Bucinku Hanya Sebatas Untaian Kata

Bucinku Hanya Sebatas Untaian Kata
Episode 1


__ADS_3

Kalian tau tentang bucin kan, ya “budak cinta”. Orang yang suka memuja pasangannya dan mengutamakan pasangannya. Ini kisahku bukan tentang aku dan seseorang melainkan tentang kebiasaanku tepatnya. Namaku Nathalia Puspa Anjani, gadis yang berumur 16 tahun di sebuah kota. Aku punya seorang kakak laki laki bernama Reza, dia lebih tua 2 tahun dibanding diriku. Ah sudahlah dia tidak penting di cerita ini, Aku sekarang bersekolah di SMK Dewi Pertiwi.

__ADS_1


Julukan bucin melekat padaku sejak kelas 8 SMP, mungkin sebelum itu Aku sudah bucin namun julukan itu baru datang dan menempel saat Aku SMP, wajar saja dulu kan kata bucin belum ada. Bucinku bukan karena diriku mencintai seseorang secara berlebihan melainkan kesukaanku akan hal hal yang berbau cinta. Seperti quotes, sajak, puisi, cerpen, dan komik. Berawal dari kecintaanku akan membaca jadi kadang Aku juga bermain dengan kata kata yang Aku suka dan kujadikan menjadi kalimat atau bait tulisan. Padahal sampe saat ini Aku masih jomblo, mengapa harus ada label bucin dalam diriku yang bahkan tak punya tambatan hati.

__ADS_1


Aku juga pernah menjadi penasihat dalam hubungan seseorang, ini cukup lucu karna saat itu aku masih kelas 6 SD. Tetanggaku sekaligus teman mainku punya pacar dan mereka sedang selisih paham, kejadian awalnya aku tak tau hanya saja ia memintaku untuk membantunya agar cowonya bisa memaafkan dia. Aneh masa cewe minta maaf duluan, haha itu ada tapi dulu kalau sekarang mungkin sudah punah. Aku bantu dia dengan menulis surat untuk si cowo supaya ia mau mengerti dan disitu juga kuselipkan kata kata berbahasa inggris. Ugh geli jika aku harus membayangkannya, bukan urusanku mau diterima atau tidak Aku hanya ingin membantu sekaligus menuangkan hobiku hihi. Dan anehnya sehari setelah surat itu diberikan mereka berdua akur kembali, uuu dahsyat sekali kata kata yang kutulis. Dalam hati cuma ngomong 'andai itu dia tau yang nulis Aku', dah lah gak penting dari siapa untuk siapa toh aku hanya membantu.

__ADS_1


Aku yang tak perduli akan pembahasan Abangku langsung pergi ke kamar mandi "Bodo amat ABANG!" teriakku sambil menutup pintu kamar mandi. Setelah itu Aku segera bergegas untuk merapikan alat sekolahku, yah karna ini hari pertama dan juga MOS bawaanku banyak sekali. Untung saja Emakku sudah mempersiapkannya sebelum ia berangkat bekerja. "Woi ayoo!! Lu mau telat apa?! Gua sih kaga mau, cepetan atau lu gua tinggal nih." Ujar si Abang mengajakku berangkat "Hih bisa gak sehari aja kaga ngegas gua pusing nih." Ucapku yang tengah sibuk mencari kartu nama "Tuh kan tuh kan apa yang kaga ada, anak mamak sih manja bener apa2 kudu dicariin nah bingung kan bingung." Ledeknya kepadaku yang membuatku semakin bingung

__ADS_1


"Wahai Abangku sayang yang baik hati coba kau carikan kartu namaku biar kita tidak telat wahai Abang?!" Pintaku dengan nada rendah ke nada tinggi "Oow tentu saja adikku yang tololnya kebangetan, itu kartu nama lu udah tertempel di baju lu ngapain dicari?!" Jawabnya sambil menirukan gaya ku. Lalu kepalaku menoleh ke arah kartu yang ia tunjuk, dan menoleh kembali ke arah wajahnya sambil tertawa kecil "ehehe". "Dasar *****!!" Akhirnya kami pun berangkat ke sekolah.

__ADS_1


__ADS_2