
Pagi hari ke empat dunia sistem tampak tenang, Han Daru terbangun karena ada jutaan pesan yang masuk ke dalam kotak pesannya, ini pasti fitur baru dari sistem di hari ke empat tentang adanya kotak pesan, manusia dapat mengirim pesan ke manusia lainnya dengan menyebutkan nama dan membayangkan wajah dari penerima pesannya. Jadi, jika seseorang memiliki nama yang sama pesan tersebut tidak akan tertukar. Han Daru tidak ada waktu untuk membaca seluruh pesan tersebut, kemudian Han Daru menggunakan fitur saring pesan untuk menyaring pesan-pesan yang dianggapnya perlu saja.
"Saring pesan dari manusia tingkat 2 sampai 10."
Pesan Sistem :
Pesan tersaring dari 56.892.101 menjadi 3250
Ternyata pesan yang masuk juga masih banyak, Han Daru kemudian mengurutkan pesan dari tingkat tertinggi.
"Urutkan dari tingkat tertinggi."
Pesan Sistem :
Pesan diiurutkan dari tingkat tertinggi
1. Lieva Dustcha - Benua Biru - Tingkat 5
2. Christ Argue - Benua Biru - Tingkat 3
3. Takashi Matamura - Benua Kuning - Tingkat 2
4. Nyak Pierte - Benua Hitam - Tingkat 2
5. Koeman Astra - Benua Hijau - Tingkat 2
6. Ters - Benua Merah - Tingkat 2
7, Monica Rombier - Benua Biru - Tingkat 2
8. Muhendra - Benua Kuning - Tingkat 2
9. Pablo Vasco - Benua Merah - Tingkat 2
10. Takashi Matamura - Benua Kuning - Tingkat 2
Selanjutnya >>
Han Daru melihat sepuluh besar nama yang mengirimkan pesan kepadanya, dia benar-benar terkejut, hampir saja membuatnya muntah darah, ada seseorang yang berhasil naik ke tingkat 3 dan 5 hanya dalam waktu 3 hari. Untuk Christ Argue Han Daru tidak begitu heran, karena nantinya dia akan menjadi penguasa Benua Biru. Namun, nama diperingkat pertama adalah nama yang tidak pernah dia tahu, nama itu tidak ada di dalam mimpinya. Nama-nama lainnya juga cukup Han Daru tahu, salah satunya adalah nama Takashi Matamura dan Muhendra, Muhendra bodoh juga mengirim pesan kepadanya dan bagusnya lagi dia masuk ke peringkat delapan, yang artinya orang-orang di dunia, masih banyak yang lebih lemah dari Muhendra, apalagi dari dirinya.
Han Daru membuka pesan dari Lieva Dustcha karena penasaran, pesan muncul dalam Bahasa Rusia atau sekarang disebut Negara Desman, Desman adalah hewan seperti landak, Desman memiliki bentuk tubuh seperti tikus dengan moncong yang lebih panjang. Desman memiliki tubuh yang bulat dengan warna perut putih keperakan, dan punggungnya berwarna cokelat gelap. Desman adalah binatang khas dari Rusia, maka itu Rusia disebut Negara Desman.
"Terjemahkan." Ucap Han Daru
Pesan Sistem :
Menterjemahkan ke bahasa Negara Nusantara
Dari :
Lieva Dustcha
Selamat kepadamu yang telah menjadi orang terkuat di Benua Kuning, aku Lieva Dustcha dari Negara Desman ingin sekali bertemu denganmu di masa depan. Tujuanku mengirim pesan ini adalah karena aku tahu rahasiamu, apakah kamu juga mengalami mimpi? Jika iya, balas pesan ini.
Salam manis Lieva.
Han Daru segera bangkit dari tempat tidurnya dan melompat kaget, Han Daru benar-benar terkejut karena ada seseorang yang mengetahui tentang mimpi. Han Daru segera membalas pesan dari Lieva.
Pesan Sistem :
Kepada :
Lieva Dustcha
Hubungi aku sekarang, melalui panggilan sistem.
Han Daru dengan tenang mengirim pesan itu. Namun, ada hal aneh. Pesan sistem memberitahukan pesan dari Han Daru tidak terkirim.
Pesan Sistem :
Pesan tidak terkirim, penerima pesan telah mati dan sedang mengalami masa hukuman.
"Mati!?" Han Daru benar-benar tidak percaya dengan berita yang dia dapatkan
__ADS_1
Han Daru hanya memiliki satu kesempatan saat ini untuk mengetahui rahasia mimpinya, kesempatan ini terbuang sia-sia karena pengirim pesan telah mati dan harus menjalani hukuman di neraka selama sebulan, kemudian dia akan dibangkitkan lagi dan menjadi tingkat 0, belum lagi dia nantinya akan menjadi seorang pengemis. Jika Han Daru ingin menghubunginya lagi, itu membutuhkan waktu cukup lama, satu bulan. Han Daru juga tidak tahu, apakah seorang pengemis memiliki fitur dari sistem yang sama dengan orang-orang normal lainnya.
