
" Sah....." Seruan tamu undangan menandakan jika ijab kabul yang telah di laksanakan kini telah selesai ,ada rasa lega yang dan tenang saat mendengar nya.
Dengan senyum bahagia aku menoleh ke arah pria yang kini telah sah menjadi suami ku,ia pun tersenyum bahagia ke arahku. Dengan tangan bergetar ku ambil tangannya lalu mencium nya dengan penuh haru,setelah itu ia lalu mencium keningku dengan ucapan basmalah. Air mataku jatuh begitu saja saat itu,air mata bahagia dan haru.
Malam terus berjalan begitu cepat,hingga tamu yang ikut dalam kebahagiaan kami pulang satu persatu setelah memberi ucapan selamat dan memberi restu.
Jantungku berdegup begitu kencang ,saat berada di kamar hotel yang kini di hias dan di jadikan sebagai kamar pengantin,kelopak mawar di tebar di kasur serta lilin kecil yang menghiasinya.
Aku lebih memilih duduk di sofa dekat jendela kaca, pemandangan di luar saja menarik perhatian ku. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam tapi pria yang baru saja menikahi ku belum juga masuk ke kamar,mungkin ia masih sibuk dengan para tamu yang masih berada di ballroom.
__ADS_1
Merasa begitu gerah aku memutuskan untuk berganti pakaian dan membersihkan tubuhku yang terasa begitu lengket. Saat keluar dari kamar mandi aku di kejutkan dengan seseorang yang duduk di sofa . Sedikit canggung aku berjalan menuju meja rias,untungnya tadi sebelum ke kamar mandi aku sudah membawa pakaian ganti.
"Kamu tidak mandi mas?" Tanyaku sembari duduk di meja rias.
Pernikahan kami memang terbilang singkat,hanya berkenalan tiga bulan saja ,setelah itu Bryan dengan kesungguhan hatinya datang kerumah untuk memintaku kepada Tante untuk di jadikan istri. Awalnya aku ragu tapi setelah melihat kesungguhan nya dan juga kedua orangtuanya datang langsung padaku,meminta agar aku mau menjadi istri dari putra satu-satunya itu.
Setelah memikirkan nya akhirnya aku memutuskan untuk menerima pinangan itu,kami tak pacaran tapi juga tak di jodohkan karena putusan untuk menikah adalah dari kami sendiri secara sadar tanpa ada tekanan.
Menunggunya terlalu lama,membuatku tak bisa menahan rasa kantuk yang menyerang mataku ini.
__ADS_1
Sebuah elusan lembut kurasakan di kepalaku,perlahan aku membuka mata dan melihat wajah tampan dengan senyum terindahnya sedang menatapku juga .
" Mas.." Aku membuka mata lebar,dengan jantung yang tak karuan,mungkinkah dia sedang ingin meminta haknya?
" Tidurlah lagi,kamu pasti sangat lelah, aku ingin keluar sebentar ada urusan." Ujarnya lagi. Aku merasa ada yang aneh dengan nya. Ini malam pengantin kami,tapi dia justru meninggalkan ku di malam pengantin kami? Ataukah urusannya lebih penting ? Berbagai pertanyaan merasuk ke jiwa,sejak kami sah menjadi suami istri sikap Bryan terasa berbeda.
Aku menggeleng pelan,membuang segala pikiran negatif,mungkin saja dia memang ada urusan dan juga masih banyak malam-malam selanjutnya bukan.
" Kita akan kembali kerumah pagi ini." Ujar Bryan pada ku saat aku baru saja membuka mata.Aku mengerutkan kedua alisku menatap bingung ke arahnya.
__ADS_1
" Bukankah kita akan menginap selama tiga hari di sini?" Tanyaku heran karena Bryan terlihat begitu terburu-buru memasukkan pakaian nya ke dala koper.
" Harusnya seperti itu,tapi tiba-tiba aku ada kerjaan yang harus aku kerjakan dan tidak boleh di wakilkan ." Balasnya masih sibuk dengan kopernya.