
Ya!
Bahagia itu sederhana!
Tapi,, lumayan susah di dapat"
Apa yang buat saya bahagia?
ya...sebenarnya hal yang umum sih!
Alhamdulillah sekarang sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,dibandingkan sebelumnya.
Tapi,
Saya tetap aja sedih,
karena harus berjauhan dengan bujang cilik saya, yang terpaksa harus saya titipkan sama orang tua di kampung.
Dia yang sedang dalam masa pertumbuhan, harus, dan terpaksa menghadapi keadaan yang luar biasa,dalam pertumbuhan nya.
Saya dan suami, memutuskan untuk berpisah saat dia berusia satu tahun tiga bulan.
ya allah...
Dulu saya bekerja di sebuah toko di daerah tangerang.
Usia saya saat itu, sudah lebih dari dua puluh tahun,
Sebenarnya usia itu masih sangat muda menurut saya,
tapi tidak, bagi orang tua saya.
Ya!
Di kampung, khususnya di dalam keluarga besar saya, usia ini sudah sangat cocok untuk menikah,
karena saya belum pernah membawa laki laki kerumah, dan itu malah membuat orang tua saya merasa khawatir,
dan mereka memutuskan,
untuk memperkenalkan saya dengan seorang pria,
dan pria itu adalah teman kakak ipar saya.
__ADS_1
Dia bukan orang sini,
Tapi dia pernah tinggal di kampung saya,
dia adalah salah satu santri di ponpes milik orang tua kakak ipar saya.
Waktu dia cerita dan bertanya pada kakak ipar,
Kalo dia berkeinginanngin mencari calon istri dari kampung halaman kami,
Kakak ipar pun memberi tau kakak saya soal keinginan teman nya itu,
dan langsung bertanya tentang saya,
serta menanyakan pendapat kakak saya, tentang keinginan nya, untuk memperkenalkan dia pada saya.
Karena, menurut kakak ipar,dia orang nya baik dan rajin.
Dan kakak saya juga kebetulan sudah pernah bertemu orangnya.
Karena saya sudah tau,
bagaimana sifat keluarga besar saya, yang rata ratanya menikah muda,
Karena saya yakin,akan langsung di minta keluarga,untuk segera menikah.
Terutama umi, yang khawatir nya sangat berlebihan menurut saya saat itu,
eh bukan !
tapi sampai sekarang masih seperti itu.
UMI seperti gak pernah mau tau,tentang perasaan kami( anak perempuan) yang belum siap untuk berumah tangga.
Umi bilang takut hal hal yang gak baik terjadi,
dan menimpa anak atau keluarga.
Takut ketiban dosa....
Walhasil, kalo anaknya(perempuan) ketahuan punya pasangan, umi akan langsung bertanya
sudah siap nikah belum?
__ADS_1
itu sebabnya,,
Saya tidak pernah membawa pasangan ataupun teman laki laki ke rumah.
Dan saat itu, saya juga baru saja putus dari dengan pacar saya.
Saya tidak pernah bercerita tentang kehidupan cinta saya,pada keluarga.
Dulu, kakak perempuan saya,
memang pernah membuat umi abah pusing,
Karena itu, saya gak pernah bawa pasangan kerumah.
Saya dan mantan suami bertemu di rumah,
lewat peran kakak perempuan saya dan suami nya dan umi langsung setuju saja begitu mendengar asal usul dan mengenal langsung orangnya.
Saya sudah langsung menolak
Tapi umi minta saya untuk memikirkan nya kembali,
dan tetap saja saya gak setuju.
Kakak saya bilang,
tar dia kerumah untuk berkenalan dengan saya,
dan kakak bilang,
kenalan aja dulu!
Karena bosan dengar omong an mereka,
Saya pun setuju untuk berkenalan dengan dia.
Kami pun berkenalan setelah lebaran!
dan umi, langsung bertanya kepada saya,
bagaimana mana menurut saya.
Saya pun tetap menolak, umi bilang
__ADS_1
coba pikir kan lagi!