Can We?

Can We?
07


__ADS_3

Taehyung's POV


"Aigoo.. akhirnya kau kembali bersekolah." Sapaku pada wanita kesayanganku setelah ia tidak masuk beberapa hari ini. "Bagaimana keadaan Eomma mu?" Lanjutku.


"Ah, eomma.. sudah membaik. Tentu saja dengan bantuanmu dan Yoori. Aku akan mengganti uang kalian secepat mungkin." Jawabnya.


"Aish, kau ini. Tak usah digantikan juga tidak apa-apa. Asal Eomma mu sembuh. Bukan begitu, Yoori-ah?" Ucapku sambil menengok kearah Yoori.


"Ne, tentu saja. Kami akan membantumu." Ucap Yoori sambil tersenyum.


Yoori-ya, sudah cukup. Jangan mengeluarkan senyuman itu.


Aish! Mikir apa aku! Aku sudah memiliki Kang Seolhyun!


Yoongi hyung! Kau harus tanggung jawab! Mengapa adikmu begitu menarik dimata ku sekarang?!


Aku pun menggelengkan kepalaku.


"Taehyung-ah?" Tegur Seolhyun.


"Oh? Ne?" Jawabku.


"Kau kenapa?" Tanya nya bingung.


"Aniyo" jawabku sambil tersenyum dan membelai pipinya.


.


.


Ahhh... akhirnya istirahat. Rasanya pinggangku segera memutar dari tempatnya jika aku tidak buru-buru berdiri.


"Chagi, ayo kita ke kantin. Aku sudah lapar." Ajak ku ke Seolhyun. "Jimin-ah, Yoori-yaa ayo cepat" aku juga tidak lupa mengajak teman-temanku.


Kami pun berjalan menuju kantin.


Kantin ini antriannya sangat panjang. Aku sudah lapar!


"Jimin-ah, apa kau tidak bisa mengeluarkan jurus kekuasaan mu? Taehyung ku sudah lapar! Kau pasti bisa, Jimin-ah. Appa mu yang punya sekolah ini!" Ucap Seolhyun yang membuat kami bertiga terkejut. "Ah, ani. Aku bercanda" lanjutnya.


"Tidak. Aku tidak akan melakukan itu! Aku ingin adil!" Ucap Jimin dengan nada tinggi. Aku melihat Seolhyun yang tampaknya kaget karena bentakan Jimin. Aku langsung mengelus wajah cantiknya sambil tersenyum, "Gwenchana, chagi. Maafkan Jimin." Ucapku.


Aku melihat tatapan seram yang Yoori lemparkan kepada Jimin. Dan Jimin pun membalasnya.


"Yoori-ya, maju lah. Antriannya sudah maju." Tegurku untuk menengahi mereka.


Kami pun langsung duduk ketika kami sudah mendapatkan jatah makan kami.


"Oh? Seolhyun-ah, ponsel mu baru? Woahh daebak, itu keluaran terbaru." Ucap Yoori tiba-tiba. Membuat aku dan Jimin menengok. Tapi aku melihat Jimin mengeluarkan seringaian liciknya.


"Ah iya, aku baru saja dapat undian. Kebetulan ponselku yang lama rusak." Jawab Seolhyun.


"Seolhyun-ah, apakah Ibu mu benar-benar sakit?" Tanya Jimin yang membuat amarahku naik tanpa disuruh.


"Ya! Park Jimin-ssi!" Ucapku menahan teriakan agar tidak mengganggu seisi kantin.

__ADS_1


"Diamlah. Aku sedang makan" ucap Yoori menengahkan. Aku kembali menyantap makananku. "Jimin-ah, kau makan lah." Lanjut Yoori.


.


.


Jam pulang sekolah pun akhirnya tiba. Aku langsung menuju keluar kelas.


"Chagiyaaa" panggil suara yang familiar ditelinga ku.


"Waeyo, Seolhyun ah?" Jawabku.