"Sialan! Sialan! Sialan! Bedebah macam apa yang berhasil membunuhnya!" Hardik Han Daru kesal
Han Daru memukul-mukul dinding kamarnya, dia benar-benar marah dan kehilangan kendali. Han Daru tidak terima dengan semua ini. Dia hampir mendapatkan informasi dari orang yang mengalami mimpi, tapi hasilnya orang itu malah mati tanpa sebab yang diketahui.
"Sistem sialan! Paling tidak jelaskan mengapa dia bisa mati sialan!" Teriak Han Daru dengan amarah yang memuncak
Rekan pesta Han Daru yang mendengar teriakan Han Daru segera berlari dan berkumpul di depan kamar Han Daru, mereka khawatir dengan keadaan Han Daru.
"Ada apa tuan? Mengapa kamu mengamuk?" Tanya Salahudin bingung
"Ada apa, apakah kamu mensturasi?" Ucap Jimbrew
Han Daru mencoba menenangkan dirinya, dia duduk di atas kasur dan menarik nafas secara perlahan, kemudian menghembuskannya dengan tenang. Han Daru ingin menjernihkan pikirannya.
"Tidak ada apa-apa, ayo kita berkumpul diruang rapat jam 9, aku akan membicarakan rencana kita untuk hari ini."
Seluruh rekan pesta Han Daru sebenarnya tidak puas dengan jawaban dari Han Daru. Namun untuk saat ini, mereka menuruti perkataan dari Han Daru, walaupun di hati mereka ada sedikit kejanggalan tentang perilaku Han Daru saat ini.
Setelah tenang, Han Daru membuka pesan dari Christ Argue, pesan tersebut masuk dalam Bahasa Inggris atau sekarang disebut Negara Raya. Han Daru menterjemahkan pesan itu dan membacanya.
Pesan Sistem :
Dari
Christ Argue
Halo, namaku Christ Argue. Senang menghubungimu, suatu saat kita pasti bertemu. Aku harap jangan mati.
Han Daru tersenyum kesal, Han Daru merasa sedikit terhina dengan ucapan dari Christ Argue.
"Manusia sial, kamu yang jangan mati bodoh!" Gumam Han Daru dengan rasa sedikit kesal di hatinya, dia tahu sifat Christ Argue akan semacam ini, walaupun di mimpinya dia tidak pernah bertemu dengan Christ Argue, tapi namanya terkenal diseluruh dunia.
Han Daru membuka pesan dari Muhendra karena penasaran.
Pesan Sistem :
Dari :
Tes.
Jika saja Muhendra bukan rekan pestanya, Han Daru sudah dipastikan akan membunuhnya sekarang. Muhendra hanya mencoba fitur baru dan fitur itu dicoba kepada dirinya.
Han Daru tidak tertarik dengan pesan-pesan yang lain, Han Daru hanya tertarik dengan satu pesan lagi, pesan itu dari Takashi Matamura. Takashi Matamura menjadi penguasa Negeri Sakura dalam waktu 2 tahun, belum lagi persekutuannya sangat besar, Christ Argue dan Takashi Matamura di masa depan menjalin kerjasama perdagangan, di masa depan, Takashi Matamura menjadi salah satu orang yang terkenal di Benua Kuning. Han Daru membuka pesan dari Takashi Matamura, pesan itu berbahasa Jepang atau sekarang disebut Negara Sakura, Han Daru kemudian menterjemahkannya.
Pesan Sistem :
Dari :
Takashi Matamura
Apa kabar? Aku Takashi Matamura, ingin kenal lebih dekat denganmu. Aku harap di masa depan kita bisa bertemu dan menjalin kerjasama, aku tunggu balasanmu.
Han Daru segera membalas pesan ke Takashi Matamura.
Pesan Sistem
Kepada :
Takashi Matamura
Aku harap juga begitu, salam kenal.
Han Daru tidak ingin terlihat mencolok, di masa depan pasti dia akan membutuhkan Takashi Matamura, armada laut dari Takashi Matamura benar-benar kuat, dan pastinya akan dibutuhkan olehnya di masa depan nanti. Akan tetapi, Han Daru tidak ingin terlihat membutuhkannya, Han Daru memainkan permainan tarik ulur, dia tidak ingin Takashi Matamura meremehkannya di masa depan, dengan mengirim balasan seperti itu, rasanya cukup baginya untuk membuat Takashi Matamura penasaran terhadap dirinya. Setelah membalas pesan dari Takashi Matamura, Han Daru mematikan pemberitahuan dari kotak pesannya agar dia tidak terganggu nantinya.
