
Setelah hal-hal yang menakjubkan terjadi, Han Daru segera melihat Poin Pengalaman dan informasi pribadinya, saat ini Han Daru telah naik ke tingkat 2, rekan pesta Han Daru juga mendapatkan hadiah hadiah Poin Pengalaman sebesar 10.000 dan uang sebesar 2000, dengan begitu mereka melesat ke tingkat 2 dan menjadi orang paling kaya di Provinsi Gajah. Dengan meningkat dirinya naik ke tingkat 2, dia mendapatkan +4 Poin Kenaikan Atribut gratis. Han Daru segera menaikan atribut Serangan Sihirnya sebanyak +3 dan +1 untuk Dayat Tahan Tubuh. Dengan begitu, Serangan Sihir Han Daru sudah mencapai +10 dan Daya Tahan Tubuhnya +7, kemampuan pasif dari +10 serangan sihir adalah pemulihan Mana secara otomatis, dalam waktu 5 menit Mana akan bertambah sebanyak +50.
Setelah selesai, Han Daru segera melihat informasi tentang dirinya.
"Munculkan informasi pribadi." Ucap Han Daru
Pesan Sistem :
Pekerjaan Yang Dipillih : Pekerja Bebas
Nama Han Daru
Umur 20
Tingkat 2
Hp 300/300
Mp : 250/250
Stamina : 210/210
Kekuatan Serang 13, Pertahanan 36, Kecepatan 25, Serangan Sihir 10, Kepintaran 14, Daya tahan tubuh 7
Kemampuan : Menusuk Cepat, Lemparan Tombak, Tombak Kematian, Pemulihan Laut Selatan, Penukaran Setara, Sihir Bumi Garuda, Suling Monster Gareng
Poin Kenaikan Atribut 0
Poin Pengalaman 16.700/25.000
Bakat : Dapat menjadi apapun yang pengguna inginkan
Peralatan Dasar :
Baju Jirah Besi Emas Gatot Kaca (Umum)
Kalung Laut Selatan (Jarang)
Celana Garuda Elvana Bumi (Jarang)
Tas Bekas (Sampah)
Tas Noken (Umum)
Terapang (Langka)
Sepatu Anyaman Dasar (Umum)
Sayap Elang Dasar (Umum)
Suling Monster Gareng (Langka)
Barang bawaan di dalam Tas Dasar:
Barang Bawaan di dalam Tas Noken :
Ramuan Hp dasar 10
Ramuan Mp dasar 10
Baju Elang Elvana 1
Sepatu Elang Elvana 1
Uang yang dimiliki : 6087
Peliharaan :
Andes
__ADS_1
Tingkat 1
Jenis : Burung Kondor
Tipe : Penyihir Waktu
Burung Kondor dari Han Daru juga telah naik tingkat ke tingkat 1, dengan begitu kemampuannya juga akan meningkat, saat ini Burung Kondor dapat memberhentikan waktu selama 2 menit, burung Kondor mendapatkan +2 Poin Kenaikan Atribut gratis, Han Daru segera menaikan Pertahanan dari Burung Kondor dengan Poin Kenaikan Atribut tersebut, sekarang Pertahanan dari Burung Kondor sudah mencapai +7.
Han Daru melihat rekan pestanya juga meningkatkan kekuatan mereka masing-masing, Han Daru tidak terlalu mau ikut campur dengan kenaikan atribut mereka, karena jika Han Daru ikut campur, mereka akan berkembang sesuai kemauan Han Daru, bukan atas kemauan mereka sendiri dan yang ditakutkan oleh Han Daru adalah mereka di masa depan tidak menjadi diri mereka sendiri dan malah akan menjadi orang yang tidak berguna.
Alvena yang sedari tadi memperhatikan segera masuk kembali ke pesta Han Daru, Han Daru masih tidak mengerti bagaimana caranya Alvena masuk tanpa diundang, mungkin itu adalah salah satu kelebihan dari orang luar.
Setelah semua rekan pestanya selesai dengan meningkatkan kekuatan, Han Daru mengajak mereka masuk ke Kota Distrik Pusat, karena matahari juga hampir tenggelam. Han Daru segera mencari bangunan yang bisa dibeli, karena saat ini uang Han Daru sudah lebih dari 5000 dan Han Daru bisa membeli bangunan ukuran sedang, bangunan ukuran sedang bisa menampung sampai 1000 orang, rencana Han Daru yang tadinya ingin membangun persekutuan di Kota Bola Gajah sudah sirna, saat ini Han Daru akan memulai membangun persekutuan di Kota Distrik Pusat.