"Kau tidak lupa kan? Hari ini kau akan menemaniku belanja?" Tanya nya sambil memeluk lenganku. Aku tersenyum melihatnya.


"Ahh.. itu. Tentu jadi." Aku mencium pipinya.


"Ya ya ya! Ini masih area sekolah, bodoh!" Teriak seseorang dibelakangku.


"Eoh, hyung. Kau juga baru pulang?" Sapaku ke Hoseok hyung. Aku melihat Jimin disampingnya yang sedang memasang tampang datarnya.


"Ne. Ah, ya. Setelah ini kita akan berkumpul, apakah kau mau ikut? Tentu kau harus ikut!" Ajak Hoseok hyung.


"Ah.. tapi" aku melirik ke Seolhyun tanda meminta izin. Ia langsung menggeleng dan memasang wajah memelas. Ah aku tidak tega. "Mianhae, hyung. Aku mungkin akan menyusul saja jika urusanku sudah selesai." Ucapku merasa tidak enak.


"Sudahlah, hyung. Mungkin dia sedang jatuh cinta." Jawab Jimin lalu berjalan mendahului kami tanpa berpamitan.


"Kalau begitu, aku duluan. Datanglah kalau kau bisa." Ucap Hoseok hyung lalu jalan mendahului ku, menyusul Jimin.


Aish. Bocah tengil itu.


"Ah, aku juga punya pacar. Tapi untungnya pacarku tidak pernah melarangku melakukan sesuatu yang aku suka." Ucap Namjoon hyung dari belakang sambil menepuk pundakku.


Aku langsung mengajak Seolhyun ke mobilku.


"Chagi, kenapa kau diam saja?" Tanyaku membuka pembicaraan.


"Ah, aniyo. Aku hanya merasa teman-temanmu tidak menyukai ku." Jawabnya yang membuat ku merasa kasihan.


"Tidak. Mereka suka, hanya saja mereka belum begitu mengenalmu." Jawabku menenangkannya. Ia terlihat sedih.


Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, membelai wajahnya yang cantik. Mengusap bibirnya yang pink dan halus.


Aku semakin mendekatkan wajahku, ingin rasanya ku menyantap bibir halus dan merona itu. Lalu aku memejamkan mataku. Aku pun menciumnya.


Tiba-tiba aku membayangkan yang ada didepanku sekarang adalah seorang Min Yoori.


Bayangan Min Yoori sedang tersenyum manis tiba-tiba terlintas dibenakku.


Oh, tidak. Ini berbahaya.


Aku segera melepaskan ciumannya. Aku lihat ia terengah-engah, kehabisan oksigen.


"Mianhae, chagiya. Tapi ini dilingkungan sekolah. Dan kita akan berbelanja. Aku tidak mau kita tampil berantakan di mall nanti." Ucapku. Ia mengangguk setuju.


"Min Yoori sialan! Mengapa kau datang dipikiranku disaat seperti itu?" Batinku berteriak. Aku menjambak rambutku frustasi.

__ADS_1


"Waeyo?" Tanya Seolhyun yang membuatku kaget.


"Ah tidak. Aku hanya sedang merapikan rambutku yang berantakan karena tangan nakalmu." Ucapku sambil mengedipkan mataku. Ia terkekeh.


.


.


.


Author's POV


Sedangkan ditempat lain, member BTS sedang berkumpul. Tentu saja tanpa Kim Taehyung.


"Namjoon-ah, apa kau sudah mengantarkan adikku ke habitatnya?" Tanya seorang kakak yang menyebalkan, Min Yoongi. Yang ditanya hanya mengangguk.


"Ah benar. Jika Yoori dan Jimin sudah pulang sekolah, lalu dimana Taehyung?" Tanya Seokjin. Semua hanya bungkam.


"Jimin-ah, kau teman sekelasnya. Dimana Taehyung?" Tanya Seokjin lagi dengan pertanyaan yang sama.