Setelah membaca pesan yang menurutnya penting, Han Daru keluar dari kamarnya dan bergegas menuju ruang rapat. Walaupun sekarang masih pukul 07.30, Han Daru ingin menjadi orang pertama yang sampai di ruang rapat.
Han Daru masuk ke dalam ruang rapat, dan ternyata seluruh rekan pestanya sudah berkumpul di dalam ruang rapat.
"Ya ampun, kalian bisa melakukan hal lain terlebih dahulu." Kata Han Daru
"Kami tidak ingin mengecewakanmu tuan, akhirnya kami semua memutuskan menunggu tuan di dalam sini." Kata Viona
__ADS_1
Han Daru tersenyum manis di bibirnya, untuk pertama kalinya di dunia sistem, Han Daru tersenyum dengan tulus. Han Daru menarik kursi rapat dan menatap langit-langit ruang rapat. Lalu, dia menatap seluruh rekan pestanya dengan tajam dan memulai rapat.
"Baiklah, mari kita mulai." Kata Han Daru
Han Daru berencana untuk memburu Tapir Tua, Tapir Tua tidak berbahaya dan tidak akan menyerang manusia, Tapir Tua berada di tingkat 50 dan dapat memberikan barang yang sangat berguna, 1 Tapir Tua di tahap awal akan menjatuhkan uang sebanyak 3000 per ekor dengan kemungkinan 100%, barang yang jatuh juga beraneka ragam, satu ekor Tapir Tua bisa menjatuhkan 20 hingga 30 barang sekaligus, walaupun semua barang masuk ke kategori umum, namun itu bisa dijual untuk menghasilkan uang. Menariknya lagi, barang yang jatuh berada di tingkat 50, pastinya orang-orang kaya akan membelinya untuk rencana masa depan mereka. Tapir Tua berada di Hutan Pinus dan jaraknya sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Distrik Pusat, Hutan Pinus berbatasan dengan kota kecil, Kota Tanjung Raja. Di dalam mimpinya ada pesta yang tidak sengaja menemukan seekor Tapir Tua di dekat gua di dalam Hutan Pinus, mereka mengira Tapir Tua berbahaya. Lalu, ada satu anggota yang nekat menyerangnya, Tapir Tua sama sekali tidak memberikan perlawanan ketika diserang, akhirnya pesta itu terus menyerang Tapir Tua. Saat itu, mereka berada di tingkat 2 dan di hari ke enam, mereka menghabiskan waktu 12 jam untuk membunuh satu Tapit Tua, mereka sangat senang karena mendapatkan 3000 uang, dan sialnya pada hari ke tujuh, uang mereka hilang karena sistem merubah mata uang. Tapi, mereka beruntung karena mendapatkan perlengkapan dari Tapir Tua. Setelah itu, banyak dari orang-orang yang mencoba Tapir Tua, sayangnya tidak ditemukan lagi Tapir Tua.
Tapir Tua sangat langka dan hanya ada satu, waktu muncul dari Tapir Tua juga 3 tahun sekali. 3 tahun kemudian ada pesta yang menemukan Tapir Tua, tapi itu sudah tidak berguna, karena mereka sudah memiliki banyak uang dan masih banyak monster buruan lain yang lebih bagus daripada Tapir Tua. Jadi, tidak ada gunanya membunuh Tapir Tua 3 tahun lagi.
Han Daru menjelaskan poin-poin pentingnya saja kepada rekan pestanya, rekan pestanya tampak takjub dengan pengetahuan dari Han Daru. Sampai tiba-tiba JImbrew bertanya.
"Darimana kamu tahu tentang informasi itu? Rasanya aneh kamu mengetahui seluruh informasi tentang jenis monster dan barang-barang yang dijatuhkan." Kata Jimbrew
Han Daru terdiam, dia tidak menyangka Jimbrew akan mempertanyakan hal itu. Namun, Han Daru sudah menyiapkan jawaban, Han Daru tahu suatu saat rekan pestanya pasti akan mempertanyakan tentang informasi yang dia tahu.
"Aku memiliki kemampuan khusus." Kata Han Daru
"Kemampuan seperti apa?" Jimbrew mulai menelisik
"Aku memiliki Kemampuan Khusus Firasat, kemampuan itu bisa memberitahukanku informasi tentang masa depan."
Semua anggota pesta Han Daru terdiam. Akan tetapi, Jimbew masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Han Daru.
"Jika memang benar, aku ingin bertanya kepadamu tentang masa depan."
