
Malam itu Aku tak habis pikir dengan kejadian tadi, ugh menyebalakan. Akhirnya diriku terlelap dalam keheningan malam dan tertidur. Paginya, sesampai disekolah Aku langsung pergi ke kelasku. Duduk dan menulis kata kata lagi.
Jika aku bisa menggapai angkasa di dalam mimpi maka aku akan menggapai mimpi untuk menjadi kenyataan.
"Quotes hari ini, jangan menyerah." Gumamku sendiri dikelas itu. Aku yang malas untuk bergabung dengan teman sekelasku memilih sendiri dan menunggu Maya. "Hei Nath, pagi bener datangnya?" Sapanya kepadaku. Dih baru juga diomongin kalo ditunggu "Weh iya itu si Abang ada urusan katanya makanya pagi." Ucapku
Dia datang bersama seseorang, dia berkulit putih dan berjilbab 'wih ukhti'. Maya akhirnya memperkenalkan perempuan itu "Nath kenalin ini Annisa, dia sekelas ama kita. Annisa ini Nathalia, dia kalo buat kata kata keren." Tuturnya sambil menaikkan jempol. "Oh dia yang di parkiran itu." Ucapnya dengan suara datar, dalam hati cuma ngomong nih orang judes bener ngelebihin Aku malah. Lalu aku membalasnya dengan tertawa "Hahaha iya, Udah ih jan dibahas yang itu." Akhirnya kami pun menghentikan pembicaraan kami karna bel masuk berbunyi. Aku yang tadinya ingin sebangku dengan Maya akhirnya sebangku dengan cowo yang gak pernah Aku kenal. Katanya Annisa tak mau kalau harus duduk dengan cowo, hah iya agamanya terlalu kuat.
Bisakah aku menjadi sandaranmu
Agar aku tau semua keluh kesah yang kau rasakan
__ADS_1
Kau terlalu diam padaku
Aku tak paham jika kau tak pernah bercerita
Mendekatlah, bersandarlah di pundakku
Lepaskan semua keluh kesahmu
Tenanglah aku adalah sandaranmu
Karna terlalu gabut dengan pelajaran pagi itu Aku mulai menulis kata kata lagi. Senang rasanya bisa menyalurkan pikiran ke tulisan, beban otak jadi berkurang. Cowo yang disampingku memandangi tulisan yang ku buat "Aku menghargai karyamu." Katanya sambil terus memandangi tulisanku. "Hah kau mau menghargainya berapa, 5000 boleh. Boleh kau ambil." Jawabku sambil tersenyum "Bukan itu maksudku, tapi kau salah jurusan masuk ke sekolah ini." Ujarnya
__ADS_1
"Ah bodo, sekolah dimana pun sama saja. Niatnya juga sama mau belajar."
"Ah terserah, tulisanmu bagus tapi kau bucin lah."
"Udah ya jan ngajak debat gua, ntar gua ngegas lu kewalahan lagi."
Ia tak membalas ucapanku, namun langsung memperhatikan pembelajaran didepan
Jam istirahat Aku masih saja duduk dibangku, ingin rasanya tidur sebentar. Baru saja menutup mata, terdengar suara Maya memanggilku. Aih bukankah dia mau ke toilet pikirku, Aku terbangun dan melihatnya seolah ingin menceritakan sesuatu. Dan benar saja "Nath bangun, Aku punya cerita sini sini." Ajaknya padaku "Lu dah disini ayo gih crita, ada apaan? Nemu kecoa di toilet?" Tanyaku sambil tertawa. Lalu ia menceritakan kalau dia pergi ke toilet dengan Annisa ditengah jalan dicegat oleh kakak kelas. Dalam ceritanya kakak kelas itu keren dan cukup tampan, dia menanyakan nama dan kelas kepada Maya.
Annisa hanya diam karna ia tak tahu harus gimana, Maya mengatakan bahwa mungkin saja kakak kelas itu naksir padanya. Aku lalu memberi jawaban "Kalo dia kek yang lu critain yaudah sikat aja hihihi." Annisa yang sedari tadi diam akhirnya bicara "Mending gausah deh May, kakak itu terkenal di sekolah ini fansnya juga banyak. Ntar kalo kamu diapa apain sama fansnya gimana?" Ujarnya dengan nada pelan sekali. Dalam hati cuma ngomong kapan bisa ngomong se alus itu, perasaan ngegas mulu. "Jika dia sepopuler itu dan memilih dirimu. Maka kau itu sangat ia cintai karna ratusan orang ia tolak hanya untuk dirimu,,,gileee mantab kan gua." Balasku supaya Maya tak ambil pusing soal itu. "Wih cakep tuh, tapi kalau gak juga gapapa Aku jadi fansnya aja yah kan." Ucap Maya sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
Karna kelakuan kami Annisa hanya bisa berkata "Masya Allah temen saya bucin semua." Katanya sambil mengelus dada.