
Han Daru dan pestanya segera menuju ke daerah Pegunungan Sukma, sesampainya disana mereka melihat ratusan Elang Kematian terbang di atas mereka, Elang Kematian bukanlah jenis monster yang agresif, mereka tidak akan menyerang sebelum diserang terlebih dahulu. Mereka terbang dengan ketinggian 50 meter dan di luar jangkauan pesta Han Daru. Han Daru terdiam sesaat, Han Daru memikirkan strategi yang paling cepat untuk membunuh sekelompok Elang Kematian.
Elang Kematian adalah jenis monster kegelapan, dengan kerusakan serangan yang tinggi, satu serangan dasar dari Elang Kematian dapat membunuh seluruh anggota pesta Han Daru saat ini. Tingkat Elang Kematian juga berada di tingkat 10 dan benar-benar mustahil bagi manusia dengan tingkat 0 dan 1 membunuh Elang Kematian ini.
Barang jatuhan dari Elang Kematian juga sangat menggiurkan, jika Han Daru beruntung mereka bisa mendapatkan Cakar Elang Dasar untuk seorang Pembunuh dengan kemungkinan 5% dan juga Han Daru bisa mendapatkan Sayap Elang Dasar untuk semua pekerjaan dengan kemungkinan 2%, belum lagi mereka juga akan mendapatkan Kulit Elang Kematian yang bisa menjadi resep untuk membuat perlengkapan seperti sepatu, baju, dan celana dengan kemungkinan 20%. Kemudian, uang yang akan diterima mereka juga tidak tanggung-tanggung, dengan membunuh 1 Elang Kematian mereka akan mendapatkan 3-5 uang dengan kemungkinan 100%, membunuh sekelompok Elang Kematian benar-benar tangkapan besar. Namun, kemungkinan bagi mereka menang saat ini hanya 2% dan Han Daru bertaruh dengan 2% itu.
"Bagaimana mungkin kita membunuh makhluk yang terbang dengan bebas di atas kita." Kata Jimbrew dipenuhi dengan keraguan
"Beri aku waktu 5 menit." Kata Han Daru
Seorang ahli biasanya mensimulasikan pertarungan terlebih dahulu di dalam pikirannya sebelum memulai serangan, Han Daru yang sudah mengalami sepuluh tahun pertarungan di dalam mimpinya sudah biasa dengan situasi seperti ini, bahkan Han Daru di dalam mimpinya hampir mengalami kematian. saat itu dia terbangun dari mimpinya dan menghindarinya dari kematian. Tapi sekarang, Han Daru tidak tahu jika dia dalam kondisi yang sama seperti di dalam mimpinya, mungkin saja dia akan mati dan dibangkitkan menjadi seorang pengemis.
Han Daru mulai mensimulasikan serangan ke arah Elang Kematian di dalam pikirannya, Han Daru memikirkan sebuah cara untuk dapat mencapai serangan ke arah Elang Kematian, dengan tambahan kekuatan yang bisa diberikan oleh Viona, Han Daru bisa mencapai lompatan setinggi 30 meter, kurang 20 meter lagi untuk mencapai Elang Kematian, Elang Kematian memang memiliki serangan yang cukup besar namun pertahanannya sangat lemah, belum lagi jumlah Hp dari Elang Kematian hanya 50, Han Daru bisa membunuh Elang Kematian dengan satu serangan. Akan tetapi, jika Han Daru membunuh satu Elang Kematian, ratusan Elang Kematian akan memburunya, memburunya sampai ke Han Daru menemui ajalnya.
Han Daru melirik ke arah Salahudin dan Muhendra, Salahudin bisa saja memberikan sebuah pijakan dengan tamengnya, belum lagi Salahudin sangat tinggi, mungkin saja Han Daru bisa mencapai salah satu Elang Kematian yang terbang rendah dengan pijakan yang diberi Salahudin. Setelah membunuh satu Elang Kematian, Han Daru akan memerintahkan Salahudin untuk memunculkan Kemampuan Khusus Kekesalan, dengan kemampuan itu Elang Kematian akan cepat menyerang Salahudin dan disaat Elang Kematian sudah dekat, Salahudin bisa mengaktifkan Kemampuan Khusus Menangkisnya. Di waktu bersamaan Muhendra dan Han Daru bisa membunuh lusinan Elang Kematian dalam hitungan detik. Jika Hp dari Salahudin mulai berkurang, Viona akan diperintahkan memberikan pemulihan kepada Salahudin dan tugas dari Jimbrew adalah mengambil jatuhan barang dari Elang Kematian yang sudah terbunuh.
