
Sesampainya disekolah, lebih tepatnya di parkiran sekolah. Aku langsung turun dari motor "Eh Nath, Lu disini jan jadi nakal yee ntar malu maluin gua lagi." Ujar Abang kepadaku lantas Aku balas dengan
Wahai sang surya...
Cerianya kau hari ini pertanda bahwa hari ini juga hari yang ceria bagi diriku
Namun kadang awan yang putih bersih pun bisa berubah
Biarkan saja aku mengikuti takdir hari ini
Mengikuti cerahnya pagi walau aku tau nanti akan berubah
Setelah ku selesaikan ucapanku, Aku baru menyadari kalau sedari tadi sudah menjadi bahan tontonan para siswa di tempat parkir. Perasaan malu mengaduk aduk pikiranku ditambah ejekan dari Abang yang gak pernah tau situasi dan kondisi "Dih anak bucin malah sekolah disini, mm maap yee para siswa dia gila. Gua kaga kenal lho, Sumpah dah." Ucapnya sambil berseringai. Mau ditaruh mana mukaku kalau begini, Aku yang tak tau tempat saat mengeluarkan hobiku ditambah Abang laknat yang tak tau diri mengejek diriku yang tengah malu.
"Ihhh Abang ish malah gitu." Jawabku sambil membuat mimik wajah cemberut. Aku tau dia pasti akan luluh lantak dan meminta maaf 'hehe ini senjata yang mutakhir' Ujarku dalam hati. "Eh eh iyaiya, Hei Arya kau osis yang ngurusin MOS kan?" Tanyanya kepada salah satu siswa kelas 11. Lah aneh kukira dia akan minta maaf ngapain nanya sama orang, mana SKSD lagi. "Eh iya bang kenapa?" Jawab cowo tersebut sambil menghampiri kami "Jadi ini adek gua, Nah karna dia sering bucin dan tiba tiba sering ngeluarin kata kata yang aneh. Gua titip adek gua ya tolong jagain selama MOS yee? Gua malu jadi Abangnya ntar reputasi gua turun." Pintanya kepada cowo tersebut. Gila situasi macam apa ini Abang tega nitipin adeknya yang imut dan mudah rapuh ini sama cowo yang bahkan aku gak kenal "Heh Abang ish mulutnya gak pernah disekolahin." Ucapku sambil mencubit pinggangnya dan entah kenapa saat itu Aku gak ngegas seperti biasanya ketika Abang mengejekku.
Ah mungkin saja karna Aku malu setelah kejadian tadi, mana dia nitipin pake acara takut reputasinya turun. Apaan coba itu, sok punya fans banyak sombongnya minta ditampar yang ada juga Aku yang malu. "Yaellah sakit woy, dah lah lu sama si Arya ya gua pergi ke kelas bayy!" Ucapnya sambil melangkah pergi. "Heh apaan itu orang kakaknya aja belum ngasih tau mau apa kaga. Bang aellah!" Dia kan belum ngasih jawaban mau apa engga maen pergi aja, Ya Allah minta digampar dianya. Lalu si cowo yang sedari tadi diam memandangi fenomena ini menjawab "Iya Bang gua jagain." Bang Reza yang tadinya berjalan lalu berhenti dan berbalik "Nah dia aja mau, Siapa sih yang menolak permintaan gua hahaha!" Ujarnya lalu meninggalkan tempat parkir. "Gua Arya osis bagian keamanan disini, ayo pergi ke lapangan gua anterin." Ucapnya memperkenalkan diri lalu mengajakku pergi ke lapangan. Aku tak membalas perkenalan itu, toh buat apa dia mau kenalan denganku.
