Bubble Friend

Bubble Friend
BAB 2 PERTARUNGAN DAN PERSAHABATAN


__ADS_3

Pada bab sebelumnya, Kety yang sedang melarikan diri dari kejaran Cleopatra tidak sengaja bertemu Bubble.


Terpaksa Bubblepun bertarung dengan Cleopatra, untuk melindungi Kety.


"Jangan lo akan kalah, sejak kapan gelembung menang lawan jarum!!!" Ujar Kety.


Pertarunganpun tak bisa dihindari...


Bubble mulai menyerang Cleopatra.


"Unlimited Bubble, Bubble Wave! " Bubble mengarahkan serangannya kearah Cleopatra.


Triliunan gelembung bubble menerjang seperti ombak lautan.


"Aku harus berhati - hati, siapa tau dibalik gelembung itu ada gas beracun atau semacamnya!!!" Gumam Cleopatra sambil terus menerus menghindar dan meletuskan gelembung - gelembung itu.


Serangan bubble mengejar target, dengan kecepatan tinggi.


Cleopatra terus menerus menghindar dan meletuskan gelembung, hingga Cleopatra ceroboh, salah satu gelembung itu meletus dan mengenai mukanya.


"Yes... Mati kau! Haha" Teriak Kety kegirangan sambil menunjuk Cleopatra yang terjatuh.


"HANYA SEGINI SAJAKAH!" Teriaknya sambil menuju kearah Bubble dan Kety.


"Tapi... Tapi.. Kenapa dia ngga apa - apa!!!" Kety merasa shock


"Haha.. Ya karena itu gelembung biasa hehe," Ucap Bubble dengan santainya.


Kety terjatuh lemas...


"Sial ternyata jurus yang keren tadi cuman mainan doang! Sial gue tak mau mati muda!!!"


Mengetahui itu hanya serangan gelembung biasa, Cleopatra mengubah strateginya dengan terus menerjang gelembung - gelembung.


Tetapi Cleopatra sedikit kerepotan karena jumlah gelembungnya tidak habis - habis, setiap kali dia meletuskan gelembung selalu ada gelembung yang lain, selain itu serangan ini terus mendorong mundur menjauh dari bubble.


Dia akhirnya menggunakan skillnya.


"Holy Skill, Thorn of Greed..." Dia melemparkan jarumnya menembus kedepan dan meletuskan semua gelembung di sekitarnya karena efek dari gelombang kejut yang luar biasa, bahkan sampai membuat luka membekas ditanah, seolah tersayat benda tajam.


Beruntungnya jarum Cleopatra, hanya menggores sedikit di pipi Kety.


Cleopatra melompat kearah Bubble dan Kety, untuk menyerang langsung.


Kemudian Bubble membuat gelembung di tangannya, seperti sarung tinju.


"Bubble Pounch... "


Bubble berusaha memukul Cleopatra saat mencoba mendarat, tapi dengan mengubah posisi badan, Cleopatra berhasil mengubah arah daratan dan menghindari pukulan Bubble.


Cleopatra membalas dengan menendang Bubble, dia mengenai gelembung putih pekat yang menjadi sarung tinju Bubble dan membuatnya meletus.


Berbeda dengan gelembung transparan, efek dari gelembung putih akan melekat dan lengket seperti permen karet, musuh akan kesulitan untuk melepaskan diri.


Efek lengket tersebut hanya dapat lepas apabila Bubble ingin melepaskannya.


Walaupun Bubble sedikit terpental karena tendangan Cleopatra, tetapi kaki Cleopatra melekat pada letusan gelembung, sekarang Bubble membalikan keadaan.


"Ini aneh, harusnya dia terlempar jauh!!! Tapi seolah dia mengendalikan gravitasi, udara menjadi pijakannya!!!" Heran Cleopatra.


Bubble menarik perekat tadi dan menarik kaki Cleopatra.


"Hei kamu, mau pertarungan jarak dekat lagi?? Tapi ka.. Haaa" Belum selesai berbicara, Cleopatra diputar seperti baling - baling helikopter.


Kemudian Bubble melepas perekat itu dan terlemparlah Cleopatra kelangit jauh sampai menghilang.


"Yes, matii lagi kau!!!" Teriak Kety


"Aku, kembalii!!!" Teriak juga Cleopatra.

__ADS_1


"Sial!!! Aku yang mati lagi!!!" Kembali Kety terduduk lemas.


"Jarumku itu bukan hanya sekedar bentuknya saja, tapi memang jarum dalam arti sebenarnya, jarum itu terikat benang astral dan ketika aku tarik bisa kembali lagi kesini"


Cleopatra menjelaskan sambil hendak mengambil jarumnya yang tertancap di tanah.