"Ah hyung. Molla. Jinjja molla." Jawab Jimin dengan nada kesal.


Hoseok berdehem, "sepertinya Taehyung sedang ada urusan dengan pacarnya." Ucap Hoseok menjelaskan.


"Mwo? Jinjja? Ia sampai tidak ikut dengan kita? Whoaa, anak itu." Ucap Seokjin tidak percaya. "Jimin-ah, apa kau sedang renggang hubungan dengan Taehyung dan Yoori sejak datang ke Cafe ku?" Tanya Seokjin. Kini semua orang melirik ke arah Seokjin dengan serius. Dan menatap Jimin seakan minta penjelasan.


Lalu Jimin menjelaskan apa yang terjadi sejak saat itu hingga sekarang. Alasan mengapa Jimin tidak suka dengan Seolhyun. Opini Jimin pun dibantu dengan pendapat Hoseok dan Namjoon.


"Hyung, benar. Sepertinya ia sangat mencintai pacarnya. Ia sampai mengirimkan uang karena Ibu wanita itu sakit. Tetapi, wanita itu tidak memberi tau dimana Ibunya di rawat." Ucap Jungkook menjelaskan, membuat semua orang mengerutkan dahi.


"Bagaimana kau tau?" Tanya Hoseok.


Jungkook pun menjawab dan menjelaskan kejadian waktu Seolhyun menelepon Taehyung saat mereka bermain game bersama.


"Ah, benar! Ternyata ia juga meminta uang pada Taehyung? Padahal ia sudah meminta uang pada Yoori. Kejadiannya sama. Ia bilang pada Yoori bahwa Ibunya sakit. Dan kurasa, Yoori sudah mengeluarkan banyak uang untuk gaya hidup Seolhyun. Bahkan, ketika pergi pun selalu Yoori yang mengeluarkan uang." Jelas Namjoon.


"Jeongmal? Adikku melakukan itu? Heol.. bodohnya dia. Tampaknya ia bukan adikku." Jawab Yoongi sambil membayangkan kebodohan adiknya.


"Jangan berburuk sangka. Siapa tau Ibunya memang sakit. Walau dia kasar, belum tentu dia pembohong." Ucap Hoseok sedikit membela.


"Tapi hyung, wanita gila itu baru saja mempunyai ponsel keluaran terbaru. Ia bilang bahwa itu hadiah undian. Tapi ayolah, pikir lagi." Ujar Jimin menjelaskan.


"Ada benarnya. Jika uang yang ia dapat dari Yoori nuna dan Taehyungie hyung, ia akan bisa membeli ponsel keluaran terbaru. Itu cukup untuk membelinya." Jawab si kecil, Jeon Jungkook dengan wajah serius menggemaskannya.


"Daripada berburuk sangka, bagaimana kalau kita cari tau? Ini demi kebaikan Taehyung dan Yoori. Jimin-ah, coba kau cari tau di data sekolah tentang latar belakang wanita itu. Kau bisa bertanya pada Appa mu." Saran baik dari Seokjin hyung. Hyung tertua sedang mengeluarkan pendapatnya. Semua mengangguk setuju.


"Aigo. Kau cerdas, hyung." Ucap Jimin sambil tertawa dan tetap fokus pada gamenya.


"Lepas game bodohmu itu kalau yang tua sedang berbicara, hyung!" Tegur Jungkook pada Jimin. Jimin pun tertawa melihat Jungkook.


"Oke!" Jawab Jimin dengan nada khasnya.


"Ah tunggu, siapa nama wanita itu? Aku lupa. Tapi aku tidak asing saat melihat wajahnya." Tanya Hoseok.


"Kang Seolhyun." Jawab Jimin malas.

__ADS_1


"Aku seperti tidak asing dengan nama itu." Jawab Hoseok lagi sambil memiringkan kepalanya bingung.


"Aku.. seperti pernah mendengarnya juga." Tambah Jungkook ikut bingung bersama Hoseok.


__ADS_2