__ADS_1
Ketika sampai di lapangan, terdengar suara riuh keramaian dari para siswa. Aku bingung harus berbaris di bagian mana, dia juga kenapa tidak menyuruhku berbaris dan mengantarku dibarisannya. "Kau mau baris disini dan menjadi pusat perhatian?" Tanyanya padaku "Eh enggak kak, emangnya barisan punyaku dimana ya?" Aku balik bertanya kepadanya dengan nada rendah, takut aja kalau ngegas dikira gak sopan. "Ayo baris dibelakang lari sekarang!!" Tegasnya padaku, padahal tadi gak mau ngegas tapi kok ngeselin ya ternyata "Iya kak gua tau!" Balasku lalu lari ke barisan belakang, tuh kan malah jadi ngegas ntar kalo gua jadi bahan bulian kek di cerpen gimana. Rasanya Aku seperti baru saja meminum kopi banyak rasa dengan rasa ekspektasi yang tinggi padahal kenyataan saja belum terjadi. Untung saja ia tak menghampiriku, lega rasanya.
Upacara pembukaan dimulai, suasananya sangat hening hanya ceramah dari kepala sekolah saja yang terdengar. Memang benar sekolah ini terkenal akan kedisiplinan dan ketertiban dalam upacaranya. "Eh kamu kan yang tadi di parkiran baca puisi?" Tanya seseorang disampingku. Haduh reputasiku belum sejam disini aja sudah rusak, Ya Tuhan kenapa ini terjadi padaku. Aku hanya tersenyum "Benarkan kau yang tadi, ih keren lho bisa ngarang sendiri kek gitu. Kamu yang tadi kan?" Tanyanya meyakinkan ku sekali lagi. Aku yang senang karna dipuji keren akhirnya buka suara "Ehehe iya, gak keren masih biasa aja." Jawabku merendah padahal dalam hati mah ngomong 'merendah untuk meroket ayeaye' lalu dia tersenyum kegirangan seakan mendapat lotre "Ih keren kok, Oh iya Namaku Maya kamu siapa namanya?" Ujarnya kepadaku.
Dia cantik, imut persis seperti diriku, namun dia lebih pendek jadi imutan dia. "Namaku Nathalia,,," belum sempat Aku meneruskan kata kataku Arya yang dapat titah menjagaku datang "Diem ya Nath,,,, Atau kakak suruh kedepan baca bucinan kau." Ujarnya menghentikan obrolan kami. Maya langsung ketakutan dan menundukkan kepalanya, tentu saja Aku takkan melakukan hal seperti itu. "Oke kak gua ngerti." Jawabku sambil membulatkan suaraku "Nah bagus diem." Ucapnya sambil tersenyum. Dih ni orang dia gak tau apa ya kalau Aku baru saja meledeknya, sungguh terpuji kau kepekaannya kurang.
Setelah Upacara selesai kami bergegas ke papan pengumuman dan mencari nama beserta kelas kami. Ternyata Aku dan Maya sekelas, kami mengumpulkan tugas yang harus dibawa ke kelas kami. "Nah dah selesai, lu mau pulang sekarang?"
"Iya ah langsung pulang aja cape tadi berdiri terus, Mau pulang bareng?"
"Ah gak gua mah bareng Abang gua, lu kalau mau pulang duluan aje." Ujarku agak sedikit mengusir, oh tentu saja kalau dia bertemu Abang pasti jadi masalah.
Tiba tiba titisan dari Abang datang jengjengjeng
"Yok pulang gua anterin ke Abang lu di parkiran dia udah nunggu di sana."
"Ahaha gak usah kak, gua bisa sendiri."
__ADS_1
Balasku menghindari terkaman dari nya
"Lu boleh ke sana sendiri tapi bacain gua kata kata kek tadi pagi."
Astaga dia nyari gara gara apa gimana ini, males kali kalau harus baca kata kata didepan orang. Tapi lebih males lagi kalau dia nganterin ke tempat parkir
Aku mungkin saja sekarang diam
Membisu bak patung yang diukir cantik
Namun adakalanya aku akan seperti singa
Menerkam mangsanya untuk kepuasan sendiri
Sama halnya sepertiku yang nantinya akan mengutarakan rasa
Walau sekarang aku diam tanpa satu patah kata
__ADS_1
"Jadi lu suka gua yaa,,,,?" Ucapnya sambil tersenyum, Aku yanh ngeri liat dia senyum kek psikopat langsung lari "Hidih Najis!"
Aku pergi meninggalkan cowo yang anehnya minta dihajar itu.