Baru beberapa langkah Cleopatra menginjak jebakan ranjau dan kembali terpental ke langit.


"Saya pikir kamu akan kembali, jadi saya siapkan dulu jebakan, sebut aja itu jebakan ranjau gelembung transparan raksasa," Bubble menjelaskan walaupun Cleopatra sudah terpental jauh.


"Apakah dia mati lagi??? Ah terlalu sering gue di PHP in, lebih baik gue lanjut pingsan aja," Gumam Kety.


"UDAH KU BILANGKAN, AKU BISA BALIK LAGI... DAN BERHENTI LEMPARIN AKU SEPERTI BOLA KASTI!!!" Emosi si Cleopatra sambil nunjuk - nunjuk Bubble.


Dia mendarat di atas jarumnya agar tidak terkena jebakan lagi.


"Okeylah... Saya ngga akan lemparin kamu lagi kok, tapi kamu akan tetap menempel disitu!" Ucap Bubble


"Hah.. Apa yang kamu mak...,"


Belum selesai berbicara Cleopatra kembali terkena jebakan Bubble.


Karena berat badannya jarumnya terdorong sedikit kedalam tanah, berakibat meletusnya jebakan yang kedua. Bubble sudah menyiapkan ranjau gelembung putih raksasa waktu Cleopatra terpental kelangit lewat celah tanah yang dibuatnya.


"Itu ku sebut, ranjau gelembung putih raksasa!" Bubble kembali menjelaskan, tetapi Cleopatra tidak bisa mendengarkannya, karet itu menutupi telinganya.


Bubble akhirnya menang.


Kesempatan ini tidak disia - siakan Kety, dengan cepat dia mengambil pisau yang disembunyikan dibalik hoodienya dan mencoba menusuk Cleopatra.


Namun sebelum sampai menusuknya, Bubble menghentikan Kety dan mengambil pisau itu.


"Tapii kenapa lo hentikan gue, dia mau bunuh kita!" Ucap Kety.


"Dia hanya ber akting saja kok hehe..." Ujar Bubble, sambil tersenyum


"Gila... Walaupun didalam baju aneh itu, senyumnya manis bangett!" Teriak Cleopatra.


"Kok gue kaya deja vu ya," Gumam Kety sambil memasang muka datar.


Firasat Kety semua akan baik - baik saja, walaupun membiarkan Cleopatra hidup.


Bubble kemudian melepas jebakan perekat dari Cleopatra. Semua gelembung maupun bekas gelembung dapat kembali terserap kembali ke dalam baju Bubble. Sehingga jebakan perekat Cleopatra dengan mudah dilepaskan.


"Tapi... Kok auranya lebih menakutkan ya???" Ujar Kety sambil sembunyi di belakang Bubble.


Cleopatra berjalan pelan ke arah Bubble dan tiba - tiba....


"Ah, kesandung cintanya ayang,..." Ucapnya manja dan kemudian jatuh memeluk Bubble atau lebih tepatnya bergelantungan karena Bubble terus melayang diudara.


"Ohh... Ini yang dinamakan aura cinta ya, ternyata lebih menyeramkan" Gumam Kety.


*****


Setelah hari mulai gelap, mereka saling ngobrol santai dan menyiapkan makan malam.


Cleopatra menjelaskan, maksud yang sebenarnya.


"Dunia ini sudah begitu indah, impianku semua orang bisa berdamai dan aku bisa hidup normal menjadi ibu rumah tangga biasa" Ungkap Cleopatra dengan tulus dan penuh harap.


Dia sama sekali tidak berniat membunuh mereka, justru dia berencana menjauhkan mereka dari kedua saudaranya.


Kakak perempuannya Eleanor si Strowberry Blonde dan adik laki - lakinya Nikolai si Golden Blonde.


Kedua saudaranya terkenal sangat sadis membantai buruan, Cleopatra berencana berpura - pura kalah dan membiarkan mereka melarikan diri. Tetapi malah sebaliknya dia benar - benar kewalahan dan dipermalukan.


Cleopatra meyakinkan dengan menjelaskan fungsi ransel yang dia bawa.


Ransel itu sebenernya adalah wadah senjata lainnya dari Cleopatra, diapun mengeluarkan senjatanya seperti tombak sapu lidi besi dan tameng wajan raksasa. Ransel itu mempunyai teknologi memperkecil benda mati yang dimasukan ke dalamnya yang berarti Cleopatra tidak menggunakan mode tempur yang sebenarnya di petarungan tadi.

__ADS_1


Obrolanpun berlanjut ke hal yang lebih santai, sambil makan malam daging naga yang dibunuh Cleopatra diawal petarungan.