"Apa itu?"
"Apakah aku akan berkhianat di masa depan?"
Dalam hitungan kurang dari satu detik, Terapang Han Daru sudah berada di leher JImbrew. Akan tetapi, Alvena menghalangi Terapang tersebut dan menggagalkan serangan dari Han Daru, Jimbrew menghela nafas lega, Jimbew hampir terbunuh, jika Alvena tidak menghalanginya, mungkin Jimbrew sudah dikirim ke neraka.
"Sialan, kamu benar-benar gila Han Daru." Kata Jimbrew
Han Daru mengembalikan Terapangnya ke dalam tas dan kembali duduk di kursi rapat, Han Daru menatap Jimbrew tajam.
"Aku tahu kamu akan berkhianat. Jadi, jika kamu mencoba mengetesku sekali lagi, sudah dapat dipastikan kamu akan ber-reinkarnasi menjadi pengemis, paham?" Kata Han Daru dingin
Jimbrew tidak menyangka Han Daru bisa mengetahui niatnya, walaupun niat itu sangat kecil. Tapi tetap saja, Jimbrew berniat berkhianat di masa depan, "Dia benar-benar gila, dia pasti akan membunuhku saat waktunya tiba, dia pasti akan mudah mengetahui saat waktunya aku akan berkhianat, mengapa dia terus menerimaku saat ini? Manusia seperti apa Han Daru ini." Diam-diam Jimbrew berbicara di dalam hatinya.
"Paham!?" Gertak Han Daru kearah Jimbrew
Mata Jimbrew terbelalak tajam, dengan takut Jimbrew berkata. "Aku paham."
Tidak ada satu orangpun yang berani berbicara saat ini. Mereka tahu jika Han Daru marah, dia akan mengamuk dan menghancurkan siapa saja yang berada di depannya. Jadi, mereka semua memutuskan diam untuk saat ini.
"Ada yang ingin ditanyakan tentang rencana perburuan kita?" Tanya Han Daru
Seluruh anggota pesta menggeleng, dan sekarang saatnya untuk pergi berburu.
Seluruh rekan pestanya keluar dari ruang rapat dan menyiapkan perlengkapan mereka, Alvena menghampiri Han Daru dan bertanya kepadanya.
"Mengapa kamu berbohong tentang Kemampuan Khusus, mengapa kamu tidak berkata sejujurnya?"
"Aku tidak bisa, ada sesuatu yang menghalangiku untuk mengucapkan rahasia itu."
Alvena menatap Han Daru dingin. "Bolehkah aku memegang keningmu sekali lagi?" Tanya Alvena
Han Daru mengangguk pelan, Alvena mendekatkan tubuhnya ke Han Daru, wangi tubuhnya dapat tercium dengan jelas dari indera penciumannya, tubuh Alvena sangat dekat dengan Han Daru, bahkan dadanya menempel ke dada Han Daru, Han Daru benar-benar malu saat ini, wajahnya memerah, sangat merah. Tangan Alvena yang lembut menyentuh keningnya Han Daru, hati Han Daru benar-benar kacau, dia tidak bisa menahan rasa aneh yang keluar dari perasaanya. Setelah selesai, Alvena melepas tangannya dari kening Han Daru dan menghela nafas pelan.
"Jadi begitu." Kata Alvena
"Kenapa?"
"Jangan beritahukan rahasiamu kepada siapapun, Lieva Dustcha mati karena memberikan rahasianya kepadamu, kamu paham maksudku kan?"
"Maksudmu tentang mi..." Belum selesai Han Daru berbicara. tangan Alvena membekap mulut Han Daru, telapak tangannya bersentuhan dengan bibir Han Daru, Han Daru benar-benar salah tingkah atas perilaku dari Alvena.
"Ya, tentang itu. Jadi diam."
Han Daru mengangguk, Alvena melepas bekapan mulutnya dari tangan Han Daru dan pergi keluar dari ruang rapat. Dengan wajah merah Alvena keluar dari ruang rapat, dia mengetahui seluruh isi kepala dari Han Daru, dan anehnya ada sesuatu yang benar-benar tidak pernah dia sangka.
"Bocah itu, dia menyukaiku? Mungkin pengamatanku yang sudah berkurang." Gumam Alvena masih tidak percaya atas apa yang dia lihat
Perasaan Han Daru adalah suka dan suka akan menjadi cinta, dan cinta adalah hal yang paling terlarang di dunia sistem yang baru ini.
__ADS_1
Jika anda ingin memberikan Kritik dan Saran terhadap cerita ini, silahkan tuliskan di kolom komentar, penulis akan sangat berterimakasih atas umpan balik yang diberikan oleh pembaca.