingung dunia ini jadi ber genre fantasykah, sci - fi, atau super hero!!!"


"Ya karena semuanya terasa kacau bertubrukan di dunia ini." Ujar Kety.


Kety berpikir demikian karena perkembangan pengetahuan, manusia bisa menciptakan dunia fantasy di dunia ini, tetapi beriringan dengan meningkatnya teknologi senjata dan mutasi manusia super berkat ilmu pengetahuan juga.


Dari sudut pandang Kety, dunia ini telah menjadi kacau.


"Menurutku Cleo ngga salah kok, walaupun saya baru bangun, melihat kaya naga terus peri - peri kecil terbang bersinar kaya itu aja, udah jadi buktikan kalau dunia ini emang indah!!"


"Saya sih tidak terlalu memikirkan dunia ini harus seperti apa tapi kalau ditanya suka novel apa?? saya pilih genre fantasy deh." Bubble mengungkapkan pendapatnya.


"Begitu yah..." Jawab kety.


Mereka kemudian tidur dan menunggu pagi hari tiba.


*****


keesokan harinya.....


"Kyah.... kenapa kita terikat begini??? Apa kita tertangkap saudaranya Cleopatra??? Harusnya tadi malem gue gantian berjaga, bukannya tidur?!!" Teriaknya sambil mewek.


"Tenang Kety, kita belum tahu situasinya." Bubble berusaha menenangkan Kety.


Mereka terkejut ketika terbangun, mereka sudah terikat di kayu salib....


Dari semak - semak keluarlah gerombolan objek ciptaan seperti golem, peri kecil, kurcaci, dwarf, elf, bahkan mereka sampai tidak menyadari ada giant juga bersembunyi didekatnya.


"Mereka itu mencurigakan," Ujar Peri Merah.


"Iya, mereka pasti orang jahat," Sambung Peri Kuning.


"BUNUH MEREKA, DAN KITA DONASIKAN KE BUAYA!!!" Peri Hijau mencoba mem provokasi.


Ternyata ketiga peri kecil yang semalam Bubble tunjuk itu biang kerok dari penangkapan Bubble dan Kety.


Mereka dari semalam memata - matai Bubble dan Kety, namun karena penampilannya yang imut dan mencolok bersinar di malam hari, Kety dan Bubble sama sekali tidak menaruh curiga kepada ketiga peri kecil itu.


"HEY CAPUNG!!! SETAUKU PERI ITU BAIK HATI, BUKAN TUKANG SU'UDZON GINI!!! TABAYYUN DULU DONG!!!" Kety sambil marah - marah.


Ketiga peri kecil itu mendekati wajah Kety, dan peri berwarna merah menampar wajah Kety.


Tangan kecil mereka sama sekali tidak menyakiti Kety, tapi Kety secara reflek mengikuti arah tamparannya.


"HEY!!! GADIS ******, SIAPA YANG LO PANGGIL CAPUNG???" Balas Peri Merah.


"LO IRI KAN, KARENA KALAH CANTIK!!!" Ujar Peri Kuning.

__ADS_1


"IIIEEWW... ORANG JELEK MINGGIR SANA NANTI NULARIN KITA - KITA!!!" Sambung Peri Hijau sambil melakukan Body Shaming.


Peri - peri itu bahkan tidak membahas alasan Bubble dan Kety di ikat, mereka terlalu fokus mem bully Kety.


"Peri di real life ternyata lebih kejam ya!!!" Ujar Kety sambil memasang muka datar.


Kemudian datanglah seorang elf, dia adalah pemimpin dari makhluk - makhluk ini.


"Merah, Kuning, Hijau, berhenti mengejek gadis itu!" Perintahnya kepada ketiga peri itu.


"Maafkan aku, tuan dan nyonya. Kami hanya waspada, akhir - akhir ini banyak anggota keluarga kami hilang di culik manusia,"


"Izinkan kami untuk memastikan terlebih dahulu" Jelas elf itu dengan sopan.


Para dwarf menggeledah mereka dan memeriksa tanda pengenal mereka.


