Buku Harian Mimpi

Buku Harian Mimpi
Chapter 9 - Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Pada pagi hari banyak dari manusia yang mengutuk, mereka kerampokan saat tertidur dengan lelap. Perampok masuk ke kamar mereka dan merampok barang bawaan dan juga uang mereka, banyak dari mereka yang kehilangan seluruh hartanya. Rekan pesta Han Daru baru tahu kenapa Han Daru memilih kamar yang paling jelek, karena perampok dari orang luar tidak akan merampok kamar yang jelek.


Pagi itu seluruh Kota Bola Gajah gempar dengan berita perampokan, banyak dari manusia yang mengutuk penjaga, dan sudah dapat dipastikan hasil akhir dari tuntutan mereka. Bagi Han Daru dan rekan pestanya, pagi hari itu adalah pagi yang paling tenang, karena mereka tidak kehilangan benda apapun.


"Tuan Han Daru benar-benar seorang ahli." Kata Muhendra ke arah Jimbrew


Jimbrew mengangguk tanpa ragu, kemudian Jimbrew berkata "Beruntung bagi kita mengikuti ahli sepertinya."


Setelah berita menggemparkan itu, banyak manusia yang frustasi dan ada juga beberapa yang merasa senang, mereka yang senang adalah mereka yang memesan kamar jelek dan mereka tidak mengalami kejadian perampokan pada malam hari.


Setelah itu, Han Daru dan pestanya berkumpul di lobby penginapan dan berencana untuk pergi ke Istana Walikota, Han Daru dapat mengajak seluruh rekan pestanya masuk ke dalam Istana Walikota dengan gelar bangsawannya. Tanpa waktu lama, mereka masuk ke dalam Istana Walikota, tujuan Han Daru adalah perpustakaan, Han Daru membebaskan seluruh rekan pestanya untuk berkeliling di Istana Walikota, jika mereka ingin membeli barang, mereka bisa bertanya kepada Han Daru melalui komunikasi pesta, komunikasi pesta adalah fitur dari sistem yang telah disediakan.


Han Daru berjalan perlahan menuju perpustakaan di dalam Istana Walikota, pintu dari perpustakaan tampak sangat elegan dengan Batu Ruby merah yang sangat berkilau, pintu perpustakaan bahan dasarnya terbuat dari pohon silk floss, pohon yang sangat langka, pohon ini tumbuh di hutan tropis Amerika Selatan yang sekarang bernama Benua Merah, ciri khas dari pohon ini ialah duri yang menempel pada batangnyak, tujuan dari duri itu adalah untuk menghemat air dan perlindungan alami dari pohon tersebut. Belum lagi bunga yang menempel pada gagang pintu, bunga itu adalah bunga Erysimum Menziesii, bunga paling langka di dunia. Bunga Erysimum Menziesii berukuran 15 cm, bunga ini berwarna kuning cerah, bunga ini bisa ditemukan di daerah California atau yang sekarang disebut Negeri Beruang Hitam, pintu perpustakaan ini benar-benar mewah dan tidak tertandingi, hampir diseluruh dunia, seluruh pintu perpustakaan berbentuk sama, hanya ada perbedaan sedikit yang tidak begitu mencolok.


Han Daru membuka pintu perpustakaan dan masuk ke dalamnya, Han Daru ingin membaca sebuah buku yang seumur hidupnya tidak pernah dia baca, yaitu buku John James Audubon's 'Birds of America', buku itu sangat berguna bagi Han Daru sekarang dan di masa depan, buku itu ibarat sebuah portal untuk mengetahui seluruh burung yang ada di Benua Merah, di dalam buku itu ada sebuah kertas pemanggilan, kertas itu berguna untuk memanggil satu burung paling langka di dunia yang berada di Benua Merah, yaitu burung California Condor atau biasa disebut Burung Kondor, dengan kertas yang berada di dalam buku itu Han Daru dapat memiliki peliharaan Burung Kondor, kemampuan khusus dari Burung Kondor benar-benar luar biasa, seseorang yang memiliki Burung Kondor dapat menjadi manusia yang sangat kuat. Han Daru tahu berita ini di dalam mimpinya, pemilik Burung Kondor adalah orang paling kuat di Kota Bola Gajah, orang nomor satu di Kota Bola Gajah, seorang penyihir waktu, Dita Moria.