Ketika Han Daru ingin masuk kota, penjaga pintu gerbang menatap Han Daru dengan tatapan tajam, lalu memberhentikan Han Daru tepat di depan pintu masuk.
"Buronan dari Kota Bola Gajah dilarang masuk ke Kota Distrik Pusat." Kata salah satu penjaga gerbang
Alvena maju dan menatap penjaga pintu gerbang tersebut, kemudian Alvena mengambil pedangnya dan memasang pedang itu tepat di leher penjaga pintu gerbang.
"Temui aku dengan Walikota Reynold, dia rekan lamaku." Ucap Alvena
Penjaga pintu gerbang menatap Alvena dengan wajah bingung, segera penjaga pintu gerbang memanggil Walikota Reynold melalui pesan sistem. Walikota Reynold menerima panggilan itu dan bergegas menuju pintu gerbang.
"Alvena? Kamu masih hidup?" Tanya Walikota Reynold
"Jadi kamu menginginkan aku mati?"
"Bukan begitu, apakah penjaga pintu memperlakukanmu dengan baik?"
"Entahlah, tanya saja dengannya."
Walikota Reynold menatap penjaga pintu gerbang dengan tajam, penjaga pintu langsung menundukkan kepalanya karena takut.
"Jadi, ada keperluan apa kamu kesini?"
Walikota Reynold terdiam, wajahnya segera berubah menjadi ketakutan, Walikota Reynold benar-benar tidak ingin berurusan dengan Kota Bola Gajah, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Alvena yang memintanya, Alvena lebih menakutkan daripada Kota Bola Gajah.
"Baiklah, untuk berapa lama?" Tanya Walikota Reynold
Alvena menatap ke arah Han Daru, Han Daru paham dengan tatapan Alvena.
"Kami ingin membeli bangunan disini dan membuat markas persekutuan di kotamu." Kata Han Daru
"Kamu.... Kamu kan Pemusnah Ras!" Teriak Walikota Reynold
"Sepertinya kabarku tersebar dengan cepat."
"Sebenarnya tidak ada bangunan.." Belum selesai Walikota Reynold bicara, Han Daru menggunakan Kemampuan Khusus Julukan barunya, ternyata Kemampuan Khusus itu berfungsi kepada orang luar juga, Walikota Reynold segera menundukkan kepalanya dan memasang wajah takut. "Maksudku, aku takut bangunan tidak layak untukmu Tuan Pemusnah Ras." Lanjutnya
Han Daru tersenyum puas dengan kemampuan barunya, kemampuan ini benar-benar berguna untuk melawan orang yang lebih kuat darinya tanpa kekerasan, Han Daru benar-benar mendapatkan kemampuan yang sangat berguna baginya.
"Aku memiliki uang lebih dari 5000, bangunan seperti apa yang bisa aku dapatkan?" Tanya Han Daru
Walikota Reynold memasang wajah kaget, seorang manusia biasa memiliki uang 5000, sedangkan seluruh harta kekayaan dari Kota Distrik Pusat saat ini hanya 15.000 uang, bahkan Kota Bola Gajah hanya memiliki kekayaan 18.000 uang, Walikota Reynold tidak percaya Han Daru seorang diri bisa memiliki uang sebanyak itu.
"Bangunan paling mewah yang ada disini, mari ikuti aku." Kata Walikota Reynold
Han Daru dan rekan pestanya segera masuk ke dalam Kota Distrik Pusat, di dalam Kota Distrik Pusat orang-orang menatap Han Daru dengan tatapan tajam, ada yang berniat membunuh dan ada juga yang berniat untuk menjadi rekannya. Tapi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena saat ini Han Daru berjalan bersama Walikota Reynold dan penjaga Walikota dibelakangnya, saat ini mereka hanya bisa menatap dan tidak berani bertindak apapun, Jimbrew yang merasa diperhatikan segera berbisik ke arah Salahudin.
"Sepertinya kita terkenal."
"Bukan kita yang terkenal bodoh, tapi Tuan Han Daru." Ucap Salahudin kesal
Jimbrew segera merasa malu, tapi di dalam hati kecilnya dia juga merasa bangga bisa mengikuti Han Daru dan bergabung ke dalam pestanya.
Mereka akhirnya sampai di depan bangunan yang sangat mewah, bangunan itu berada di selatan Kota Distrik Pusat, bangunan ini terdapat gerbang yang sangat tinggi, tingginya mencapai 10 meter, warna gerbangnya berwarna merah tua dengan dua ukiran kuda tepat di depan pintu gerbang dan dua penjaga tingkat 200 yang berdiri di depan gerbang. Ketika mereka masuk, di bangunan ini terdapat halaman yang sangat luas, luas halamannya mencapai 10 hektar dan banyak tumbuhan langka dan buah-buahan yang menghiasi halaman bangunan ini. Ketika mereka berjalan ke depan pintu masuk bangunan, mereka dapat melihat dengan jelas pintu bangunan terbuat dari Batu Sapphire sebagai bahan dasarnya, dengan warna biru yang sangat terang, warna cat dari tembok bangunan berwarna putih bersih tanpa ada noda sedikitpun.
