
Bella memandang bangunan kokoh nan mewah , dengan di kelilingi pagar tembok yang menjulang tinggi hingga menutupi kemegahan kediaman yang seperti istana menurutku. Mobil yang kami tumpangi pun masuk ke dalam halaman rumah .
"Ayo." Ajak Bryan padaku sembari membuka pintu mobil dan turun lebih dulu.
" Selamat datang sayang ." Sapa ibu mertuaku saat kaki ku baru saja turun dari mobil.
Ibu mertuaku lalu memeluk dengan penuh kasih sayang ,aku bisa merasakan hal itu . Sebuah sambutan hangat yang membuatku merasa bahagia karena keluarga ini ternyata begitu menerima ku dengan tangan terbuka. Padahal jika di bandingkan dengan diriku status kami begitu jauh berbeda.
Ibu mertua ku membawaku masuk kedalam rumah, meninggalkan mas Bryan yang masih berada di luar halaman.
__ADS_1
"Ayo mama antar ke kamar Bryan,kamu jangan sungkan di rumah ini sayang , anggap rumah ini rumah kamu sendiri." Ujar ibu mertuaku sembari menggandeng tanganku dan membawaku naik ke lantai atas menuju kamar mas Bryan.
Aku hanya tersenyum mendengar semua penuturan mama saat ia menunjuk setiap ruangan yang kami lewati.
"Ma...ini ruangan apa?" Tanya ku saat kami melewati ruangan yang menurutku berbeda dari ruangan lainnya,ruangan itu berada di pojok dan seperti nya jarang ada orang yang masuk ke dalam sana.
" Oh...itu tempat olahraga Bryan,sayang ." Jawab mama ,aku hanya tersenyum mengangguk mendengar nya.
Kamar ini terasa begitu sejuk dengan warna perpaduan hitam dan putih, sepertinya mas Bryan sangat menyukai kedua warna itu. Ranjang king size yang berada di tengah ruangan dan dua buah nakas berada di samping kiri dan kanannya. Sebuah sofa berukuran besar berada di dekat jendela yang jika kita duduk di situ akan memperlihatkan view pegunungan yang begitu indah,karena kamar mas Bryan ini tertuju langsung ke sebuah pegunungan.
__ADS_1
" Kamu istirahat saja dulu,mama mau ke bawah menyiapkan makan untuk kalian."
" Mama tidak usah repot,biar Jeny saja yang menyiapkannya sendiri." Ujar ku yang merasa tak enak hati .
"Kenapa harus kamu , sayang...lagian mama tidak menyiapkan kannya sendiri kok,semua sudah di masak koki,mama hanya memantau saja apakah sudah di sajikan di meja atau belum. Di rumah ini kamu tidak perlu melakukan apa-apa,jika butuh sesuatu minta sama pelayan saja." Jelas mama lalu berjalan meninggalkan ku yang masih mencerna sua ucapannya barusan.Baru beberapa menit di rumah ini. Entah mengapa aku merasa aneh jika tidak melakukan apapun,di rumah Tante Mia semua pekerjaan kami lakukan bersama jadi jika hanya diam aku pasti akan merasa bosan.
Tak berselang lama pintu kamar kembali di buka,membuatku seketika menoleh ke arah pintu dan melihat mas Bryan masuk ke dalam kamar sembari membawa dua koper di tangannya. Aku segera beranjak dari duduk lalu berjalan menghampiri nya .
" Biar aku bantu mas." Ujar ku .
__ADS_1
" Kamu duduk saja,biar aku yang bawa,lagian tinggal membawanya ke dekat lemari kok." Ujar mas Bryan sembari terus berjalan ke arah lemari pakaian yang begitu besar dan panjang, sepanjang dinding kamar ini.