Han Daru segera mencari buku itu, sampai akhirnya Han Daru sadar ada seseorang juga di dalam perpustakaan ini. Han Daru sangat terkejut karena dia bukanlah orang luar, melainkan orang asli dari bumi, Han Daru melihat punggungnya, dia adalah seorang wanita dengan tinggi 165 dan rambut hitam panjang dengan pita dikepalanya, Dari pakaian yang dia kenakan sudah dapat ditebak, dia adalah Penyihir Waktu, pakaian putih panjang dengan senjata sihir di pinggang kanannya, Han Daru langsung tahu wanita di depannya, dia adalah Dita Moria.


Dengan tenang Han Daru berjalan perlahan kearahnya, Dita Moria segera menyadari kehadiran Han Daru dan menoleh ke arah Han Daru, Han Daru tidak pernah menyangka Dita Moria adalah seorang gadis yang benar-benar cantik, di dalam mimpinya Han Daru tidak pernah bertemu dengannya, Han Daru hanya mendengar kabar burung tentang dirinya, sangat beruntung Han Daru bisa bertemu dengannya di dalam perpustakaan Kota Bola Gajah.


"Hai, Dita Moria." Kata Han Daru tanpa ragu


Wajah Dita Moria memerah, Dita Moria benar-benar terkejut Han Daru bisa mengetahui namanya, padahal nama Dita Moria adalah nama yang tidak pernah dia sebutkan di dunia sistem yang baru ini, Dita Moria segera mengambil posisi bertahan, Dita Moria takut Han Daru akan menyerangnya.


"Jadi, kamu seorang pengemis yang telah menyelesaikan Misi Rahasia Sinar Merpati?" Tanya Han Daru


"Siapa kamu!? Jika kamu mendekat sedikit lagi, aku tidak segan-segan akan membunuhmu." Kata Dita Moria marah


"Aku sama sepertimu Dita Moria, aku juga seorang Bangsawan. Tenanglah."


"Aku tidak perduli, bagaimana kamu tahu namaku dan bagaimana kamu tahu aku menyelesaikan Misi Rahasia?"


"Bagaimana aku tahu? Bukankah sistem ini begitu naif. Sistem memberitahukanku seluruh informasi tentang dirimu."


Wajah Dita Moria benar-benar merah sekarang, Dita Moria benar-benar malu, Dita Moria berpikir, jangan-jangan pria di depannya tahu apa yang dilakukannya di dalam kamar seorang diri, Dita Moria benar-benar terguncang mendengar ucapan Han Daru.


"Apa saja yang diberitahukan sistem!?" Teriak Dita Moria


"Ya ampun, semuanya." Han Daru tersenyum tipis di bibirnya


Harga diri Dita Moria benar-benar jatuh, dia tidak menyangka sistem akan membocorkan rahasianya yang paling intim, Dita Moria benar-benar merasa hancur, Dita Moria benar-benar malu karena rahasia yang sangat dia sembunyikan diketahui oleh seorang pria yang tidak dia kenali.


"Jadi, kamu tahu kalau aku...."


Belum selesai Dita Moria berbicara Han Daru segera mengangguk.


"Oh tidak........" Dita Moria terjatuh di lantai dengan wajah yang memerah dan sedikit tangisan di wajahnya


"Ada apa denganmu?"


"Aku benar-benar menyembunyikan rahasia ini dari semua orang, tapi bagaimana mungkin kamu bisa mengetahuinya."


Han Daru sebenarnya sedikit bingung dengan apa yang Dita Moria bicarakan, karena Han Daru tidak membahas tentang rahasia dari Dita Moria, mungkin saja Han Daru bisa memancingnya sedikit lagi agar Han Daru bisa mengetahui rahasia Dita Moria dan nantinya di masa depan Dita Moria bisa diundang olehnya bergabung ke persekutuannya.


"Sistem memberitahukanku." Kata Han Daru dingin


"Aku tidak menyangkanya, jadi apa ada orang lain yang tahu?" Tanya Dita Moria masih dengan wajah yang merah


Han Daru menggelengkan kepalanya, Dita Moria merasa sedikit tenang karena hanya Han Daru yang tahu rahasianya.