"Munculkan informasi Elang Kematian." Kata Han Daru
Informasi Elang Kematian
Nama Elang Kematian
Tingkat 10
Hp 50/50
Mp 2000/2000
Stamina 4500/4500
Kekuatan Serang 20, Pertahanan 1, Kecepatan 20, Serangan Sihir 10, Kepintaran 15, Daya tahan tubuh 25
Kemampuan : Sayap Berdarah
Kemampuan Sayap Berdarah dapat meningkatkan kecepatan dari Elang Kematian sebanyak +5 dengan mempertaruhkan seluruh mana dari Elang Kematian.
Penundaan : 1 Jam
Han Daru berpikir Elang Kematian adalah suatu bug dari sistem, bagi Pekerja Pemburu yang memiliki jangkau serang sangat jauh dapat membunuh Elang Kematian dengan mudah. Namun, Pemburu akan langsung mati jika ratusan Elang Kematian menyerangnya secara bersamaan, ini bukan bug tapi jebakan, sistem ini benar-benar membuat Han Daru sedikit geram, betapa liciknya seseorang yang telah menciptakan sistem seperti ini, dia ingin bermain-main dengan seorang manusia.
"Baiklah, aku siap." Kata Han Daru penuh dengan keyakinan
Seluruh anggota pestanya segera memasang mode bertarung, Han Daru memerintahkan Viona untuk memberikannya tambahan kekuatan dengan Kemampuan Khusus khas dari seorang Biarawati. Viona dengan cepat merespon dan memberikan Kemampuan Khusus tersebut ke arah Han Daru.
"Kemampuan Khusus Meningkatkan Semua Atribut." Ucap Viona
Viona mengarahkan tongkat biarawatinya ke arah Han Daru dan dalam waktu 1 menit kedepan poin atribut Han Daru akan bertambah +10 untuk semua statusnya. Penundaan kemampuan ini berlangsung selama 30 menit, karena ini adalah Kemampuan Khusus yang paling hebat yang dimiliki oleh seorang biarawati.
Han Daru segera berteriak ke arah Salahudin untuk membuat sebuah pijakan menggunakan tameng miliknya.
"Salahudin, berikan aku pijakan dengan tamengmu." Kata Han Daru
Salahudin mengangguk dan mengangkat tamengnya ke atas kepalanya, dengan gerak yang sangat cepat Han Daru berlari dan melompat ke arah tameng milik Salahudin, setelah mendapatkan pijakan, Salahudin mendorong Han Daru dan Han Daru juga melompat dengan seluruh kekuatannya, ketinggian Han Daru diluar dugaan, Han Daru mencapai ketinggian 60 meter dan beruntungnya ada satu Elang Kematian tepat di depannya, dengan serangan dasarnya Han Daru dapat membunuh satu Elang Kematian dengan mudah, anggota pesta segera bersorak, ini baru permulaan, setelah ini ratusan Elang Kematian akan menggunakan kemampuannya secara bersamaan.
Setelah Han Daru membunuh satu Elang Kematian, Han Daru terjun bebas ke arah tanah dengan kecepatan yang tidak masuk akal, ketika jarak antara tubuhnya dengan tanah tersisa 3 meter, Han Daru mulai menyesuaikan tubuhnya dan Han Daru mendarat dengan kedua kakinya dengan sempurna, walaupun begitu Han Daru tetap mendapatkan -30 Kerusakan. Jatuh dari tempat tinggi benar-benar bisa membunuhnya.
