
Setelah mendapatkan 3 orang di dalam pestanya Han Daru menuju ke rumah makan untuk sarapan, di dunia sistem yang baru ini juga orang-orang butuh sarapan dan orang-orang akan merasa lapar tepat pada pukul 8, karena ada bar tersembunyi yang menunjukkan tingkat kelaparan seseorang. Bar itu baru diketahui setelah hari ke 2, saat mereka sedang asyik berburu. Ketika bar kelaparan muncul stamina orang-orang akan terkuras dengan cepat dan mereka tidak dapat melanjutkan perburuan, belum lagi jika bar tersebut sampai habis, mereka akan merasakan kematian dan akan dibangkitkan lagi menjadi seorang pengemis.
Pada hari kedua ratusan ribu manusia mati karena kelaparan yang melanda, sistem begitu jahat. Sistem memang tidak begitu ikut campur terhadap manusia, mereka hanya memberikan misi dan misi, tapi misi dari sistem akan terhenti tepat 30 hari, setelah itu sistem tidak akan pernah lagi memberikan misi. Di dunia baru ini manusia bebas memilih jalan hidup mereka, bahkan ada beberapa dari mereka yang berusaha hidup normal dan menjalankan misi sederhana untuk mendapatkan sejumlah uang, mereka membangun keluarga dan memiliki anak, tapi itu adalah tindakan bodoh dan sangat-sangat idiot, karena dengan mimiliki anak, tanggungan hidup mereka akan sangat sulit, belum lagi anak yang mereka lahirkan bukan lah manusia asli bumi, sistem akan menjadikan anak yang lahir menjadi orang luar dan nantinya anak mereka akan memberikan misi yang semakin sulit setiap harinya dan pada akhirnya tetap akan menyebabkan kematian.
Seorang yang jatuh cinta di dunia yang baru ini adalah seseorang yang otaknya tidak lebih besar dari pada sebuah kerikil, jadi Han Daru tidak akan melakukan hal itu, karena tujuannya hanya satu, menjadi kuat di dunia baru ini yang telah diciptakan oleh sistem yang tidak diketahui.
Sebelum Han Daru menuju rumah makan, Han Daru mencari seorang Alkimia untuk menjual beberapa buah Pisang Hijau yang dia miliki, saat ini Han Daru memiliki 23 buah Pisang Hijau, jika dijual Han Daru akan menghasilkan lebih dari 100 uang, mata uang di sistem baru ini bernama ORI dan sistem akan mengumumkannya di hari ke 7, mata uang ORI berlaku di seluruh dunia dan tidak ada mata uang lain yang disahkan oleh sistem.
Han Daru melihat seorang Alkimia, seseorang dapat dikenali dengan pakaian yang mereka kenakan, tapi terkadang ada beberapa pekerjaan yang pakaiannya tampak sama, tapi Alkimia dan Pandai Besi memiliki pakaian khusus untuk mereka dan dapat dikenali hanya dengan sekali lihat.
Han Daru segera menghampiri Alkimia itu.
"Permisi tuan Alkimia, aku mempunyai bahan bagus dan aku akan menjualnya untukmu." Kata Han Daru
Alkimia itu menatap Han Daru dari ujung kepala hingga ke ujung kaki, Han Daru dihadapannya tampak seperti seseorang yang tidak memiliki apapun.
"Apa yang kamu jual?" Tanya Alkimia itu
"Aku menjual Pisang Hijau, bisa tuan lihat dulu kegunaan dari buah ini."
Han Daru mengambil satu buah Pisang Hijau dari dalam tasnya dan memberikannya ke Alkimia itu untuk dilihat. Alkimia itu mengambil Pisang Hijau yang diberikan oleh Han Daru, mata Alkimia itu terbelalak kaget, Alkimia itu tidak menyangka ada buah yang dapat menghasilkan Ramuan Hp Dasar dengan kemungkinan 100%, belum lagi resepnya hanya dicampurkan dengan air biasa yang bisa di dapatkan dengan gratis.
"Aku akan membeli buah ini, jika kamu memiliki 1 tumpuk aku akan membelinya dengan 10 uang untuk satu tumpuk." Kata Alkimia itu
"Tuan bercanda? Ada seorang Alkimia lain yang menawar 1 buahnya dengan harga 8 uang dan aku menolaknya, bagaimana mungkin tuan akan membeli buah ini 10 uang untuk satu tumpuk?" Han Daru berbohong
"Jika kamu tidak ingin menjualnya dengan harga segitu, tidak ada cara lain, aku akan mengambilnya dengan paksa." Ucap Alkimia itu
Tiba-tiba saja Han Daru dan pestanya di kelilingi oleh 5 orang Pembunuh. Rekan Pesta Han Daru segera mengangkat senjata mereka, tapi Han Daru menghentikan rekannya, Han Daru tidak ingin rekan pestanya mendapatkan masalah.