"Terimakasih, aku mohon kamu jangan menceritakan ke siapa=siapa kalau aku pada malam hari di dalam kamarku sering bernyanyi sendirian." Kata Dita Moria dengan wajah yang sudah sangat merah seperti bara api yang panas


"Haaaaaa???" Han Daru tidak percaya apa saja yang baru saja Dita Moria katakan, Han Daru tidak menyangka orang yang nantinya menjadi orang terkuat di Kota Bola Gajah sepolos dan sebodoh ini.


"Aku mohon...." Kata Dita Moria memohon


Han Daru mengangguk. Han Daru benar-benar merasa terhina, bagaimana mungkin di masa depan nanti seorang Dita Moria bisa menjadi orang terkuat, dengan sifatnya yang seperti ini, dia tidak akan pernah bisa menjadi pemimpin.


"Baiklah, aku akan memperkenalkan diriku. Aku adalah Han Daru."


"Apa pekerjaanmu?"


"Pekerja Bebas."


Dita Moria tidak bisa menahan heran, seorang Pekerja Bebas bisa mendapatkan gelar bangsawan dan mengetahui nama serta rahasianya, Dita Moria merasa Han Daru bukanlah Pekerja Bebas biasa.


"Apa yang kamu cari?" Tanya Dita Moria menelisik


"Bukan apa-apa, buku apa yang sekarang kamu pegang?" Tanya Han Daru


"Ini buku Shakespeare's First Folio, buku yang berisi tentang drama-drama abad pertengahan yang ditulis oleh William Shakespear's seorang pujangga."


"Kamu sepertinya menyukai buku, bisakah kamu mencarikanku sebuah buku?" Tanya Han Daru

__ADS_1


"Buku apa itu?"


"John James Audubon's 'Birds of America'" 


"Oh, aku sudah memegangnya, aku berencana membaca buku ini setelah menyelesaikan buku yang kupegang, jika kamu ingin membacanya, aku akan meminjamkannya kepadamu."


Han Daru benar-benar merasa beruntung, seandainya dia telat beberapa jam saja, Han Daru akan kehilangan Burung Kondor dan sejarah akan berjalan sebagaimana mestinya. Namun, ada sebuah kekhawatiran yang dirasakan oleh Han Daru, jika sejarah terus berubah Han Daru takut ada sebuah efek kupu-kupu dan akan menyulitkannya di masa depan. Walaupun begitu, Han Daru tetap pada tekadnya dan ingin memanggil Burung Kondor untuk dijadikan peliharaanya, walaupun nantinya ada yang berubah di masa depan, Han Daru yakin dapat menyelesaikan semuanya dengan baik.


"Baiklah terimakasih."


Han Daru mengambil buku John James Audubon's 'Birds of America' di tangan kanannya, Han Daru segera mencari tempat duduk dan mulai membaca buku itu, satu persatu halaman dibuka dengan hati-hati, Han Daru sangat teliti untuk mencari kertas yang dapat memanggil Burung Kondor. Dalam waktu lebih dari 30 menit akhirnya Han Daru menemukan kertas itu, kertas itu berlapis perak dengan tinta berwarna emas pada tulisannya. Han Daru segera membaca atribut dari Burung Kondor.


Informasi Burung Kondor


Nama Burung Kondor


Tingkat 0-100


Hp Maksimal 30.000


Mp Maksimal 50.000


Stamina Maksimal 100.000


Kekuatan Serang Maksimal 100, Pertahanan Maksimal 50, Kecepatan Maksimal 150, Serangan Sihir Maksimal 1000, Kepintaran Maksimal 500, Daya tahan tubuh Maksimal 250


Kemampuan : Memberhentikan Waktu


Burung Kondor dapat memberhentikan waktu untuk satu sampai dengan sepuluh target yang dipilih, durasi 1 menit dapat ditumpuk berdasarkan tingkat.