"Sekarang, Salahudin! Aktifkan Kemampuan Khusus Kekesalan milikmu dan disaat bersamaan aktifkan juga Kemampuan Khusus menangkis!" Teriak Han Daru ke arah Salahudin
Salahudin tanpa bertanya segera menuruti perintah Han Daru, Salahudin mengaktifkan Kemampuan Khusus Kekesalan miliknya, ratusan Elang Kematian yang tadinya mengincar Han Daru segera berbalik ke arah Salahudin dan menyerangnya, dengan Kemampuan Khusus Menangkis milik Salahudin, dia tidak akan mendapatkan kerusakan sama sekali, belum sampai Elang Kematian menuju Salahudin, Han Daru berteriak kepada Viona dan Muhendra.
"Viona tetap arahkan tongkatmu ke arah Salahudin dan berikan Kemampuan Khusus Pemulihan, jangan berhenti! Muhendra, ini waktunya pertunjukan." Kata Han Daru tersenyum ke arah Muhendra
Muhendra memandang Han Daru dengan wajah takut, betapa mengerikannya Han Daru dengan senyumannya. Tanpa waktu lama, Muhendra segera memberikan irisan-irisan dalam ke arah tubuh Elang Kematian, dengan cepat lusinan Elang Kematian mati di tangan Muhendra. Begitupun dengan Han Daru, Han Daru secara berurutan menggunakan Kemampuan Khusus miliknya, Menusuk Cepat, Lemparan Tombak, dan Tombak Kematian. Dalam waktu kurang dari 10 menit pesta mereka membunuh ratusan Elang Kematian dengan cepat, misi mereka diselesaikan dengan kecepatan yang benar-benar luar biasa. Waktu kebangkitan dari Elang Kematian juga cukup lama, mereka akan bangkit dalam waktu 32 Jam setelah kematiannya.
__ADS_1
Han Daru segera memerintahkan Jimbrew untuk mengambil semua barang yang terjatuh, seorang Pencuri memiliki kapasitas tas yang tidak terbatas, itu juga salah satu alasan Han Daru mengajak seorang Pencuri untuk bergabung ke pestanya.
"Jadi, berapa total uang yang kita dapatkan?" Tanya Han Daru kepada Jimbrew
Jimbrew tidak bisa berbohong, karena barang yang diambil oleh Jimbrew akan muncul juga di pesta yang sama, jadi jika Jimbrew berbohong Han Daru dapat mengetahuinya dengan mudah.
"Totalnya 435." Kata Jimbrew
Jimbrew tidak berani membohongi Han Daru saat ini, karena dia tahu Han Daru memiliki pengamatan yang sangat tajam.
"Bagi ke anggota pesta secara merata." Ucap Han Daru
Viona merasa tidak enak, karena dia tidak begitu berkontribusi di dalam pesta, begitupun dengan Jimbrew, dia hanya bertugas sebagai pengumpul barang. Tapi menurut Han Daru, mereka benar-benar berguna di dalam pestanya.
"Tapi tuan, tuan sudah bekerja keras dan aku hanya diam saja, apakah aku pantas mendapatkan uang dengan jumlah yang sama." Kata Viona
"Tidak apa-apa." Kata Han Daru
Seluruh anggota pesta merasa puas dengan keputusan dari Han Daru, walaupun Muhendra bekerja cukup besar dalam pestanya, dia tidak merasa iri dengan jumlah uang yang diterimanya, malahan dia merasa kagum dengan keputusan yang diberikan oleh Han Daru.
Masing-masing dari mereka mendapatkan 87 uang, setelah membaginya dengan rata Jimbrew juga memberitahukan bahwa mereka mendapatkan 30 Kulit Elang Kematian, 1 Cakar Elang Dasar, dan 1 Sayap Elang Dasar. Cakar Elang Dasar tidak akan berguna bagi Muhendra yang saat ini sudah memiliki Pisau Rencong, jika dijual Cakar Elang Dasar dapat terjual dengan harga terendah 50, belum lagi satu tumpuk Kulit Elang, satu tumpuk Kulit Elang Kematian bisa dijual dengan harga terendah 100. Untuk Sayap Elang Dasar, Han Daru tidak akan menjualnya, dia akan memakainya sendiri. Han Daru juga berpikir 15 Kulit Elang Kematian akan digunakannya untuk membuat celana, sepatu, dan baju untuk digunakan oleh anggota pestanya, 1 Kulit Elang Kematian dapat membuat 1 baju, 1 sepatu, dan 1 celana. Jika Han Daru menggunakan 15 Kulit Elang Kematian, itu bisa membuat 5 potong baju, 5 potong sepatu, dan 5 potong celana dengan kemampuan tingkat menengah. Tapi untuk saat ini Han Daru tidak membutuhkan sepatu dan baju, karena Han Daru sudah memiliki Jirah Besi Emas Gatot Kaca dan Sepatu Anyaman Dasar, bagian untuknya, Han Daru berencana untuk menjualnya, untuk 1 baju bisa menghasilkan 25 uang dan untuk 1 sepatu juga bisa menghasilkan 25 uang, untuk celananya Han Daru berencana untuk memakainya.