Manusia di jaman sekarang menggunakan semacam gelang pengenal, ketika di scan akan muncul data diri beserta statusnya secara otomatis seperti umur, keluarga, serta pekerjaannya.


Para dwarf berhasil menciptakan alat yang serupa, bahkan mereka bisa meretas informasi lewat jaringan manusia tanpa diketahui oleh manusia.


Bisa dibilang dwarf ini ahli IT nya para objek ciptaan.


"Tuan, pria itu sama sekali tidak mempunyai identitas maupun pengenal apapun tapi wanita itu..." Salah satu dwarf menjelaskan dan kemudian membisikan identitas sebenarnya dari Kety.


"APA... DASAR KETURUNAN IBLIS!!! Cepat bakar mereka!!!" Ujar elf itu dengan sangat marah.


Para makhluk itu menyiapkan kayu bakar kering dibawah salib mereka.


"Kyahhh... Kenapa kesialan berturut - turut menimpaku, lakukan sesuatu Buble!!!" Ungkap Kety sambil menangis.


"Firasat ku menyuruh kita untuk tetap tenang Kety hehe." Ucap Bubble dengan santainya.


"Oh kasian sekali gadis ****** ini..." Ungkap peri merah.


"Tapi tidak apa gadis ******, setelah dagingnya mateng kami akan donasikan ke buaya," Saut peri kuning.


"Aaamiin..." Ucap mereka secara bersamaan.


"DIAM CAPUNG, INI SEMUA JUGA GARA - GARA KALIAN!!!" Balas Kety sambil melotot ke arah tiga peri tadi.


Namun sebelum api di nyalakan, elf pemimpin makhluk itu secara mendadak menyuruh semuanya berhenti.


"Aku mendengar suara dewa!!! pria itu adalah orang yang kita cari, biarkan dia hidup!" Ucap elf.


"Ahh... Syukurlah ada keajaiban di detik - detik terakhir... Terima kasih dewa, siapapun dirimu!" Ucap Kety dengan lega.


"Tapi tuan, bagaimana dengan wanita itu?" Ucap Peri Merah.


"Dia bukan orang pilihan dewa kan tuan?" Sambung Peri Kuning.


"Bolehkah kita sumbangkan saja dia ke buaya?" Lanjut Peri Hijau.


"Dasar ya kalian, awas kalo gue mati, gue hantuin kalian seumur hidup!!!" Ceplos Kety.


"Maaf tuan elf, saya lancang..."


"Tapi kalo gadis ini tidak dilepaskan, maka perlakukan lah saya juga seperti gadis ini..."


"Dia yang telah membawaku sampai kesini!" Ujar Bubble.


Akhirnya Bubble dan Kety dilepaskan, kemudian elf pemimpin mereka memperkenalkan diri, dia bernama Elfian.


Mereka meminta maaf karena telah berbuat kelewatan kepada Bubble dan Kety.


Sementara itu Kety masih terus cekcok bahkan sampai tingkat saling jewer dan saling jambak dengan ketiga peri tadi.


Mereka kemudian memutuskan untuk tinggal sementara di desa para objek ciptaan.

__ADS_1


*****


Para objek ciptaan berakal ini membangun desa bawah tanah untuk bersembunyi dari buruan perajurit pemerintah.


"Kami bersembunyi dari manusia, kami ingin menolong semua objek ciptaan yang berakal sebanyak mungkin,"


"Tapi untuk yang sebesar naga kaya giant, kami kesulitan untuk menyembunyikanya," Ujar Elfian sambil mengajak Kety dan Bubble jalan - jalan di desa bawah tanah.


"Kok gue jadi ngerasa bersalah yah gara - gara makan malam kemarin, naga yang kasian" Ucap Kety.


Para objek ciptaan berakal, saling bantu - membantu membangun desa bawah tanah.


"Berkat alarm yang dikembangkan dwarf, serta arahan dewa dan bantuan makhluk pohon kami berhasil menghindar dan bersembunyi dari perajurit pemerintah!!!" Elfian menjelaskan kepada Kety dan Bubble.