Penundaan : Tidak Ada


Han Daru hampir saja pingsan membaca kemampuan dari Burung Kondor, Burung Kondor lebih hebat dari seorang penyihir waktu, pantas saja di masa depan Dita Moria mendapat peringkat pertama di Kota Bola Gajah, jika Dita Moria mau sebenarnya dia mampu untuk menjadi orang nomor satu di Negara Nusantara, tapi sekarang semua berubah, Burung Kondor satu-satunya di dunia akan dimiliki oleh Han Daru.


Han Daru sengaja datang ke perpustakaan pada hari ketiga, karena pada hari ketiga fitur peliharaan baru saja dibuka, jika Han Daru datang sebelum hari ketiga Han Daru tidak akan mendapatkan Burung Kondor, belum lagi seseorang hanya diperbolehkan masuk ke perpustakaan satu minggu satu kali, jadi Han Daru benar-benar akan kehilangan Burung Kondor jika dia terlalu cepat atau terlalu lambat datang ke perpustakaan. Sistem benar-benar menguntungkannya, Han Daru tidak tahu tujuan dari sistem memberitahukan informasi kepada Han Daru di dalam mimpinya, tapi ini adalah sebuah anugerah dan keuntungan yang melimpah untuk Han Daru.


Han Daru segera merobek kertas itu dari buku, hingga tiba-tiba pemberitahuan sistem muncul di depannya.


Pemberitahuan Sistem :


Seseorang telah merobek salah satu buku di perpustakaan, bunuh orang itu dan dapatkan 10.000 uang dari sistem.


Bunuh sampai dengan waktu 30 Hari dari sekarang


Han Daru lupa, di dalam mimpinya Han Daru juga mendapatkan pemberitahuan seperti itu, tapi karena tidak disebutkan namanya Han Daru tidak tahu siapa yang telah merobeknya, sampai akhirnya berita itu tersebar begitu cepat di dalam mimpinya, orang-orang mulai tahu bahwa Dita Moria yang merobek kertas dari buku di perpustakaan, tapi semua telah terlambat, tidak ada seorangpun di Kota Bola Gajah yang bisa membunuhnya saat itu tiba dan akhirnya waktu dari pemberitahuan itu sudah habis.


Han Daru segera membaca mantra segel pemanggil yang tertulis di atas kertas, ditengah ritual yang sedang dia lakukan, Dita Moria menghampirinya dan langsung menyerangnya, mantra pemanggil sekejap gagal akibat perbuatan Dita Moria.


"Pria busuk, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mencuri kertas dari perpustakaan." Hardik Dita Moria ke arah Han Daru


"Jujur, aku tidak ingin melukaimu saat ini Dita Moria, aku bisa saja membunuhmu dalam sekejap, tapi aku tidak akan melakukan itu." Ungkap Han Daru


Dita Moria merapal sihir di bibirnya dan melakukan serangan langsung ke arah Han Daru, Han Daru mengaktifkan kemampuan Sihir Bumi Garuda untuk bertahan dan melakukan penyerangan sekaligus, Sihir Bumi Garuda aktif, tubuh Han Daru dikelilingi aura berwarna cokelat pasir seiring pertahanannya meningkat, disaat yang sama pula, Han Daru menyerang Dita Moria.


Swush!


Blar!


Lantai keramik dari batu jamrud di dalam perpustakaan retak akibat serangan dari Han Daru, Han Daru berpikir Dita Moria akan mati seketika. Hingga, betapa terkejutnya dia, Dita Moria dapat menghindar dan tiba-tiba berteleportasi di belakangnya dan melakukan serangan langsung yang begitu kuat.


-50


-50


-50


"Apa-apaan ini." Han Daru merasa sangat gusar dan takut


Kerusakan yang diberikan Dita Moria benar-benar kuat, padahal dia sudah menaikkan atribut pertahanan pada statusnya, tapi Dita Moria dapat memberikan kerusakan 3/4 dari Hp yang dimiliki Han Daru, seandainya Han Daru tidak mengaktifkan Sihir Bumi Garuda, dia akan terbunuh seketika.


"Monster macam apa dia ini." Gumam Han Daru


Han Daru mengaktifkan kemampuan dari Kalung Laut Selatan, Pemulihan Laut Selatan. Dalam waktu 3 detik Hp Han Daru sudah penuh kembali, Han Daru butuh waktu 1 menit untuk mengaktifkan kemampuan dari Kalung Laut Selatan, jika Dita Moria masih memiliki serangan yang kuat, Han Daru benar-benar akan mati kali ini.