Walikota Reynold membuka pintu bangunan tersebut dan di dalamnya terdapat lebih dari 1000 kamar yang tersedia, tepat di depan pintu masuk ada lobby yang sangat besar, di dalamnya juga ada akuarium kecil dengan ikan hias sederhana. Sebenarnya bangunan ini biasa saja bagi Han Daru, karena di Kota Bola Gajah ada banyak bangunan seperti ini, mungkin karena Kota Bola Gajah lebih maju daripada Kota Distrik Pusat, bangunan seperti ini menjadi bangunan termewah di Kota Distrik Pusat. Selain kamar, ada juga ruangan rapat, ruangan Pandai Besi, ruangan Alkimia, perpustakaan, dan tempat penyimpanan senjata yang dijaga oleh penjaga tingkat 150. Bangunan ini terdapat 10 lantai, lantai pertama lobby, lantai kedua ruang rapat, lantai ketiga ruang makan, lantai empat ruang Pandai Besi dan Alkimia lantai lima sampai lantai delapan ruang tidur, lantai sembilan penyimpanan senjata, lantai sepuluh dirahasiakan, Han Daru juga tidak paham, hampir diseluruh bangunan di dunia, lantai sepuluh tidak boleh dimasuki oleh siapapun.
__ADS_1
"Bagaimana?" Tanya Walikota Reynold
"Mengecewakan." Ucap Han Daru dingin
"Kamu.... kamu benar-benar menghina bangunan ini!" Walikota Reynold tampak kesal
"Jujur saja, ku kira aku bisa mendapatkan bangunan yang lebih layak dari pada gubuk jelek seperti ini."
Wajah Walikota Reynold berubah menjadi merah, Walikota Reynold benar-benar marah atas penghinaan yang Han Daru lakukan.
"Tidak ada lagi bangunan yang lebih layak dari pada ini."
"Aku ambil, 4000 uang." Kata Han Daru tanpa basa basi lagi
"Tidak mungkin! Aku harus menggaji penjaga pintu gerbang bangunan ini dan penjaga gudang senjata!" Teriak Walikota Reynold yang tidak bisa lagi menahan emosinya
"Kamu pikir aku bodoh? Nantinya setiap bulan aku harus membayar pajak dan itu cukup untuk menggaji 3 penjaga yang ada di kediaman kumuh ini, jika kamu memang tidak mau, aku akan pergi ke Kota kecil dan aku akan membeli beberapa bangunan yang bahkan lebih layak daripada bangunan kumuh ini." Kata Han Daru mengancam
Walikota Reynold benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia menarik nafas panjang dan menatap Han Daru dengan tatapan kesal, seandainya tidak ada Alvena disisinya mungkin Han Daru sudah sedari tadi dibunuh olehnya.
"4500."
"4000 atau tidak."
Walikota Reynold sudah berada pada batas akhirnya, dia tidak menyangka seorang Han Daru benar-benar mempermainkannya, padahal Han Daru masih tingkat 2 tapi dia sudah bisa menekan Walikota Reynold, belum lagi tadi Han Daru bisa membuatnya takut sesaat, Walikota Reynold tidak mengerti apa yang membuatnya takut, walaupun efek takut menghilang dengan cepat, Walikota Reynold merasakan ketakutan yang amat sangat walaupun sebentar kepada Han Daru.
"Baiklah, mari kita buat kontraknya."
Segera pemberitahuan sistem menjelaskan kontrak antara Han Daru dan Walikota Reynold, di dalam kontrak juga ada besarnya uang pajak dan perawatan bangunan. Untuk setiap bulan totalnya hanya 1000 uang, kontrak ini tidak bisa dirubah kecuali salah satu dari mereka mendapatkan kematian, jika salah satu dari mereka melanggar kontrak, hukumannya adalah kematian.
Han Daru tersenyum penuh kemenangan, bahkan orang luar tidak tahu akan ada perubahan mata uang di hari ke 7, 1000 uang akan sangat mudah di dapatkan nantinya dan Walikota Reynold akan menghardik Han Daru dan mengutuk kepadanya karena menjual bangunan hanya dengan 4000 uang, walaupun konversinya cukup besar, 1 uang sekarang nilai tukarnya sama dengan 1000 ORI, yang artinya jika kontrak ini di tetapkan, Han Daru hanya membayar 1 uang untuk setiap bulannya. Menariknya lagi, manusia yang bukan orang luar tidak bisa menukarkan uangnya dan hanya orang luar yang bisa menukarkan uangnya menjadi ORI, Walikota Reynold tidak begitu rugi dengan penjualan bangunan tapi dia benar-benar rugi dengan uang pajak yang ditetapkan.