Objek ciptaan berakal hidup dengan bayang - bayang kejaran pemerintah, mereka selalu selamat berkat arahan dewa, walaupun mereka juga tahu ada kemungkinan suatu saat mereka ditemukan oleh manusia maupun perajurit pemerintah.


Tak terasa sudah dua minggu Bubble dan Kety tinggal dengan para objek ciptaan, mereka mulai saling kenal satu sama lain.


Salah satu teman Bubble dari ras giant yang baik hati bernama Mils.


Mils selalu menawarkan pisang kepada Bubble ketika bertemu.


Mils dulunya manusia biasa yang terjangkit penyakit gigantisme, yaitu penyakit yang menyebabkan berlebihannya hormon pertumbuhan yang berakibat pada ukuran dan tinggi berat badan Mils.


Mils dan manusia lain yang terkena penyakit sama dikumpulkan disuatu lab dengan tujuan penyembuhan.


Namun ternyata disana dia dan teman-temannya diperlakukan seperti kelinci percobaan, bukannya sembuh, pertumbuhan tinggi dan berat badan mereka malah semakin tak terkendali.


Mils sekarang memiliki tinggi 10 meter dan berat badan sekitar 2.500 kilogram, secara kasat mata dia tidak bisa disebut sebagai manusia lagi, dia lebih cocok disebut giant.


Kisah lainnya juga hampir sama menimpa objek ciptaan berakal lainnya.


Berbeda dengan objek ciptaan berbentuk hewan seperti naga, unicorn, makhluk jamur dan lainnya.


Objek ciptaan berakal tetaplah memiliki perasaan layaknya manusia.


Perbedaan lainnya, penciptaan objek binatang dulu banyak diajarkan di masyarakat melalu sekolah umum sementara objek ciptaan berakal bersumber dari rumah sakit dan laboratorium pemerintah.


"Dahulu kala, tiba - tiba para naga mengamuk dan menghancurkan kota, padahal dulu mereka sejinak domba dan di ternakan,"


"Tapi entah kenapa, para naga itu bisa secara efektif dan terkoordinasi menyerang rumah sakit dan laboratorium tempat percobaan manusia seperti ada yang memerintahkannya,"


"kami bersyukur, berkat mereka dan arahan dewa kami semua bisa meloloskan diri." Ujar Elfian di suatu pertemuan pribadi dengan Kety dan Bubble.


"Bubble ada yang ingin kutunjukkan kepadamu secara pribadi, dewaku yang memerintahkannya!!!" Sambung Elfian, dia berencana menemukan Bubble dengan dewa.


Kemudian Elfian menyuruh tiga peri untuk menemani Kety jalan - jalan keluar.


"HEY CAPUNG!!! Pasti tidak mudah hidup kalian, maafkan gue, sekarang gue paham mengapa kalian bersikap begitu kasar, kalian hanya tidak ingin salah satu keluarga kalian tertangkap lagi kan?!!" Ucap Kety.


"Hmm... Terima kasih sudah sedikit memahami kami," Ucap Peri Merah.


"Kurasa kita perlu berdamai!" Ucap Peri Kuning.


"Iyaa... Tapi tetap kami lebih baik ya!!!" Ucap Peri Hijau.


Walaupun mereka agak canggung untuk bersikap baik dengan Kety, tapi akhirnya mereka saling berpelukan dan bersahabat.


Tiba - tiba, ramai terdengar teriakan - teriakan warga dari pusat desa.


"Keadaan darurat... Sekali lagi keadaan darurat... Terdeteksi ada tiga perajurit pemerintah menyerang desa!!!"


"Untuk para warga segera evakuasi ke tempat aman!!!" Ujar dwarf, melalui speaker alarm emergency.


*****


Bab selanjutnya Kety harus melawan salah satu perajurit pemerintah dan Bubble menemukan rahasia yang sebenarnya dari sang Dewa.

__ADS_1


__ADS_2