"Daging naga kalau dibikin sate enak banget, dulu mereka sejinak domba tapi sekarang malah menakutkan. Mangkanya kesempatan langka banget makan daging seenak ini," Ujar Kety.


"Entahlah, tapi saya kayanya lebih suka ayam, hehe.." Ucap Bubble.


"Ayang mau ayam? Nanti Cleo buruin yah!!!" Ujar Cleopatra sambil terus bergelantungan di tubuh Bubble.


"Gila!!! Ayam itu raja monster, mereka lebih besar dari naga, belum lagi kalau mereka marah, bisa - bisa kita dikejar seumur hidup kita!" Ucap Kety sambil membesar - besarkan cerita.


"Tapi, ngomong - ngomong kalian punya hubungan sebagai apa?" Sambil melotot kearah Kety.


"Ahhh... Bukan apa-apa kok, ehhh.. Oh ya, tadi gue jadi gadis kecilnya" Ujar Kety ngelantur karena gugup menjawab pertanyaan Cleopatra.


Cleopatra memang jenius dalam pertempuran, tapi di kehidupan sehari-hari dia begitu polos dan gampang ditipu orang lain.


"Ah... Kalian ayah dan anak ya, kalau begitu bolehlah aku jadi ibumu gadis kecil," Mendekat Cleopatra sambil memancarkan aura harapan.


"Tapi.. Kitakan seumuran..." Gumam Kety lirih.


"Gimana menurutmu Bubble?" Ucapnya lagi, Kety melempar pertanyaan sulit ke Bubble.


"Aku bisa masak, cuci baju, dan ini dan itu dan sensor dan sensor," Cleopatra menjelaskan dengan semangat.


"Kenapa ya harus ada kalimat yang disensor" Ucap Kety sambil masang muka datar.


Bubble menolak semua tawaran Cleopatra, alasannya karena dia tidak punya uang. Dalam nalarnya ibu rumah tangga itu sama dengan asisten rumah tangga yang memerlukan gaji bulanan.


Cleopatra terlihat putus asa duduk menepi di api pembakaran.


"Udah... Nggapapa karena penampilan lo seperti itu biar ku panggil ibu RT (ibu rumah tangga), ya walaupun bukan berarti lo jadi ibu gue sih," Kety mencoba memberi harapan.


"Benarkah!!! Terimakasih banyak anaku... Maksudku Kety," Ucap Cleopatra dengan riang.


Namun tiba - tiba Cleopatra kembali terdiam membisu.


"Kety, cepat pegang jarum ini!!! " Tak disangka Cleopatra menusukan diri ke jarum itu.


"Cepat lari, aku punya firasat saudara ku yang lain segera datang!!!" Ujar Cleopatra sambil memegang luka dari tusukan jarum itu.


Cleopatra sengaja menusukan diri agar saudaranya percaya Kety berhasil mengelabuhinya.


"Tenang aja aku akan baik - baik aja, mereka pasti percaya ceritaku..." Cleopatra terus meyakinkan agar Kety dan Bubble segera pergi.


Kety menciptakan burung besar raksasa yang bernama Flappy, mereka bersiap untuk kabur.


Kemampuan Kety dapat menciptakan objek imajinasinya menjadi nyata, karena dia tergila - gila dengan game akhirnya yang dia ciptakan berkaitan dengan game yang dia sukai.


"Jaga dirimu Ibu RT, Terima kasih atas bantuannya, maafkan aku yang tadi mencoba membunuhmu," Ucap Kety sambil menahan tangis dan penyesalan.


"Semoga kita cepat bertemu kembali Cleo" Sambung Bubble.


Merekapun terbang menjauh.


"Bubble, apa bu Rt benar - benar akan baik - baik aja?" Resah Kety bertanya ke Bubble berharap dia tetap selamat.


"Semoga saja..." Jawab Bubble.


*****


Setelah Kety dan Bubble membereskan sisa pembakaran dan terbang menjauh, tidak lama kemudian kedua saudara Cleopatra tiba di lokasi.


"Kaka ku sayang, kau tak apa - apa? Kety menusukmu? Kenapa kau selalu ceroboh begini kak?!!! Awas saja pasti ku bunuh kau Kety!!!" Nikolai marah sambil terus mengutuk Kety.


Sementara itu kakak perempuan mereka, Eleanor memeriksa lokasi petarungan.


Dia menemukan sedikit bekas api pembakaran dengan beberapa bekas tusuk sate daging, dari jejaknya setidaknya ada dua atau tiga orang yang telah makan malam disitu dan dia yakin salah satunya adalah Cleopatra.


"Adek kau melakukan dosa yang tak terampuni, kau telah berbohong!" Gumamnya lirih.

__ADS_1


__ADS_2