"Apakah tuan tidak tahu peraturan di dalam kota? Kita tidak boleh bertarung satu sama lain." Kata Han Daru
"Kalau begitu aku akan mencurinya." Kata Alkimia itu
Han Daru tersenyum, untungnya Han Daru sudah memasukkan semua Pisang Hijau yang dia miliki ke dalam Tas Noken, Pencuri tingkat atas tidak akan bisa mencuri barang bawaan dari dalam Tas Noken, apalagi untuk tahap awal, saat ini belum ada satupun Pencuri yang tingkatnya lebih dari tingkat 1, tanpa Tas Noken pun, Han Daru dapat menghentikan Pencuri itu dengan mudah.
Han Daru merasakan aura seorang Pencuri disekitarnya, Pencuri memiliki kemampuan khusus menghilang. Tapi Pencuri di tahap ini, dapat dengan mudah diketahui oleh Han Daru.
Ketika Pencuri itu mendekat sudah sangat dekat dari dirinya, Han Daru menangkap Pencuri itu dengan mudah, tepat di lehernya dan Han Daru mengangkat leher Pencuri itu dan membantingnya ke tanah, Pencuri itu terkejut dan segera kabur ke belakang para Pembunuh.
"Hewan kecil, kamu benar-benar cari mati." Ucap Alkimia itu dengan wajah memerah, dia benar-benar marah kepada Han Daru
__ADS_1
"Kamu akan menyesal Alkimia rendahan, di masa depan kamu akan tahu siapa diriku dan kamu akan menangis karena mencoba menyerangku sekarang." Kata Han Daru
Han Daru tidak berencana membunuh Alkimia di depannya saat ini, karena Han Daru tidak ingin reputasinya hancur karena membunuh seseorang karena gagal negosiasi dengannya, jika reputasinya hancur sekarang, di masa depan akan sulit baginya untuk bernegosiasi dengan orang lain.
Han Daru berbisik ke rekan satu timnya, Han Daru memerintahkan Muhendra untuk mengangkat Viona dengan skill melarikan dirinya, Han Daru juga memerintahkan Salahudin untuk mengaktifkan Kemampuan Khusus Menangkis jika Pembunuh idi sekitar mereka menyerangnya, setelah itu Muhendra kembali lagi untuk menyusul Salahudin dan menggendong Salahudin untuk menghindari pertikaian ini, Han Daru tadinya mau menggunakan Kemampuan Khusus yang baru saja dia dapatkan, tapi dengan waktu penundaan selama 3 jam, Han Daru memikirkannya kembali.
Setelah berbisik singkat, semua anggota pestanya paham dan Han Daru memulai gerakan pertamanya. Han Daru dengan gerakannya yang sangat cepat mengambil Pisang Hijau di tangan Alkimia dan kabur secepat mungkin, Muhendra segera mengaktifkan Kemampuan Khusus Langkah Mundur miliknya sembari menggendong Viona menjauh. Pembunuh di sekitarnya melihat Salahudin sendirian saat ini, dengan cepat mereka menyerang Salahudin secara bersamaan, mereka tidak mengetahui sekarang pertahanan Salahudin mencapai poin 20, serangan mereka juga berkurang 80% karena wujud mereka terlihat, belum lagi Salahudin menuruti perintah Han Daru, Salahudin segera mengaktifkan Kemampuan Khusus Menangkis miliknya, Kemampuan Khusus Menangkis berguna ketika seorang Tank dalam bahaya, Kemampuan Khusus Menangkis memiliki kemampuan menerima serangan dan tidak menimbulkan kerusakan sama sekali, berlangsung selama 1 menit dengan waktu penundaan selama 2 menit. Cukup bagi Salahudin mengulur waktu sampai Muhendra menyusulnya.
Setelah Han Daru dan Viona cukup aman Muhendra kembali kepada Salahudin tetap dalam keadaan hilang, karena Kemampuan Khusus Langkah Mundur miliknya. Muhendra segera menggendong Salahudin menjauh dari tempat pertikaian dengan mudah. Alkimia yang menyaksikan kejadian itu sangat geram dengan Han Daru, lalu dia berteriak sampai memancing beberapa orang disekitarnya untuk melihatnya.
"Aku akan membunuhmu! Tunggu saja, aku akan membunuhmu! Aku adalah Aldi Yangke, aku akan mencarimu, bahkan sampai ke ujung dunia!" Teriak Alkimia itu yang diketahui bernama Aldi Yangke
Sekuat apapun Alkimia itu berteriak, Han Daru dan rekan pestanya tidak akan mendengar teriakannya, karena saat ini Han Daru dan rekan pestanya sudah berada cukup jauh dari Alkimia itu.