"Bagaimana mungkin kamu tidak mati!" Teriak Dita Moria


Han Daru segera menyadari, serangan yang barusan Dita Moria lancarkan adalah kartu jokernya, seorang penyihir memang kuat dalam memberikan serangan dengan kerusakan yang besar, namun waktu penundaan yang cukup lama dan penggunaan Mananya juga pasti banyak dan menguras Mananya.


"Sekarang giliranku, Dita Moria." Kata Han Daru dingin, Han Daru mengambil Tombak Terapang miliknya dan melancarkan serangan ke arah Dita Moria, dalam waktu 0,46 detik, Han Daru sudah berada tepat di depan Dita Moria. "Matilah!" Teriak Han Daru


Blash!


Pang!

__ADS_1


Han Daru terpukul mundur beberapa meter, Han Daru melihat ada seorang pria tinggi di depannya. Pria itu menggunakan tameng yang sangat besar, serangan yang barusan Han Daru berikan ditangkis dengan kemampuan khusus miliknya, Han Daru segera menyadari satu hal. Di depannya adalah pria yang dia kenal, dia adalah Turen.


"Apa yang kamu lakukan Turen, menyingkir!" Teriak Han Daru dipenuhi dengan amarah


Pesan Sistem :


Hubungan Baik Dengan Turen meningkat : -200


Turen membencimu


"Apa-apaan ini, mengapa Turen membenciku?" Han Daru benar-benar tidak percaya dengan pesan yang baru saja dia terima.


Pesan Sistem :


Gelar Bangsawan anda telah dicabut atas izin dari Grace.


"Sialan! Sialan! Sialan! Jika aku tahu hal ini akan terjadi, aku tidak akan mengambil kertas Burung Kondor!" Teriak Han Daru kesal


Tepat dibelakang Turen, Han Daru melihat seorang wanita yang juga dia kenali. Wanita itu adalah Grace, Grace mengambil pisau kecil dari pinggangnya dan menatap Han Daru dengan tatapan membunuh.


"Manusia tetaplah manusia, padahal kamu sudah kuberikan kesenangan dengan gelar Bangsawan milikmu, tapi kenapa kamu masih melakukan hal seperti ini, untung saja Nona Dita Moria menghubungi kami di waktu yang tepat." Kata Grace


"Baiklah kalau begitu, matilah kalian semua." Teriak Han Daru dipenuhi dengan amarah yang begitu memuncak


Han Daru segera mengaktifkan seluruh kemampuan khusus yang dia miliki, aura hitam mengelilingi tubuh Han Daru, kecepatan dan kekuatan Han Daru benar-benar meningkat tajam. Han Daru merasa tubuhnya seringan kapas, dengan cepat Han Daru melesat ke arah Grace, Han Daru melewati Turen dan Dita Moria begitu saja, tepat di hadapan Grace, Grace dengan mudah menghentikan pergerakan Han Daru, Han Daru kehilangan seluruh kekuatannya dan benar-benar sangat lemah untuk saat ini.


Grace menusuk tangan Han Daru dengan kuat, kerusakan yang diberikan Grace benar-benar menguras seluruh Hp milik Han Daru.


-199


Han Daru saat ini hanya memiliki 1 Hp yang tersisa, dengan sentuhan kecil saja, nyawa Han Daru benar-benar akan hilang.


"Hentikan." Suara dingin misterius tiba-tiba muncul dari depan pintu perpustakaan, suaranya benar-benar mengerikan. Han Daru hanya bisa melirik kecil ke arah pintu, Han Daru melihat seorang wanita menggunakan perlengkapan berlian di seluruh tubuhnya, belum lagi sayap emas yang menempel di punggungnya, wanita ini benar-benar kuat, sangat kuat. Siapapun yang melihatnya dapat merasakan aura kekuatannya.


