Bukan Inem Pelayan Seksi

Bukan Inem Pelayan Seksi
Pekerjaan Baru


__ADS_3

Langkah Mayang terseok menyusuri jalan beraspal yang terhitung sangat sepi itu. Tubuh letihnya tertatih membawa tas besar di tangan kanannya. Tangan kirinya masih menenteng sebuah tas tangan yang tidak ringan juga.


Matahari terasa begitu terik membakar bumi.


Entahlah, mengapa matahari hari ini begitu panas. Padahal biasanya dalam seminggu ini selalu turun hujan.


Ya Tuhan, berat sekali ujianmu. Gumam Mayang dalam hati. peluhnya mulai bercucuran.


Seandainya bukan karena aku sudah berhutang budi, aku pilih pulang kembali ke kampung halaman ku. Aku sudah tidak sanggup berjalan lagi. Sudah setengah jam lebih aku berjalan,tapi tak nampak pula olehku sebuah rumah pun. Hanya pohon pinus di sepanjang mata memandang.


"Apa aku tersesat ?, tapi ini benar jalan yang ada di alamat ini".


Mayang berhenti dan melihat kembali secarik kertas yang dia bawa. Dia membaca sekali lagi alamat yang tertera di secarik kertas tersebut.


"Jalan ini sudah benar, tapi mengapa sepi sekali. Dari tadi aku tidak melihat satu orang pun. Mobil atau motor pun tidak ada yang lewat satupun".


Mayang berhenti dan menyeka keringatnya yang mulai membasahi wajah dan bajunya. Diambilnya air mineral di dalam tasnya dan meminum air yang masih tersisa sedikit di botol.


Dia terduduk lemas diatas tas besar miliknya. Wajahnya sepertinya mulai menampakkan kelelahan yang sangat. Wajahnya yang ayu terlihat sangat pucat. Matanya berkunang kunang, pandangan matanya mulai kabur dan gelap. Tiba tiba semua gelap dan Mayang terjatuh tak sadarkan diri.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Kamu sudah sadar?",


"Maaf ,saya dimana?",tanya Mayang kaget ketika mendapati dirinya sudah berada di sebuah kamar besar dan dirinya tidur di atas ranjang besar di kamar itu. Kepalanya terasa sangat pusing.


"Nama saya Yono, saya bekerja disini. panggil saja Pak Yono. Tadi kamu pingsan di jalan depan menuju rumah ini", terangnya pada Mayang yang masih nampak kebingungan.


"Tadi Tuan kebetulan lewat dan dia yang menolongmu. Makanya sekarang kamu bisa berada di rumah ini".


"Oh !, Terima kasih pak sudah menolong saya", ucap Mayang seraya bangkit dari tidurnya.


"Tapi saya harus pergi pak, saya harus ke rumah Tuan Alan Kusuma. Apakah bapak tau alamat ini?", tanya Mayang kemudian menyerahkan secarik kertas yang berisikan alamat yang akan dia tuju. Ini sudah terlalu sore, bisa bisa dia kemalaman di jalan,begitu pikir Mayang.


Dia ingat,dia harus ke alamat itu, tapi dia tidak tahu dengan jelas letak alamat rumah yang dia tuju.


"Hmmm...!, Apa kamu belum tau alamat yang mau kamu tuju nona?",tanya pak Yono setelah membaca alamat di secarik kertas yang diberikan oleh Mayang.


"Belum pak, saya mendapatkan alamat itu dari seseorang yang bernama Alan Kusuma, saya akan bekerja padanya sebagai pengasuh anaknya".


"Hahaa..!, syukurlah nona kamu tadi di tolong tuan muda sewaktu pingsan. Alan Kusuma yang kamu maksud itu adalah majikanku, orang yang sudah menolongmu itu".


"Benarkah?, apa itu berarti saya sudah berada di rumah tuan Alan pak?".


"Benar nona, kamu sudah berada di alamat yang akan kamu tuju"., kata pak Yono.


"Bukankah itu sebuah kebetulan yang aneh?",kata pak Yono kemudian tertawa terkekeh.

__ADS_1


"Tadi tuan berpesan,kalau kamu sudah siuman tuan ingin bertemu dengan mu. Sebaiknya kamu mandi dan membersihkan badanmu,setelah itu nanti bapak akan mengantarmu ke ruangan tuan".


"Baik pak. Kalau begitu saya mandi dulu".


"Baiklah, saya tunggu di luar. Nanti setelah kamu selesai temui saya di ruang tamu ya,nanti saya yang akan mengantarmu".


Mayang segera beranjak dari ranjang tempat dia tidur tadi. Dibukanya tas besarnya,kemudian mengambil handuk dan baju ganti. Dia berjalan menuju kamar mandi.


Aku berhutang budi sekali lagi pada orang itu, dia menyelamatkan aku lagi hari ini di jalan ketika aku pingsan. Dan kemarin dia menyelamatkan aku dari laki laki kurang ajar yang akan berbuat tidak senonoh padaku. Hampir saja aku kehilangan kesucianku jika saja orang itu tidak datang menolongku.


Ya Tuhan, skenario apa lagi yang akan kamu berikan padaku ,kenapa aku harus berhutang budi lagi padanya,apa lagi yang akan dia minta dariku untuk membayar hutang budi ini.


Mayang mulai mengguyur tubuhnya yang sudah terasa sangat lelah. Dibiarkannya rambutnya yang hitam sebahu basah terkena air.


Hatinya sedang dilema antara harus bersyukur atau merasa sedih. Dia mendapatkan pekerjaan baru dengan gaji yang lumayan, tapi dia harus rela berpisah dari Nino, adik satu satunya.