"Kupingku gatal, sepertinya orang idiot itu mengutuk namaku." Kata Han Daru diiringi dengan tawa
Rekan pestanya juga tertawa bersama dengannya, hanya Viona yang tampak bingung. Viona sebenarnya sangat terkejut dengan kekuatan Han Daru sebelumnya, tapi setelah melihat kecepatan yang dimiliki oleh Han Daru, saat ini Viona benar-benar kagum kepada Han Daru. Bahkan, kekagumannya benar-benar berada di puncaknya. Viona bersumpah di dalam hatinya, akan setia kepada Han Daru dan akan terus mengikutinya kemanapun, Viona akan menjadi rekan yang setia kepada Han Daru walaupun mengorbankan nyawanya.
Sedari tadi Han Daru masih saja diikuti dengan seorang Pencuri, Pencuri yang sejak awal berencana untuk mencuri barang bawaanya. Tapi, setelah melihat kejadian itu, Pencuri itu mengurungkan niatnya. Pencuri itu berpikir, jika dia mengikuti Han Daru, mungkin dia akan berkembang di masa depan nanti.
Han Daru yang merasa dirinya masih diikuti seseorang segera berteriak.
"Munculkan dirimu, aku merasa risih denganmu yang terus mengikutiku sejak tadi." Kata Han Daru
"Siapa kamu?" Kata Han Daru
"Aku Jimbrew tuan, maafkan aku karena telah menguntitmu."
Han Daru merasa orang di depannya bukan rekan Alkimia tadi.
"Apa tujuanmu?" Tanya Han Daru
"Pekerjaanku seorang Pencuri, aku tahu tuan mencari orang yang kuat, tapi aku ingin bergabung ke pesta yang dimiliki oleh tuan."
"Aku tidak butuh orang sepertimu, kalau kamu memaksa coba tunjukkan kemampuanmu."
"Aku sudah mencuri uang sejumlah 35 dari Alkimia yang bertikai dengan tuan tadi, aku akan memberikan uang ini ke tuan dan izinkan aku bergabung dengan pestamu."
Han Daru hampir tertawa mendengar ucapan Pencuri itu, Alkimia itu benar-benar sial karena bertemu dengan Han Daru, belum lagi Pencuri di depannya mencuri uang miliknya, mungkin saja seluruh uang yang dimiliki Alkimia itu untuk saat ini.
Han Daru juga mengagumi kemampuannya, dengan mudah dia dapat mencuri uang milik Alkimia itu, tidak diragukan lagi, nantinya Jimbrew akan menjadi Pencuri hebat di masa depan. Tapi, Han Daru tidak pernah mendengar nama Jimbrew di dalam mimpinya, mungkin saja ada orang-orang dengan kemampuan sepertinya yang tidak begitu terkenal. Bisa jadi, Jimbrew di masa depan salah memasuki persekutuan dan membuatnya tidak berkembang, padahal bakatnya menunjukkan dia akan menjadi kuat di masa depan.
__ADS_1
"Baiklah, serahkan uang itu kepadaku dan bergabung ke pestaku. Tapi....." Han Daru belum menyelesaikan ucapannya
"Tapi apa tuan?" Tanya Jimbrew penasaran
"Jika kamu berani mencuri satu barang saja dari pestaku, kematian akan segera menjemputmu." Kata Han Daru tegas
Jimbrew menelan ludahnya, tadinya Jimbrew memang berencana untuk mencuri beberapa barang bawaan dari pesta milik Han Daru, tapi setelah mendengar perkataan Han Daru dia benar-benar mengurungkan niatnya. Saat ini, Jimbrew merasa beruntung, karena Han Daru menerimanya ke dalam pestanya dan mungkin saja di masa depan bisa berguna untuk dirinya.
Jimbrew segera mengangguk dan menerima tawaran Han Daru, Jimbrew berpikir Han Daru akan menjadi batu loncatan untuknya dan bisa membuat dirinya bergabung ke pesta yang lebih kuat di masa depan nanti.
Setelah Jimbrew masuk ke dalam pesta milik Han Daru, Han Daru juga memiliki uang sejumlah 35 yang diberikan oleh Jimbrew, Han Daru mengajak mereka menuju rumah makan milik orang luar.
Ketika mereka memasuki rumah makan, tidak ada satu pelangganpun yang datang ke rumah makan itu, tapi nantinya rumah makan di Kota Bola Gajah akan dipenuhi oleh manusia, setelah sistem memunculkan bar kelaparan milik mereka.
Han Daru memesan makanan dengan harga 20 uang, harga makanan memang sangat mahal bagi mereka di tahap awal, tapi nantinya di masa depan harga 20 bukan apa-apa bagi mereka.
"Untuk apa kita menghabiskan uang kita hanya untuk makan, bukankah kita saat ini tidak merasa lapar?" Tanya Jimbrew yang bingung, Jimbrew merasa sangat bodoh membuang uang sebanyak 20 hanya untuk makan.