"Jika kamu menyentuhnya sekali lagi, walaupun ujung rambutnya, akan ku hancurkan Pulau Langit dan akan kucabik-cabik Merilin." Kata Wanita itu


Grace merasakan tekanan yang sangat kuat, Grace segera melepaskan Han Daru dan memerintahkan Turen dan Dita Moria pergi dari perpustakaan. Wanita itu masuk dan menghampiri Han Daru yang hampir kehilangan kesadarannya.


"Siapa kamu?" Tanya Han Daru


"Tidurlah."


Perlahan-lahan Han Daru benar-benar kehilangan kesadarannya.


3 Jam berlalu, Han Daru terbangun disebuah rumah kecil di luar Kota Bola Gajah. Han Daru segera melihat ke arah tasnya, untungnya sobekan kertas untuk memanggil Burung Kondor masih ada di dalam tasnya, Han Daru melihat ke arah rekan pestanya, mereka semua lengkap, menemani Han Daru di rumah kecil ini.


"Tuan, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Muhendra


"Aku melakukan kesalahan, jika kalian ingin meninggalkanku, tinggalkan aku sekarang." Kata Han Daru


"Ada apa tuan?" Tanya Viona


"Kalian akan bahaya jika kalian tetap berada di pestaku."


Jimbrew yang tadinya duduk segera berdiri dan meninju perut Han Daru dengan keras.


"Sialan! Aku akan membunuhmu sialan!" Teriak Jimbrew


Salahudin yang melihat tingkah Jimbrew segera ingin menyerang Jimbrew, namun Han Daru memberikan isyarat untuk tidak menyerangnya.


"Kamu benar-benar pemimpin bodoh! Jangan pernah lagi berkata seperti itu sialan!" Teriak Jimbrew


Plok ! Plok ! Plok ! Suara tepuk tangan datang dari arah Alvena.


Han Daru menatap ke arah Alvena yang ternyata masih mengikutinya, Han Daru merasa curiga dengan Alvena, Han Daru merasa Alvena lah yang menolongnya di perpustakaan.


"Sudah selesai pertikaiannya? Jika kalian terus bertengkar seperti bocah, orang lain akan bertambah kuat." Kata Alvena


Han Daru langsung menyadari waktunya sudah terbuang banyak, hanya karena selembar kertas, Han Daru hampir mengorbankan nyawanya dan nyawa rekan pestanya. Han Daru duduk dan berdiri dengan tenang, Han Daru menatap seluruh rekan pestanya dengan tatapan seorang pemimpin.


"Jika kita terusir dari Kota Bola Gajah, masih banyak tempat lain yang akan menerima kita, jika lagi-lagi kita terusir dari tempat itu, kita akan membuka kota sendiri di tengah hutan!" Teriak Han Daru "Kalian ingat tentang Misi Tingkat Legenda yang kita dapatkan? Kita akan menyelesaikan misi itu dan kita akan menggulingkan Kota Bola Gajah, suatu saat. Aku berjanji akan hal itu!" Lanjutnya


Seluruh rekan pesta Han Daru ikut bersemangat, seluruh rekan pestanya sekarang benar-benar akan setia kepada Han Daru, walaupun nyawa taruhannya.


"Persiapkan perlengkapan kalian, aku akan mengajak kalian ke suatu tempat."


Segera, seluruh rekan pestanya menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan, disaat mereka sedang menyiapkan perlengkapan, Han Daru menghampiri Alvena yang duduk di pinggir jendela menatap ke arah luar.


"Aku tahu itu kamu." Kata Han Daru


Alvena menatap Han Daru dengan tatapan dingin, Alvena kemudian berdiri dan menarik pedang dari sarungnya, Alvena menempelkan sisi tajam pedang ke arah leher Han Daru.


"Jangan salah paham, jika kamu melakukan hal bodoh seperti itu sekali lagi, aku benar-benar akan membunuhmu dan seluruh rekan pestamu." Kata Alvena tegas

__ADS_1


Han Daru benar-benar merasakan ketakutan yang luar biasa, untuk pertama kalinya Han Daru merasakan tekanan serius yang hampir merusak mentalnya, Alvena, siapa sebenarnya wanita ini.


Jika anda ingin memberikan Kritik dan Saran terhadap cerita ini, silahkan tuliskan di kolom komentar, penulis akan sangat berterimakasih atas umpan balik yang diberikan oleh pembaca.


__ADS_2