Bubble Friend

Bubble Friend
BAB 4 RAKSASA DAN KURCACI


__ADS_3

Raksasa atau Giant bernama Mils yang tinggal di Desa Tersembunyi para objek ciptaan dulunya mempunyai sahabat bernama Journey, seorang kurcaci yang memiliki tinggi 40 cm.


Journey sebenarnya bukanlah makhluk ciptaan, dia hanyalah manusia biasa. Kelainan genetik membuatnya bertumbuh kerdil.


Awal pertemuan mereka, saat Journey kabur ke hutan karena selalu mendapatkan perilaku diskriminatif serta ejekan dari masyarakat tempat tinggalnya. Journey tidak sengaja bertemu dengan Mils di sungai.


"Mengapa aku tidak normal? Mengapa ngga ada yang mau berteman denganku?" Journey sambil menangis.


"Hei teman kecil, Mengapa menangis? Kamu mau pisang? " Bergema suara dari Mils.


"Kamu mau jadi temanku?" Journey bertanya.


"Kenapa tidak???" Jawab Mils.


Sejak saat itu mereka menjadi sahabat.


Mils mengajak Journey bergabung ke Desa Tersembunyi.


Journey selalu menyalahkan keadaan dan kondisi tubuhnya, sementara Mils selalu bersedia mendengarkan keluhan dari Journey serta selalu menasehatinya, hal itu membuat mereka semakin dekat dan tidak terpisahkan.


Saat Bubble dan Kety pertama kali bertemu para objek ciptaan, Dwarf membisikan identitas dari Kety kepada Elfian.


Telinga dari Journey sangat tajam, dia dapat mengetahui identitas dari Kety pada momen itu.


Journey pikir inilah titik balik dalam hidupnya.


Dia bisa bergabung dengan pemerintah dan diberikan hadiah bila membocorkan lokasi dari Kety.


Keesokan harinya Journey pergi meninggalkan Desa Tersembunyi.


*****


"Keadaan darurat... Sekali lagi keadaan darurat... Terdeteksi ada tiga perajurit pemerintah menyerang desa!!!"


"Untuk para warga segera evakuasi ke tempat aman!!!" Ujar Dwarf, melalui speaker alarm emergency.


Serangan telah dimulai.


Ketiga perajurit itu adalah Luci si Red Devil, Kunti si White Devil, Buto si Green Devil.


Bersama dengan Journey sang pengkhianat.

__ADS_1


"Whahaha.. Syukurlah kalo kau bohong pasti udah aku injak kau!!!" Ancam si Buto.


"Ayo kita bantai mereka, kyeee kyeee!!!" Luci mengeluarkan benda berbentuk iblis merah kecil dari tubuhnya.


Jumlahnya sangat banyak, tubuh mereka mengeluarkan api sehingga apapun yang di sentuhnya akan hangus terbakar.


Ketiga perajurit itu berpencar, Journey diberikan senjata api bernama Desert Eagle Gun oleh Luci dan disuruh ikut menyerang teman temannya.


*****


Sementara itu di bawah tanah tempat Bubble dan Elfian berada.


"Tuan Dia lah dewa kami,"


"Dewa kami meminta tuan untuk mengambilnya!"


Ucap Elfian, pada bab sebelumnya Elfian meminta Bubble untuk bertemu dengan Dewanya.


Dia hanyalah bola melayang sebesar bola basket dengan corak warna polkadot.


Bubble memegang bola itu dan tiba - tiba bolanya aktif serta membesar sebesar bola yoga.


"Hey dunia, Polkadot akhirnya sudah bangun!!!" Bola itu berbicara.


"Ternyata kepalanya disini!!! Aku suka memakan kepalanya diawal, kyeee kyeee." Luci terbang dibelakang mereka.


Yang dia maksud adalah pimpinan dari desa si Elfian yang bersama Bubble.


Tiba - tiba atap ruang bawah tanah runtuh, dan keluarlah tangan raksasa.


Itu adalah tangan Mils, dia memegang Luci dan menariknya keluar.


"Tidak akan kubiarkan kau menyakiti Bubble sahabatku!!!" Ucap Mils.


Bubble dan Polkadot memutuskan naik keatas untuk membantu Mils dan mengevakuasi warga, sementara Elfian menuju lokasi para dwarf untuk mempersiapkan mesin pelarian diri.


Sementara itu di tempat Kety dan ketiga peri.


Mereka harus menghadapi Kunti si White Devil.


"Lepaskan teman - teman kami!" Teriak Peri Merah.

__ADS_1


"Owh maksudmu binatang imut di sangkarku ya? Hihihii" Jawab Kunti sambil memamerkan sangkar burungnya.


"Mereka itu bukan binatang, mereka itu teman - temanku!" Sambung Peri Kuning.


"Kebetulan sekali, Peri ku baru mati kemarin,"


"Padahal aku udah taro di toples malah dia mati ngga bisa napas, apa harus aku taro di aquarium ya? Hihihi" Ucap Kunti, dia ingin menangkap para peri.


"KAU INGIN MATI YA!!!" Gertak Peri Hijau, dia menumbuhkan akar pohon dan melilit tubuh Kunti.


Peri Kuning memberikan suport dengan menembakan energi ke Peri Hijau dan Peri Merah.


Setelah seluruh tubuh Kunti tertutup akar, Peri Merah menembakan api dan membakar Kunti.


Tapi ternyata itu hanya serangan sia - sia, akar pengikat Kunti lepas.


"Kalian tau, aku bisa memanipulasi tubuh menjadi besar atau kecil, aku bisa menggandakan tubuhku, dan mengganti tanganku yang kalian bakar!!!"


"Setelah tau ini, harusnya kalian tau, kalian akan kalah hihihi."


Kunti menggandakan tangannya dan menangkap para peri.


Sebelum Kunti meninggalkan lokasi tiba - tiba....


"Berhenti!!!" Teriak Kety.


"Ow, ternyata kau disini yah, aku benar - benar lagi beruntung hihihi"


"Dasar bodoh, sudah kami bilang utk tetap sembunyi!!!" Teriak Peri Hijau sambil menangis.


"Gue tau, kalian ingin melindungiku walaupun kalian juga paham akan tertangkap!!!"


"Sekarang saatnya gue nolong kalian, sohibku!!!" Ujar Kety sambil siap melakukan serangan.


"Game Open!!!" Teriak Kety, terdengar suara pembukaan suatu game.


Kety memiliki kemampuan untuk menciptakan imajinasinya menjadi nyata, karena dia seorang gamer maka objek ciptaannya selalu berkaitan dengan dunia game.


"Fire Point!!!" Kety secara ajaib memakai pakaian penembak lengkap dengan senjata Assault Rifle jenis LR 300 sebuah senjata api otomatis laras panjang.


"Baiklah kita buat taruhan, kalau kamu menang, kamu bisa mendapatkan mereka kembali, tapi kalo kamu kalah aku akan ambil salah satu anggota tubuhmu hihihi" Ucap Kunti.

__ADS_1


Ditengah suasana yang kacau apakah seorang gamer bisa mengalahkan Kunti?


__ADS_2