"Maaf tuan, bukan aku meragukan pilihanmu, tapi aku setuju dengan Pencuri ini." Kata Viona
Muhendra dan Salahudin tetap diam, Salahudin memiliki pemikiran lebih dalam dan matang, Salahudin berpikir tidak mungkin Han Daru menghabiskan uang percuma jika itu tidak berguna. Belum lagi Muhendra, Muhendra sudah mengikuti Han Daru menghabiskan ratusan uang, jadi Muhendra benar-benar percaya kepada Han Daru. Tapi wajar bagi Viona dan Jimbrew yang baru saja bergabung ke pestanya untuk mempertanyakan keputusannya saat ini.
"Jika kalian meragukanku, kalian boleh pergi." Kata Han Daru
Seketika Viona dan Jimbrew terdiam, Viona tidak berani berkata apa-apa lagi, begitupun dengan Jimbrew. Tapi, di dalam hati Jimbrew masih merasa janggal dengan keputusan Han Daru, jika Han Daru mengambil keputusan bodoh, Jimbrew akan segera keluar dari pesta milik Han Daru, untuk saat ini tidak ada pilihan lain bagi Jimbrew untuk mengikuti kemauan Han Daru.
Di dalam rumah makan terlihat seorang pria gendut dengan pakaian khas koki di depan mereka, pria itu tersenyum kepada Han Daru dengan sangat lembut, Han Daru juga telah mengaktifkan gelar Bangsawan miliknya Han Daru juga mengaktifkan julukan Kilat Dewa, dengan reputasi sebanyak +50 dan gelar Bangsawan milkinya, mungkin Han Daru akan mendapatkan diskon besar di rumah makan ini.
Ketika orang luar pemilik rumah makan itu melihat gelar dan julukan milik Han Daru, segera dia tersenyum dan menyambut Han Daru bak seorang raja.
"Tuan Kilat Dewa dan Bangsawan Kota, aku memiliki menu khusus untukmu. Menu ini dapat membuat anda tidak merasa lapar selama 7 hari, untuk penawaran khusus karena anda juga pelanggan pertama, aku hanya akan memberikan menu ini seharga 5 uang." Kata pemilik rumah makan itu
"Aku membeli 5 buah untuk menu itu." Kata Han Daru
Pemilik rumah makan itu segera mengambil menu yang tersedia dan memberikannya kepada Han Daru, Han Daru membagikan menu itu kepada rekan-rekannya, Han Daru tidak meminta uang kepada mereka.
"Ini gratis untuk kalian, jadi kalian tidak membuang uang percuma." Kata Han Daru dengan lirikannya ke arah Jimbrew
Jimbrew merasa malu dengan dirinya sendiri, karena dia baru saja berprasangka buruk kepada Han Daru. Setelah masing-masing dari mereka menerima menu itu, Han Daru segera memerintahkan mereka untuk makan dan mereka semua sangat terkejut, tiba-tiba ada bar tambahan muncul di depan mereka, bar kelaparan. Jimbrew dan Viona baru menyadari fungsi dari makan, Viona merasa menyesal karena dia baru saja meragukan Han Daru, Jimbrew juga merasa bersalah karena dia tadi berkata seperti itu. Tapi bagi Han Daru itu tidak begitu masalah, karena untuk saat ini pestanya sudah lengkap, Han Daru melirik ke arah jam sistem, saat ini jam tepat menunjukkan pukul 8, tepat bagi mereka untuk berburu.
Han Daru segera menyusun rencana pestanya dan mereka ingin mendatangi monster tingkat 10, rekan pestanya sempat terkejut, tapi mereka yakin dengan keputusan yang diberikan oleh Han Daru. Setelah berbincang selama 15 menit, mereka segera menuju ke tempat monster itu berada. Monster yang mereka akan buru bernama Elang Kematian, tempatnya di Pegunungan Sukma. Mereka sudah siap untuk menyelesaikan misi dan ini adalah langkah pertama bagi Han Daru untuk menciptakan persekutuan di masa depan nanti, disinilah 5 anggota inti dari persekutuannya nanti akan menjadi seorang yang akan berpengaruh terhadap dunia di masa depan, dan tepat hari inilah 5 ekor manusia akan mengguncang masa depan dengan sesuatu yang akan membuat sistem terkejut.
__ADS_1
Perjalanan ini baru saja dimulai, untukmu yang duduki di atas takhta selama ratusan ribu tahun lamanya, segera 5 orang ini akan datang kepadamu. Suatu saat nanti.
Jika anda ingin memberikan Kritik dan Saran terhadap cerita ini, silahkan tuliskan di kolom komentar, penulis akan sangat berterimakasih atas umpan balik yang diberikan oleh pembaca.