"Baiklah kita akan menjual 15 Kulit Elang Kematian dan 1 Cakar Elang Dasar, untuk 1 Sayap Elang Dasar aku akan mengambilnya, ada pertanyaan?"
Seluruh anggota pestanya tidak bisa protes terhadap Han Daru, mereka bahkan sangat berterimakasih dengan Han Daru karena Han Daru mengajak mereka berburu di tempat yang benar-benar luar biasa. Setelah perbincangan selesai, tiba-tiba Raja Elang Kematian muncul, Raja Elang Kematian benar-benar bukan tandingan bagi mereka semua, Raja Elang Kematian memiliki tingkat 100 dan dapat membunuh seluruh anggota pesta Han Daru dengan satu serangannya. Han Daru sangat kaget, Han Daru segera mengaktifkan Kemampuan Khusus Julukan Penolong Berhati Dingin, segera seluruh anggota pesta Han Daru selamat dari pertikaian yang akan membunuh mereka, mereka di teleportasi ke pusat Kota Bola Gajah.
"Kita selamat? Bagaimana mungkin?" Tanya Jimbrew
"Sekarang tidak usah banyak bertanya, ayok kita menuju rumah lelang." Kata Han Daru
Jimbrew tahu bahwa Han Daru yang melakukan ini semua, keraguan Jimbrew terhadap Han Daru benar-benar hilang. Bahkan Jimbrew berpikir, untuk saat ini Han Daru tidak akan menjadi batu loncatannya, Han Daru benar-benar orang yang paling kuat di Kota Bola Gajah, jadi Jimbrew tidak akan pergi dari pestanya Han Daru.
Han Daru dan pestanya berjalan di tengah kota yang benar-benar sepi, karena seluruh penghuni kota pergi menjalankan misi yang diberikan oleh sistem, hanya tersisa orang luar yang sedang bercengkrama, Han Daru berjalan masuk ke dalam rumah lelang, di dalam rumah lelang dijaga oleh seekor goblin bermata empat, goblin tersebut tampak lemah, tapi sebenarnya, goblin itu memiliki tingkat 150 dan dipelihara langsung oleh Presiden dan ditempatkan di seluruh Negara Nusantara. Han Daru membuka papan lelang dan memasang penjualannya, Han Daru menjual 25 Pisang Hijau dengan harga total 130, 1 Cakar Elang Dasar seharga 120, dan 15 Kulit Elang Kematian seharga 170, total penjualan Han Daru mencapai 420 dengan potongan dari rumah lelang sebesar 10% maka Han Daru akan mendapatkan uang bersih total sebanyak 378.
Di rumah lelang juga, daftar barang yang dijual mereka akan muncul di seluruh Negara Nusantara, tadinya Han Daru akan menjadikan rumah lelang sebagai opsi yang terakhir, untuk sekarang Han Daru benar-benar tidak ada pilihan selain menjualnya ke rumah lelang, karena jika Han Daru menjualnyanya ke orang biasa, yang ada Han Daru akan mendapatkan hasil yang sama seperti saat bertemu dengan seorang Alkimia.
Han Daru segera menjelaskan semuanya ke teman pestanya, teman pestanya mengangguk dan dengan cepat paham dengan penjelasan dari Han Daru, lalu kelebihan dari rumah lelang adalah, jika barang yang dipasang oleh penjual sudah terjual, sistem akan memberitahukan kepada penjual bahwa barang yang dipasangnya telah terjual. Dalam waktu kurang dari 3 menit, seluruh barang Han Daru sudah terjual semua dan habis tanpa sisa, Han Daru segera mengambil uang hasil penjualannya dari rumah lelang dan membaginya ke anggota pestanya.