Dia harus rela Nino di asuh paman dan bibinya di kampung karena tidak mungkin membawanya di tempat bekerjanya yang baru.


Selama ini Nino tidak pernah hidup terpisah darinya semenjak orang tua mereka meninggal. Mayang bekerja membanting tulang untuk membiayai kehidupan mereka dan untuk membayar biaya sekolah Nino yang sudah kelas dua SMA.


Mayang bertekad untuk membiayai sekolah Nino sampai selesai. Bahkan jika mungkin Nino harus kuliah. Supaya kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik darinya dan bisa mengangkat derajat keluarga.


🍁🍁🍁🍁🍁


Diruangan lain di rumah yang sama.


Nampak seorang lelaki sedang berdiri memandang keluar jendela. Tangannya menggenggam segelas wine yang sedari dari di sesapnya hingga tak tersisa.


Sebuah kecelakaan merenggut nyawa istri tercintanya.


Sebuah truk melaju dengan kencang karena rem nya blong dan menabrak mobil yang dikendarai Mella dan Kimi anaknya.


Tubuh Kimi terpental keluar dari mobil, dengan cidera serius. Sedangkan Mella tidak sempat menghindar. Truk itu menghantam tepat mengenai sisi kanan mobil tepat di sisi Mella duduk.


Mella meninggal di tempat,sedang Kimi bisa di selamatkan setelah sempat dua hari koma.


Dia yang saat itu sedang berada di luar kota karena urusan pekerjaan tidak bisa berbuat apa apa.


Dunianya gelap,bumi yang dia pijak goyah setelah kepergian istrinya.


Hidupnya jadi begitu dingin dan tanpa senyuman pada orang lain. Hanya pada anaknya saja dia bisa tersenyum dan tertawa seolah tanpa beban.


Dia lakukan apa saja demi anaknya, apapun yang di minta Kimi akan di berikan. Pendidikan terbaik, baju terbaik,makanan terbaik,mainan terbaik dan tentu saja teman terbaik. Setidaknya begitulah dia menyebut semua pengasuh anaknya.


Dia adalah Alan Kusuma,seorang pengusaha besar di kota Z.


Dia selalu selektif memilih pengasuh untuk anaknya. Karena pengasuh yang dia pilih harus mampu menjadi teman terbaik anaknya,karena dirumah ini tidak ada orang yang bisa menjadi teman main anaknya ketika dia bekerja. Jadi pengasuhnya adalah sekaligus teman bermainnya.

__ADS_1


Rumah Alan berada jauh dari kota. Rumah terdekat dari rumahnya berjarak hampir tiga kilo jauhnya.


Dia memang sengaja membeli sebuah perkebunan sekaligus peternakan dan membangun rumah disana supaya Kimi selalu mendapatkan udara segar dan sehat. Dari kecil memang Kimi menderita asma yang diturunkan dari Mella istrinya.


Alan harus sangat berhati hati merawat Kimi,dia akan melakukan apa saja yang dia bisa demi membuat Kimi tertawa saat harus tumbuh besar tanpa ibu disampingnya.


Tok,tok,tok,...


Terdengar suara ketukan dipintu ruang kerjanya. Pak Yono masuk bersama Mayang yang sudah selesai mandi dan rapi.


"Maaf tuan, saya datang mengantarkan nona Mayang ".


Alan tak bergeming sedikitpun dari tempatnya berdiri. Terdengar suara beratnya berdehem.


"Apa ada yang bisa saya bantu untuk nona Mayang Tuan?", tanya pak Yono lagi demi melihat tanya yang tak bereaksi.


"Tidak pak,terimakasih", kali ini terdengar Alan berbicara. Badannya berbalik menghadap kearah Mayang dan pak Yono berdiri. Matanya sempat bertemu pandang dengan mata Mayang.


Mayang yang masih gugup hanya menunduk membuang pandangannya,menghindari tatapan mata Alan yang tajam.


"Kamu sudah baikan?", tanya Alan dingin.


"Sudah Tuan, terimakasih sudah menolong saya", jawab Mayang sopan.


"Hmmm.."


Hanya itu suara yang terdengar kemudian.


Alan melangkahkan kakinya mendekati meja kerjanya kemudian duduk di atasnya.


"Kamu bisa mulai kerja sekarang, tugas kamu mengurus keperluan Kimi anak ku dan mengurus aku. Nanti akan ada Mbok Nah yang membantumu bersih bersih rumah,tugasmu hanya memasak dan menyiapkan makanan untuk aku dan anakku", jelas Alan panjang lebar.


"Kamu tidak perlu mengantar Kimi ke sekolah, ada pak Yono yang akan mengantar jemput Kimi".


Oh!, nama anaknya Kimi.


Tanpa sadar Mayang bergumam sendiri.


"Kamu sudah paham belum apa yang menjadi tugas kamu Mayang?", teriak Alan mengagetkan.


"I-iya tuan !, maafkan saya".


""Baiklah,kamu boleh kembali ke kamarmu,besuk pak Yono yang akan memperkenalkan mu dengan Kimi. Dia sudah tidur sekarang,jangan di ganggu".


"Baiklah tuan, kalau begitu saya mohon pamit", kata pak Yono sambil sedikit membungkukkan badannya.


Mayang hanya mengikuti pak Yono. Dia bergegas keluar dari ruangan itu menuju kamarnya setelah sebelumnya berpamitan dengan pak Yono.

__ADS_1


Hari ini sudah dimulai,hari pertama dia bekerja dengan majikan dan suasana yang baru. Semoga semua akan baik baik saja.


Bismillah.


__ADS_2