Can I Lose You?

Can I Lose You?
Bab 4_Etimologi Cinta


__ADS_3

    “Mungkin hanya aku saja atau memang perjalanan hidup seorang manusia selalu tak lepas dari pernak-pernik dunia yang fana ini.” Pikirku sembari memandang langit biru.


    (Tringg… bel istirahat berbunyi)


    “Hwaa Tiaa, ke kantin yukk…” Ajak Riska kepadaku saat bunyi yang selalu kutunggu telah tiba. Dari nadanya itu, akupun sudah tau bahwa hal yang buruk telah terjadi.


    ****


    (Setibanya di kantin dan duduk bersama sambil menunggu pesanan datang)


    “Tiaa, si Kevin lohh. Ternyata membohongi aku selama ini…” Lanjutnya setelah ia mengetahui bahwa Kevin yang pernah mengajaknya untuk pergi ke pantai waktu itu, telah mengatakan hal yang sama pada perempuan lain.


    “Lohh, kok bisa seh bebb?” Tanyaku penasaran sambil memakan camilan dari warung Pak Danang.


    “Jadi gini Tiaa… kamu tau Gisel temen sekelasku kan?!” Jawabnya sambil menahan rasa kesal.

__ADS_1


    “Ohh yang kemarin nantangin cewe kelas 12 buat battle dance depan kelas itu bukan??” Jawabku saat Riska mengajakku untuk julid bersama.


    “Nahh iyaa, itu Tiaa… Dia tuh ngumbar-ngumbar gitu… di depan kelas lagi! Apa ga jengkel akunya!” Ungkapnya sambil mengepalkan kedua tangannya di atas meja.


    “Iya, aku paham kok. Sabar atuh neneng yang cantikk. Sabarr…” Ucapku sembari mencoba menurunkan emosinya.


    “Dia tuh bilang… kalo Kevin ngajak dia buat pergi ke pantai juga bulan depan.” Lanjutnya sambil memukul-mukul tangannya ke meja.


    Barulah aku sadar bahwa segala isi dari dunia yang fana ini terasa tak ada habisnya apabila terus dikemukakan. Entah itu harus diungkapkan dengan kata ataupun hanya dipikirkan lewat asa.


    Tapi yang kuketahui, sejarah telah menuliskan bahwa cinta sudah ada semenjak awal manusia menginjakkan kaki ke dunia ini. Bermula dari perjalanan sepasang manusia melalui dunia yang jauh di sana, hingga perpisahan yang mentakdirkan keduanya untuk bersatu kembali.


    Semenjak itulah, manusia mulai beranggapan bahwa cinta adalah kondisi di mana emosi dan pikiran saling berseteru untuk memposisikan diri menjadi yang terbaik dalam diri seorang.


    Oleh sebabnya, apabila keduanya tidak seimbang akan membawa kondisi psikologis seorang manusia menjadi tidak stabil dan cenderung mudah untuk dihancurkan dari hatinya.

__ADS_1


    Inilah yang terjadi pada segelintir orang apabila terlalu berharap pada manusia itu sendiri. Ketakutan, rasa cemas, bahkan putus asa akan dialami olehnya. Secara gampangnya apapun akan diberikan apabila menyangkut persoalan cinta.


    “Cinta dapat membuatmu kuat, kadang pula membuatmu lemah. Seperti dua sisi yang saling bertolak belakang.” Gumamku dalam hati saat melihat temanku Riska menjadi tak berdaya setelah melihat orang yang dicintainya beralih mengkhianatinya.


    “Sebaiknya kamu ga mencoba menjadi orang sepertiku Tiaa…” Ucapnya sambil mengenggam tanganku dan mulai meneteskan air mata.


    Aku tau, sahabatku Riska adalah orang yang paling lembut apabila dinilai dari masalah hati. Mungkin itulah yang membuatnya sangat mengerti akan rasa sakitnya.


    Terlebih lagi, rasa khawatir apabila sahabat terdekatnya juga mengalami hal yang sama di suatu hari nanti.


    Sejak saat itulah aku mulai membulatkan diri dalam hatiku dan percaya bahwa aku tak akan mengenal apa itu cinta. Cukup temanku yang mengalami penderitaan seperti ini layaknya apa yang dia inginkan dariku.


    “Tentu Ris, kamu masih ada aku kok…” Balasku sambil memeluknya erat-erat.


    ****

__ADS_1


__ADS_2