Han Daru segera merubah sedikit isi kontraknya dan mempersilahkan Walikota Reynold melihatnya.
"ORI? apa ini ORI?" Tanya Walikota Reynold
"ORI itu uang, kamu bisa menggunakan Kemampuan Khusus pendeteksi kebohongan jika aku berbohong." Ucap Han Daru yakin
Walikota Reynold segera menggunakan Kemampuan Khususnya dan ternyata Han Daru tidak berbohong.
"Mengapa kamu merubah uang dengan ORI?" Tanya Walikota Reynold
"Agar mempermudah urusan kita nantinya di masa depan, nantinya di hari ke 7 akan ada perubahan besar-besaran." Ungkap Han Daru
Lagi-lagi Walikota Reynold tidak merasakan kebohongan dari Han Daru, dengan begitu Walikota Reynold percaya dengan apa yang diucapkan Han Daru.
"Ya terserah mau ORI ataupun uang, sama-sama alat tukar."
"Jadi kita setuju?"
"Setuju."
Pemberitahuan sistem segera memberitahukan perjanjian kontrak di antara mereka. Kontrak ini benar-benar tidak bisa dirubah, kecuali dengan kematian.
Setelah semuanya selesai, Walikota Reynold izin pamit dan meninggalkan mereka untuk kembali ke Istana Walikota, rekan pestanya Han Daru menelan ludah atas keputusan yang diambil Han Daru. Viona yang sedari tadi diam dan penasaran segera bertanya ke Han Daru apa itu ORI.
"Tuan apa itu ORI?" Tanya Viona
"Pada hari ke 6 di malam hari, berikan seluruh uang kalian ke Alvena, jangan banyak tanya dan jangan ada protes, lakukan saja seperti yang aku perintahkan, paham?"
Rekan pesta Han Daru tidak mengerti apa yang Han Daru rencanakan, tapi karena fanatismenya, mereka mengangguk secara bersamaan.
"Sekarang, pilih kamar kalian masing-masing dan kita berkumpul di ruang makan untuk berpesta malam ini."
Mereka semua berteriak riang, di hari ke-3 mereka sudah memiliki bangunan yang sangat besar untuk tempat tinggal, ditambah lagi mereka memiliki penjaga tingkat tinggi yang memungkinkan mereka terlindung dari perampokan. Fasilitas dan makanan di bangunan ini benar-benar tidak terbatas, apapun yang mereka mau bisa di dapatkan dengan mudah, sampanye, anggur, bir, dan lainnya dengan mudah mereka dapatkan.
Setelah 3 hari perjuangan melawan monster dan terombang-ambing, akhirnya mereka mendapatkan tempat yang layak untuk tidur dan bersenang-senang. Salahudin tersenyum bahagia, dia merasakan kehidupan lamanya kembali sesaat, Viona duduk dan tersenyum melihat teman-temannya bahagia, Viona merasa dirinya sudah mengenal rekan pestanya bertahun-tahun, padahal mereka hanya bertemu kurang dari 3 hari, Jimbrew yang tidak pernah hidup mewah sebelumnya, akhirnya merasakan kehidupan yang begitu mewah, cita-citanya menjadi orang kaya dan tinggal di rumah mewah akhirnya tercapai, Muhendra menegak sampanye dan merasakan kebebasan yang amat sangat, Muhendra merasa sangat beruntung dirinya bisa bertemu dengan Han Daru. Sedangkan Alvena, dia diam dan menatap semua manusia dengan tatapan aneh, Alvena merasakan seperti mengingat hal ini di masa lalu, diam-diam Alvena tersenyum tipis di bibirnya, dan Han Daru berjalan menuju balkon di lantai tiga dan menatap langit malam, ditemani botol anggur dia menatap langit malam yang sangat gelap, Han Daru akhirnya melangkah lebih maju, cita-citanya menjadi persekutuan kuat di dunia sudah dimulai, walaupun masih sangat jauh untuk mencapai hal itu, namun Han Daru yakin dengan ini, dia bisa mewujudkannya.
Jika anda ingin memberikan Kritik dan Saran terhadap cerita ini, silahkan tuliskan di kolom komentar, penulis akan sangat berterimakasih atas umpan balik yang diberikan oleh pembaca
__ADS_1