Han Daru sedikit terkejut, 1 Cakar Elang Dasar bisa terjual dengan harga 120, di masa depan 1 Cakar Elang Dasar benar-benar tidak akan berguna, betapa bodohnya orang yang membeli Cakar Elang Dasar itu. Tapi Han Daru bersyukur karena ada orang bodoh yang menghabiskan uangnya untuk barang yang tidak begitu berguna.
Han Daru segera memberitahukan anggota pestanya tentang rencana selanjutnya.
"Baiklah, saat ini kita memiliki 15 Kulit Elang Kematian, 1 Kulit Elang Kematian bisa dijadikan perlengkapan seperti baju, sepatu, dan celana. Masing-masing kita akan mendapatkan satu baju, satu sepatu, dan satu celana. Karena, seorang Pandai Besi saat ini mungkin sedang menjalankan misi, ada seorang Pandai Besi orang luar yang ku tahu, dia memang memasang harga lebih mahal daripada Pandai Besi manusia, tapi keterampilannya tidak dapat diragukan lagi, apakah kalian mau?" Tanya Han Daru
Anggota pestanya sangat setuju dengan Han Daru, mereka akan mendapatkan perlengkapan tingkat menengah, walaupun katanya cukup mahal, ini benar-benar seperti sebuah keajaiban bagi mereka.
"Baiklah jika kalian setuju, mari kita berangkat."
Han Daru dan anggota pestanya berjalan menuju rumah Pandai Besi itu, sesampainya di depan rumah Pandai Besi seluruh anggota pesta Han Daru terkejut, ini tidak seperti rumah yang layak. Ini lebih tepat disebut tempat pembuangan jin.
"Apakah tuan yakin ini tempatnya?" Tanya Muhendra ragu
Muhendra saat ini benar-benar ragu dengan Han Daru, karena mau dilihat seratus kalipun, tempat ini benar-benar tidak layak disebut sebagai rumah.
"Kita lihat saja, ayo masuk."
Han Daru membuka pintu rumah yang hampir rubuh itu, ketika mereka semua masuk, mereka benar-benar dikejutkan dengan seorang wanita berambut merah terikat kuda, tingginya 185cm dengan ukuran payudara cup F, celana pendek yang ia kenakan menunjukkan betapa putihnya paha dari wanita ini. Kecantikannya benar-benar diluar ekspektasi manusia, secantik-cantiknya Viona tidak ada bandingannya dengan kecantikan wanita di depannya.
"Nona Alvena." Kata Han Daru
Wanita itu sedang tertidur dengan baju yang hampir terbuka, wanita itu sedikit terkejut dengan Han Daru yang memanggil namanya, padahal seluruh orang luar dari Kota Bola Gajah tidak ada yang tahu namanya.
"Siapa kamu bocah?" Tanya Alvena dengan mimik wajah yang sedikit kesal
__ADS_1
Han Daru mengaktifkan gelar Bangsawan miliknya, tapi ternyata Han Daru melakukan kesalahan. Alvena segera mengambil pedang miliknya dan mengacungkan pedangnya ke arah Han Daru, Han Daru benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti ini dari orang luar, gelar Bangsawannya benar-benar tidak berfungsi untuk Alvena, Han Daru pernah mendengar di dalam mimpinya ada seorang Pandai Besi orang luar yang sangat hebat di Kota Bola Gajah, namun Pandai Besi itu menghilang di tahun pertama dan tidak pernah ditemukan lagi, namanya adalah Alvena, Han Daru tidak pernah berkomunikasi dengan Alvena, Han Daru hanya mendengar cerita itu di dalam mimpinya.
"Maaf nona Alvena, maafkan atas kelancanganku." Kata Han Daru
Han Daru segera menghilangkan gelar Bangsawannya dan Han Daru kembali menjadi orang biasa, reaksi Alvena yang tadinya benar-benar marah perlahan surut dan dia bersikap normal kembali.
"Apa maksud kedatanganmu kesini bocah?" Tanya Alvena
"Aku mempunyai Kulit Elang Kematian dan aku ingin meminta tolong kepadamu untuk membuatkanku perlengkapan."
"Kulit Elang Kematian benar-benar sampah yang tidak layak dipahat oleh tanganku."
Seluruh anggota pesta Han Daru benar-benar tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Alvena, mereka tidak mengira Alvena akan berkata Kulit Elang Kematian hanyalah sampah.
"Aku akan memberikanmu sejumlah uang untuk membuatkan kami perlengkapan." Kata Han Daru
"100 untuk satu buah perlengkapan."
Anggota pesta Han Daru benar-benar mengutuk kali ini, bagaimana mungkin mereka mengeluarkan uang sebanyak 100 hanya untuk perlengkapan tingkat menengah, ini benar-benar tidak masuk akal. Lebih baik mereka menunggu Pandai Besi datang daripada harus membuatnya dengan Alvena.
"Nona Alvena, aku..."
Belum selesai Han Daru berbicara Alvena menyuruh Han Daru diam, kemudian Alvena memegang dahi Han Daru dengan lembut. Seketika mata Alvena berubah menjadi biru terang, sayap tipis transparan muncul di punggungnya, Alvena seketika tersungkur begitu saja.
"Tidak mungkin...." Kata Alvena
Alvena memiliki Kemampuan Khusus membaca ingatan makhluk hidup, ketika Alvena mengeluarkan Kemampuan Khususnya kepada Han Daru, ingatan tentang mimpinya Han Daru juga muncul dan Alvena mengetahui itu. Alvena benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja dia saksikan.
"Jangan pernah bertemu dengan Grace lagi, dia iblis!" Lanjut Alvena
Han Daru benar-benar tidak mengerti dengan apa yang baru saja terjadi, lalu mengapa Han Daru tidak boleh bertemu dengan Grace lagi, apakah mereka bertikai, ini mungkin ada hubungannya dengan gelar Bangsawan milik Han Daru, karena ketika Han Daru mengaktifkannya di depan Alvena, Alvena begitu marah dan hampir membunuhnya.
"Ada apa Nona Alvena?" Tanya Han Daru
"Apakah kamu mau membantuku? Jika kamu mau membantuku, aku akan membuatkanmu dan teman-temanmu sebuah senjata yang sangat kuat untukmu sekarang dan akan terus membuatkanmu senjata di masa depan nanti, aku akan menjadi Pandai Besi pribadimu." Kata Alvena
Han Daru menoleh ke arah teman-temannya dan teman-temannya menangguk setuju.
"Baiklah, kalau boleh tahu bantuan apa?"
Seketika pesan sistem muncul di depan Han Daru, pesan sistem ini juga muncul di depan anggota pestanya.
Pesan Sistem :
Misi Legenda #1
Runtuhkan Kota Bola Gajah
Hadiah : Rahasia
Hukuman : Kematian
Waktu : Tidak Terbatas
Mereka secara tiba-tiba mendapatkan sebuah Misi Legenda yang benar-benar aneh, tidak ada penjelasan apapun di dalam misinya, mereka juga benar-benar tidak bisa menolak misi itu, ini benar-benar aneh dan seperti kerusakan sistem, Han Daru benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi sekarang, karena kejadian ini tidak pernah muncul di mimpinya sebelumnya.
"Apa ini?" Tanya Jimbrew
"Aku tidak tahu." Ungkap Muhendra
Seluruh anggota pesta Han Daru tampak bingung, hingga tiba-tiba anggota pesta mereka bertambah secara tiba-tiba, Alvena masuk ke dalam anggota pesta mereka begitu saja, padahal Han Daru sebelumnya tidak mengundang Alvena ke dalam anggota pestanya, belum lagi misi yang mereka terima adalah Misi Legenda, mereka mungkin bisa mati dengan menjalani misi ini, tapi untungnya misi ini tidak ada batas waktu, jadi mereka bisa ada waktu untuk menyelesaikan misi ini.
Jika anda ingin memberikan Kritik dan Saran terhadap cerita ini, silahkan tuliskan di kolom komentar, penulis akan sangat berterimakasih atas umpan balik yang diberikan oleh pembaca.
__ADS_1